Dear Imamku

Dear Imamku
Aisha Tahu?



Naufal hari ini ada jadwal yang padat ia bahkan tak sempat untuk sarapan terlebih dahulu dan bergegas ke rumah sakit karena ada pasien gawat darurat


Aisha seperti biasa melaksanakan aktivitas sebagai seorang istri dan ibu, membereskan rumah menjaga anak-anak sudah menjadi rutinitasnya


"Hai anak-anak Bunaa," Aisha tersenyum kecil di hadapan ketiga anaknya


"Kalian lucu banget sih," kata Aisha gemas dengan anak-anaknya sendiri


Aisha memasangkan kupluk yang pernah ia beli saat sedang hamil si kembar, Aisha hanya membeli dua karena waktu itu belum bertemu Debia


Namun sebagai gantinya Aisha memberikan Debia kalung nama, dan akan memberikannya saat sudah sedikit besar


Aisha menatap anak-anaknya, kupluk itu sangat lucu terlebih Aisha memberikan nama di kupluk tersebut 'El' dan 'Al'


El Nazriel Qurtuby Alfarizi.


Al Nizam Qurtuby Alfarizi.


Nama itu yang mereka berdua sepakati hari itu setelah berdebat panjang


"Kalian harus tumbuh jadi anak yang pintar ya," kata Aisha lagi


Ini sudah beranjak siang Aisha ingat jika Naufal belum sempat sarapan jadilah ia memutuskan untuk mengantarkan makan siang ke rumah sakit


Aisha sempat mengirimkan pesan pada Naufal yang berisikan ia akan mengantarkan makan siang untuknya


Aisha dengan senang hati memasak sembari mengawasi anak-anaknya, ia tidak suka menyerahkan anak-anaknya pada baby sister


"Mudah-mudahan mas Naufal suka sama masakannya," kata Aisha menatap rantang nasi yang baru saja ia bereskan sambil tersenyum


Hari ini Aisha akan membawa mobil sendiri, jika saat itu ia menaiki go-car itu karena ia sedang hamil hari ini Aisha ingin membawa mobilnya sendiri


Aisha menitipkan ketiga anaknya di rumah Layla, ya dia sempat mampir ke sana untuk memberikan masakan pada Bundanya


Setelahnya Aisha segera pergi ke rumah sakit, sepanjang jalan wajahnya di hiasi senyuman hari ini ia akan berbaikan dengan Naufal secara resmi


Aisha baru saja tiba untuk mengantar makan siang untuk Naufal ke rumah sakit, hari ini ia masak pepes ikan spesial. Ia ingin Naufal mencicipinya dan Aisha ingin berdamai dengan hati ya yang terus menerus merasa sakit jika melihat Naufal


Terlebih sepertinya Naufal memang akan berdamai dengan masa lalu setelah kejadian di pasar malam hari itu


"Lah belum balik ke ruangan ternyata," gumam Aisha saat memasuki ruangan Naufal namun tidak ada siapa-siapa di sana


Jadi Aisha memutuskan untuk menunggu Naufal kembali ke sini di ruangan suaminya


Tanpa sengaja matanya melihat buku biru yang tempo hari ia baca, posisi buku itu sudah berubah itu artinya buku itu sempat di sentuh


Maka Aisha yang penasaran memutuskan untuk membaca buku itu kembali


Ia meraih buku itu, "Maaf mas, tapi aku harus tahu." kata Aisha


Ia membuka buku itu hingga halaman terakhir yang sempat ia baca


Hal 51 :


Jika kamu bertanya apakah saya mencintaimu?


Maka jawabannya adalah iya


Tolong jangan pergi lagi


Hal 52 :


Saya adalah laki-laki paling brengsek di dunia.


Hal 54 :


Maaf, Sha. Maaf.


Tapi saya mencintainya.


Hal 57 :


Ternyata jarimu sudah di isi, maaf saya pernah mampir ke hati mu


Hal 59 :


Teruntuk kamu. Siapapun kamu.


Terima kasih sudah pernah mampir mengisi hati


Dan untuk kamu juga.


Maaf pernah menjadi pria paling brengsek, yang tak pernah bisa menepati janjinya


Terimakasih juga, untuk segala hal termasuk telah berjuang supaya saya bisa menjadi Ayah.


Saya tahu kesalahan saya terlalu besar untuk di maafkan, maaf saya jadi pengecut.


Saya tak berani meminta maaf padamu, tolong maafkan saya.


Seharusnya ini menjadi surat untuk di berikan padamu, namun saya memilih menulisnya di buku ini


Terimakasih untuk segala hal.


Hal 60 :


Buku ini hanya akan berakhir di sini. Dengan tanda diisinya jari manis itu dengan cincin


Ini menjadi buku kedua yang mengisi kehidupan saya, setelah buku pertama berwarna pastel


"Aisha bodoh! Lo itu bodoh Aisha! Kenapa masih Lo pertahanin hah?! Dia udah nggak cinta sama Lo bodoh!" Aisha memaki dirinya sendiri


Aisha merobek buku itu, ia meraih buku pastel yang di maksud dalam buku itu kemudian merobeknya


"NAUFAL BRENGSEK!!" teriak Aisha ia menghempaskan apa saja yang ada di ruangan Naufal


Tak peduli apapun itu, bahkan makanan yang tadinya akan Aisha berikan untuk Naufal berserakan di lantai


"LO JADI LAKI-LAKI TERBRENGSEK YANG PERNAH GUE TEMUI SIALA*!!"


Aisha berlari keluar ruangan, ia berlari sambil menangis. Ia terus berlari menuju mobilnya Aisha memukul stir itu dengan kencang


"AAAA GUE BENCI LO NAUFAL!!" maki Aisha lagi, ia tak tahan air matanya terus mengalir


"Gue benci Lo." lirih Aisha


***


Naufal baru saja menyelesaikan satu operasi, hari ini Aisha mengatakan akan datang ke sini membawa makan siang


"Alhamdulillah, operasi berjalan lancar dan pasien selamat," kata dokter Lee


"Iya alhamdulillah," ucap Naufal


"Saya duluan dok," kata Naufal membuat dokter Lee mengangguk


Lantas cowok itu segera kembali ke ruangannya, namun saat tiba di sana Naufal terkejut dengan ruangannya yang berantakan


Buku-bukunya berantakan, barang-barang di atas meja juga berjatuhan,  bahkan rantang nasi itu berserakan di lantai


Ruangannya kacau sekali.


Naufal menghela napas, ia berjalan masuk kemudian melihat sekelilingnya namun ia kembali terkejut saat melihat buku biru miliknya


Ia meraih buku itu, dan buku itu,,, sobek


Naufal bergegas mencari buku pastelnyanya dan buku ini juga sobek


Astaga! Apa Aisha ada di sini sebelumnya?


"Apa Aisha tahu?" tanya Naufal pada dirinya, ia panik ketika sadar Aisha memang ada di sini jika tidak bagaimana ada rantang nasi


Sialnya, memang begitu adanya. Naufal bergegas menuju parkiran ia yakin Aisha pasti sakit hati setelah membacanya


Pasti Aisha datang lebih awal ke sini, astaga Naufal kacau sekali hari ini


"Astaga Naufal Lo bodoh! Bodoh! Bodoh!" maki Naufal pada dirinya sendiri


Ia memukul stir mobil berkali-kali ketika tak kunjung menemukan Aisha


Ia cemas dengan istrinya itu, Naufal tahu jika dirinya salah, sangat salah malah


Matanya melirik sana sini berharap menemukan Aisha namun tak juga menjumpainya


"Aisha Lo dimana hah?" Naufal sudah berteriak di dalam mobil


Ia merutuki kebodohannya yang menyimpan buku itu sembarangan, ia pikir Aisha tidak akan dengan lancang membuka buku-bukunya


"Naufal Lo bego banget! Lo bodoh! Gue nggak mau kehilangan Aisha,"


Naufal terus mencari Aisha, ia tak akan berhenti hingga menemukan Aisha


Seketika ia ingat, ia belum mwmeiksa rumah Rifa dan Layla, lantas Naufal menelpon Mamahnya terlebih dahulu


"Assalamualaikum mah,"


"Wa'alaikumsalam, kenapa Fal?"


"Mah, apa Aisha ada di rumah?" tanya Naufal


"Nggak ada Fal, memang Aisha kemana? Jangan bilang hilang lagi," kata Rifa terdengar khawatir


"Ya dia hilang lagi." kata Naufal


"Udah dulu ya Mah, Naufal mau cari Aisha," kata Naufal


Sambungan itu terputus, Naufal mengehela napas ia tak yakin jika Aisha ada di rumah Layla


Namun Naufal berusaha meyakinkan hatinya, ia segera mencari kontak ibu mertuanya itu


Baru saja Naufal akan menelpon, seseorang menelponnya tertera nama Azma


"Ada apa Azma?" tanya Naufal saat sambungan terputus


"Lo dimana?" tanya Azma suaranya terdengar parau


"Gue lagi cari Aisha." jawab Naufal


"Bego."


"Lo kenapa?" tanya Naufal heran


"Aisha kecelakaan bodoh!" teriak Azka parau


Seketika jantung Naufal mendadak berhenti, ia terdiam dan berusaha mencerna perkataan Azma barusan


"Aisha kecelakaan?" tanyanya pada dirinya sendiri