Dear Imamku

Dear Imamku
Kekasih Halal



Hari ini adalah jadwal libur Naufal, pemuda itu kini sedang bermalas-malasan pada Aisha. Entah mengganggu istrinya ataupun bersikap manja dan menyebalkan di mata Aisha


"Kak Naufal ihh, ganggu tau." sebal Aisha yang merasa terganggu karena sedang memasak


Bagaimana tidak? Naufal terus saja memeluk Aisha dan menoel-noel pipinya kalau tidak mengganggunya dengan mengambil bumbu-bumbu masaknya


"Salah siapa cuekin aku."


"Lah kapan Aisha cuekin kak Naufal coba?"


"Dari tadi, aku lagi pengen sama kamu eh malah sibuk sama kompor." jawab Naufal acuh


"Aku bukan cuekin kakak, tapi aku lagi masak kak, masak."


"Mau masak mau apa kek, yang jelas kamu diem melulu dari tadi."


"Terus kalau aku nggak masak kakak mau makan apa?" tanya Aisha


"Makan kamu."


Aisha geleng-geleng kepala berhadapan dengan Naufal, "Udah ah, mending kak Naufal duduk di meja makan biar aku siapin makanannya dulu."


"Nggak. Aku mau di sini aja." Naufal keukeuh dengan keinginannya


"Mending ke taman yuk,"


"Nanti habis sarapan." jawab Aisha membuat Naufal mendengus malas


"Mending kak Naufal ke sana dulu deh, biar aku bisa leluasa masak." kata Aisha


"Iya. Iya." Naufal berjalan ke ruang tamu dengan langkah gontai


Aisha kembali melanjutkan acara masaknya, tanpa ada gangguan dari Naufal


Selesai masak ia segera menyiapkan makanan itu di atas meja makan, dan melihat Naufal yang sedang sibuk menonton siaran tv


"Kak, ayo sarapan." kata Aisha membuat Naufal yang sedang menonton menoleh pada istrinya


"Nggak." mendengar jawaban singkat Naufal membuat alis Aisha saling bertautan


"Kak Naufal marah?" tanya Aisha


"Iya."


"Ihh emang salah aku apa?" Aisha kini mulai mendekat pada Naufal dan duduk di sebelah laki-laki yang berstatus suaminya itu


"Salah kamu, karena ngebiarin suaminya sendirian."


"Siapa coba yang ngebiarin Kak Naufal sendirian? Aku lagi masak." Aisha membela diri


"Sama aja." cetus Naufal membuat Aisha menghela napas panjang


"Yaudah deh aku salah. Maaf." ucap Aisha


"Dimaafin. Tapi ada syaratnya." Naufal menatap Aisha yang tampak kebingungan


"Apa?"


"Cium dulu."


"Ihh kok gitu siiihhh!!" sebal Aisha dengan bibir yang manyun


Naufal menahan tawanya saat melihat wajah imut Aisha, sangat lucu saat perempuan itu sedang marah


"Nggak mau!" tolak Aisha


"Yaudah nggak aku maafin." kata Naufal


"Yaudah aku makan sendiri aja." Aisha pergi dari sana membuat Naufal tertawa


Pemuda itu bangkit dari duduknya lalu memeluk Aisha dari belakang, "Ihh kak Naufal lepasin."


"Nggak mau pengen kayak gini aja." Namun bukannya menurut Aisha malah memberontak


Tak mau kalah Naufal semakin mempererat pelukannya, bertepatan dengan datangnya seseorang tanpa mengetuk pintu


"ASTAGAAA!!! MATA GUE TERNODAI!!!" pekik seseorang membuat Naufal dan Aisha melepaskan diri masing masing


Keduanya mendadak canggung namun beberapa detik kemudian Naufal menghampiri orang itu dengan sorot mata tajam laku menjewer telinga gadis itu


"AWW!! ihh sakiittt bang!!!" teriak Gita begitu merasakan telinganya dijewer begitu keras


Ya gadis itu adalah Gita adiknya Naufal, ia memutuskan untuk berkunjung ke rumah Naufal lebih tepatnya ingin bertemu Aisha  mumpung ia sedang berada di Indonesia


"Ngapain datang datang, bukannya ngucapin salam udah gitu main nyelonong masuk aja! Gak sopan!" semprot Naufal


"Eh, aku udah ngucapin salam situnya aja yang ga denger malah asyik berduaan sampe ada tamu datang di biarkan." Gita membela diri


"Hayoo ngaku lagi ngapain tadii?!" tanya Gita dengan mata memicing dan menatap Naufal


"Terserahlah mau ngapain juga! Rumah-rumah gue! Aisha istri gue!" kesal Naufal


"Ihh pakai gue gue an, nggak sopan tau." Aisha tertawa mendengar perkataan Gita yang menurutnya lucu


Gita yang teringat buat awalnya kemari langsung saja pergi, "Dahlah, Niat aku kesini itu cuma mau ketemu kakak ipar sama kepoakanku, bukan ketemu Bang Naufal! Bay!!" sinis Gita


Perempuan itu sudah berlari ke arah Aisha dan langsung memeluk Aisha yang tengah berbadan dua


"Hai ponakan aunty, sehat sehat yaa. Cepet lahir biar bisa ketemu sama aunty yang cantik inii!"


Naufal memutar mata malas, "Cantiklah sangat!" cibir Naufal


"Heh! Aku tuh emang cantik ya!!" sebal Gita


"Udah aku mau bikinin minum dulu, kamu duduk aja."


Baru saja Aisha akan pergi ke dapur namun di tahan oleh Gita, "Nggak boleh. Masa aku tega biarin kakak iparku yang lagi hamil bikinin aku minum."


"Udah biar aku aja yang bikin." kata Gita lalu pergi ke dapur menyisakan Naufal dan Aisha di sana


Naufal melirik ke arah Aisha yang juga menatap ke arahnya, Aisha yang paham langsung bergidik


"Nggak mau. Udah ayo sarapan aku lapar."


"Tega ngebiarin anak dan istrinya kelaparan?" tanya Aisha


"Lah kan aku nggak ngelarang kamu makan, mau makan ya tinggal makan."


"Kan lebih enak makan berdua sama kekasih halal." kata Aisha dengan suara yang di imutkan


"Sejak kapan istriku ini pintar ngerayu hm?"


"Sejak kapan ya??" Aisha berpura pura berfikir


Melihat hal itu Naufal langsung saja menyambar pipi gadis itu membuat Aisha terdiam lalu melotot namun tidak dengan Gita yang sudah menggigit jari melihat adegan itu


"Ya ampun ada air?! Ada air?!!" teriak Gita dengan mengipasi wajahnya dengan tangan


"Astagaa!! Bisa bisanya mata gue yang suci ini ternodai lagiii!!" heboh Gita


"Heh! Lo bisa diam gak?!" tanya Naufal yang sudah kesal sejak tadi


"Ya Abang main nyosor nyosor kak Aisha di depan Gita yang jomblo."


"Terus yang salah siapa? Kamu yang main ke sini, udah tau isinya pengantin baru." kata Naufal


"Ck. Pengantin baru dari mana?  Udah mau punya anak juga masih sempet sempetnya bilang pengantin baru!" ledek Gita di susul gelak tawa Aisha


"Mending Lo main masak-masakan gih sama anak tetangga depan tuh." titah Naufal membuat Gita melotot


"Yakali main masak-masakan sama bocah mana nggak kenal lagi, ogah!"


"Udah ayo sarapan, mumpung masih hangat ntar udah dingin nggak enak loh." kata Aisha


"Wahh ada makanan, sekalian numpang makan aja." kata Gita sembari terkekeh


Aisha yang melihat perubahan raut wajah Naufal terkikik geli, menurutnya wajah Naufal saat sedang pasrah itu lucu


"Dek, bisa minggat dari rumah gue nggak?" tanya Naufal


***


Aisha dan Naufal sedang ada di taman sekalian jalan pagi setelahnya sarapan tadi bersama Gita dan soal gadis itu sudah pulang ke rumah Rifa usai makan


"Kak, kalau nanti anak kita lahir kakak mau kasih nama dia apa?" tanya Aisha sembari mengelus perutnya


Naufal menatap Aisha, "Kalau laki-laki mau aku kasih nama Aaqil kalau perempuan Aaqila." jawab Naufal


"Namanya bagus aku suka." Aisha terkagum dengan nama yang di ucapkan Naufal


"Tau nggak kenapa aku kasih nama Aaqila atau Aaqil?"


"Ya karena bagus."


"Karena aku pengen nanti anak kita secerdas kamu sayangg," Naufal mencubit hidung Aisha membuat ringisan kecil dari bibir Aisha


"Kak pengen ke Qurtuby Medical, udah lama kayaknya aku nggak ke sana," ujar Aisha


"Kangen sama Kak Anna, Kak Rifa."


"Pengen banget?"


"Yaiyalah."


Naufal tersenyum lalu mengacak puncak kepala Aisha, "Apapun buat kamu."


Aisha memicingkan matanya mematap Naufal, "Yakin? Apapun buat aku?"


"Iya, selagi aku bisa pasti aku penuhi."


"Kalau aku minta kak Naufal nikah lagi?" tanya Aisha membuat Naufal menoleh pada Aisha


"Emang kamu siap di madu?" tanya Naufal


"Siap, aku siap kok." kata Aisha tersenyum


"Beneran? Nggak bakal nangis?" tanya Naufal menaik turunkan alisnya "Serius mau kasih aku sama orang lain?"


"YA NGGAK LAH!" heboh Aisha "Ya kali aku kasih hak aku ke orang lain. Enak aja! Aku yang capek orang lain yang nikmatin, nggak rela aku!!"


Naufal tertawa melihat Aisha yang misuh-misuh sendiri baginya perempuan di hadapannya ini adalah wanita kedua yang sangat dia hargai dan jaga perasaannya


Begitupun Aisha, baginya Naufal adalah sosok kekasih yang bisa membuatnya selalu tersenyum hingga detik ini