Dear Imamku

Dear Imamku
Rumah Sakit



..."Bisakah kita bersatu? Meski pada kenyataan banyak pertentangan yang terjadi."...


***


Siang ini Aisha berangkat ke rumah sakit bersama Fauzan, karena mereka memiliki jadwal shift yang sama


"Aish sama Kak Fauzan berangkat dulu Mah, Assalamualaikum." pamit Aisha pada Rifa


"Waalaikumsalam, hati-hati ya," pesan Rifa pada keduanya


Fauzan segera melajukan mobilnya menuju Medical Qurtuby, sepanjang jalan Aisha hanya menatap jendela mobil sendu


"Kamu kenapa Aish?" tanya Fauzan yang menyadari kemurungan Aisha


Aisha menoleh pada Fauzan, "Nggak kenapa-kenapa kak,"


Ia kembali melihat jalanan lewat jendela, Fauzan menghembuskan napas panjang


"Sha, aku tau kamu pasti sedih karena Naufal kan?" tanya Fauzan


"Nggak, bukan karena dia," sergah Aisha


"Nggak usah bohong, kamu nggak bisa bohong sama kakak karena aku tau semuanya," ujar Fauzan "Aku tau kamu nggak bahagia kan?"


"Siapa bilang? Aku bahagia kok sama Kak Naufal," jawab Aisha


"Terserah kamu lah," kata Fauzan mengakhiri "Kamu keras kepala."


Aisha tak menjawab diam-diam ia membenarkan perkataan Naufal munafik jika dia bilang bahwa ia sedih bukan karena Naufal


***


Setibanya di rumah sakit Aisha langsung pergi ke ruangannya dan segera memeriksa pasiennya


Setiap masuk ruangan pasien ia selalu tersenyum pada pasiennya guna memberi dukungan dan semangat pasien untuk sembuh, menurutnya dengan tersenyum seperti itu pasien akan sedikit mengurangi rasa sakitnya terutama pasien yang rawat inap pasti stres berada di rumah sakit untuk jangka waktu tertentu


Seperti saat ini ia sedang memeriksa pasien terakhirnya yang merupakan anak-anak, Aisha yang suka dengan anak kecil sudah pasti sangat dekat dengan mereka


"Hai," sapa Aisha dengan tersenyum ketika masuk ke ruangan itu


"Hai kak dokter," sahut anak kecil itu


"Kakak periksa dulu ya," ujar Aisha membuat anak itu mengangguk padanya


Usai memeriksa Aisha kembali menatap anak kecil itu, "Pasti sakit banget ya," kata Aisha namun anak itu malah menggeleng


"Kata Bunda, rasa sakit itu nggak boleh di rasain." anak itu menatap Aisha dengan senyuman tipis


"Nama kamu siapa?" tanya Aisha meski ia sudah tau namun ia ingin tetap bertanya


"Elang," jawabnya singkat


"Elang itu kuat, Bunda kamu ngasih nama yang tepat kamu anak yang kuat sama seperti burung elang," tutur Aisha dan anak itu mengangguk sambil tersenyum


"Kata Bunda juga gitu, Elang anak yang kuat jadi Elang nggak mau ngerasain sakit yang di derita," jelas Elang membuat hati Aisha sedikit terenyuh


"Kapan-kapan Kakak pengen ketemu sama Bunda kamu boleh?" tanya Aisha membuat Elang jadi murung


"Boleh, tapi kakak nggak bisa lihat wajahnya," kata Elang lagi


"Kenapa?"


"Karena Bunda udah pergi dari dunia ninggalin Elang," katanya dengan serak


Aisha terkejut ia bahkan menutup mulutnya sendiri, hatinya tergerak untuk membawa Elang ke dalam pelukannya dan menenangkannya


"Maafin Kakak ya, kakak nggak bermaksud buat bikin kamu sedih," kata Aisha merasa bersalah


"Nggak kok kak, aku kan Elang jadi aku kuat," kata Elang dengan menyengir hal itu juga membuat Aisha ikut mengukir senyum


Tanpa mereka berdua sadari ada seseorang yang melihat interaksi keduanya, kedua sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis


"Penuh kasih sayang." gumamnya pelan


Tiba-tiba Aisha mendengar suara orang di depan pintu ruangan itu lantas ia pun beranjak untuk melihatnya


"Bentar ya kakak keluar dulu," kata Aisha, Elang mengangguk membiarkan Aisha pergi keluar


"Loh kak Naufal sama Kak Fauzan," kata Aisha keduanya menoleh dengan terkejut


***


Sejak tadi pagi Naufal merasa tak tenang entah kenapa, bahkan ia tak fokus saat memeriksa pasien hal itu membuat Azma heran


"Lo kenapa ada masalah?" tanya Azma saat mereka sedang istirahat di kantin rumah sakit


"Nggak ada." jawab Naufal


"Apa Lo sama Aisha lagi berantem?" tanya Azma lagi


"Nggak juga."


"Terus kenapa?" tanya Azma


"Nggak papa."


"Gue mau balik ke ruangan," kata Naufal lalu beranjak dari sana meninggalkan Azma yang kebingungan


Naufal berjalan menuju ruangannya, "Kenapa gue mikirin dia terus?" gumam Naufal


Tanpa sengaja ia melihat Aisha sedang bersama seorang anak kecil di satu ruangan dan kebetulan pintu ruangan itu terbuka


"Maafin Kakak ya, kakak nggak bermaksud buat bikin kamu sedih," kata Aisha merasa bersalah


"Nggak kok kak, aku kan Elang jadi aku kuat," kata Elang dengan menyengir hal itu juga membuat Aisha ikut mengukir senyum


Naufal pun ikut tersenyum melihat keduanya, "Aisha orang yang penuh perhatian, dia penyayang." gumam Naufal pelan


"Sangat penuh kasih sayang." gumamnya lagi


Tiba-tiba ia di kejutkan dengan kedatangan Fauzan, "Ngapain Lo berdiri di situ?" tanya Fauzan


"Nggak ada."


Fauzan melihat kedalam ruangan yang memperlihat kan Aisha dengan seorang anak kecil


"Lo kalau sayang sama dia pertahanin," peringat Fauzan


"Jangan sampai Lo nyesel di saat dia udah pergi dari kehidupan Lo untuk yang kedua kalinya," kata Fauzan lagi


"Kenapa Lo segitu pedulinya sama Aisha?" tanya Naufal datar


"Karen gue dulu punya perasaan sama dia," jawab Fauzan


"Terus kenapa Lo baru ngomong sekarang?! Kenapa nggak dari dulu Lo ngomong?! Dan kenapa Lo nggak bilang sama papah kalau Lo mencintai dia?!" kesal Naufal karena Fauzan baru memberi tahunya sekarang


Beruntung mereka karena tak banyak yang lalu lalang di depan ruangan itu sehingga tidak ada yang memperhatikan mereka


"Karena papah lebih percaya sama Lo makanya dia jodohin Lo sama Aisha," jelas Fauzan menatap ke depan


"Lo-" belum sempat Naufal mengatakan sesuatu pada Fauzan mereka malah di kejutkan dengan kehadiran Aisha


"Loh kak Naufal sama Kak Fauzan," ucap Aisha


"Kalian ngapain di sini?" tanya Aisha lagi membuat keduanya bingung harus menjawab apa


"Kita cuma kebetulan lewat aja," kata Fauzan membuat Aisha manggut-manggut


"Oh iya Kak Naufal udah makan siang belum?" tanya Aisha


"Udah."


"Eumm nanti aku pulang di jemput atau pulang sendiri kak?" tanya Aisha


"Sendiri."


Aisha terlihat sedikit murung namun ia masih bisa tersenyum, "Oh yaudah kak, Aish tau kok pasti kakak capek yaudah nggak papa,"


"Gue duluan." kata Naufal lalu pergi dari sana


"Sha, aku duluan ya maaf ganggu," kata Fauzan dengan tersenyum


Aisha terkekeh "Iya, nggak papa kak santai aja," katanya


Fauzan pun segera menyusul Naufal yang sudah jauh berjalan di depannya, "Lo lihat dia tulus sama Lo meski udah di sakitin, pertahanin selagi ada!" peringat Fauzan lalu pergi begitu saja


Bamun tiba-tiba pemuda itu berhenti dan berbalik "Nanti biar gue yang anter Aisha pulang kalau Lo nggak mau jemput dia."


Naufal memutar mata malas sedangkan Fauzan sudah menghilang dari pandangan Naufal


***


Sejak pulang dari rumah sakit tadi Naufal tak tenang karena ucapan Fauzan tadi di rumah sakit


Entahlah kenapa akhir-akhir ini ia selalu memikirkan gadis itu, "Kenapa dia selalu muncul di pikiran gue?" gumamnya


"Pertahanin selagi ada."


"Dia tulus sama Lo."


"Gue punya perasaan sama dia."


"Gue yang anter dia pulang."


Kalimat-kalimat yang di ucapkan Fauzan terus terngiang ngiang di ingatannya meski sudah berusaha untuk di lupakan


"Udahlah, nggak usah mikirin dia lebih baik gue cari kegiatan yang bermanfaat aja," kata Naufal bersikap tak peduli


Tapi semakin ia berusaha tak peduli hatinya semakin tak tenang apalagi ketika Fauzan berkata ia akan mengantarkan Aisha pulang apalagi ini sudah malam


"Sial! Gue harus jemput dia!" ucap Naufal lalu bergegas keluar dengan membawa kunci mobilnya


***


Jadwal shift Aisha sudah selesai ia sedang membereskan berkas itu ke tempatnya lalu ia melepas jasnya dan menggantungnya di tempat yang sudah di sediakan di ruangan itu


"Alhamdulillah, akhirnya kelar juga tugasku hari ini," ucap Aisha sambil meregangkan tubuhnya yang terasa lelah


Aisha mengambil tasnya lalu keluar dari ruangan itu, hari ini ia akan pulang sendiri naik ojek online karena Naufal tidak bisa menjemputnya dan Azma pun sudah pulang sejak tadi sore


"Aisha!" panggil seseorang ketika ia sedang berjalan di koridor


Aisha pun berbalik dan melihat Fauzan masih ada di rumah sakit, "Loh Kak Fauzan belum pulang?" tanya Aisha


"Belum, mau pulang sekarang?" tanya Fauzan sambil berjalan beriringan dengan Aisha


"Iya kak, tugasku udah beres," jawab Aisha


"Yaudah bareng aja, Naufal nggak bisa jemput kan?" tanya Fauzan dan Aisha hanya mengangguk


"Iya nggak bisa katanya,"


"Udah bareng aja," kata Fauzan


"Tapi-"


"Tadi aku juga udah bilang sama dia," kata Fauzan meyakinkan Aisha


"Oh gitu, yaudah ayo." kata Aisha dengan tersenyum


Mereka berdua berjalan menuju parkiran di mana mobil Fauzan terparkir


Saat Aisha hendak masuk ke mobil tiba-tiba ada yang memanggilnya suara itu tak asing di telinga Aisha


Ia pun menoleh ke asal suara dan mendapati Naufal di sana, "Kamu pulang bareng aku." kata Naufal dingin


"Tapi Kak Fauzan-"


"Kamu istri aku atau istri Fauzan?!" tanya Naufal kesal


"Istri Kakak," jawab Aisha sambil tertunduk


"Yaudah pulang bareng aku! Nggak terima penolakan!" tegas Naufal menatap tajam Fauzan yang sudah tersenyum penuh arti


"Udah ayo." kata Naufal dan Aisha pun mengangguk patuh


"Kak Fauzan maaf ya, aku pulang duluan Assalamualaikum." pamit Aisha, Fauzan mengangguk sambil tersenyum


"Waalaikumsalam."


Pemuda itu menatap Aisha dan Naufal dengan seulas senyuman "Gue tau Lo masih punya rasa sama Aisha. Pilihan Lo tepat."