Dear Imamku

Dear Imamku
Permintaan Kecil



..."Pada akhirnya semua akan berakhir dengan sempurna."...


***


"Bunda kok nggak pernah bilang sih?!" kesal Aisha


"Kan udah bunda bilang tadi kalau bunda nggak mau bikin kamu cemas sayang," kata Layla dengan tersenyum


Aisha menghela napas pelan, "Aisha tuh takut Bunda," kata Aisha "Apalagi denger kabar Bunda sama Mamah masuk rumah sakit,"


"Bunda baik-baik aja kok," kata Layla


"Iya pokoknya sekarang kalau ada apa apa bilang sama Aish." kata Aisha menuntut


"Iya-iya." sahut Layla


"Faris!!" panggil Aisha dengan semangat lalu menghampiri Faris yang sedang membaca buku dengan anteng di sebelah Azmi


Kemudian ia memeluk Faris dengan erat membuat anak laki-laki itu memberontak minta di lepaskan


"Mbak Aisha ihh!" kata Faris


"Ututu gemesnya keponakan bibi ini," kata Aisha mencubit pipi Faris


"Mbak Aisha jangan di cubit," kesal Faris


"Kamu tuh gemes makanya mbak pengen cubit kamu," ujar Aisha membuat Faris cemberut


Memilih tak menyahuti ucapan Aisha, anak laki laki tersebut kembali melanjutkan membaca bukunya


Naufal yang melihat interaksi keduanya hanya bisa tersenyum kecil begitupun dengan Layla dan Azmi


"Naufal," panggil Layla


"Iya Bun?" sahut Naufal


"Aisha sering ngerepotin kamu ya?" tanya Layla dengan pandangan mata yang melihat ke Aisha dan Faris yang tengah sibuk bercanda


"Nggak kok Bun, justru aku yang sering buat Aisha repot," kata Naufal


"Kalau seandainya nanti Bunda udah nggak ada, Bunda titip Aisha ya jangan buat dia nangis," pinta Layla


"Bunda nggak boleh ngomong gitu, kasian Aisha nanti," kata Naufal


"Entahlah Fal, Bunda sih berharapnya juga begitu," kata Layla


Azmi bangkit dari duduknya membiarkan Aisha dan Faris sibuk dengan dunia mereka sendiri


Lalu menghampiri kedua orang yang tengah berbincang, Azmi menepuk pundak Naufal pelan


"Aisha itu orangnya manja kalau sama keluarga laki-lakinya terutama sama Azma, tapi semenjak nikah sama kamu jarang liat Aisha manja-manjaan sama Ayah maupun saudaranya," ungkap Azmi


"Tapi meski manja dia penyayang banget apalagi kalau udah di hadapin sama yang namanya anak-anak kayak Faris gitu pasti sibuk sama mereka," kata Azmi lagi diam-diam Naufal tersenyum


Azmi menatap Aisha, "Dia itu terlalu sabar menghadapi anak-anak yang menurut aku super ngeselin,"


Naufal ikut melihat Aisha begitupun sebaliknya hingga kedua bola mata mereka beradu pandang


"Ke-kenapa?" tanya Aisha gugup yang di tatap seperti itu


"Kenapa apanya?" tanya Layla


"Kenapa pada liatin gitu sih?" tanya Aisha


"Idih siapa juga yang liatin kamu, orang liatin Faris juga, geer!" tukas Azmi, Bunda Layla malah tertawa dan membuat Aisha cemberut hal itu malah menjadikan Aisha dua kali lipat lebih gemas di mata Naufal


"Kak Naufal ayo ah aku lapar," kata Aisha menghampiri Naufal padahal dia tidak lapar hanya saja ingin melarikan diri dari ruangan itu karena malu


"Perut karet." cibir Naufal


"Biarin wlee!" timpal Aisha "Udah ah ayo," kata Aisha sambil menarik Naufal keluar dari ruangan itu


"Bunda kita pergi dulu nanti Aisha ke sini lagi ya!" kata Aisha lalu pergi dari sana


Aisha melepas tangannya dari Naufal lalu berjalan menuju ruangan Bunda Rifa dan Naufal hanya mengekorinya dari belakang


"Katanya laper," ucap Naufal membuat Aisha menghentikan langkahnya


"Ihh nggak gitu," elak Aisha


"Kan kamu yang bilang tadi," kata A


Naufal


"Dasar nggak peka." kesal Aisha lalu masuk ke ruangan Rifa ketika ia sudah berada di depan ruangannya


Naufal menggelengkan kepalanya lalu ikut masuk ke dalam


"Fauzan kemana mah?" tanya Naufal ketika tak melihat saudaranya di sana


"Lagi keluar tadi nggak tau kemana," kata Rifa


"Mamah kalau butuh apa-apa aku duduk di sofa ya," kata Naufal, Rifa mengangguk dan membiarkan Naufal mendekati Aisha yang sedang minum


Naufal duduk di sebelah Aisha sambil memainkan ponselnya, "Kak aku mau ke toilet dulu bentar," kata Aisha, Naufal mengangguk lalu


"Fal, mamah pengen ngomong sama kamu," kata Rifa membuat Naufal mengangguk lalu menghampiri Rifa


"Kenapa mah?" tanya Naufal


"Mamah tau kalau kamu sama Aisha itu nggak baik-baik aja, bahkan mamah tau kenapa kamu minta pinda ke apart tanpa mau nginap di rumah," ujar Rifa, Naufal terdiam


"Kamu nggak mau mamah sedih gara-gara kamu nggak bisa nerima pernikahan kamu sama Aisha kan?" tanya Rifa. Benar semua itu memang benar menurut Naufal


Naufal hanya diam tak menjawab pertanyaan mamahnya, "Tapi mamah tau dalam hati kamu masih ada rasa buat Aisha kan?"


"Hm," jawab Naufal singkat


"Aisha itu istri yang baik dia selalu sabar menghadapi kamu masa kamu tega liat dia nangis terus," kata Rifa


"Mamaaaa," tegur Naufal 


"Boleh nggak mamah minta satu permintaan aja? Nggak berat kok cuma permintaan kecil doang," tanya Rifa


"Apa?" tanya Naufal


"Mamah pengen kamu janji sama mamah jaga Aisha baik-baik, jangan pernah bikin dia nangis," kata Rifa menatap lekat Naufal


"Mah-"


"Mamah pengen denger kamu janji sama mamah, jangan pernah ulangi kesalahan yang sama di keluarga kita," ujar Rifa


"Janji?" kata Rifa menuntut


Naufal menghela napas panjang, "Iya Naufal janji,"


Bertepatan dengan Aisha yang baru saja kembali dari toilet dan menatap keduanya heran


"Kenapa?" tanya Aisha "Aku ganggu Mamah sama Kak Naufal ngobrol ya?" tanya Aisha


"Nggak kok sayang, kamu nggak ganggu kita cuma ngobrol biasa aja," kata Rifa


Aisha masuk menghampiri Rifa, "Gimana keadaan Mamah sekarang? Masih sakit?" tanya Aisha


"Udah baikan, pengen cepat pulang," jawab Rifa


"Oiya Mah nanti Fauzan bakal datang, aku sama Aisha mau pergi cari makan siang dulu," ucap Naufal "Ayo Sha," lalu menarik tangan Aisha keluar dari sana


Rifa hanya tersenyum melihat kepergian keduanya


"Mau kemana?" tanya Aisha yang hanya bisa pasrah dibawa kemana oleh Naufal


"Udah ikut aja," Aisha pun hanya diam


Rupanya Naufal membawanya ke cafe yang tak jauh dari rumah sakit, ia pun mengambil meja di pojokan tidak banyak orang


Naufal mengangkat sebelah tangannya guna memanggil pelayan cafe itu


"Ada yang bisa saya bantu Kak?" tanya pelayan tersebut


"Ice blend coffe 1, Cheesecake 2, Tiramisu 2," ucap Naufal dan pelayan itu pun segera mencatatnya


"Kamu mau apa?" tanya Naufal pada Aisha


"Matcha milk tea aja," jawab Aisha dan tentu saja langsung di catat oleh barista


"Mau makan nggak?" tanya Naufal mendapat gelengan dari Aisha


"Nasi goreng pedasnya 1 original 1," kata Naufal lagi


"Baik akan saya ulangi, Ice blend coffe 1, Cheesecake 2, Tiramisu 2 Matcha milk tea 1 Nasi goreng original 1 dan yang pedasnya 1, baik di tunggu ya kak," ucap pelayan tersebut kemudian berlalu dari sana


"Kak banyak banget persennya," kata Aisha


"Kali-kali." jawab Naufal santai


Tak lama kemudian makanan pesanan mereka sudah datang mata Aisha berbinar saat melihat Matcha milk tea miliknya


satu fakta baru yang Naufal tahu bahwa Aisha adalah pecinta Matcha terlihat dari raut wajahnya yang senang ketika seseorang memberikannya sebuah makanan atau minuman rasa Matcha


"Nih makan dulu," kata Naufal menyodorkan nasi goreng original itu pada Aisha


Aisha mengangguk dan mulai memakan nasi goreng tersebut dengan khidmat sedangkan Naufal menatap Aisha yang sibuk menikmati makanannya


Saat Aisha mendongak ia terkejut dengan Naufal yang menatapnya intens hal itu malah membuat Aisha tersedak


Dengan sigap Naufal memberikan minuman milik Aisha, "Kalau makan tuh pelan-pelan," omel Naufal


Naufal meraih tisu yang di sediakan di atas meja lalu mengelap sudut bibir Aisha yang terlihat belepotan


Aisha tertegun ketika Naufal dengan telaten membersihkan sudut bibirnya


"Kamu makan kayak anak kecil," aku Naufal membuat Aisha memalingkan wajahnya


"Tapi aku suka, jadi kamu keliatan lucu dan cantik di satu waktu," ungkap Naufal jujur


Pipi Aisha memanas karena perlakuan dan perkataan Naufal, namun cukup membuat Aisha berfikir apakah Naufal sedang sakit sampai-sampai ia bertingkah aneh dari yang biasanya cuek sekarang tiba tiba bersikap hangat dan lembut


"Eum Kak aku mau ke toilet dulu," kata Aisha lalu bangkit dari duduknya dan berjalan pergi ke toilet


"Aduhh kak Naufal kok jadi gitu sih? Tiba-tiba jadi bersikap lembut gitu?" Batin Aisha sambil menggelengkan kepalanya membuat Naufal yang memperhatikannya dari tempat duduk hanya bisa tertawa kecil sedangkan pengunjung yang lain menatap aneh Aisha


Tak lama Aisha di toilet sekedar untuk mencuci mukanya dan mendinginkan pipinya yang memanas tadi serta menetralkan jantungnya yang deg-degan tak karuan


"Kenapa?" tanya Naufal begitu Aisha mendudukkan dirinya di kursi


"Hah? Kenapa? Apanya?" tanya Aisha gugup


"Kamu gugup?" tanya Naufal


"Ih apaan coba? Siapa yang gugup?" tanya Aisha


"Kamulah," jawab Naufal


"Nggak kok aku nggak gugup," elak Aisha meski kenyataannya berbanding terbalik


"Hm yaudah," kata Naufal


"Dih apaan sih nggak jelas tau kak," kata Aisha yang tengah menikmati makanannya


"Jelas kok, aku tau kamu gugup, aku tau kamu ke toilet karena malu, dan bagi aku kamu itu lucu," kata Naufal lagi


Naufal memajukan wajahnya tidak terlalu dekat namun cukup membuat Aisha kembali deg-degan cowok itu tersenyum manis pada Aisha


"Kamu itu cantik."