Dear Imamku

Dear Imamku
Pengorbanan Fauzan



Brak!!


Sebuah pintu di tendang hingga hancur, Azma menggeram marah saat melihat adiknya di perlakukan tidak manusiawi


Begitu juga dengan Naufal dan Fauzan, tadi Naufal sempat marah saat Azma dan Fauzan tak kunjung tiba


Ini ada di lantai empat, ya mansion itu ada empat lantai dan Aisha di sekap di ruangan paling atas


"Ah, akhirnya kamu datang." kata Queen tersenyum manis menyambut orang yang ia tunggu-tunggu


"Lo!" Naufal menatap Queen penuh amarah, kedua tangannya mengepal erat bahkan buku-buku tangannya terlihat memutih saking kuatnya kepalan tangan itu


"Lepasin istri gue." ucap Naufal penuh penekanan, ia berusaha mengontrol emosinya untuk saat ini, tapi tidak ada yang bisa mengontrol emosi jika di hadapkan dengan wanita gila ini


"Gitu aja? Nggak ada imbalannya kah setelah gue lepasin dia?" tanya Queen santai ia belum menyadari kehadiran Azma dan Fauzan


Queen menatap Aisha yang penampilannya sudah acak acakan, mulut di bekap dan banyak bekas sayatan, gadis itu terus menangis


Naufal yang melihat hal itu menggeram marah, tangannya semakin erat mengepal


"Mau Lo apa hah?!" tanya Naufal penuh amarah, sorot matanya sangat tajam


Queen melirik ke belakang dan tersenyum licik, "Wah, wah ternyata ada Azma di sini ya?"


"Mau Lo apa jal***? Urusan Lo sama gue bukan sama adek gue." ujar Azma penuh tenang namun tajam


"Gue nggak mau apa-apa kok, cuma satu aja."


Queen berjalan mendekati Naufal lalu beralih ke Azma dan Fauzan Ia tersenyum licik


"Salah satu dari kalian bertiga harus ada yang bersedia jadi suami gue," ucap Queen dengan tenangnya sedangkan Naufal menggeram marah


Ccewek gila ini sungguh membuat mereka dalam kesulitan dan masalah besar


"Lo gila ya?!" Naufal bahkan sudah berteriak marah, ia tak tahan lagi dengan Queen


"Iya gue gila!" Queen tertawa jahat


Naufal bergerak maju hendak menyelamatkan Aisha namun ia kalah cepat dengan Queen yang sudah lebih dulu menempelkan pisau lipatnya ke leher Aisha


"Maju selangkah, dua nyawa melayang," ucap Queen tak main-main


Aisha sudah menangis tak karuan, ia sudah tak bisa melakukan apa-apa satu satunya harapan ada pada Naufal


"So?" tanya Queen dengan pisau yang masih melekat di leher Aisha


"Jangan mimpi Lo! Jangan harap bisa jadi bagian dari keluarga Qurtuby maupun Al Farizi!" Azma berdecih


"Oke, kalau gitu Aisha bakal mati di tangan gue!" Queen menyeret kursi Aisha hingga ke pembatas gedung


Naufal hendak maju tapi lagi-lagi Queen mengancamnya, "Pikirkan baik-baik Lo mau Aisha selamat, atau mati?" tanya Queen


"Gila Lo!"


"Apaan sih Lo! Jangan macam-macam Lo!" kesal Naufal


"Masalah Lo sama gue bukan adek gue bangsat!" Azma yang biasanya di kenal tenang pun sudah tak bisa menahan emosinya yang terus bergejolak jika di hadapkan dengan Queen


Azma tahu jika saat itu Queen ada di medical Qurtuby, hanya saja ia tak menyangka jika ternyata dokter baru itu adalah Queen yang selama ini mengganggu keharmonisan keluarganya


"Dan masalahnya adalah karena dia adek Lo, makanya gue balas dendamnya lewat adek Lo!" ujarnya santai


"QUEEN!" amarah Azma sudah di puncak ia melangkah maju


Tapi Queen semakin mendorong Aisha hingga ke ujung, jika Queen melepas pegangannya pada Aisha, bisa bisa ia jatuh dari lantai empat


Naufal kembali menarik Azma namun Azma memberontak hal itu membuat Naufal kesal


"Lo mau bunuh istri gue hah?!" Naufal kesal pada Azma yang bertindak gegabah, salah sedikit maka nyawa Aisha dalam bahaya


Azma tak menjawab tapi sorot matanya menjawab semua yang ingin ia lampiaskan pada wanita gila itu


"Jadi keputusan kalian? Gue kasih waktu lima menit untuk berfikir, atau kalian bakal liat dua nyawa mati sekaligus di depan mata Lo semua."


Queen tersenyum puas penuh kemenangan, ia menatap Aisha yang terus saja menangis


"Lo lihat kan?"


"Gue bisa dapatin apa yang gue mau," ucap Queen dengan tersemyum "Apapun itu."


Aisha menatap Queen dengan tangisan seperti memohon untuk tak melakukan hal nekat


"Dan nggak ada yang bisa ngehalangin kemauan gue."


"Lo liat aja gue bakal berhasil menjadi bagian di antara dua keluarga Lo itu." ucap Queen lagi


Queen kembali menatap ketiga orang itu yang masih sama dengan tatapan menghunus mereka


Azma menatap Aisha yang sudah tak berdaya, "Gue." jawab Azma


Aisha menatap Azma penuh keterkejutan ia terus menangis sambil menggeleng-gelengkan berharap supaya Azma menarik kembali ucapannya


Sungguh, Aisha tak akan permah rela kakaknya menjadi suami dari wanita ular itu


"Nggak." tiba tiba Fauzan menyeletuk


"Bukan Lo, tapi gue."


Azma menatap Fauzan tak percaya, "Maksud Lo apa? Biar gue, wanita ini urusan gue." jelas Azma


"Kasihan Anna, dia naruh harapan besar sama Lo." ujar Fauzan


"Sedangkan gue, orang yang gue sayang udah jadi milik orang lain." ucap Fauzan sembari tersenyum, senyuman yang menyiratkan banyak hal


Cowok itu menepuk pundak Azma dua kali, lalu mendekat ke arah Queen yang kini menatapnya dengan tatapan menantang


"Lo bisa lepasin Aisha sekarang, karena gue yang bakal nikahin Lo." ucap Fauzan penuh keyakinan


Aisha menatap Fauzan sambil terus menggelengkan kepalanya


Fauzan hanya tersenyum tenang, namun itu tak mampu membuat Aisha tenang


"Jaminannya apa?" tanya Queen menyelidik


"Kalau gue bohong, Lo bisa bunuh Gue bahkan Lo bisa cincang tubuh gue kalo Lo mau."


Queen menatap Fauzan dengan tatapan penuh curiga


"Gue bakal tinggal di sini sama Lo sebagai jaminannya, dan Lo bisa biarin Azma, Naufal dan Aisha pergi."


"Oke deal."


"Nggak Fal! Gue nggak rela Lo jadi istri wanita ular itu!" Naufal tak rela jika kakaknya itu menjadi istri dari wanita gila itu


Sebenci apapun Naufal, Fauzan adalah kakaknya yang sejak kecil selalu melindunginya hanya satu permasalahannya yaitu Fauzan selalu menjadi kebanggaan Reza, yang membuatnya selalu di banding-bandingkan dengan Naufal


Fauzan tersenyum hangat, akhirnya yang ia tunggu-tunggu sejak lama


"Dengan begitu Lo masih peduli sama gue," kata Fauzan tersenyum


"Iya gue peduli karena Lo kakak gue bego!" kesal Naufal akhirnya


Fauzan mendekati Naufal ia memegang kedua pundak Naufal sambil tersenyum


"Nggak papa, gue titip adek ipar gue." kata Fauzan "Sampai dia kenapa-napa, Lo gue hajar sampai mati."


Fauzan terkekeh, "Nggak lucu Zan!" kesal Naufal, kakaknya itu terlampau santai menghadapi situasi darurat ini


"Oh ya, Lo mau tahu satu hal? Gue nggak pernah ada rasa sama Aisha ataupun Anna, semuanya gue lakukan karena gue sebagai kakak ingin melindungi adik gue."


"Lo, Gita dan Anna adalah saudara gue, adek gue." ungkap Fauzan dengan suara pelan yang hanya bisa di dengar Naufal, hal itu membuat Naufal terkejut bukan main


Apa maksudnya dengan Anna adalah saudara Naufal dan Fauzan? Persetan dengan itu semua Naufal sudah tak bisa memikirkan hal itu lagi


Kini yang ia pikirkan adalah bagaimana caranya supaya Fauzan tidak berkorban, tidak boleh ada yang menjadi korban lagi di sini


"Jangan ngorbanin diri lo bangsat!" kesal Naufal sudah habis kesabarannya dengan Fauzan


"Terus siapa? Lo? Lo mau Aisha kehilangan suami tercintanya? Lo mau kehilangan anak yang bahkan belum lahir?" tanya Fauzan


"Jadi Lo tinggal jalanin kehidupan Lo aja dengan normal." ucap Fauzan


"Drama Lo semua!" cibir Queen


Fauzan menatap Queen dengan teduh, "Lo bakal jadi istri gue, nama Lo bakal jadi Queen Aeratasya Al Farizi."


"Nah gitu dong!" ucap Queen penuh kemenangan


Fauzan beralih menatap Aisha dengan tersenyum


Aisha tak bisa menahan air matanya lagi, ia tak bisa membayangkan Fauzan menjadi suami dari Queen


Queen kembali menarik Aisha menjauh dari pembatas gedung


Fauzan mengambil sebuah kursi dan mendudukkan dirinya di sana menyuruh Queen mengikat dirinya agar tak kemana mana lalu Queen pun membuka ikatan Aisha dan menyerahkan Aisha pada Naufal


Setelahnya mereka bertiga meninggalkan ruangan itu dengan berat hati


Terutama Aisha ia tak rela wanita itu menjadi bagian dari keluarga Al Farizi maupun Qurtuby


"Gue titip Aisha Fal." ucap Fauzan sebelum mereka benar-benar pergi dari sana