Dear Imamku

Dear Imamku
Kena Imbas



Naufal mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, Aisha mengeluh bosan sejak tadi


Bagaimana tidak? Sudah hampir satu jam mereka terjebak macet dan itu cukup membuat Aisha merasa bosan


Di tambah lagi hujan deras mengguyur jalanan saat ini, Aisha hanya bisa mengetuk-ngetukkan jarinya pada jendela mobil


"Mas, masih lama nggak?"


Naufal menoleh pada Aisha, ia tahu perempuan itu sedang bosan


"Masih lama kayaknya, soalnya macet banget," Naufal berujar


"Huft!"


"Mas, aku laper." adu Aisha


"Nanti kita berhenti di restoran ya?"


Aisha menggeleng "Terus mau makan di rumah Bunda?" tanya Naufal


"Pengen makan di warteg yang di pinggir jalan," kata Aisha


"Nggak!" tegas Naufal


Aisha mengerucutkan bibirnya tanda sebal, bayangannya makan di warteg itu lebih nikmat ketimbang makam di restoran


"Ihh kenapa nggak boleh sih?"


"Itu nggak baik buat kamu sama calon anak kita," kata Naufal


"Makanan di pinggir jalan itu banyak debunya, apalagi kena asap kendaraan. Nggak sehat!"


Aisha semakin mengerucutkan bibirnya sebal, ia kembali menatap keluar jendela


Naufal kembali fokus menyetir mobil, jalanan mulai longgar ia segera mempercepat laju mobilnya agar sampai di rumah


Satu jam kemudian keduanya tiba di rumah Rifa, Aisha turun lebih dulu dengan hati-hati lalu di susul Naufal


"Assalamualaikum Bundaa," ucap Aisha


"Waalaikumsalam, eh ada mantu kesayangan Bunda," ucap Rifa ketika melihat kedatangan anak dan menantunya


Aisha menanggapinya dengan tersenyum, Rifa membawa Aisha masuk sedangkan Naufal masih di luar


"Lah, ada Bunda juga?"


Aisha terkejut saat melihat ada Layla dan juga Azma


"Emang nggak boleh Bunda berkunjung ke Rumah besan Bunda?"


"Ya nggak gitu juga Bun, lagian kan Aish cuma nanya, kok Bunda malah marah sih?"


"Aish tuh baru sampe Bun, kan Aisha nggak tau. Bunda marahin Aish gitu aja, hiks,"


Aisha terisak pelan namun mampu membuat semua orang panik


"Lah kok malah nangis sih?" panik Layla


Naufal yang baru masuk ikutan panik karena Aisha yang tiba-tiba menangis


"Kamu kenapa Sha?" tanya Naufal panik


"Hiks, bunda marahin aku hiks." jawab Aisha dengan terisak ia membawa Aisha dalam dekapannya


"Lagian Bunda sih, udah tau hormon ibu hamil itu berubah-ubah, masih juga di jailin." tukas Azma "Bunda kayak yang nggak pernah hamil aja."


"Ya Bunda lupa, maklum udah tua udah mau punya cucu." kata Layla terkekeh pelan


Azma hanya geleng-geleng kepala, sedangkan Naufal sibuk menenangkan Aisha


"Kita makan mau? Aku beliin makanan?"


Aisha menggeleng


"Makanan warteg?" tanya Naufal


Dengan cepat Aisha mengangguk, matanya berbinar mendengar kata warteg, ah ini yang Aisha mau


"Makasih ya mas," kata Aisha dengan senyuman lebar


Dengan terpaksa Naufal kembali keluar untuk membelikan pesanan Aisha


Sedangkan gadis itu dengan antengnya duduk di sebelah Azma tanpa rasa bersalah sedikitpun ia memukul lengan Azma


"Tadi nangis, sekarang aja bisa gangguin kakaknya." cibir Azma


"Ih aku tuh nggak nangis ya, cuma akting doang." bela Aisha


"Akting?" tanya Azma tak paham


"Habisnya tadi Mas Naufal nggak mau beliin aku makanan di warteg, padahalkan aku pengen banget."


"Mumpung ada kesempatan yaudah aku pake aja," kata Aisha nyengir ia meraih teh milik Azma dan meminumnya


Layla dan Rifa hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan Aisha, sepertinya Aisha kembali menjadi dirinya yang nakal dan susah di atur saat remaja


"Dasar ya, Tante liat tuh Aisha udah bohongin Naufal," adu Azma pada Rifa


Aisah hanya nyengir tanpa dosa, "Nggak papa, namanya juga ngidam ya harus di penuhi kalau nggak cucu mamah ileran nantinya," Rifa terkekeh


Begitupun dengan semua orang, Rifa pamit ke belakang sedangkan Layla bersama Rifa


Tersisa Azma dan Fauzan yang baru saja kembali dari Rumah sakit, Aisha bosan menunggu Naufal yang belum juga kembali membawa pesanannya


Aisha melirik Azma yang tengah sibuk dengan ponselnya dan Fauzab yang sibuk mengetik sesuatu di laptop


"Apa?" tanya Azma


"Pengen mie rebus,"


"Ini lagi di rumah orang Sha, nanti aja ya di rumah kamu." kata Azma


"Ihh aku maunya sekarang bukan nanti!" keukeuh Aisha


"Emang kakak tega liat keponaan kak Azma ileran pas udah lahirnya?!"


"Ya nggaklah!"


"Ya makanya buruan bikinin mie rebus." paksa Aisha


Fauzan mengalihkan pandangannya pada Aisha, merasa kasihan juga dengan bumil satu ini


"Biar gue aja yang bikinin," kata Fauzan menawarkan diri


Kemudian ia berlalu ke dapur


"Kamu kalau lagi hamil nyusahin tau!" protes Azma


Mata Aisha berkaca-kaca hendak menangis, Azma mendadak panik sudah pasti setelah ini Aisha akan menangis


Satu


Dua


"Huwaa!! Bundaa!!" teriak Aisha


Astagaa, Aisha ini rumah orang. Dalam batin Azma merutuki Aisha yang sedang hamil


Jika begini lebih baik ia pulang saja sejak tadi, "Udah, cengeng."


Bukannya mereda tangis Aisha malah menjadi-jadi, "Bundaaa!! Huwaaaa! Kak azmaa jahat hiks!!"


Rifa dan Layla yang tengah berada di halaman belakang mendadak berlarian ke ruang tamu saat mendengar tangisan Aisha


"Kenapa ini?!" tanya Rifa


"Kamu apain Asiha, Azma?" tanya Layla


"Nggak ngapain ngapain kok Bun, Aisha nya aja yang cengeng." jelas Azma


"Huwaaa!!" tangis Aisha


"Udah ya, jangan nangis nih gue bawain mie rebus punya Lo." kata Fauzan


Sepersekian detik senyuman Aisha kembali mengambang, ia menatap mie rebus itu namun mendadak ia ttak menginginkannya


"Kak Fauzan punya sedotan?" tanya Aisha


Fauzan mengernyitkan dahinya, "Sedotan? Buat apa?"


"Ihh jawab aja! Ada apa nggak!" kesal Aisha


Fauzan bergidik ngeri dengan Aisha yang sekarang, "Ada, bentar gue ambilin dulu."


Tak lama ia kembali dengan beberapa sedotan lalu menyerahkannya pada Aisha


"Mie nya dimakan dulu Sha, nanti keburu bengkak Sha," kata Layla


"Nggak mau ah Bun, aku nggak mau." kata Aisha


"Buat Kak Azma aja," kata Aisha menyodorkan mangkuk berisi mie itu pada Azma


"Nggak mau." kata Azma


"Ihh nggak baik nolak, mumpung aku lagi baik." kata Aisha


Azma memutar mata malas, dengan berat hati ia meraih mangkuk itu dan baru saja akan memakannya Aisha kembali menahannya


"Apa lagi?" Azma berusaha sabar


"Makannya jangan pakai sendok,"


"Terus, maksud kamu kakak di suruh makan mie pake tangan gitu?!"


"Bukan, pakai ini." Aisha menyerahkan sedotan itu pada Azma


Azma di buat menganga dengan pernyataan Aisha barusan, yang benar saja


"Masa makan mie pakai sedotan, nggak mau lah!" tolak Azma


"Ihh Bunda liat Kak Azmaa," rengek Aisha


"Azma turutin aja ya, demi keponakan kamu juga." kata Layla


Azma menarik napas panjang, "Yang hamilin siapa yang repot siapa." gerutunya


"Tapi kayanknya kalau sendirian kasian Kak Azma Bun," kata Aisha membuat Layla menoleh pada putrinya


"Di tambah Kak Fauzan kayaknya seru," kata Aisha


Fauzan yang merasa dirinya di sebut langsung mendadak suasananya menjadi tak enak


"Aku udah kenyang Sha, makasih." kata Fauzan dengan muka yang seolah tak menginginkan itu


"Ihh Kak Fauzan, jangan gitulah aku tuh dah baik kasian kan Kak Fauzna yang bikinin mie nya juga, jadi harus ikut makan." kata Aisha dengan cerewetnya


Fauzan meratapi nasibnya sekarang, hancur sudah imagenya sekarang, seorang dokter bedah di suruh makan mie menggunakan sedotan? Yang benar saja


Kedua dokter cowok itu merutuki Naufal yang sudah membuat Aisha hamil, yang hamilinnya enak-enakan di luar yang kena imbasnya mereka berdua