Dear Imamku

Dear Imamku
Kekhawatiran Para Ibu



..."Orang yang selalu bilang baik-baik saja sambil tersenyum nyatanya adalah orang yang paling banyak menyimpan luka."...


***


Aisha terduduk di sofa dengan kepala tertunduk dan Naufal yang berada di sofa sebelahnya dengan wajah dingin


Sejak ia pulang dari rumah sakit tadi Naufal hanya diam tanpa mengatakan apapun padanya dan malah sibuk dengan ponselnya


"Kak," panggil Aisha


"Hm," sahut Naufal datar


"Maafin Aish," ujar Aisha namun Naufal tak menjawab dia hanya diam sambil menyesapi teh hangatnya


"Kak, jangan diamin Aish," kata Aisha lagi dengan kepala tertunduk matanya terlihat berkaca-kaca


Naufal melirik istrinya itu dari sudut matanya ia bisa melihat kalau Aisha sedang menahan tangisnya


"Aisha ga bisa di diamin, maaf." ucapnya lagi suaranya terdengar sedikit bergetar akibat menangis


Naufal menghela napas panjang ia meletakkan ponselnya di atas meja lalu membenahi posisinya terhadap Aisha yang masih menundukkan kepalanya


"Angkat kepala kamu." titah Naufal datar namun Aisha tak juga mengangkat kepalanya


"Aisha, aku bilang jangan menunduk, lihat aku." ucap Naufal sekali lagi


Naufal mendengus kesal karena Aisha tak kunjung mengangkat kepalanya sepertinya ia harus melakukannya sendiri


Ia mengangkat dagu Aisha agar kedua manik matanya bisa berhadapan dengan istrinya langsung


Kedua mata indah itu berair akibat menangis entah kenapa Naufal merasa hatinya ikut sakit saat melihat Aisha menangis


"Apa lantai lebih menarik perhatian kamu hm?" tanya Naufal sambil menatap kedua mata Aisha


Aisha hanya menggeleng pelan tetapi ia masih sesegukan, "Kenapa nangis hm?" tanya Naufal


"Ma-af." kata Aisha dengan pelan bahkan suaranya tercekat di tenggorokan


"Buat apa?" tanya Naufal santai namun sangat tajam


"K-karena bua-t kakak ma-rah," jawab Aisha terbata bata


"Di maafin." jawab Naufal singkat


"Makasih," kata Aisha dengan menatap Naufal


Ia dapat merasakan tatapan teduh Naufal, "Sama-sama." jawab Naufal


"Jangan nangis lagi. Jelek." sambung Naufal tangannya terulur mengusap kepala Aisha yang masih terbalut hijab sebentar lalu mengambil ponselnya dan pergi ke kamar meninggalkan Aisha yang sedang mencerna kejadian barusan


Aisha membekap mulutnya sendiri yang hampir menjerit senang, lalu ia memegang pipinya yang merona


"Aku lagi mimpi ya? Atau Kak Naufal yang lagi sakit?" gumam Aisha pelan


***


Suara bel rumah serta suara berisik itu membuat Aisha mengernyit heran, ia yang sedang menyiapkan sarapan pagi pun menghentikan aktivitasnya sejenak


"Siapa ya?" gumam Aisha


Tiba-tiba Naufal keluar dari kamarnya dan berjalan menuruni tangga, "Aish," panggil Naufal


"Iya Kak?" sahut Aisha


"Siapa itu? Kenapa ribut banget di luar?" tanya Naufal


"Aku nggak tau kak, bentar kak aku lihat dulu," Naufal mengangguk lalu Aisha pergi ke depan menuju pintu utama


Begitu Aisha membuka pintu itu ia terkejut dengan kedatangan Fauzan, "Lah Kak Fauzan?" kaget Aisha


"Ngapain kesini?" tanya Aisha


"Cuma main doang," jawab Fauzan


Aisha melongokan kepalanya keluar membuat Fauzan sedikit heran karenanya


"Ada apa?" tanya Fauzan heran


"Perasaan tadi aku dengar suara ribut-ribut di luar kok cuma kakak sendiri," kata Aisha


"Mbak Aish!!" pekik seorang anak yang keluar dari mobil di susul keluarga lainnya


"Eh Faras! Ada Bunda sama Mamah," mata Aisha membulat saat melihat keluarganya datang ke apartemennya


"Assalamualaikum," ucap Rifa dan Layla


"Waalaikumsalam," Aisha mencium tangan keduanya


"Bunda kok ke sini nggak bilang dulu, padahal kan biar Aish aja yang ke sana," kata Aisha 


"Kan biar supries, lagian Bunda udah kangen banget sama kamu," kata Layla terkekeh 


"Siapa Sha?!" teriak Naufal dari dalam rumah


"Ada Bunda sama Mamah Kak!" sahut Aisha


Naufal datang sambil tersenyum namun seketika ia mendadak menjadi dingin ketika melihat ada Fauzan di sana


"Naufal, mamah kangen banget sama kamu," kata Rifa memeluk Naufal erat


"Aku juga kangen sama mamah," kata Naufal


"Mamah penuh drama." kata Naufal


"Ihh mamah serius, mamah tuh nggak bisa hidup tanpa kamu," kata Rifa


"Kalau aku meninggal duluan?" tanya Naufal membuat Rifa terdiam


"Ah, kamu bercandanya kelewatan," kekeh Rifa, Naufal hanya mengedikkan bahunya lagian dia kan berkata apa adanya jika seandainya itu terjadi


"Udah ayo masuk," kata Aisha membuat mereka semua mengangguk lalu masuk ke apart


"Bentar ya Aish buatin air minum dulu," kata Aisha lalu pergi ke dapur untuk membuat minuman


"Naufal gimana pernikahan kalian? Baik-baik aja kan?" tanya Rifa dan Layla bersamaan membuat Naufal menoleh pada keduanya


Rifa dan Layla terkekeh pelan, "Baik." jawab Naufal namun keduanya tak puas dengan jawaban yang diberikan Naufal


Tak lama kemudian Aisha kembali dari dapur dengan membawa nampan yang diatasnya ada gelas berisikan minuman


"Mbak Azki nggak ikut Bun?" tanya Aisha sembari meletakkan minumannya di atas meja


"Nggak, Faris lagi sakit nggak bisa ikut," jawab Layla dan Aisha hanya ber oh ria saja


"Kalau kak Azmi?" tanya Aisha


"Ah, dia biasalah sibuk di butik," kata Layla


"Bentar ya, Naufal ke atas dulu," kata Naufal lalu beranjak pergi dari sana


Aisha menatap punggung Naufal sekilas lalu ia kembali menatap Bundanya jujur ia merasa rindu pada Bundanya meski baru beberapa hari pindah jauh dari rumah tetap saja ia rindu


"Oh iya, Bunda sama Mamah kok bisa tau tempat tinggal Aish?" tanya Aisha penasaran


"Sebenarnya Bunda nggak tau, jadi pagi tadi sebelum kesini Fauzan sama mertua kamu sempat ke rumah ngajak Bunda main ke rumah kamu, yaudah bunda iyain aja eh taunya anak kecil ini ngikut sama Bunda," jelas Layla dengan terkekeh


"Ihh Oma," kesal Faras yang merasa dirinya sedang di bicarakan


"Kak Fauzan yang bawa kesini?" tanya Aisha pada Fauzan dan pemuda itu mengangguk mengiyakan "Tapi kan aku udah bilang kalau aku yang main ke rumah," gerutu Aisha


"Nggak papa kali-kali aku ajak mamah sama Tante Layla main ke rumah kamu boleh kan," kata Fauzan


"Ya boleh sih," Aisha terkekeh matanya sedikit menyipit membuat Fauzan tersenyum tipis sangat tipis dan ternyata ada yang menyadari hal itu bahkan tangannya mengepal kuat


"Bunda sama Mamah udah sarapan belum?" tanya Aisha membuat keduanya spontan mengangguk tapi kalau kamu nawarin kita bakal sarapan lagi," kata Layla dengan terkekeh begitupun dengan Rifa


"Yaudah ayo Aisha baru aja beres masak tadi pas kalian ke sini," kata Aisha


"Kak Fauzan juga ikut ya," kata Aisha membuat Fauzan mengangguk


Mereka semua pun menuju meja makan sedangkan Aisha menyiapkan piring tambahan, "Bentar ya Bun, Aisha panggilin Kak Naufal dulu," pamit Aisha yang hendak berjalan menuju tangga


"Mbak Aisha! Falas ikut," kata Faras membuat Aisha tertawa pelan lalu merentangkan tangannya dan Faras pun berlari ke dalam gendongan Aisha


Mereka berdua pun menuju berjalan menaiki tangga menuju kamar untuk memanggil Naufal


Aisha membuka pintu itu tanpa mengetuk dan ia mendapati Naufal sedang menatap ponselnya membuat Aisha menggerutu pelan


"Sebenarnya istrinya ponsel atau aku sih? Perasaan waktunya lebih banyak sama ponsel deh," gumam Aisha pelan


Meski pelan telinga Naufal itu tajam ia mendengarkan semua perkataan namun ia tak menyahutinya


"Mau apa?" tanya Naufal


"Bunda sama yang lainnya mau sarapan kita makan bareng," kata Aisha


"Hm." setelah itu Aisha pergi dari sana dan turun ke bawah bersama Faras karena Naufal akan menyusul sebentar lagi


Mereka semua pun akhirnya sarapan bersama di sana termasuk Fauzan dan Naufal


Diam-diam Fauzan melirik Aisha yang berada di samping Naufal dan hal itu tak luput dari pandangan Naufal dan membuatnya kesal


Ia menggeser kursinya agar lebih dekat dengan Aisha dan melanjutkan kembali makannya, hal ini membuat Aisha menatapnya heran lalu kembali fokus pada nasi di piringnya 


"Naufal kamu nggak macam-macam kan sama Aisha? Kamu nggak nyakitin Aisha kan? Nggak bikin nangis dia kan?" tanya Rifa membuat Naufal berhenti menyendok kan nasinya


Ia terdiam hal itu membuat Aisha yang berada di sebelahnya menyadarinya, Aisha lalu menatap Rifa dengan tersenyum


"Kak Naufal nggak pernah bikin aku nangis kok Mah, tenang aja kalau Kak Naufal bikin aku nangis aku bakal bilang sama Mamah ya," kata Aisha membuat Rifa mengangguk dan tersenyum


"Biar nanti mamah yang pukul oke?" Aisha mengacungkan jempolnya


***


Selesai Makan Aisha dan Bundanya mencuci piring sedangkan Rifa menemani Faras di depan bersama Fauzan dan Naufal


"Oiya Bunda mau nanya satu hal sama kamu," kata Layla tiba-tiba


"Bunda mau nanya apa?" tanya Aisha heran


"Apa kamu sama Naufal baik-baik aja?" tanya Layla dan Aisha terdiam


"Bunda kan liat aku sama Kak Naufal baik-baik aja, bahkan kita selalu bahagia aja," jawab Aisha berbohong ia terpaksa karena tak ingin membuat orang tuanya itu khawatir dengan keadaanya


"Kamu nggak bohong kan? Jujur aja bunda nggak akan marah, sejak kamu pindah bunda jadi khawatir sama kamu," kata Layla


"Bunda jangan khawatir ya, aku sama kak Naufal baik-baik aja kok," jawab Aisha dengan tersenyum


"Meski keadaannya berbeda dengan yang terjadi," batin Aisha