Dear Imamku

Dear Imamku
Cake Buatan Naufal



..."Bahagia itu sederhana. Melihatmu tertawa saja sudah mampu membuatku ikut bahagia."...


***


Sore ini suasana langit sedang ceria sama halnya seperti hati Aisha yang tengah ceria, ia sibuk memperhatikan Naufal yang tengah membuat kue sesuai janjinya tadi saat di cafe


Perempuan itu mencolek pipi Naufal menggunakan tepung terigu, membuat wajah Naufal terlihat lucu


"Kak Naufal lucu banget," kata Aisha sambil terkekeh


Naufal hanya sibuk membuat adonan tangannya penuh dengan bahan bahan kue, sejak tadi Aisha hanya mengganggu Naufal agar kue buatannya gagal


"Kak Naufal, liat tuh ada kecoak!" kata Aisha berniat mengagetkan Naufal agar terganggu tapi ternyata cowok itu tak kaget sama sekali


"Kamu kalau mau ganggu aku pakai kecoak nggak mempan sayang," ujar Naufal masih sibuk dengan kegiatannya


"Terus aku harus gimana biar Kak Naufal keganggu?" tanya Aisha dengan polosnya


Lantas Naufal menunjuk pipinya membuat Aisha tak paham, "Apa?"


"Cium." kata Naufal membuat mata Aisha memelotot


"Kok cium sih?" tanya Aisha


"Kan katanya mau ganggu aku," ujar Naufal


"Ya masa gitu sih?" tanya Aisha cemberut


Naufal terkekeh dan mencubit pipi chuby Aisha membuat noda tepung menempel di pipinya


"Kak Naufal ih jadi kotor nih," kata Aisha mengelap pipinya


"Habisnya kamu itu kenapa lucu banget, Bunda kamu dulu ngidam apa sih? Sampai-sampai anaknya bisa selucu dan semenggemaskan ini," ujar Naufal terkekeh


"Tanyalah sama Bunda, aku mana tau." kata Aisha


"Nanti aku tanya Bunda terus kamu praktekin ya, biar anak kita juga lucu," kata Naufal menaik turunkan alisnya sambil tertawa


Aisha menatapnya sebal, "Iya Kak Naufal, suamiku yang ganteng." kata Aisha dengan nada yang di lebay-lebaykan


Lagi lagi Naufal tertawa dengan kelakuan Aisha, "Aisha ada kecoak!" teriak Naufal membuat Aisha melotot


"Mana?! Mana kecoaknya?! Aku nggak mau! Geli!" kata Aisha bergidik


"Itu kecoaknya ada di kaki kamu!" teriak Naufal lagi membuat Aisha melompat ke pelukan Naufal, untungnya ia sigap menangkap Aisha yang melompat ke arahnya


"Huwaa nggak mau!! Aku nggak suka kecoak!!" kata Aisha memeluk Naufal dengan erat


"Udah nggak papa, tenang aja di sini ada aku," kata Naufal mati-matian Naufal menahan tawanya


Sontak Naufal tertawa saat melihat wajah ketakutan Aisha, membuat gadis itu mengerutkan dahinya ia baru sadar kalau Naufal ternyata sedang modus


Lantas ia melepas pelukannya pada Naufal dan menatap sengit Naufal, "Dasar modus!" cibir Aisha


"Nggak modus kok, kan kamu sendiri yang lompat," elak Naufal


"Kan itu juga gara-gara kakak bilang ada kecoak!" kesal Aisha tak mau kalah


"Sok-sokan nakutin orang pakai kecoak, eh taunya dia sendiri yang takut kecoak!" cibir Naufal


"Biarin lah!" kesal Aisha "Yaudahlah aku tungguin masak cake nya di depan tv aja."


Aisha berlalu dari sana meninggalkan Naufal yang kembali berkutat dengan adonan kue nya


***


Naufal menghela napas "Padahal nggak ngapa-ngapain tapi dia malah tidur," kata Naufal melihat Aisha yang tertidur di sofa depan tv


Ia pun meraih remot tv mematikannya lalu membangunkan Aisha dengan menepuk-nepuk pipi Aisha


"Sha bangun," kata Naufal, berulangkali ia mencoba membangunkan Aisha namun tak bangun-bangun malah menyuruh Naufal untuk berhenti mengganggu tidurnya


Merasa jengah dengan Aisha akhirnya terlintas ide jahil di benaknya, Naufal mengapit hidung Aisha dengan kedua jarinya membuat Aisha sulit bernapas dan segera bangun


Aisha berusaha melepaskan tangan Naufal begitu lepas ia segera menghirup udara sebanyak banyaknya


"Ihh kak Naufal ganggu tidur Aish," rengek Aisha sambil mengucek ngucek matanya


Naufal terkikik geli melihat wajah unyu Aisha, ia ikut duduk di sebelah Aisha


"Katanya mau nungguin kue matang," kata Naufal


"Kakak bikin kuenya kelamaan, sampai aku ketiduran lagi nonton Upin Ipin," ujar Aisha cemberut


"Ututu kasiannya my baby, saking lamanya sampai ketiduran gitu, mana di tontonin tv lagi," kata Naufal lalu memeluk Aisha


"Kue nya udah  matang, mau di coba nggak?" tanya Naufal membuat Aisha mengangguk dengan mata berbinar


"Mau," kata Aisha


Naufal bangkit dari duduknya lalu mengambilkan sepotong kue yang baru saja selesai ia buat dan menyerahkannya pada Aisha


Aisha dengan senang hati menerima kue itu dan mulai mencicipi rasanya, saat potongan kue itu masuk ke dalam mulutnya matanya dibuat berbinar oleh rasa kue tersebut


"Gimana enak kan?" tanya Naufal pada Aisha


Sontak Aisha mengangguk untuk menjawab pertanyaan Naufal itu, "Enak banget, nggak nyangka rupanya Kak Naufal pandai juga bikin kue," puji Aisha


"Oh iya dong," kata Naufal dengan bangga membuat Aisha memutar mata malas


"Sombong!" kata Aisha


"Nggak papalah kan sama istri sendiri," timpal Naufal


Aisha terdiam sebentar, "Itu kata-kata kayak pernah denger deh, tapi di mana ya?" gumam Aisha pelan masih terdengar oleh Naufal


Naufal tertawa kecil sedetik kemudian Aisha menatap kesal Naufal, "Itu kata-kata punya aku, kenapa di ikutin?!" kesal Aisha


"Nggak papa pengen aja." jawab Naufal seadanya membuat Aisha semakin kesal


"Terus harus gimana? Kan kamu yang mujinya juga yaudah aku ikutin aja kata-kata kamu," kata Naufal


Aisha mengerinyit tak paham, "Kak Naufal gaje ih, efek habis bikin kue kayaknya tuh," kata Aisha, Naufal mengedikkan bahunya acuh


"Oh iya pujiannya nggak jadi deh, kata-katanya aku tarik lagi nanti kak Naufal jadi terbang," ledek Aisha sambil tertawa


"Terserah kamu ajalah." kata Naufal malas berdebat


"Yah ngambek dia," kekeh Aisha


"Nggak tau." kata Naufal memalingkan wajahnya


"Kak Naufal jangan ngambek dong," bujuk Aisha


"Nggak mau."


Tak kehabisan akal Aisha menatap wajah Naufal dengan pupy eyesnya, hal itu malah membuat Naufal menahan senyumannya karena ia dalam mode ngambek


"Please jangan ngambek ya," kata Aisha mengerjakan matanya berkali kali


"Oke aku nggak bakalan ngambek lagi tapi ada syaratnya," kata Naufal


"Apa?" tanya Aisha


"Cium dulu," kata Naufal menunjuk pipinya membuat Aisha menganga dengan cepat Naufal mengatupkan mulut Aisha itu


"Nanti ada lalat masuk." kekeh Naufal "Gimana?" tanya Naufal lagi


"Nggak." tolak Aisha


"Yaudah aku ngambek lagi." kata Naufal santai lalu merubah wajahnya menjadi dingin kemudian cowok itu pergi begitu saja


"Lah beneran ngambek lagi dia," gumam Aisha


Aisha pun mengejar Naufal yang pergi ke dapur, "Kak Naufal," panggil Aisha namun Naufal tak menyahut


"Kak Naufal jangan gitu dong, masa aku di cuekin lagi sih," kata Aisha menghela napas gusar


Masih tak ada sahutan kelihatannya Naufal benar benar dalam mode ngambek "Aku serius nih,"


Naufal berlalu dari dapur sembari membawa segelas teh hangat diikuti Aisha yang mengekor dari belakang mereka berdua pergi ke sofa


Berkali kali Aisha mencoba membujuk Naufal tapi cowok itu tetap sibuk pada layar ponselnya tanpa memperdulikan Aisha yang berada di samping nya


"Kak Naufal," panggil Aisha namun tetap tidak ada hasilnya membuat Aisha cemberut


Ia pun menatap Naufal sebenar kemudian kembali lagi ke posisinya sambil menghidupkan tv dan duduk dengan tengang di sebelah Naufal


Merasa bosan karena Naufal masih tetap cuek akhirnya Aisha lebih memilih melihat layar ponsel itu yang memperlihatkan Naufal sedang melihat foto seorang perempuan asing membuat Aisha melotot


Dengan cepat Aisha merebut ponsel itu dan mematikannya lalu menatap lurus ke depan dengan bibir yang sudah maju beberapa senti


Naufal terkekeh pelan, "Kamu kenapa Sha?" tanya Naufal


"Ih kak Naufal tuh gak peka ya! Aku tuh cemburu tau!" kesal Aisha


"Uluulu cemburu istriku sampai segitunya," kata Naufal tertawa


"Au ah! Sebel aku!" kata Aisha


Cup.


"Gimana? Masih marah?" tanya Naufal tersenyum manis sambil menatap lekat mata Aisha


"Apaan sih?! Siapa juga yang marah?" tanya Aisha gugup


"Ya baguslah kalau nggak marah, tapi ngomong-ngomong pipi kamu merah tuh," kata Naufal membuat Aisha membelalakkan matanya


"Pipi kamu sakit ya?" tanya Naufal mengelus pipi Aisha, membuat Aisha menggigit bibirnya menahan untuk tidak menjerit


Tapi semakin Naufal mengelusnya dengan penuh kelembutan membuat jantung Aisha semakin berdebar-debar apalagi jarak mereka yang sangat dekat hanya beberapa senti saja


"Kak Naufal," lirih Aisha


"Iya?" sahut Naufal


"Boleh nggak aku teriak?" tanya Aisha membuat Naufal menggeleng


"Sekali aja? Aku pengen teriak," kata Aisha mendesak lagi lagi Naufal menggeleng


"Sekali aja ya, please," kata Aisha masih menggigit bibir bawahnya


Naufal menatap Aisha lalu ia melirik piring berisi cake yang berada di atas meja, ia pun mengangguk dengan tersenyum jahil


Saat Aisha ingin berteriak Naufal dengan cepat memasukkan cake yang berada di piring tersebut membuat Aisha kesal mulutnya penuh dengan cake coklat buatan Naufal


"Kak Naufal nyebelin ih!" kata Aisha begitu kue di mulutnya sudah habis


"Kamu lebih-lebih!" kata Naufal tak mau kalah


"Kakak yang lebih nyebelin ngeselin satu paket komplit!" kesal Aisha


"Iya deh aku nyebelin," kata Naufal "Tapi kamu lebih nyebelin," sambungnya, Aisha kembali menatap tajam Naufal


"Nggak kakak yang nyebelin tau!" keukeuh Aisha


"Terserah kamu ajalah, yang penting kamu senang,"  kata Naufal mengakhiri perdebatan mereka


Apapun asal Aisha senang kini menjadi prinsip seorang Naufal Shakeel Alfarizi


"Aaa senangnya, kak Naufal baik banget sih mau ngalah sama istrinya," kata Aisha tersenyum senang dan


Cup. Aisha mencium pipi Naufal membuat cowok itu mematung di tempatnya ia pun menoleh ke arah Aisha


"Yang barusan itu beneran?" tanya Naufal dan Aisha mengangguk sambil tersenyum manis