
..."Biarkan angin berlalu tanpa menghembuskan debu."...
***
Siang ini Aisha dan Naufal sedang berada di kamarnya untuk membereskan pakaian dan barang barangnya Aisha
Naufal sibuk tiduran di atas sofa sambil memainkan ponselnya sedangkan Aisha tangannya sibuk memasukkan pakaiannya
Naufal dan Aisha sudah sepakat untuk pindah ke apartemen milik suaminya, meskipun dalam hati Aisha ragu untuk tinggal berdua
"Kak, apa Bunda sama Ayah udah tahu kalau kita mau pindah?" tanya Aisha pada Naufal
"Belum."
"Kapan Kakak mau kasih tau Bunda? Ayah juga," kata Aisha lagi
"Nanti aja."
"Kita langsung ke apart?" tanya Aisha lagi
Jujur ia tak bisa diam sejak tadi dan terus saja bertanya pada Naufal, intinya ia benar benar cemas itulah sebabnya Aisha banyak bertanya terserahlah Naufal mau mengatakannya banyak bicara atau cerewet yang jelas ia sangat cemas
"Kita ke rumah Mamah dulu ambil pakaianku baru ke apartemen," kata Naufal namun matanya tak ada niat untuk menatap Aisha
"Ohh, yaudah kalau gitu aku mau ke bawah dulu," ucap Aisha begitu ia menyelesaikan kerjaannya
"Hm,"
Aisha turun dari bawah meninggalkan Naufal sendirian di kamarnya
Begitu Aisha keluar Naufal segera bangkit dari posisinya ia menatap pintu itu lalu kembali tidur
Di sisi lain Aisha sedang mencari Bundanya ia ingin menghabiskan sisa waktunya bersama Bundanya karena Aisha ngerasa bahwa ia akan jarang ke rumah ini setelah pindah
"Bunda!!" panggil Aisha
"Iya sayang! Bunda di dapur," sahut Bunda Layla dengan sedikit berteriak
Aisha pun segera menyusul Bundanya ke dapur, "Bunda lagi bikin apa?" tanya Aisha saat melihat Bundanya sedang mengaduk adonan
"Bunda lagi bikin cake buat dibawa Farah sama Zilia, soalnya mereka mau balik ke London malam ini," jelas Bunda Layla
"Hah? Hari ini?" tanya Aisha terkejut plus memastikan
"Iya, emang kamu nggak tahu?" tanya Bundanya membuat Aisha menggeleng sendu
"Ih jahat banget sih, masa aku nggak di kasih tahu," gerutunya sebal dengan bibir yang manyun, Layla hanya terkekeh melihat tingkah putrinya itu
"Mana suami kamu?" tanya Layla
"Ada di kamar atas Bun," jawab Aisha seadanya
"Kenapa nggak nemenin dia? Kasihan loh sendirian di atas," ujar Layla namun bukannya menjawab ia malah memeluk Bundanya dengan erat
"Eh kenapa tiba tiba meluk bunda nih?" kaget Bunda Layla
"Pengen aja Bun, Aisha hari ini pengen banget meluk bunda," ucap Aisha sendu
"Aish pengen habisin waktu hari ini sama Bunda, karena Aisha nggak yakin bakal bisa gini terus," lanjutnya lagi
Layla juga dapat merasakan kesedihan yang di rasakan putrinya itu, ia menepuk nepuk lengan putrinya kemudian balas memeluk Aisha
"Iya sayang, terserah kamu mau peluk bunda selamanya juga nggak papa," kata Layla dengan tersenyum
"Bunda kalau seandainya-" belum sempat Aisha mengucapkan kalimatnya tiba tiba ponselnya berdering
Lantas ia melepas pelukannya dan beralih mengambil ponselnya di saku ternyata itu adalah vidcall dari Azka, ia pun segera mengangkatnya
"Bentar Bun, Kak Azka vidcall," ucap Aisha Bundanya hanya tersenyum menangguk
"Assalamualaikum kak," ucap Aisha
"Waalaikumsalam," balas Azka
"Gimana keadaan uni Jia, Kak?" tanya Aisha
"Alhamdulillah baik, persalinannya juga lancar tadi," jawab Azka dengan senang
"Ciee udah jadi Ayah sekarang nih," goda Aisha sambil tertawa
"Iya Aisha, Alhamdulillah kamu juga udah jadi aunty," kata Azka tak mau kalah
"Lah aku dari dulu emang udah jadi aunty, dari pas FarasĀ Faris lahir juga aku udah jadi aunty, kak," tukas Aisha dengan tawanya
"Oh iya btw keponakan Aish, laki laki atau perempuan? Terus namanya siapa?" tanya Aisha penasaran
"Laki laki, namanya Fateh Alkaderia Qurtuby." jawab Azka
"Masya Allah keponakan Aish laki laki lagi mana namanya bagus lagi," ucap Aisha dengan tertawa pelan sekaligus kagum
"Nanti keponakan perempuan dari kamu aja," celetuk Azka berusaha menggoda Aisha
Seketika saat itu juga pipi Aisha langsung blushing karena Azka
"Iya Ka, perasaan cucu bunda laki laki semua deh, yaudah berarti yang perempuan dari Aisha aja ya," timpal Layla sambil tertawa pelan
Aisha melotot kala mendapati bundanya yang ikut ikutan menggodanya dengan Azka
"Eh ada Bunda," ucap Azka terkekeh
"Dari tadi juga ada kok, gimana keadaan istri kamu, Ka?" tanya Layla kini pembicaraan di ambil alih oleh Bundanya
"Alhamdulillah sekarang udah sadar kok Bun, tadi sempet pingsan setelah melahirkan," kata Azka tersenyum
"Alhamdulillah, ingat ya sekarang kamu udah jadi seorang ayah jalani tugas kamu jangan sampai kamu telantarkan mereka ya," nasihat Layla sebagai seorang ibu
"Iya Bunda, perintah ibu negara siap aku jalani dengan sebaik baiknya," kata Azka dengan terkekeh pelan
"Eh iya Bunda bikin cake kesukaan kamu tau, tapi sayangnya kamu udah ke Singapore jadi nggak bisa makan nya dong," kata Bunda membuat Azka memanyunkan bibirnya
Aisha tertawa melihat tingkah Azka yang seperti itu, "Kak Azka ihh jelek tau!" ujar Aisha
"Biarin lah!"
"Kakak kemarin nggak sempat pamitan sama kamu, soalnya kakak cemas jadi buru-buru bahkan sama Ayah juga belum pamitan," sesal Azka
"Nggak papa kok aku juga paham kondisinya kok," kata Aisha dengan tersenyum
"Yaudah kalau gitu aku matiin ya, soalnya mau nemenin Jia dulu, nanti aku kasih foto Fateh," tutur Azka
"Iya jaga diri baik baik, jaga uni Jia juga oh iya ponakan Aish juga jagain ya," Aisha terkekeh saat mengucapkan kalimat terakhirnya
"Hahaha iya yaudah, Assalamualaikum," ucap Azka
"Waalaikumsalam,"
***
Anak dan ibu itu selesai membuat kuenya, Aisha menatap cake yang ia buat dengan mata berbinar "Bun, cake yang ini buat Aish aja ya," pintanya sembari menunjuk cake dengan lapisan coklat itu
"Kamu mau? Yaudah ambil aja lagian yang bikin kan kamu, juga masih banyak kok," ujar Layla dengan senang hati Aisha mengambilnya lalu membawanya ke kamar
Ia membawa cake itu ke kamar untuk diberikan pada Naufal siapa tahu dia senang karena cake buatan Aisha itu
"Kak Naufal," panggil Aisha dan mendapati pemuda itu sedang mengerjakan sesuatu di laptopnya
"Hm," sahut Naufal singkat
"Aku bawain cake mau nggak?" tanya Aisha senang dengan senyuman tipis
"Simpan aja di meja nanti di makan," ucapnya masih sibuk dengan kegiatannya sendiri
"Yaudah aku letakkin di meja ya," kata Aisha lagi
Aisha pun meletakkan cakenya lalu ia berniat kembali turun untuk menemui Farah dan Zilia
"Aish," panggil Naufal mengehentikan langkahnya
"Iya Kak," sahut Aisha
"Barang barang kamu udah siap semua?" tanya Naufal
"Udah kak, aku mau ke bawah kakak mau di ambilin sesuatu?" tanya Aisha
"Nggak ada."
Aisha pun hanya mengangguk ia kembali melangkah ke luar dari sana menuju satu kamar yang berada di bawah untuk menemui Zilia dan Farah
Mereka berdua memang di satu kamarkan sengaja supaya keduanya bisa akur tapi nyatanya keduanya malah makin berisik seperti sekarang ini keributan mereka saja bisa di dengar Aisha dari tangga padahal jaraknya jauh
Aisha pun hanya bisa geleng geleng kepala mendengarnya, emang mereka itu susah akur
"Farah, Zilia." panggil Aisha sambil membuka pintu
"Eh ada pengantin baru, kok disini nggak sama suami nih?" goda Farah
"Lagi sibuk, kalian jahat ih kok mau balik nggak bilang bilang," kata Aisha sendu
"Kita takut bikin kamu sedih rencananya kita mau pulang kemaren, tapi nggak jadi," kata Zilia
"Aku malah tambah sedih kalau nggak bisa pamitan sama kalian, London itu jauh aku nggak yakin bisa ketemu tiap hari kayak gini," ujar Aisha
"Yaudah deh maaf," kata Zilia dan Farah bersamaan
"Aku maafin. Lagian aku juga mau bilang ntar malam aku mau pindah," kata Aisha membuat keduanya menatap Aisha sepenuhnya
"Kemana? Jauh nggak?" tanya Farah
"Aku nggak tau juga, tapi kata Kak Naufal mau pindah ke apartemen punya dia," jelas Aisha keduanya hanya manggut manggut
"Aaa gue bakal sedih nggak ada temen yang suka nasehatin gue," kata Farah mendramatisir, Zilia mendelik pelan padanya
"Apa liat liat?" ketus Farah
"Nggak ada."
"Gue tau kok gue cantik, jangan iri ya," ujar Farah dengan PD nya
Zilia yang mendengarnya merasa mual hal itu membuat Aisha tertawa
Mereka berdua itu menciptakan suasana yang berbeda untuk Aisha, meski keduanya sering bertengkar tapi mereka itu saling menyayangi
***
Malam pun tiba
Zilia dan Farah sudah bersiap mereka sudah membawa koper mereka dan oleh oleh yang dititipkan Layla untuk mereka bawa
"Oh iya Bun, kita juga mau pamit." kata Naufal
"Loh mau kemana?" tanya Bunda Layla
"Mau ke rumah Mamah, sekalian pindah ke apartemen," jawab Naufal
"Loh kok mendadak?" tanya Layla lagi
"Tadi sore udah bilang sama Ayah mau bilang sama Bunda lagi ngga ada,"
"Lagian besok udah masuk kerja lagi jadi biar agak dekat dari rumah," kata Naufal membuat Layla manggut manggut
"Yasudah kalian semua hari hati ya, Bunda doain selamat sampai tujuan," ucap Bunda Layla
"Hati-hati Ya Aish," pesan Azki
"Aunty Aish ati-ati ya," ucap Faras meniru Ami nya itu
Aisha tertawa pelan, "Iya Dek Faras, makasih ya."
"Kalau gitu kita pamit dulu Bun, Kak, Yah, oh iya bilangin juga sama Kak Azma, Kak Azmi salam dari aku," pesan Aisha
"Iya nanti Kakak sampaikan," ucap Azki
Naufal memasukkan tas milik Aisha ke mobilnya, ia sempat menyuruh orang untuk membawa mobilnya ke sini sedangkan Zilia dan Farah di antar oleh supir keluarga Qurtuby
"Kita pamit ya Assalamualaikum," ucap mereka bersamaan lalu kedua mobil itu pun segera melaju ke arah yang berbeda
Bunda Layla membuang napas panjang, ia akan merindukan putri bungsunya itu. "Rumah jadi sepi lagi, padahal baru beberapa waktu yang lalu rasanya rame banget," ucap Layla sendu
Azki mengusap pundak bundanya itu, "Kita doain aja yang terbaik buat mereka ya," kata Azki menenangkan Bundanya
"Yaudah ayo masuk Bun, di luar dingin," kata Azki lalu mereka pun masuk ke rumah
Di sisi lain Naufal yang sedang menyetir hanya fokus pada jalanan yang ramai kendaraan
Dan Aisha sesekali melirik Naufal yang tak berniat untuk melihatnya sekali saja
"Aku takut." gumam Aisha pelan sangat pelan hingga tak terdengar oleh siapapun kecuali yang ghaib
"Kak apa sebaiknya kita nggak diam di rumah Mamah Rifa aja dulu? Pasti mereka juga bakal ngelarang buat langsung pindah," kata Aisha berusaha membujuk Naufal secara tidak langsung
"Nggak akan. Kamu kalau mau di rumah Bunda Rifa yaudah di sana aja, aku mau ke apartemen langsung," putus Naufal
Bukannya Aisha tak mau, ia hanya takut jika ekspektasi nya ketika tinggal berdua itu menjadi realita tepatnya dengan sifat Naufal yang sekarang
Aisha hanya bisa menghembuskan napas lelah, "Nggak, aku ikut Kak Naufal aja,"