
Malam itu Keluarga Aisha tengah berkumpul di ruang keluarga tepatnya sebagian kecil, wajah mereka semua terlihat ceria terlebih ketika mendengar kabar kehamilan Aisha
Di ruangan itu ada Azma si irit ngomong dan Azmi yang suka sekali bercerita. Mereka sedang berkumpul sambil berbincang-bincang jarang-jarang mereka bisa seperti itu kalaupun bisa nggak pernah lengkap kadang Azma yang nggak ada, atau Azmi dan bahkan Aisha
"Sha, kamu udah tau belum?" tanya Azmi pelan
Aisha menoleh kala namanya di sebut oleh Azmi. Keningnya mengkerut menandakan bahwa ia tidak tahu
"Emang tahu apa?" tanyanya
"Tapi jangan kaget ya,"
"Iya, emang apaan sih?"
"Jangan kaget, jangan teriak, jangan bikin orangnya noleh, kalau nggak habis kamu nanti." ucap Azmi
"Ish, iya iya buruan deh jangan bikin Aish penasaran," desak Aisha
"Azma dah punya tunangan tau," kata Azmi dengan pelan
Ia sengaja menghalangi pergerakan mulutnya dari Azma agar tak kena amukan kembarannya itu
Namun sepertinya ia akan tetap kena karena Aisha yang terkejut mengulangi kalimatnya dengan suara keras padahal ia sudah mewanti-wanti untuk tetap diam
"Wait,, Kak Azma udah punya tunangan?!"
Azma yang sedang berbicara dengan Ayahnya, merasa dirinya sedang menjadi topik pembicaraan kedua perempuan itu lantas menoleh
Ia memicingkan matanya pada Azmi, sedangkan yang di tatap seperti itu hanya bisa merutuki dirinya yang memberi tahukan perihal ini pada Aisha akan tetapi ia juga merutuki Aisha yang bisa-bisanya sudah di peringatkan masih juga di langgar
Kan yang kena imbasnya sekarang adalah dirinya bukannya Aisha
"Kok aku nggak tau sih?! Sejak kapan Kak Azma udah tunangan?! Kok nggak bilang bilang sih?!"
Azma menatap tajam Azmi ingin sekali ia melakban mulut Adeknya yang satu itu, mulutnya terlalu ember untuk di biarkan
Saking embernya dia pernah menceritakan soal ini pada Rifa yang notabennya menyukai Azma tentu hal itu membuat Rifa sedih
"Bukan tunangan, masih calon." Azma dengan wajah datarnya itu namun dalam hati masih menggerutu kesal karena Azmi
"Iya tapi kan udah pasti." timpal Azmi
"Tapi nggak papa baguslah, ternyata Abangku masih normal," Aisha terkekeh, Naufal hanya memperhatikan istri yang ada di sebelah nya
Azmi yang mendengar penuturan Aisha hanya bisa melongo namun tak lama berselang ia malah tertawa begitupun dengan Ayah dan bundanya sedangkan Azma malah mendengus kesal
"Emang selama ini menurut kamu Azma nggak normal gitu?" tanya Azmi dengan sisa tawanya
"Ya gitu, soalnya selama aku sama Kak Azma, yang aku tau dia itu orang cuek, dingin, datar kayak yang nggak punya ekspresi gitu,"
"Hmppp- hahahaha! Bener banget aku setuju sama kamu Sha,"
Aisha melihat wajah Azma yang cemberut, kesal karena semua menertawakannya. Aisha hanya menyengir kemudian menatap Naufal yang hanya tersenyum sambil mengusap kepalanya
"Eits jangan marah, ntar ponakan kakak marah loh," kata Aisha
"Biarin. Ntar dia udah lahir terus besar, aku ajarin dia cara irit ngomong, datar dingin sama cuek!"
"Nggak akan bisa. Dia bakal cerewet humoris kayak ibunya yang cantik ini," kata Aisha terkekeh
"Iya kalau cewek yang lahir. Nah kalau cowok gimana dong?"
"Ya sama kayak aku lah, humoris and lemah lembut."
"Idih, lemah lembut dari mana? Kerjaannya suka mukulin orang, nyubitin orang," ledek Azma membuat Aisha merajuk
"Naufal juga pendiam tuh, pasti gennya nanti turun dari bapaknya tuh," lanjutnya
"Ihh, Kak Naufal liat tuh Kak Azma doain anak kita yang nggak baik," adu Aisha pada Naufal
Azma memutar mata malas, lihatlah dulu dua sangat manja pada Azma kini setelah punya suami manjanya beralih pada Naufal dan sekarang dia ingin menistakan Kakaknya?
"Nggak baik doain anak gue yang begitu, sifat anak gue nanti bakal turun dari Ibunya, yang perhatian, lemah lembut, baik, cantik, imut." kata Naufal pada Azma lebih tepatnya seperti pujian untuk Aisha
Pipi Aisha sudah memanas mendengar kalimat-kalimat yang keluar dari mulut Naufal, pipinya memerah
"Pandai juga bikin gombalan Lo?" tanya Azma dengan sinis
"Bukan gombalan tapi emang kenyataan kok, ya kan Sha?"
Naufal menoleh pada Aisha lalu memeluk pinggang Aisha dan menariknya untuk mengikis jarak di antara mereka
Jantung Aisha berdegup kencang meski ini bukan pertama kalinya, rasanya berbeda karena mereka mesra di depan keluarga Aisha itu yang membuat Aisha malu
"Kak ih malu," bisik Aisha pelan
"Kenapa malu hm?" tanya Naufal dengan suara yang senagaja di keraskan membuat Aisha langsung memukul pelan lengan Naufal
Bunda dan Ayahnya saling pandang kemudian tersenyum menatap putrinya itu, "Nggak papa kok Sha, udah biasa itu."
"Bunda sama Ayah kan juga pernah kayak gitu waktu masih muda, mesra-mesraan di depan nenek sama Kakek juga anggota keluarga yang lain,"
"Bunda sama Ayah udah biasa, lah aku sama Azma sebagai jomblo akut nggak bisa liat yang mesra-mesraan di depan mata," celetuk Azmi
"Lah yang jomblo mah cuma kamu doang, Azma dia udah tunangan," ralat Bunda Layla
"Masih calon bunda belum tunangan," ralat Azma berusaha sabar
"Tetap aja bakal tunangan kan?" sahut Layla tak mau kalah
"Serah Bunda lah," kata Azma dengan malas
"Oh iya btw Kak Azma tunangan sama siapa?" tanya Aisha penasaran
Baru saja Azma hendak menjawab namun sudah keduluan oleh Azmi
"Sama Anna." jawab Azmi cepat
Aisha melongo, matanya membulat sempurna apa telinganya tak salah mendengar tadi? Siapa? Anna?
"Sama Kak Anna? Seriusan?" tanya Aisha
"Iya, kamu tau kan Anna? Perawat yang ada di Medical Qurtuby," cerita Azmi dengan semangat
"Taulah orang aku sama Kak Anna itu dekat banget,"
"Tapi aku nggak nyangka bakal sama Kak Anna, dulu aku kira Kak Azma bakal sama Kak Rifa," ujar Aisha
"Aku kasihan sama Kak Fauzan, patah hati dua kali deh," batin Aisha miris
Pasalnya dulu Fauzan pernah jatuh cinta pada dirinya, bukannya Aisha tak tahu ia sangat tahu mana laki-laki yang sedang jatuh cinta padanya hanya saja Aisha berpura-pura tak tahu dan tidak peka dngan sekitar nya
Meski Fauzan menyebutkan hanya untuk menakut-nakuti Naufal agar bisa mencinta dirinya, tapi ada setitik rasa yang Fauzan ungkapkan padanya
Dan kini disaat Fauzan kembali jatuh cinta, malah kembali patah hati
Aisha tahu betul cerita yang terjadi di antara Fauzan dan Anna, Azma dan Rifa namun ia tak menyangka jika akhirnya bakal seperti ini
Ia tahu Fauzan mencintai Anna, tapi mungkin memang bukan takdirnya saja. Apapun jalan yang terbentang ke depannya nanti, itu sudah jadi takdirnya
"Sama Rifa? Rifa yang dokter terbaik di Medical Qurtuby?" Aisha mengangguk membuat Azmi menutup mulutnya
"Emang Rifa sama Azma pernah deket ya?" tanya Azmi
"Deket sih deket tapi yang jatuh cinta cuma sebelah, yang satu lagi cueknya minta ampun," kata Aisha menatap Azma sinis
Lagi lagi Azmi terkejut, itu artinya yang sering Rifa ceritakan padanya adalah Azma? Selama ini ia pikir Rifa menyukai Fauzan
Ya Rifa dan Azmi memang sahabatan sejak kecil, tapi ia tak menyangka jika Rifa menyukai saudara kembarnya
Azmi menatap kembarannya dengan rasa bersalah, Azma yang melihatnya hanya bisa tersenyum miring
Dalam hati Azma ingin sekali meneriaki kembarannya, "Mati Lo! Taukan sekarang kenapa gue suruh Lo diam waktu itu?!"
Tapi ia tak mungkin menyebutkan itu pada Azmi di hadapan orang tuanya
"Emang kenapa kak?" tanya Aisha yang melihat raut kaget di wajah Azmi
"Dia pasti patah hati,"
"Lah emang kenapa?"
"Kakak ceritain soal Azma tunangan sama Anna,"
"Hah? Serius?"
"Iya."
"Pasti Kak Rifa sedih, aku takut bakal terjadi sesuatu di antara Kak Anna sama Kak Rifa, mereka kan partner kerja,"
Bahu Azmi mendadak lemas ketika mendengar satu kalimat lagi keluar dari mulut Aisha. Partner kerja?
Azmi makin bersalah pada keduanya oh tidak, ketiganya termasuk Azma pasti akan terjadi kerenggangan di antara mereka
Oh ayolah Azmi harus apa sekarang?
"Aku nggak tau harus apa." kata Azmi cemas
"Nggak papa, aku kenal Kak Rifa itu orang kayak gimana, dia nggak akan menjauh." kata Aisha yang tau kecemasan Azmi, kakaknya.
"Tapi aku ngerasa bersalah sama mereka."
"Udah tenang aja. Yakin aja." Aisha memegang tangan Azmi sambil tersenyum membuat Azmi ikut tersenyum, sedikit lebih tenang.