
Tiba-tiba Aisha merasakan sakit di perutnya, "Aduh, kak Azma, mas Naufal, perut Aish sakit," rintih Aisha
Azma yang mendengarnya langsung menoleh pada Aisha begitupun dengan Naufal yang langsung membantu Aisha
"Mas perut Aisha sakit, hiks," rintih Aisha lagi
Naufal langsung menggendong Aisha ala bridal style, dan segera membawanya ke mobil
Bunda Layla yang melihatnya langsung menghampiri mereka
"Aisha kenapa Fal?" tanya Bunda Layla khawatir putrinya kenapa-napa
"Nggak tau Bun, kayaknya mau melahirkan," kata Naufal panik
"Cepat bawa ke rumah sakit," kata Bunda Layla ikutan panik
"Iya Bun,"
"Bunda nanti nyusul sama ayah, bunda harus bilang dulu," mata Bunda Layla
"Iya Bun, Naufal pergi dulu," kata Naufal, Bunda Layla mengangguk
Begitu masuk ke mobil, Naufal segera membawa Aisha ke rumah sakit lalu menuju ruangannya
"Mas sakit," rintih Aisha lagi
"Dok, Aisha kenapa?" tanya Naufal panik setengah mati
"Nyonya Aisha sedang mengalami kontraksi di bagian perutnya, kemungkinan untuk melahirkan masih lama karena baru pembukaan dua," jelas dokter Manda, dokter yang menangani Aisha saat ini
Naufal akan berdiam di sini sampai Aisha benar-benar akan melahirkan
Suara deringan ponsel membuat Naufal mengalihkan atensinya
"Assalamualaikum Mah,"
"_"
"Iya, tapi kata dokter belum waktunya lahiran,"
"_"
"Iya Mah, wa'alaikumsalam,"
Naufal mengusap kepala Aisha lalu beralih ke perut Aisha
"Sayang, kamu kalau mau keluar jangan bikin Bunda sakit ya, kasihan Bunda nanti," bisik Naufal di perut Aisha
Asiah menatap Naufal dengan tatapan berbeda, "Semoga kamu tetap begini Mas," batin Aisha
beberapa anggota keluarga datang ke rumah sakit untuk melihat keadaani Aisha
Sedangkan Aisha baru saja di pindahkan ke ruang bersalin beberapa menit yang lalu karena ia akan segera melahirkan
"Semangat sayang, kamu pasti bisa." kata Naufal dengan penuh lembut namun tersirat nada khawatir yang amat sangat
Kemudian Naufal ke luar ruangan ia tak sanggup melihat wajah kesakitan Aisha saat melahirkan anak-anak mereka ia hanya bisa mengucapkan kata semangat dan mengirimkan doa yang terbaik
"Biar Azmi yang temankan Aisha," ucap Azmi kemudian masuk ke ruangan bersalin. Azmi tersenyum memberi semangat pada Aisha
"Baik Bu, silahkan ikuti intruksi saya ya," kata dokter Gea
Ruang bersalin di penuhi dengan suara teriakan Aisha dan juga instruksi dari dokter Gea
Azmi yang melihat Aisha kesakitan merasa kasihan, ia tak sanggup melihat Aisha seperti ini ia bahkan berfikir apakah dirinya juga akan begini saat menjadi ibu
Ruangan itu di penuhi ketegangan, sedangkan di luar ruangan ada kedua orang tua Aisha dan juga kakak kembar Aisha serta Anna
Sedangkan keluarganya yang lain sudah pada pulang, terlebih Azki yang sudah punya buah hati di rumah di tambah Debia anak Aisha
Naufal? Jangan tanyakan laki-laki itu sejak tadi ia tak bisa tenang hanya mondar mandir sembari berdoa supaya anak-anaknya lahir dengan selamat
Mereka semua merasa cemas dan khawatir takut terjadi apa-apa pada Aisha dan juga bayinya
"Ayo dikit lagi Bu, satu dua tiga dorong!" instruksi dokternya
"AAAAAAAA!!" teriak Aisha
"Alhamdulillah," ucap dokternya
Tubuh Aisha seketika lemas saat itu juga, tidak terbayangkan olehnya melahirkan dua bayi sekaligus
Jadi ini yang di rasakan bundanya saat melahirkan dirinya dan juga saudara-saudaranya
Aisha belum sempat menatap anak-anaknya tapi ia sudah lebih dulu terpejam membuat Azmi panik, dokter Gea memeriksanya
"Kondisinya lemah, Aisha hanya pingsan," ucap Dokter Gea membuat Azmi bernapas lega
Azmi menatap lamat-lamat wajah Aisha, ada banyak kesedihan di wajah itu ia sungguh tidak becus menjadi seorang kakak
"Maafin kakak ya, Sha." ucap Azmi
"Astaghfirullah, jantung bayinya berhenti," ucap perawat membuat Azmi panik
Dokter Gea pun dengan segera mengambil alih, ia segera memeriksa bayi itu ia berusaha menekan dada bayi guna memancing jantungnya kembali berdetak
"Syukur Alhamdulillah, detak jantungnya bisa kembali, anak ini detak jantungnya lemah," kata dokter Gea
Azmi menghembuskan napas lega, kejadian ini membuatnya tegang
"Aisha baik-baik aja, dia pingsan habis melahirkan," ucap Azmi
"Aku mau lihat." Naufal sudah bergerak namun Azmi lebih dulu menahannya
"Jangan temui Aisha dulu, biarkan dia istirahat nanti setelah di pindah ke ruang rawat baru jenguk dia, kasihan." ucap Azmi datar
Naufal hanya bisa menghela napas panjang, ia hanya bisa pasrah hingga Aisha di pindahkan ke ruang rawat
"Lebih baik kita sholat dhuhur dulu, sebentar lagi waktunya habis." ucap Azma kali ini memberi instruksi
Mereka semua mengangguk, tersisa Azmi yang kemudian kembali ke dalam ruangan ia sedikit berbincang dengan dokter Gea dan mengucapkan terimakasih
Setelah itu Azmi menyusul keluarganya untuk ikut melaksanakan sholat dhuhur
Sekembalinya dari musholla di rumah sakit, Naufal bergegas menemui istrinya yang sudah pindah ke ruang rawat
"Makasih sayang, sudah berjuang untuk melahirkan anak-anak kita," ucap Naufal
Ia mengecup lama kening Aisha lalu tersenyum, "Tanpa kamu, aku nggak akan mungkin menjadi seorang ayah,"
Aisha masih belum sadarkan diri, dia masih pingsan pasca melahirkan si kembar
"Kondisi nyonya Aisha akan segera membaik," ucap dokter Gea
"Oh ya salah satu anak kalian denyut jantungnya sangat lemah, jadi harap di perhatikan," ucap dokter Gea kemudian keluar dari sana
Azmi yang sejak tadi belum melihat wajah keponakannya turut mendekat dengan antusias
"Hai ponakan Aunty yang ganteng-ganteng ini! Lihatlah aunty mu cantikkan?"
Layla terkekeh mendengar ucapan Azmi, putrinya sedangkan Azma memutar mata jengah
"Narsis!" cibir Azma
"Eh, biarin loh. Kan emang benar aku yang paling cantik!" Azmi mencibir Azma kakaknya sendiri
"Perasaan punya ponakan kembar mulu deh," ucap Azma membuat seluruh perhatian mereka tertuju pada Azma mungkin hanya Azmi dan Naufal yang tetap fokus pada bayi dan Aisha
"Yaudah berarti keponakan yang nggak kembar dari Lo bang," celetuk Azmi ia memang mendengar ucapan Azma dan itu membuatnya mendengus malas
"Nah boleh itu," ucap Azma kemudian menoleh pada Anna yang sepertinya paham dengan apa yang di maksud Azma
"Mass," tegur Anna, pipinya bersemu merah
"Selamat malam pengantin kalian berdua." ucap Azmi membuat Layla tergelak dengan tingkah putrinya
"Ma, jangan lupa kasih ponakan itu yang banyak," kali ini Azka bersuara
"Bang, mending Abang yang kasih aku ponakan yang banyak," ucap Azma
"Eh Bang Azka kan sibuk kerja mulu, kapan mau bikin keponakan buat kita," Azmi menyeletuk
Radit dan Layla hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah anak-anak mereka yang sudah dewasa
Mata Aisha mengerjap pelan, Naufal yang sadar langsung menghampiri istrinya yang sedang menyesuaikan cahayanya
"Alhamdulillah kamu udah sadar Sha," ucap Naufal, Aisha menoleh pada Naufal kemudian ia menatap keluarganya yang berada disini
"Ayah, Bunda," panggil Aisha sambil terisak
Hal itu membuat keduanya saling pandang kemudian mendekat, "Kamu kenapa sayang?" tanya Layla
"Maafin Aish," lirihnya dengan air mata yang mulai berjatuhan di sudut mata
"Kenapa kamu minta maaf? Kamu nggak salah nak," Radit menenangkan Aisha
"Maafin Aish, yang suka bikin kalain jengkel, sekarang Aish tau gimana perjuangan Bunda buat melahirkan Aish,"
Isakan Aisha semakin kencang membuat hati Layla terasa sakit, "Iya nggak papa nak, Bunda udah maafin Aish sekarang jangan nangis ya,"
"Kamu nggak mau lihat anak-anak kamu?" tanya Layla membuat Aisha mengangguk
"Mau," ucap Aisha
Layla membawa dua anak-anak Aisha agar berada di dekat ibunya
Aisha tersenyum melihat anak-anaknya, "Mereka ganteng banget," ucap Aisha
"Assalamualaikum anak Buna," ucap Aisha membuat dahi Naufal mengkerut
"Kok Buna?" tanya Naufal
Aisha tersentak, ia baru sadar jika Naufal berada di sampingnya sejak tadi lantas ia menengok pada Naufal
"Aku pengennya di sebut Buna," ucap Aisha dengan tersenyum
"Kalau Buna pasangannya apa dong?" tanya Naufal membuat Aisha terdiam
"Nggak tahu." jawabnya asal
"Kok gitu sih, yaudah Ayah aja deh," kata Naufal sambil terkekeh
"Iya mas, kamu bebas mau nyebut diri kamu apa, mau ayah, papah, papih, kakek pun boleh," kata Aisha terkekeh
Naufal tertawa ia mengacak-acak rambut Aisha dengan gemas, "Tetaplah menjadi seperti ini okay?" kata Naufal
Aisha hanya tersenyum menjawab pertanyaan Naufal kemudian ia kembali menatap kedua bayinya