
***
"Nyebelin tapi ngangenin kan?" kata Naufal mengangkat kedua alisnya menatap Aisha yang memutar mata malas
"Nggak."
Dengan muka julid Aisha melanjutkan makan satenya, tapi tak sengaja ia melihat seseorang di meja belakang dan itu seperti...
"Zilia." tebak Aisha penasaran karena perempuan itu membelakanginnya
Naufal yang berada di sebelahnya mengikuti arah pandang Aisha pada dua orang yang berada di sana
"Kak itu Zilia kan?" tanya Aisha pada Naufal "Iya deh itu Zilia!" pekik Aisha senang
Naufal langsung menyenggol lengan Aisha membuat si empu meringis pelan, "Sakit ihh!" sebalnya
"Nggak usah teriak teriak Say," kata Naufal dan Aisha menyengir
Akibat pekikan Aisha yang dapat di dengar jelas oleh sekitarnya perempuan tersebut menoleh ke asal suara
"Zilia." sapa Aisha tersenyum manis saat kedua matanya bertatap dengan bola mata berwarna biru tersebut
"Aisha!" Zilia berlari ke arah Aisha dan langsung memeluk leher gadis itu
"Aku kangen banget sama kamu! Kemana aja sih?!" tanya Zilia yang kini sudah duduk di tengah tengah keduanya
Membuat Naufal mendengus kesal pupus sudah harapannya ingin berduaan dengan Aisha, kenapa pula gadis itu harus melihatnya? Jadilah seperti ini sekarang
Aisha terkekeh mendengar pertanyaan Zilia "Harusnya yang nanya kan aku, kamu kemana aja? Nggak ada nelpon ataupun ngasih kabar. Kemana coba?" tanya Aisha
Zilia hanya menyengir kuda lalu mencomot satu sate milik Aisha, kebiasaannya tidak akan pernah hilang
"Aku sibuk." jawabnya singkat
"Sibuk apa sok sibuk?" tanya Aisha menggoda
"Dua duanya."
"Tapi aku heran deh, kok kamu ada di sini bukannya lagi di London ya?" tanya Aisha
"Lagu pengen aja jalan jalan ke luar negeri." kata Zilia santai mungkin karena dia memang lahir di London dan orang tuanya tepatnya paman dan bibinya Aisha juga orang London
"Terus ke sini sama siapa?" tanya Aisha
"Oh itu, sama Kak Rafi." jawab Zilia dan seperkian detik kemudian Naufal menoleh pada gadis di sebelahnya
"Rafi?" ulang Naufal dan Zilia mengangguk
"Bentar aku panggilin." kata Zilia lalu bangkit dan mengajak cowok yang bersamanya itu untuk ikut bergabung dengan mereka
"Nah ini kak Rafi." kata Zilia
"Waw brother udah lama kita nggak ketemu," ujar Rafi saat melihat Naufal di sana
Keduanya pun berjabat tangan "Iya, apa kabar Lo Fi?" tanya Naufal lalu duduk di depan Naufal
"Baiklah, seperti yang Lo liat sekarang," jawab Rafi
"Jadi kalian berdua saling kenal?" tanya Zilia heran
"Oiya dong temen gue saat masih kuliah di London," sahut Naufal cepat
"Ohh ternyata kalian temenan." gumam Zilia
"Kok kalian berdua bisa bareng?" tanya Aisha penasaran, jika sudah begini apalah daya jiwa kepo Aisha sudah bangkit
"Oh, ah itu nggak sengaja ketemu." jawab Zilia
"Ngga sengaja ketemu? Yakin nih?" tanya Aisha menatap Zilia
"Yakinlah masa nggak!" kata Zilia
"Tapi kalian kok bisa pakai baju couple sih? Pasti udah janjian kan?" tanya Aisha lagi menginterogasi
Zilia tampak gelagapan beda halnya dengan Rafi yang terlihat santai saja, "Hayolohh keciduk kamu," kata Aisha memicingkan matanya
"Apaan? Apa yang keciduk?" tanya Zilia
"Ya kamulah keciduk berduaan sama Kak Rafi," kata Aisha
"Ish apaan coba, Rafi ini boyfriend gue!" kesal Zilia
"Udahlah Zil, mending lo ngaku aja ngapain coba pakai di tutup tutupin lagian tadi udah ketauan juga dengan cara lo manggil gue," kali ini Rafi yang bersuara
"Iya deh gue ngaku, Kak Rafi ini calon suami aku." ucap Zilia akhirnya membuat Aisha menganga
"What?! Calon suami? Yang bener kamu?!" desak Aisha tak percaya
"Heem, gara gara Tante Layla main jodoh-jodohan, Mamah jadi ikut-ikutan, dan mirisnya gue malah di jodohin sama Kak Rafi," kesal Zilia bukannya menenangkan sepupunya Aisha malah terbahak sendiri
"Ihh siapa juga yang keluyuran kalaupun iya pasti ada alasannya," kata Zilia sebal
"Tapi baguslah gue punya calon suami, biar si Farah jadi bahan ledekan gue!" kata Zilia menggebu gebu
"Kok gitu?" tanya Aisha
"Kan dia masih jomblo sampai sekarang Aisha sayang," kata Zilia
"Lo berdua nggak jangan kacangin kita?" tanya Naufal sembari mendengus kesal karena Aisha-nya terus saja mengobrol dengan Zilia dan mengacuhkannya
"Dan Lo Zilia ngapain duduk di tengah tengah gue sama Aisha, sama calon suami Lo kan bisa?" kata Naufal lagi jelas sekali terlihat kecemburuan di mata cowok itu
"Ihh apa apaan sih Lo lagian gue pengen ngobrol sama Aisha, salah?!" kesal Zilia
"Iya!"
"Apa masalahnya?"
"Karena Aisha istri gue dan gue mau berduaan sama Aisha," ceplos Naufal
Zilia menatap Naufal sebal dengan terus menggerutu ia berpindah tempat duduk menjadi di sebelah Rafi
"Aaa cuami aku cemburu ya?" tanya Aisha gemas
"Idih siapa yang cemburu? Gue cuma minta Lo nyuapin gue karena tadi di ganggu sama dia!" jelas Naufal kesal membuat Aisha yang tadinya tersenyum senang mendadak cemberut
"Nyebelin!" kesal Aisha lalu ia megambil setusuk sate di depannya lalu memakannya tanpa menawarkan pada Naufal
"Oh iya Zil, Lo cocok kok sama Rafi. Sama sama tukang ngabisin makanan orang." kata Naufal pedas
"Heh mulut Lo di jaga dikit! Masa gue di bilang ngabisin makanan orang?!" kesal Zilia yang tak terima di katain
Naufal mengedikkan bahunya acuh ia malas berdebat dengan orang cerewet seperti Zilia
"Suapin." kata Naufal pada Aisha dan tentu saja istrinya itu menurut jika tidak bisa habis ia di tangan Naufal nanti
Zilia meneguk ludahnya saat melihat kemesraan keduanya, ah jiwa jombolnya meronta ronta
"Heh! Kalian berdua bisa nggak jangan mesra mesraan di depan kita? Ganggu tau." kata Zilia beralibi
"Gue nggak tuh." celetuk Rafi membuat Zilia melotot tajam padanya
"Harusnya Lo yang pergi, ini tempat duduk gue sama Aisha sebelumnya," kata Naufal dengan ketus
"Ihh Lo tuh ngeselin banget sih!" kata Zilia
"Sha, Lo betah sama suami yang ngeselin kayak dia?" tanya Zilia
"Betah dong, suami aku baik, tampan, udah gitu tajir juga," Aisha terkekeh saat menyebutkan kalimat terakhirnya
"Gila Lo." sarkas Zilia "Udah ah, ayo Kak kita pergi aja mata gue ternodai di sini,"
"Baguslah Lo pergi biar gue bisa berduaan sama bini gue!" ketus Naufal membuat Zilia semakin kesal jika ia masih berlama lama di sini bisa bisa ia nanti mati karena darah tinggi pada Naufal
Zilia bangkit lalu mengajak Rafi untuk berdiri "Fal, nanti ajaa ya gue main ke rumah Lo oke," kata Rafi lalu pergi tanpa mendengar jawaban dari Naufal
"Ihh kak Naufal ngapain kok gitu sih, kan aku masih mau ketemu Zilia," kata Aisha memanyunkan bibirnya
"Nanti aja." kata Naufal cuek "Suapin." titah Naufal
"Nggak mau." tolak Aisha "Salah siapa ngusir Zilia, yaudah aku juga nggak mau nyuapin kakak." kata Aisha memalingkan wajahnya
Sabar Naufal, sabar. Masih di luar jangan menerkam gadis itu sekarang nggak baik di lihatin orang
"Yaudah." kata Naufal acuh lalu ia meraih tusukan-tusukan sate itu dan memakannnya
"Ihh kok di makan semua?!" kesal Aisha yang baru menyadari satenya tinggal dua tusuk lagi
"Salah siapa nggak mau nyuapin, yaudah aku habisin aja." kata Naufal santai dengan watadosnya
Aisha mencak mencak di tempatnya lalu pergi keluar meninggalkan Naufal sendiri, cowok itu bangkit dan segera membayar makanannya lalu mengejar Aisha yang berada di dalam mobil
"Kenapa lagi?" tanya Naufal
"Nggak tau."
"Mau aku beliin lagi yang baru?" tanya Naufal membujuk Aisha
"Nggak mau."
"Yaudah kita pulang aja." kata Naufal santai lalu menghidupkan mesin mobilnya dan segera menjalankannya pergi dari sana
"Jadi cowok nggak peka banget." gerutu Aisha pelan namun masih terdengar jelas oleh Naufal
Hanya saja cowok itu tak menanggapi lebih apa yang di katakan Aisha mungkin saja dia sedang datang bulan makanya moodnya berubah ubah