Dear Imamku

Dear Imamku
Sikap Dingin



..."Maaf jika ini membuatmu marah. Tapi tolong jangan seperti ini."...


***


"Hai Elang," sapa Aisha ketika masuk ke ruangan anak kecil tersebut


"Hai Kak Acha," sahut Elang membuat Aisha tersenyum matanya menyipit dan lesung pipinya terlihat jelas


"Kok panggilannya berubah jadi Kak Acha?" tanya Aisha sekilas


"Nggak papa Elang suka aja, Kak Acha suka kan?" tanya Elang dan Aisha mengangguk


"Oiya Kakak bawa makan siang buat Elang, kamu mau makan?" tanya Aisha membuat Elang mengangguk dengan mata berbinar


"Yaudah kita makan ya, biar kakak yang suapin," kata Aisha ia mulai membuka tupperware yang berisikan nasi dan lauk pauk yang sempat ia masak tadi sebelum berangkat kerja lalu mulai menyuapi anak itu


"Gimana enak nggak?" tanya Aisha sembari menatap Elang yang tengah mengunyah makanannya


"Enak banget! Elang suka makanan Kakak persis kayak yang dibuat Bundanya Elang," puji Elang membuat Aisha merasa senang karena anak tersebut ikut senang


"Oiya sekarang elang tinggal sama siapa?" tanya Aisha pada Elang


"Elang tinggal sama Papa angkat, soalnya nenek sama Kakek elang nggak mau ngerawat elang," ujar Elang "Dan Ayah kandung elang udah nggak ada," lanjutnya dengan sendu


"Yah maaf ya, kakak bikin kamu sedih lagi," kata Aisha menyesal telah menanyakan hal itu pada Elang


"Nggak papa kak tapi Elang bahagia kok tinggal sama Papa, dia baik banget sama aku selalu sayang sama aku, tadi pagi papa ke sini buat jenguk aku," cerita Elang dengan antusias


"Yah padahal kakak pengen banget ketemu sama papa kamu, mau bilang kalau kamu anak yang kuat," kata Aisha


"Nanti Elang kenalin deh sama Papa pasti papa senang ketemu sama Kak Acha," kata Elang dengan semangat


"Haha iya deh,"


"Oiya Kak Acha tadi pagi Elang di kasih mainan sama dokter di sini," kata Elang tiba-tiba membuat Aisha mengerinyitkan dahinya


"Sama siapa?" tanya Aisha penasaran


"Elang lupa tapi dia laki-laki, katanya suami Kak Acha," kata Elang membuat Aisha terkejut bahkan sampai membulatkan matanya


"Suami Kak Acha?" tanya Aisha sekali lagi dan Elang mengangguk


"Kak Naufal? Masa iya?" gumam Aisha pelan


"Emang suami itu apa kak?" tanya Elang kepo


Aisha terkekeh geli. "Belum waktunya kamu tau ya, nanti aja." kata Aisha membuat Elang memberengut kesal hal itu malah membuat ia terlihat gemas dan lucu di satu waktu


"Yaudah kakak harus pergi sekarang, kamu istirahat ya jangan lupa buat baca doa sebelum tidur, okey?" kata Aisha


"Siap Kak Acha," sahut Elang dengan menyengir memperlihatkan gigi gingsulnya yang lucu


Aisha pun keluar dari sana tanpa mengatakan apapun lagi, ia berjalan menuju ruangannya tapi tiba-tiba suara seseorang mengagetkannya


"Hayo! Lagi ngelamunin apa?" tanya seseorang membuat Aisha yang sedang melamun terlonjak kaget


"Astaghfirullah!" kaget Aisha sembari mengusap dada ia melihat ke pelaku yang mengagetkannya


"Ihh Kak Anna!" geram Aisha membuat Anna terkikik geli


"Ada apa sayangku," kata Anna dengan raut wajah menyebalkan


"Nggak ada." kesal Aisha


"Yah ngambek dia," kata Anna terkekeh pelan


"Lagian kak Anna sih," gerutunya sebal


"Maaf deh." kata Anna membuat Aisha tersenyum "Aku maafin."


"Kak Anna kapan pulang?" tanya Aisha


"Kemarin, malah udah masuk kerja juga," jawab Anna, Aisha menatapnya


"Kok nggak liat ihh?!" tanya Aisah mengerucutkan bibirnya kesal


"Sengaja, soalnya biar kamu makin rindu sama aku," jawab Anna enteng


"Ihh Kak Anna jahat!" kesal Aisha namun Anna segera memeluknya


"Nggak kok bercanda, aku emang pulang kemarin tapi baru kerja hari ini," kata Anna membuat Aisha kembali tersenyum


"Ngapain tadi ngelamun hayoo?! Mikirin apa?!" goda Anna


"Nggak mirkirin apa-apa," jawab Aisha


"Mau bareng ke ruangan nggak?" tanya Anna dan Aisha mengangguk


Saat Aisha dan Anna sedang berjalan menuju ruangan mereka, tiba-tiba Aisha melihat Naufal bersama Azma dengan pakaian operasi sepertinya mereka ada jadwal operasi mendadak dan darurat


Aisha tak menyapa karena mereka terlihat terburu-buru dan ia tak ingin mengganggu mereka


***


Aisha sedang sibuk mempersiapkan berkas pasien yang akan di operasi, ia terlihat sangat sibuk karena hari ini ada jadwal operasi


Ia, Rifa dan yang lainnya masuk ke ruangan operasi dan bersia melakukan yang terbaik untuk pasien


Sekitar beberapa jam kemudian akhirnya mereka semua keluar, operasi kali ini berjalan lancar membuat mereka bersyukur lega


Dari kejauhan terlihat Fauzan menghampiri Aisha, membuat Aisha mengerutkan dahinya seketika teringat dengan ucapan Naufal tentang Fauzan yang punya perasaan padanya tapi Aisha tak menganggap serius ucapan itu mungkin karena cemburu Naufal jadi bilang bahwa Fauzan punya perasaan padanya dan soal kejadian di mobil mungkin Fauzan hanya bercanda


"Hai kak," sapa Aisha dengan tersenyum


"Baru selesai ya?" tanya Fauzan


"Iya kak," jawab Aisha dengan tersenyum tipis


"Aish, kita duluan ya," kata Anna dan Rifa membuat Aisha mengangguk


Setelah mereka pergi Aisha kembali menatap Fauzan, "Mau ke kantin?" tanya Fauzan


"Nggak kak, Aku mau ke ruangannya kak Azma dulu," kata Aisha dan Fauzan hanya manggut-manggut saja


"Yaudah bareng aja sekalian mau ketemu Azma, ada yang mau di omongin," kata Fauzan


"Ohh, yaudah ayo." kata Aisha lalu mereka berdua pergi ke ruangannya Azma kebetulan kakaknya itu belum pulang, ia rindu dan ingin ketemu Azma meski bekerja di satu atap yang sama ia tidak bisa bertemu karena jadwal kakaknya yang begitu pada dan perbedaan sift kerja


Mereka berdua jadi pusat perhatian bagi orang-orang yang belum tau apa


-apa mereka akan mengira bahwa Fauzan dan Aisha adalah sepasang kekasih tapi bagi yang sudah tau akan menganggap biasa saja karena pertama Aisha adalah istrinya Naufal dan Kedua adalah Aisha adiknya Azma dan yang ketiga adalah Aisha dan Fauzan adalah partner kerja


Begitu tiba di depan ruangan Azma, Aisha segera mengetuk pintunya dan masuk sembari mengucapkan salam, "Assalamualaikum,"


"Waalaikumsalam," jawab Azma


Begitu Aisha masuk ia di sambut oleh wajah dingin Naufal, dan Aisha tau pasti karena melihat ia datang bersama Fauzan


Dan kenapa ia bisa lupa kalau Naufal ada bersama Azma, mendadak hatinya menjadi gelisah


"Gue pergi dulu." pamit Naufal datar dengan raut wajah dingin


"Lah Fal udah mau pergi aja, baru juga datang," kata Fauzan namun Naufal tak menyahutinya ia keluar dari sana tanpa melihat Aisha dan mengatakan apapun membuat Fauzan mengukir senyum tipis penuh arti


"Oiya Sha kamu mau ngapain ke sini?" tanya Azma begitu ingat bahwa ada Aisha di sini


"Eum, Kak Fauzan dulu deh," kata Aisha dengan terkekeh


Azma paham ia pun melihat Fauzan, "Mau ngapain Zan?" tanya Azma


"Gue mau ambil flashdisk punya gue," kata Fauzan


"Ohh iya bentar gue ambil dulu," kata Azma lalu mencari ya di laci mejanya dan ketemu


"Nih, makasih ya." kata Azma


"Hm, sama-sama kalau gitu gue keluar dulu," kata Fauzan di angguki oleh Azma dan Aisha


Setelah Fauzan benar-benar keluar ia menatap Aisha dengan tatapan gemas, "Mau ngapain?" tanya Azma


"Kangen," kata Aisha membuat Azma terkikik geli


"Tiap hari ketemu juga," cibir Azma membuat Aisha memberengut sebal


"Iya emang ketemu tiap hari, tapi sekalinya ketemu cuma sebentar itu juga pas kak Azma mau pulang jadinya nggak bisa," kata Aisha


"Ya habis mau gimana lagi, emang jadwalnya yang padat," kata Azma sibuk dengan laptop di depannya


"Tuh kan, kalau nggak karena pulang pasti selalu di cuekkin," kesal Aisha


"Punya adek baru dia, saking sayangnya sampe akupun di lupakan," kata Aisha lagi membuat Azma tertawa karenanya


Di matanya Aisha sungguh menggemaskan ia sangat menyayangi Aisha dan saking sayangnya ia tak bisa menolak keinginan gadis itu dan tak rela jika Aisha sampai di sakiti


Azma terlihat biasa saja saat bersama Naufal mungkin karena belum tahu sifat asli Naufal pada Aisha di apartemennya seperti apa itu dan juga karena ia selalu melihat Aisha ceria setiap harinya itulah sebabnya ia berpikir Aisha bahagia-bahagia saja


***


Naufal menatap kesal Fauzan yang baru saja keluar dari ruangan Azma, ia benar-benar kesal pada Fauzan


Naufal pun menghampiri Fauzan dengan tangan mengepal erat dan juga melayangkan tatapan tajam padanya


Fauzan menyunggingkan senyuman sinis, "Kenapa liatin gue kayak gitu?" tanya Fauzan


"Lo jangan pura-pura nggak paham!" kesal Naufal dan Fauzan hanya terkekeh


"Ingat apa yang pernah gue bilang, pertahanin selagi ada." kata Fauzan "Lo tau kalau gue punya rasa sama Aisha tapi Lo tetap diam." lanjutnya membuat Naufal kesal


"Lo-" Naufal hendak melayangkan bogeman mentah pada Fauzan namun terhenti karena Fauzan menghentikannya


"Eits! Jangan ngajak berantem sekarang, ini rumah sakit!" peringat Fauzan dan Naufal segera menurunkan tangannya yang menggantung di udara


Ia terkekeh melihat raut kesal wajah Naufal, "Camkan perkataan gue, kalau Lo nggak punya rasa sama Aisha dengan mudah gue bisa rebut Aisha dari Lo!" kata Fauzan


"Kak Naufal sama Kak Fauzan masih di sini?" tanya Aisha yang baru saja keluar dari ruangan Azma dan melihat keduanya masih berada di dekat sini


"Iya Sha, kita ngobrol dulu sebentar," jawab Fauzan di sertai senyuman kecil sedangkan Naufal mendengus kesal


"Ohh gitu, berarti aku ganggu dong," kata Aisha


"Nggak-" Fauzan hendak menjawab tapi sudah di dahului oleh Naufal


"Ganggu." sergah Naufal cepat


"Kak Naufal-" belum sempat Aisha mengucapkan kalimatnya, Naufal dengan cepat membuat Aisha langsung terdiam


"Gue pergi." kata Naufal dingin membuat Aisha meringis kecil melihat sifat dingin Naufal sejak pagi bukan lebih tepatnya sebelum menikah pun sudah begitu


"Maaf." gumam Aisha pelan