
..."Kita mulai lembaran yang baru, dengan suasana baru."...
***
"Kak Naufal mau mandi dulu nggak?" tanya Aisha "Kalau iya biar aku siapin air angetnya,"
"Nggak, aku ganti baju aja," kata Naufal
"Ihh nggak mandi, bau!" kata Aisha lalu pergi
"Biarin yang penting ganteng." uajr Naufal dengan percaya diri
"Idih, ganteng dari mana?" tanya Aisha
"Ganteng dong, buktinya kamu aja kepincut ya kan?" tanya Naufal sembari menaik turunkan alisnya
Aisha geleng geleng kepala, "Udah ah aku mau tidur capek." kata Aisha
"Eh iya air nya belum di ambil." monolog Aisha lalu ia melangkah turun ke bawah untuk mengambil segelas air
Akhir akhir ini Aisha terbiasa bangun saat tengah malam karena harus jadilah ia selalu menyiapkan segelas air di atas nakas sebelum tidur
Naufal ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya, tak lama ia keluar dari sana dan berjalan menuju ranjangnya kemudian sibuk berkutat dengan laptopnya sebentar
Aisha baru saja kembali dari dapur ia meletakkan gelas itu, lalu ikut duduk di atas kasur sebelah Naufal ia melihat cowok itu sibuk sendiri sampai-sampai kedatangannya saja tak tau
"Kak Naufal sibuk ngapain sih?" tanya Aisha menggerutu sebal
"Lagi ngerjain kerjaan dikit," jawab Naufal "Udah beres kok." Naufal meletakkan laptop itu di atas nakas sebelahnya
Ia menatap Aisha intens hal itu membuat Aisha malu, Naufal mengangkat dagu Aisha agar kedua manik mata itu menatapnya
Tangannya terulur untuk membuka hijab Aisha yang menutupi mahkotanya selama ini
"Boleh aku liat mahkota kamu?" tanya Naufal meminta izin sebelum melepas hijabnya Aisha
Dengan malu-malu Aisha mengangguk, kini hijab itu terlepas membuat rambut indah Aisha yang tidak di ikat tergerai indah
Naufal menatap Aisha dengan tatapan kagum, "Kamu cantik." puji Naufal hal itu membuat pipi Aisha merona
"Kak Naufal," panggil Aisha pelan
"Kenapa hm?" sahut Naufal
"Boleh tidur sekarang nggak? Aisha ngantuk." cicit Aisha dengan pura-pura menguap padahal itu cuma alibinya agar bisa terlepas dari Naufal
Ia tak sanggup berhadapan dengan Naufal yang sekarang, bisa bisa jantungnya copot di tempat
Naufal mengulum senyum ia tahu Aisha hanya mencari alasan terlihat dari matanya yang bergerak gelisah
Aisha menatap sebal Naufal yang malah tertawa pelan, "Alasan doang!" cibir Naufal membuat Aisha mencubit perut Naufal
"Sakit sayang." ringis Naufal
"Biarin!" ketus Aisha
Naufal kembali tersenyum ia mendekat dirinya pada Aisha membuat jantung Aisha kembali berdebar kencang
Lalu Naufal mengecup puncak kepala Aisha dengan sayang, "Tidur." titah Naufal
Aisha masih mematung di tempatnya tanpa bergeming sedikitpun, Naufal terkekeh melihat reaksi yang ditunjukkan Aisha
Padahal ini sudah yang kedua kalinya ia melakukan hal serupa hanya saja sebelumnya Naufal melakukannya saat Aisha tidur jadi ia tidak tahu
"Kenapa masih belum tidur juga?" tanya Naufal yang sudah memposisikan dirinya untuk tidur
"Malu!" jerit Aisha dalam hati "Nggak papa," jawab Aisha berusaha sesantai mungkin
Tapi itu semua tak berlaku di depan Naufal karena ia tahu bawa Aisha terkejut karena perlakuannya tadi
"Tidur." titah Naufal sekali lagi membuat Aisha menatapnya sebal
"Ih iya iya, bawel banget." kata Aisha, Naufal memutar matanya malas lalu memiringkan posisinya membelakangi Aisha
Aisha ikut berbaring di sebelah Naufal lalu mulai memejamkan matanya, tapi Aisha tak bisa tidur karena teringat dengan yang tadi
Saat Aisha membuka matanya ia melihat Naufal sudah menghadap ke arahnya, jika di lihat-lihat Naufal itu lucu ya saat tidur gemas dan tenang di satu waktu, Aisha menarik sudut bibirnya tipis
"Aku tau aku ganteng, nggak usah di liatin." kata Naufal
Tiba-tiba Naufal membuka matanya membuat Aisha terkejut dan langsung menutup matanya takut ketahuan jika ia memperhatikan wajah tampan Naufal
"Ck. Belum tidur rupanya." decak Naufal
"Udah kok." sahut Aisha "Ups keceplosan tapi udah tidur kok." gerutu Aisha membuat Naufal terkekeh
Ia memeluk Aisha agar mendekat ke arahnya membuat Aisha terkejut sontak membuka matanya
"Benerkan?" tanya Naufal
"Apanya yang bener?" tanya Aisha mengerutkan dahinya
"Kamu belum tidur." kata Naufal
"Iya iya ni baru mau tidur," kata Aisha gugup ia mulai memejamkan matanya
Naufal tersenyum melihatnya dan mengeratkan pelukannya
***
Aisha mengerjakan matanya samar samar cahaya yang ditangkapnya, ia terkejut melihat wajah Naufal yang begitu dekat dengannya
Saat Aisha hendak bangkit ia baru sadar kalau tangan kekar Naufal memeluknya
Sejenak Aisha tersenyum melihat perubahan sikap Naufal, dengan hati hati ia menyingkirkan tangan itu
Tapi saat akan di pindahkan Naufal malah mempererat pelukannya pada Aisha dan mempertipis jarak keduanya
"Kak Naufal," bisik Aisha
Naufal membuka matanya yang langsung menatap kedua bola mata indah Aisha, ia tersenyum tipis
"Biarin kayak gini dulu bentar." ucap Naufal dengan suara serak
"Tapi aku bisa telat ke rumah sakit nanti," kata Aisha "Aku harus beresin rumah dulu."
"Aku bantuin." kata Naufal
"Ayolah kak, aku harus masak, mandi, siapin baju kamu." kata Aisha mencari alasan padahal ia hanya tak ingin berlama-lama dalam posisi seperti itu, karena nggak baik buat jantung Aisha
"Lima menit lagi." kata Naufal lalu kembali tidur namun kali ini kepalanya mencari kenyamanan di leher Aisha membuat perempuan itu merasa geli
"Kak Naufal geli ihh," kata Aisha mendorong pelan bahu Naufal agar menjauh dari lehernya
"Lepasin kak aku mau masak dulu," pinta Aisha lagi
"10 menit lagi ya," kata Naufal dengan mata yang masih terpejam
"Tadi 5 menit sekarang 10 menit." gerutu Aisha
Terlintas ide jahil di pikiran Aisha ia mencubit perut Naufal membuat kedua tangan Naufal ikut terlepas dan memegangi perutnya yang sakit akibat cubitan Aisha
"Sakit," ringis Naufal
"Makanya di bilang lepasin tuh di lepas," sebal Aisha
"Kayaknya istriku lagi cosplay jadi macan pagi ini, garang amat dah," gumam Naufal pelan namun masih terdengar oleh Aisha yang berada di sebelahnya
"Ngomong apa barusan?!" tanya Aisha galak
"Nggak. Nggak ngomong apa-apa," jawab Naufal lalu berjakan ke kamar mandi lalu bersiap-siap untuk berangkat kerja
Sedangkan Aisha harus masak sambil membereskan satu apartemen besar ini sebelum pergi kerja, ya mereka hari ini ada sift pagi bersamaan
***
"Nasi gorengnya wangi banget," puji Naufal yang sudah siap di meja makan
"Oh iya dong, kan aku yang masak," kata Aisha menyombongkan dirinya
Naufal memutar mata malas, "Sombong!" cibir Naufal
"Nggak papa dong, kan sama suami sendiri." kekeh Aisha
Perempuan itu segera bersiap siap sebelum berangkat setelah itu ia ikut sarapan bersama Naufal, sarapan pertama yang harmonis dan menyenangkan bagi Aisha
"Udah siap belum?" tanya Naufal begitu selesai sarapan ia segera pergi ke mobil dan menunggu Aisha yang sedang membereskan meja makan
"Udah, ayo berangkat." kata Aisha diangguki oleh Naufal, keduanya pun segera berangkat ke rumah sakit
Sesampainya di rumah sakit keduanya langsung berpisah untuk melakukan kerjaan masing-masing
"Aku duluan ke ruangan ya kak," kata Aisha dengan tersenyum
"Iya, kerja yang bener jangan ngelamun." kata Naufal
"Siap!" kata Aisha tersenyum manis sekali
"Ingat fokus jangan banyak ngelamun!" peringat Naufal sekali lagi
"Ih iya-iya bawel," kata Aisha, Naufal tersenyum lalu tangannya terulur untuk mengusap puncak kepala Aisha yang tertutup hijabnya
"Yaudah sana gih," kata Naufal lalu pergi begitupun dengan Aisha namun saat ia hendak melangkah Aisha melihat Anna yang hendak melewatinya
"Kak Anna!" sapa Aisha dengan semangat lebih dari sebelumnya dan tentunya senyuman yang sangat-sangat berpengaruh dari Naufal
Hal itu membuat Anna menaruh curiga pada Aisha, "Ada apa nih? Kok rasanya ada yang beda ya?" tanya Anna
"Nggak ada yang beda aku tetap aku kok," kata Aisha menyengir "Udah ah ayo kita periksa pasien," kata Aisha lalu menarik Anna
Anna hanya bisa mengikuti Aisha yang akan pergi ke ruangannya namun Anna tiba-tiba berhenti membuat Aisha ikut berhenti "Kamu kenapa? Lagi sakit ya? Kok aku ngerasa ada yang aneh sama kamu," ujar Anna lalu menyentuh dahi Aisha
Gadis yang berada di depannya itu memutar bola matanya malas lalu menyingkirkan tangan Anna "Aku nggak sakit, baik-baik aja malah sehat wal afiat," kata Aisha dengan tersenyum
"Terus ngapain tuh senyum-senyum nggak jelas?" tanya Anna bergidik
"Nggak papa, lagi happy aja gitu." kata Aisha yang tak tahan ingin tersenyum membayangkan apa yang terjadi kemarin dan pagi ini
"Idih aneh tau!" kata Anna lalu berjalan meninggalkan Aisha
"Ih kok di tinggal sih?!" kesal Aisha, ia mengedikkan bahunya acuh lalu pergi ke ruangannya