
..."Kehidupan sesungguhnya akan segera di mulai, bersiaplah."...
***
"Assalamualaikum Mah," ucap Naufal saat masuk ke rumah
"Waalaikumsalam, eh ada pengantin baru masuk rumah," kata Gita menggoda kakaknya
Namun Naufal tak menanggapi lebih ucapan adiknya itu, ia lebih memilih masuk melewati Gita yang tengah cemberut karena tak di anggap oleh kakaknya itu
"Ih jahat amat sih, udah untung di sambut sama adeknya," kesal Gita yang sudah mencak mencak sendiri .
"Yang nyuruh buat nyambut gue siapa?" tanya Naufal
"Eh, belum masuk dia," gumam Gita "Mamah yang nyuruh bukain pintunya juga," jawab Gita dengan mencibir
"Kak Aisha ayo masuk," kata Gita sambil menggandeng tangan kakak iparnya
"Iya bentar ya, aku ambil tas dulu," kata Aisha
Perempuan itu berjalan menuju bagasi mobil untuk mengambil tasnya lalu kembali ke tempat Gita berdiri
"Ayo." ucap Gita di sambut anggukan kecil dari Aisha
"Mamah di rumah?" tanya Aisha pada Gita yang sibuk senyam senyum sendiri
"Di rumah Kak," jawabnya masih dengan senyuman
"Assalamualaikum Mah," ucap Aisha saat melihat Rifa di ruang tamu
"Waalaikumsalam mantunya Mamah," kata Rifa membuat Aisha tersipu
"Mah, Naufal ke atas dulu ya," ucap Naufal di angguki oleh Rifa
"Sini sini Aisha, duduk di sebelah Mamah," ucap Rifa, Aisha menurut ia pun duduk di sebelah wanita paruh baya yang menjadi Bundanya Naufal sekaligus ibu mertuanya itu
"Gimana kabar kamu setelah nikah sama Naufal sayang?" tanya Rifa membuat Aisha terdiam
"Baik kok Mah, Kak Naufal itu orangnya baik," kata Aisha dengan tersenyum meskipun dalam hati bukan itu jawaban sebenarnya
"Eh iya kamu udah makan malam belum?" tanya Rifa
"Udah kok Mah tadi sebelum ke sini kita udah makan," jawab Aisha
Saat Aisha sibuk berbincang bincang dengan Rifa, Naufal turun dengan membawa tasnya yang berisi pakaiannya
Rifa yang melihatnya pun heran, "Lah kamu mau kemana Fal?" tanya Rifa
"Mau ke apartemen Mah," jawab Naufal seadanya
"Malam-malam gini?" tanya Rifa lagi
Naufal mengangguk, "Iya Mah,"
"Terus bawa tas buat apa?"
"Aku sama Aisha mau langsung ke apartemen Mah, kita mau langsung pindah," jelas Naufal
"Kenapa buru-buru banget? Udah malem loh, lagian kasian Aisha kalau di bawa malam-malam," ujar Rifa berharap anaknya itu mau mendengarkannya
"Kita udah sepakat Mah, mau langsung pindah lagian besok udah masuk kerja jadi nggak bisa di tunda- tunda lagi," kata Naufal keukeuh dengan keputusannya
Aisha hanya bisa mendengarkan Naufal dan mengikutinya saja
"Kan bisa berangkat dari sini Fal," kata Rifa tak mau kalah
"Jauh Mah, kalau berangkat dari sini bisa kena macet di jalan," Naufal berujar
Rifa hanya bisa pasrah saja anaknya yang satu itu memang keras kepala mau tak mau ia harus mengiyakan saja kemauan Naufal itu
"Yasudah terserah kamu aja, Mamah nggak bisa nahan-nahan kamu juga kalau mau pergi ya pergi aja tapi Mamah berharapnya sih kamu masih di sini soalnya pengen banget ngobrol sama Aisha," tutur Rifa sendu membuat Aisha tak enak hati
"Insya Allah nanti kita bakal sering main ke sini kok Mah, jangan sedih ya," kata Aisha menghibur Rifa
Rifa tersenyum lalu ia memeluk menantunya itu, "Yaudah Mah, kita mau berangkat sekarang takut kemalaman," kata Naufal membuat Rifa dan Aisha melepaskan pelukannya
"Kak Aisha janji loh harus sering datang kesini buat temenin Mamah, soalnya aku bakal berangkat lagi besok," ujar Gita tersenyum hal itu membuat Aisha ikut membalas senyumannya
"Pasti. Kakak bakal sering kesini buat nemenin Mamah," sahut Aisha membuat Gita bernapas lega
Mereka berjalan keluar dari rumah di antar oleh Rifa dan Gita
"Nggak pamitan dulu sama Ayah dan Fauzan?" tanya Rifa membuat Naufal terdiam
"Nggak usah Mah. Nanti sampaiin aja ke mereka." kata Naufal sembari memasukkan tasnya ke bagasi mobil
"Mamah jangan sedih ya, kita pergi dulu Assalamualaikum." ucap Aisha lalu masuk ke mobil
"Waalaikumsalam, hati hati ya sayang buruan pulang inget udah malam tapi juga jangan ngebut," peringat Rifa
Aisha melambaikan tangannya lalu mobil itu pun segera pergi dari halaman rumah itu
***
Di sepanjang jalan hanya ada keheningan yang tercipta seperti itu lah setiap kali Aisha berada dalam satu tempat dengan Naufal
"Kak," panggil Aisha pelan
"Hm?" sahut Naufal selalu datar
"Boleh nggak aku minta satu permintaan?" tanya Aisha
"Apa?" tanya Naufal masih fokus dengan jalanan
"Aku mau-" belum sempat Aisha menyelesaikan kalimatnya Naufal sudah memotongnya lebih dahulu
"Kita udah sampai, ayo turun," ajak Naufal, Aisha hanya mengangguk saja tanpa mau melanjutkan kalimatnya yang terpotong tadi
Aisha turun dari mobil lalu berjalan menuju bagasi mobil berniat mengambil koper yang berisi pakaiannya namun Naufal segera menghentikannya
"Biar gue aja, Lo masuk aja ke dalam ini kuncinya," Naufal memberikan kunci apartemennya dan Aisha pun menerimanya lalu berjalan mendahului Naufal
Sedangkan Naufal membawa koper miliknya dan juga Aisha masuk ke apartemen itu, "Kamarnya di atas itu kamar tamu," ucap Naufal saat melihat Aisha hendak masuk ke kamar tamu
Aisha pun melangkah menuju ke kamar atas mengikuti Naufal yang udah dahulu naik "Oh iya, Lo mau mandi nggak?" tanya Naufal
"Nggak kak, dingin soalnya," kata Aisha
"Oh yaudah gue pengen mandi dulu Lo kalau lapar pesan aja biar gue yang bayar," kata Naufal lalu masuk ke kamar mandi
Tanpa sadar Naufal mampu membuat hati seorang Aisha sedikit terobati dengan sikap pedulinya
"Mudah-mudahan sikap kamu makin hangat kak," gumam Aisha lalu ia membereskan pakaiannya dan Naufal ke lemari
Tak lama kemudian Naufal selesai mandi ia keluar dengan memakai baju kaos oblong
"Besok kakak masuk shift pagi?" tanya Aisha pada Naufal yang sedang mengeringkan rambutnya
"Iya." jawab Naufal singkat
"Aku besok ada shift siang, boleh nggak kalau aku main ke rumah Mamah dulu?" tanya Aisha meminta izin
"Pergi aja."
"Makasih Kak udah di kasih izin," ujar Aisha "Oh iya aku ke bawah dulu ya,"
"Hm." hanya deheman itu yang keluar dari mulut Naufal
Aisha menarik napas panjang selalu saja begitu, tanpa sadar membuat dirinya terenyuh setelah itu ia kembali bersikap dingin
Setelah itu ia segera turun ke bawah untuk membuat teh hangat karena cuaca sedikit dingin hari ini
Aisha cukup penasaran dengan apartemen ini, ia melihat lihat sekelilingnya cukup mewah dan luas untuk seorang Naufal jika di tempatkan sendirian, pasti apartemen ini sudah di siapkan jauh sebelumnya
Kakinya melangkah ke dapur dan sebuah kulkas mencuri perhatiannya pasalnya kulkas itu lucu di hiasi kartun pikachu dan Aisha suka karakter itu, ia pun penasaran dengan isi kulkas itu lantas ia membukanya dan cukup terkagum dengan isinya, "Kulkasnya penuh,"
"Sepertinya apartemen ini sering di tempati, bahan masakan juga udah komplit ada di kulkas," ujar Aisha lalu ia kembali menutup pintu kulkasnya
Saking kagumnya ia sampai lupa kalu ia ingin membuat teh hangat, usai membuat dua gelas teh Aisha segera membawanya ke kamar
"Kak,"
"Apa?" tanya Naufal yang sedang membaca buku di atas kasur
"Ini aku buatin minuman biar badan jadi hangat," kata Aisha menyerahkan gelas itu pada Naufal
"Makasih," Aisha hanya tersenyum pada Naufal
"Oh iya tadi di mobil mau ngomong apa?" tanya Naufal membuat Aisha terdiam
"Ng-nggak jadi Kak," Naufal hanya mengangguk saja lalu kembali melanjutkan aktifitasnya
Aisha hanya mematung di tempatnya melihat hal itu Naufal menatap Aisha heran, "Ngapain berdiri di situ?" tanya Naufal membuat Aisha gugup
"Ak-aku mau ngomong," cicit Aisha
"Ck. Tinggal ngomong," kata Naufal yang tengah membaca buku, terdengar seperti nada kesal tapi dia memang begitu
"Boleh nggak kalau Kakak belajar untuk mencintai Aish lagi?"