Dear Imamku

Dear Imamku
Malam di luar



"Kak, aku pengen makan di luar deh bareng Kak Naufal," ujar Aisha


"Mau makan kemana hm? Resto?" tanya Naufal sambil mencium cium puncak kepala Aisha "Mau ngajak dinner?" tanya Naufal lagi


"Iya." jawab Aisha "Tapi aku pengen makan  sate," jawab Aisha manja membuat Naufal terkikik pelan


"Mau sate? Yaudah yuk kita makan ke luar," kata Naufal lalu menyuruh Aisha bangkit dari posisinya


"Selesai sholat Maghrib kita keluar ya," kata Naufal di sambut anggukan kecil dari Aisha


Usai sholat Maghrib seperti yang sudah di rencanakan, Aisha mengajak Naufal untuk makan di luar


"Kak Naufal ayo," ajak Aisha ketika sudah siap namun Naufal masih duduk memakai kaos oblongnya di sofa sambil memakan ponselnya


Naufal menatap Aisha dari atas sampai ke bawah, "Mau kemana?" tanya Naufal membuat Aisha mendengus kesal


"Kan katanya mau makan sate di luar," kata Aisha dengan bibir yang maju beberapa senti


"Bibirnya mundurin, mau minta di cium?" tanya Naufal terkekeh


Aisha melotot tajam, "Aku serius ihh, pengen sate," kesalnya sambil menghentakkan kakinya membuat Naufal tergelak


"Hahaha iya yaudah ayo kita makan diluar," kata Naufal lalu bangkit dari sofa "Bentar ya,"


Naufal berlari ke atas dan kembali dengan memakai jaket tak lupa membawa kunci mobilnya dan jaket untuk Aisha


Ia pun mengenakan jaket itu pada Aisha "Nih di pakai jangan dilepas sampai pulang ke rumah," kata Naufal tangannya sibuk menaikkan resleting jaket Aisha


"Angin malam itu nggak baik buat tubuh kamu By," kata Naufal lalu menatap Aisha


Ia memasukkan beberapa anak rambut yang keluar dari ciput yang di kenakan Aisha


"Nah gini kan cantik." puji Naufal membuat pipi Aisha memerah seperti tomat


Lalu mengecup pipi Aisha yang membuat pipi itu semakin memerah karena ulahnya


"Ayo." ajak Naufal lalu menarik tangan Aisha keluar dari rumah menuju mobil tak lupa mengunci pintu


Naufal melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang mencari pedagang sate seperti yang di inginkan Aisha


Setelah menemukannya Naufal menghentikan mobilnya di pinggir jalan tepatnya di depan kedai sate


Mereka berdua pun turun dari mobil dan masuk ke sana "Pak, satenya dua porsi ya." pesan Aisha tanpa menunggu Naufal


"Iya mbak." sahut penjual sate itu


"Ayo duduk disana," kata Naufal dan Aisha mengangguk. Keduanya melenggang menuju tempat duduk


"Kak," panggil Aisha pelan


"Hm, iya kenapa sayang?" sahut Naufal bola mata hazelnya menatap istrinya penuh kelembutan yang mampu membuat Aisha blushing di tempatnya


"Dulu kakak sering keluar malam-malam kayak gini nggak sih? Pas belum nikah?" tanya Aisha kepo


Kedua alis Naufal saling bertautan sambil menatap Aisha heran, tumben-tumbenan sekali istrinya itu bertanya perihal kebiasaan keluar malam


"Nggak sih, kalau pas SMA mungkin sering." jawab Naufal santai


"Aku juga pas SMA sering keluar malem." ucap Aisha jujur


Naufal melotot tajam bisa bisanya istrinya yang tertutup itu pernah keluar malam-malam. Ah Naufal tak percaya itu.


"Aku nggak percaya kamu lagi ngeprank kan?" tebak Naufal terkekeh


"Ihh aku serius, dulu tuh pas kelas 10 aku itu bandel banget terus manja sama Kak Azma," ujar Aisha "Aku masih inget dulu tuh saking bandelnya Kak Azma yang masih kelas 12 itu marah sama aku gara gara masuk ruang BK 4 kali sehari." kata Aisha tertawa pelan ketika mengingat bagaimana wajah Azma yang merah padam saat memarahinya


"What? 4 kali masuk BK? Yang bener aja aku aja yang bandel masuk BK paling 4 kali seminggu." kata Naufal tertawa kecil


"Tapi aku nggak pernah di keluarin karena dulu Ayah sama Bunda selalu nyuruh aku buat berprestasi. Akhirnya aku sering di bawa olimpiade dan membawa kemenangan yang membanggakan sekolah," kata Aisha "Mungkin itu juga yang jadi sebabnya aku nggak di keluarin."


Naufal tak pernah membayangkan istrinya yang pendiam dan manja ini ternyata pernah jadi anak paling bandel di sekolahnya bahkan melebihi dirinya


"Wahh ternyata istri aku bandel juga ya," kata Naufal terkekeh "Terus kenapa bisa jadi berubah kayak gini?" tanya Naufal


"Jadi pas kelas 12 aku tuh pernah di tinggalin sama sahabat yang bener bener aku sayang, dia baik tapi tetap mau temean sama aku." kata Aisha tersenyum nanar


"Emang dia kemana? Nggak balik lagi?" tanya Naufal kepo


"Emang kalau dia balik kakak sanggup aku ngehabisin waktu sama dia? Jujur aku sih berharap dia balik lagi bawa pasangannya." kata Aisha menyengir kuda


"Kenapa harus ga sanggup? Selagi dia nggak bikin aku marah karena terlalu sering bersama kamu." kata Naufal santai


"Kalau menurut aku sih kakak nggak akan sanggup, emang kakak tau siapa orang yang aku maksud?" tanya Aisha menantang


"Emang siapa? Cowok? Cewek?" tanya Naufal masih santai


"Cowok." seketika mata Naufal berubah jadi tajam membuat Aisha meringis melihatnya


Percayalah apa yang Naufal pikirkan tentang teman Aisha adalah perempuan baik yang selalu menemani istrinya tapi ternyata? Dugaan salah!


Teman baik yang dimaksud Aisha adalah seorang laki laki. Waw! Naufal bertepuk tangan untuk ini


Aisha sengaja menceritakannya mungkin jika di pikir menyimpan rahasia apalagi tentang teman cowok meskipun Aisha sendiri udah ngelupainnya tetap saja ia tak mau ada yang di sembunyikan dari suaminya, Naufal.


"Aku nggak nyangka loh, ternyata istri aku punya boyfriend juga." puji Naufal lebih tepatnya menyindir. Aisha meringis mendengarnya


"Serius deh itu cuma dulu sekarang kan cuma ada kak Naufal seorang," kata Aisha agar Naufal tak marah


"Yaudah biarinlah lagian itu juga kan dulu aku juga nggak mempermasalahkan itu yang penting kamu ada sama aku," kata Naufal membuat Aisha bernapas lega


Naufal tak melepas pelukan itu dan malah mencium puncak kepala Aisha lalu menyuruhnya duduk di sebelah cowok itu


"Eitss! Tapi kalau soal ngehabisin waktu bareng dia jangan harap! Aku nggak akan biarin itu!" tegas Naufal dengan wajah kesal


Aisha menahan tawanya saat melihat di mata Naufal tersirat kecemburuan, "Iya iya aku cuma habisin waktu aku sama suami aku yang ganteng dan tampan ini." kata Aisha terkekeh lalu mencubit pipi Naufal gemas


Naufal mencium pipi istrinya dengan lembut, Aisha mematung di tempatnya jujur meski sudah sering ia belum terbiasa dengan ciuman tiba tiba Naufal


"Kaka Naufal ihh, tempat umum malu..." lirih Aisha ketika menyadari beberapa tatapan mata mengarah pada mereka


"Biarin aja anggap aja dunia ini milik kita berdua yang lainnya numpang," kata Naufal terkekeh


"Kak Naufal ngegombal?" tanya Aisha dengan polosnya membuat Naufal merubah raut wajahnya sebal


"Bukan."


"Terus barusan apa dong?" tanya Aisha heran


"Ceramah." Aisha hanya manggut manggut dan Naufal semakin kesal karenanya


"Lemotnya Ya Allah. Udah tau gombal pakai nanya lagi, ya kali gue ceramah kayak gitu!" cerocos Naufal


"Kak Naufal cerewet ihh..." ucap Aisha membuat Naufal melotot


Apa lagi ini? Bisa bisanya Aisha menyebutnya cerewet. Ya kali Naufal cerewet kayak emak-emak. Nggak lah!


"Nggak tau lah Sha, terserah kamu aja." kata Naufal mengalah dari pada melanjutkan perdebatannya dengan Aisha yang unfaedah sekali


Tak lama pesanan mereka datang dan Aisha tersenyum dengan mata berbinar saat melihat beberapa tusukan sate itu di tambah kuahnya yang menggoda selera. Ah mantap.


Tanpa basa basi lagi Aisha mencomot satu tusuk sate itu dan melahapnya, Naufal yang melihatnya hanya bisa geleng-geleng kepala


Kelakuan Aisha itu tersembunyi di luarnya ia terlihat seperti gadis dewasa tapi nyatanya saat sudah sangat mengenal Aisha lebih jauh pasti mereka akan berfikiran yang sama dengan Naufal. Lucu, imut, menggemaskan seperti anak kucing. Manja dan kadang-kadang polos


"Sha," panggil Naufal membuat Aisha yang hendak memakan satenya terhenti lalu menoleh pada Naufal


"Iya kak?" tanya Aisha


"Suapin." pinta Naufal dan Aisha menggeleng keras membuat cowok itu mengerinyitkan dahinya


"Kenapa?"


"Malu."


"Bisa malu juga?" tanya Naufal sinis


"Ya bisalah emangnya aku apaan?"


"Biasanya juga malu-maluin!" ledek Naufal tertawa


"Ihh sebel banget deh," kesal Aisha


"Suapin..." pinta Naufal dengan memelas dan jangan lupakan mata pupy eyesnya


"Nggak."


"Suapin kalau nggak–" Naufal menggantung kalimatnya membuat Aisha was-was


"Kalau nggak apa?" tanya Aisha meneguk ludahnya


"Gue bakal cium Lo disini." kata Naufal dengan enteng tanpa beban. Enteng sekali mengatakannya. Pikir Aisha


"Cium aja nggak akan berani juga, kan banyak orang." tantang Aisha santai


"Ohh nantangin gue ya? Okayy." kata Naufal lalu tersenyum miring ia mendekatkan wajahnya pada wajah Aisha refleks gadis itu mundur bohong kalau ia tidak takut meski pada suami sendiri


Nyatanya ini adalah tempat umum yang bisa di lihat orang banyak, akhirnya Aisha mengalah


"Oke! Aku suapin." kata Aisha sebal


Naufal tertawa puas saat melihat Aisha yang menurut padanya, "Bagus."


"Hih! Bagus apanya?!" kesal Aisha mencebikkan bibirnya


"Aaaaa," Naufal membuka mulutnya lalu dengan malas Aisha menyuapkan sate itu padanya


"Ihh kak Naufal makannya kayak anak kecil tau belepotan!" kata Aisha tertawa saat melihat kuah sate yang tumpah ke bajunya


Aisha mengambil tisu yang tersedia lalu mengelap baju yang terkena tumpahan kuah sate dan juga sudut bibir Naufal


Kedua mata mereka tak sengaja bertatap dapat mereka lihat masing masing tersirat rasa kekhawatiran yang besar di mata mereka


"Ihh apaan liat liat?!" ketus Aisha yang masih kesal pada Naufal


Naufal tergelak melihat perubahan wajah Aisha yang begitu cepat, "Nggak. Lagian ngapain sih ketus banget? Jelek tau!" ledek Naufal


"Apa lagi nih pakai acara ledek-ledek aku lagi!" kesal Aisha


"Eh siapa juga yang ngeledek, kamu aja yang baperan." ujar Naufal santai


"Ihh nyebelin banget sih!" kata Aisha cemberut


"Nyebelin tapi ngangenin kan?" kata Naufal mengangkat kedua alisnya menatap Aisha yang memutar mata malas


"Nggak."