
didalam ruang kamar inap tina,saat ini bella dan sonia tengah asyik bermain dengan anaknya alex dan tina,sedang tina kini sedang duduk istirahat diatas kasur usai habis selesai menyusui dikecil
sekarang anak tina dan alex sedang ada digendongan bella,sejak pertama melihat cucunya bella sudah tidak sabar untuk menggendong sikecil,jadi usai menyusu bella langsung mengambil alih sikecil.
"uuh lihatlah dia sangat menggemaskan" puji bella gemas melihat wajah cucunya
"kau benar cucu kita sangat tampan dan lucu"timpal sonia juga memuji cucunya.
sonia dan bella tak henti-henti memuji cucunya,nathan yang melihat istrinya hanya bisa menggeleng kepala karena dia tahu bagaimana sikap heboh istrinya bukan cuma natha,alex dan tina juga hanya bisa tersenyum melihat mereka.
"honey apa kau tidak akan memberi anak kita nama?"tanya tina kepada alex
"iya alex,apa kau sudah menyiapkan nama untuknya?"timpal bella bertanya
"tentu saja sudah,aku sudah menyiapkan nama untuk anak kita honey"ucap alex
"ohya,nama apa?"tanya tina penasaran
"aku akan menamai anak kita jason,jason william,apa kau suka dengan namanya?" tanya alex kepada tina memastikannya
"jason,nama yang bagus aku suka nama itu,jason william"ucap tina senang+suka.
semua orang tersenyum senang setelah mengetahui nama pemberian alex yaitu JASON WILLIAM itulah nama anak tina dan alex,sang pewaris dikeluarga william
"ma pa bu,lebih baik kalian pulang saja ini sudah mau sore,tidak usah khawatir alex akan menjaga tina disini"ucap alex
"apa yang alex katakan benar,lebih baik kita pulang,biar tina dan anaknya bisa istirahat"ucap nathan sejutu dengan alex
"baiklah kalau begitu,kita pamit pulang dulu besok kita kesini lagi"ucap bella
"alex jaga putri dan cucu ibu"ucap sonia
"iya bu,kalian hati-hati pulangnya"ucap alex,usai berpamit mereka pergi keluar.
kini didalam ruangan hanya tersisa tina alex dan sikecil jason,jason sudah tidur dibox bayi,alex menyuruh tina istirahat karena alex tahu tina masih lelah pasca melahirkan,tina hanya menuruti alex.
malam hari sekitar 19.30,selesai makan malam tina langsung menyusui anaknya karna tadi sijason sempat menangis jadi tina langsung berinisiatif menyusuinya sedangkan sialex saat ini tengah mandi.
merasa sudah cukup tina menghentikan susunya,ternyata sijason sudah tertidur, tina memandangi wajah damai anaknya bertepatan dengan itu alex sudah selesai mandi,alex berjalan mendekati mereka.
"apa dia sudah tidur?"tanya alex berbisik
"iya,lihat honey wajahnya begitu mirip denganmu,padahal aku yang melahirkan tapi dia tidak mirip denganku"keluh tina cemberut,alex tersenyum geli melihatnya
"jika kau ingin bayi yang mirip denganmu kita bisa buat lagi honey"goda alex sambil mengedipkan satu matanya
"tidak,saat ini aku hanya akan fokus pada jason dulu,kau jangan cari kesempatan" ancam tina,alex hanya tersenyum evil.
mereka memandangi wajah damai anak mereka yang sedang terlelap tidur,rasa bahagia,terharu menjadi satu karena mereka masih tidak menyangka sudah menjadi orang tua,rasa seperti mimpi.
*
*
*
siang hari saaf ini pooja tengah bersiap pergi kerumah sakit untuk pergi kerumah sakit menjenguk tina sahabatnya,setelah mendengar kabar kelahiran tina pooja ikut merasa bahagia untuk sahabatnya.
"baby kau sudah siap?"tanya raj yang baru saja selesai berganti pakaian
"sudah,raj kecil juga sudah siap benarkan sayang"ucap pooja bercanda kevanes
"anak daddy tampan sekali,ayo kita pergi sebelum keburu sore nanti"ucap raj.
mereka keluar dari apartemen dengan membawa vanes,ini pertama kalinya mereka keluar rumah membawa vanes karena semenjak vanes lahir pooja tidak pernah pergi keluar rumah sama sekali.
mereka masuk kedalam mobil,kali ini raj yang menyetir sendiri karena rohit masih ada dikantor,mobil melaju pergi ketempat tujuan,selama diperjalanan vanes terlihat sangat menikmatinya,dia tidak menangis
selang beberapa lama merekapun sudah sampai dirumah sakit,pooja dan raj turun dari mobil dan masuk kedalam rumah sakit,ditengah perjalanan mereka tidak sengaja berpapasan dengan raina,riyaz,
"loh kak raj kak pooja kalian ada disini" ucap raina terkejut melihat mereka ber2
"ngapain kalian kesini?"tanya raj curiga
"kami ingin pergi menjenguk anak alex tinakan baru lahiran raj"jelas riyaz
"sama dong kita,yaudah kalau gitu kita bareng saja kesana,yuk"usul pooja.
merekapun pergi bersama kekamar inap tina,sedang didalam kamar alex dan tina tengah bermain dengan jason kecil,tiba mereka dikejutkan dwngan suara pintu terbuka,tina dan alex menoleh kepintu.
"loh kalian datang kesini,kok gak kabarin kalau mau datang"ucap alex saat tahu kalau sahabatnyalah yang datang,pooja dan raina segera menghampiri tina yang saat ini sedang menggendong sijason.
"yaampun lucu sekali"puji raina gemas
"selamat tina atas lahirnya anakmu jadi sekarang vanes punya teman"seru pooja
"terima kasih ya"ucap tina tersenyum
"selamat untukmu alex"ucap raj datar
"selamat atas lahirnya bayimu"ucap riyaz
"terima kasih semuanya"ucap alex.
para wanita bermain dengan anak tina dan alex,raina dan pooja secara gantian menggendong sijason,sedang para pria hanya mengobrol tapi hanya raj yang mengobrol sambil menggendong vanes.
"riyaz bagaimana hanya tinggal kau yang belum mempunyai anak,kapan kau akan menyusul kami?"tanya alex menggoda.
riyaz yang mendapati pertanyaan hanya tersenyum malu sambil melirik kearah raina,raina yang dilirik oleh riyaz salting pipinya sudah merah merona,semuanya yang melihat itu tersenyum mengejek.
"kau tenang saja,cepat atau lambat aku akan segera menyusul,ini hanya tinggal menunggu waktu saja lex"ucap riyaz
"memang jika sudah waktunya apa yang akan kau lakukan?"tanya raj intropeksi riyaz terdiam takut salah menjawab.
"dengar,aku tidak akan membiarkan kau menyentuh raina"ucap raj memperingati
"meskipun nanti kita sudah menikah,raj kau serius?"tanya riyaz tidak percaya
"mungkin saja"ucap raj tanpa rasa dosa
"oh ayolah raj,apa kau tega menyiksa temanmu sendiri,apa kau tahu seberapa frustasinya aku menahan selama raina bersamaku"keluh riyaz blak-blakan.
"apa kau bilang"ucap raj menatap tajam, riyaz tertegun,sadar apa yang dia bilang
"i...itu maksudku aku sudah tidak bisa menahan untuk segera menikah dengan adikmu itu maksudku"ucap riyaz gugup.
raj terdiam menatap tajam kearah riyaz sementara yang lain menahan tawanya melihat kegugupan riyaz,sedang raina menunduk malu karena ucapan riyaz yang blak-blakan,sungguh memalukan.
sore menjelang malam mereka semua berpamitan untuk pulang,semua pisah diparkiran,raina dengan riyaz sedang pooja tentu dengan raj dan sikecil vanes, mereka pergi kearah yang berlawanan.
(SIKECIL JASON WILLIAM).
*
*
*
*
*
SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA
DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA
VOTE+KOMEN+LIKE