
pagi hari sinar matahari menembuskan sinarnya disela-sela jendela,mata pooja yang terkena sinarnya jadi terganggu, pooja mengerjapkan matanya lalu dia perlahan mulai terbangun dari tidurnya.
"sudah pagi"gumannya,pooja melihat kesamping,raj terlihat masih terlelap tidur,pooja turun dari ranjang kasur berjalan melangkah keluar dari kamar.
pooja melangkah kedapur untuk minum karena dirinya haus,pooja mengambil air dan langsung meminumnya hingga tenggorokannya merasa lega,selesai meminum pooja menaruhnya kembali.
"sepi sekali,apa semuanya belum pada bangun"lirih pooja heran melihat keadaan suasana mansion yang sunyi sekali
"lebih baik aku mengecek vanes,siapa tahu dia sudah bangun"pikirnya pooja.
pooja melangkah menuju kamar kakek fahri,saat sudah berada didepan kamar kakek fahri pooja samar-samar dengar suara tangisan,pooja menduga itu pasti suara sivanes yang sedang menangis.
pooja membuka pintu kamar kakek fahri yang tidak terkunci,pooja melihat vanes yang sedang menangis diatas tubuh kakek fahri yang masih tertidur,pooja segera melangkah mendekati vanes.
"sst sayang jangan menangis ya"pinta pooja menggendong vanes mencoba menenangkannya,pooja melihat kearah fahri yang sama sekali tidak bergerak.
"grandad,grandad bangun grandad"ucap pooja mencoba membangunkan fahri tapi fahri tidak kunjung bangun,poojapun merasa ada yang aneh dengan grandad.
panik,cemas,takut seketika bercampur menjadi satu,pooja yang panik langsung menekan tombol bel untuk memanggil anggota keluarga,mendengar suara bel berbunyi semua orang langsung datang.
"baby ada apa,kenapa kau membunyikan bel?"tanya raj merasa cemas pada pooja
"iya kak,ada apa?"tanya raina pada pooja
"raj grandad dia tidak mau bangun,aku sudah mencoba membangunkannya tapi tetap dia tidak bangun"jelas pooja panik.
mendengar penjelasan pooja membuat semua orang takut,raj,raina,daren dan shinta bergegas mengecek kondisi kakek fahri,berkali-kali mereka menyebut nama fahri tapi yang dipanggil tidak menjawab.
tidak mendapati respons apapun dari kakek fahri semakin membuat orang takut,jantung berdebar dengan kencang pikiran sudah melayang kemana-mana mereka bingung harus berbuat apa.
"mi grandad gak bangun-bangun"ucap raina panik,matanya mulai berkaca-kaca
"ayah,ayah buka mata ayah"ucap shinta gemetar,shinta mencoba untuk tenang
"bagaimana ini,apa jangan-jangan grand..."ucapan raina terpotong
"DIAM RAINA"bentak raj membuat semua orang terkejut,raj menatap sendu fahri
"panggil dokter,CEPAT PANGGIL DOKTER SEKARANG"pinta raj membentak tegas.
darenpun segera menghubungi dokter gerry,suasana menjadi sangat tegang,raj terdiam dengan wajah datarnya,raj ingin membuang fikiran negatifnya,berharap kalau kakek fahri akan baik-baik saja.
beberapa menit kemudian dokter gerry sudah tiba,gerry langsung memeriksa kondisi fahri,beberapa saat kemudian gerry sudah selesai memeriksa,gerry mendekati anggota keluarga salvatrucha
"bagaimana ger,apa yang terjadi,kenapa ayah tidak mau bangun?"tanya daren bertubi-tubi,gerry menunduk terdiam
"maaf dengan berat hati saya katakan kalau beliau sudah tidak ada"lirih gerry.
seakan seperti tersambar petir,semua orang terkejut tidak menduga apa yang dokter gerry katakan,suara tangisan sudah mulai terdengar,semua berlari menghampiri fahri yang sudah tiada.
semua orang menangis dipelukan tubuh fahri,hanya raj yang terdiam mematung menatap nanar fahri,mata raj memerah ia berusaha menahan air matanya agar orang lain tidak melihat kesedihannya
kabar duka terjadi dikeluarga salvatrucha keluarga yang harmonis kini harus rela kehilangan satu anggota keluarga yang sangat berarti,FAHRI SALVATRUCHA telah berpulang kerumah kerahmatullah.
FAHRI SALVATRUCHA,beliau iyalah orang yang baik dimasa kehidupannya,beliau selalu bersikap adil dan terus membantu orang yang kesusahan,mendengar kabar kematiannya tentu sangat terpukul,moga almarhum beliau diterima disisi allah.
hari ini dikediaman keluarga salvatrucha upacara pemakaman fahri dilaksanakan, banyak orang yang hadir belasungkawa dikediaman salvatrucha,termasuk juga keluarga william dan keluarga cornelius.
"sabar daren,ikhlaskan tuan fahri agar dia bisa istirahat dengan tenang"ucap gerry mencoba memberi semangat pada seluruh anggota keluarga salvatrucha.
"iya,terima kasih semuanya"ucap daren tersenyum tipis,berusaha untuk tegar.
sekarang semua orang kini bersiap-siap untuk mengantar jasad fahri ketempat terakhirnya,semua keluarga masuk kedalam mobil,mobilpun melaju pergi.
tak selang beberapa lama mereka sudah sampai disalah satu tempat pemakaman jasad fahri mulai dimakamkan,seluruh keluarga menaburkan bunga dimakam fahri,air mata saksi kesedihan mereka.
"selamat tinggal grandad,semoga kau tenang disana,raj janji akan menjaga nama baik keluarga kita seperti yang grandad bilang"batin raj menaburkan bunga dimakam kakek tercintanya.
meski raj tidak mengeluarkan air mata tapi percayalah yang paling terpukul atas perginya fahri adalah raj,kenangan raj bersama kakeknya tidak akan pernah dia lupakan,raj loves grandad forever ever.
usai upacara pemakaman semua orang pergi untuk pulang,diperjalanan pooja menatap raj yang tengah diam menatap kosong kedepan,pooja tahu kalau raj saat ini sedang menahan rasa sedihnya.
sesampainya dimansion semua anggota keluarga langsung pergi menuju kamar mereka masing-masing,setidaknya mereka harus menenangkan diri agar bisa lebih berdamai dengan keadaan.
malam hari dikediaman salvatrucha kini terasa sunyi,pooja yang baru saja selesai dari dapur melangkah masuk kekamar disana pooja melihat raj yang tengah duduk melamun diatas ranjang kasur.
diamnya raj membuktikan kalau dirinya tengag bersedih,pooja pergi melangkah keranjang kasur lalu ikut duduk samping raj,raj tidak menyadari kehadiran pooja karena pikirannya sedang sangat kacau.
"raj"panggil pooja sambil menggenggam tangan raj,raj tersadar dari lamunannya raj menoleh kearah pooja disampingnya.
"raj apa kau baik-baik saja?"tanya pooja lembut raj hanya mengangguk kepala.
pooja menatap sendu raj,pooja tau kalau raj sedang tidak baik-baik saja,raj masik berusaha menutupi kesedihannya,pooja membawa raj kedalam dekapannya,raj hanya terdiam didalam pelukan pooja.
"raj aku tahu kalau kau sangat terpukul dengan kepergian grandad,keluarkan saja kesedihanmu raj jangan ditahan priapun bisa menangis raj"ucap pooja.
pooja coba memberi pengertian pada raj agar jangan terlalu terbebani menahan kesedihannya sendiri,mendengar itu seketika air mata raj langsung terjatuh,raj terisak menangis didalam pelukan pooja.
"hiiks kenapa grandad begitu cepat perginya,aku sangat menyayanginya tapi kenapa grandad tega meninggalkan kita semua hiiks"keluh raj sambil terisak
"sabarlah raj,ikhlaskan grandad agar dia tenang disana,aku yakin grandad tidak mau melihat cucu kesayangan sedih hm"ucap pooja mencoba menghibur raj.
raj terus menangis mengeluarkan segala kesedihannya yang sempat tertahan tadi pooja membiarkan raj menumpahkan segala kesedihannya dipelukan,pooja juga senantiasa memeluk menemani raj.
sebagai seorang yang pernah merasakan ditinggal oleh orang yang kita sayangi tentu pooja mengerti perasaan raj saat ini,pooja juga merasa terpukul dan sedih saat kehilangan kedua orang tuanya.
*
*
*
*
*
SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA
DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA
VOTE+KOMEN+LIKE