
16.15 WIB KOTA AMERIKA.
diapartemen,rohit,karin dan rahul sedang makan pagi bersama,pagi-pagi sekali rohit sudah rapi dengan setelan jasnya, menjadi sekretaris memang sulit,pulang paling belakang berangkat paling awal.
selesai sarapan karin membantu rohit memasangkan dasi,selesai memasang dasi karin juga menyerahkan tas kerja rohit,kegiatan sehari-hari karin tidak beda jauh dari istri-istri biasanya diluar sana.
"rahul papa berangkat kerja dulu,kau jaga mama ya"ucap rohit berpamitan kerahul
"ok pa"ucap rahul penuh percaya diri
"sayang aku berangkat ya,jaga diri kalian baik-baik"ucap rohit berpamitan kekarin
"hm,berhati-hatilah"ucap karin berpesan.
rohit mencium kening istrinya lalu pindah kerahul,setelah berpamitan rohit berjalan keluar menuju parkiran,rohitpun masuk kedalam mobil lalu mengemudi dengan cepetan sedang,menyelusuri jalanan sepi
tak lama rohit sudah sampai diparkiran apartemen raj,rohit menunggu didalam mobil sampai raj datang,beberapa menit rohit sudah melihat kehadiran raj,rohit segera keluar dari mobil menyambutnya.
"selamat pagi tuan"sapa rohit sopan
"hm,kita langsung pergi kekantor saja" ucap raj tanpa berbasa-basi kerohit
"baik tuan"ucap rohit mengerti setuju.
raj dan rohit naik kemobil,merasa sudah siap rohit mulai mengemudi mobilnya dengan tenang,mobil menelusuri jalanan yang macet,karna ini memang waktunya semua orang untuk berangkat bekerja.
setelah berusaha menempuh perjalanan yang macet akhirnya merekapun sampai diperusahaan,usai memarkirkan mobil merekapun keluar dan berjalan masuk nelusuri koridor perusahaan salvatrucha.
"rohit apa kau sudah siapkan berkas yang aku minta semalam?"tanya raj
"sudah tuan,saya akan mengantarkan berkasnya keruangan anda"ucap rohit
"hhm,ohya jangan lupa minta bagian tim keuangan untuk mengumpul hasil uang perusahaan selama setahun ini"pinta raj
"baik tuan"ucap rohit dengan sopan.
Tiiing.
pintu lift terbuka,raj dan rohit keluar dari dalam lift dan berjalan menuju ruangan masing-masing,sesampainya diruangan mereka langsung mengerjakan apa yang seharusnya mereka kerjakan dikantor.
*
*
*
KEDIAMAN KELUARGA CORNELIUS.
13.45 WIB KOTA AMERIKA.
siang hari kini raina dan riyaz sedang ada dirumah utama riyaz,sisca memberitahu semalam kalau kerabatnya siriyaz akan pergi kerumahnya,jadi raina dan riyaz pergi kerumah utama untuk menyambut.
saat ini raina sedang membantu sisca didapur untuk menyiapkan hidangan, kerabatnya sudah datang dan mereka semua sudah ada diruang tengah,raina membantu sisca membawa hidangan.
"ini biar raina saja yang bawa bunda biar bunda gak repot"tawar raina pada sisca
"terima kasih ya"ucap sisca tersenyum.
merekapun berjalan kearah ruang tengah disana begitu banyak kerabat cornelius yang datang,raina dan sisca menyajikan minuman dan makanan ringan untuk para tamu,lebih tepatnya para kerabat.
"ayo semuanya diminum ini"ucap sisca
"terima kasih"ucap para kerabat semua.
semuanya berbincang seru sesekali juga mereka ketawa dan menikmati hidangan yang sudah tuan rumah sajikan,sangat jarang sekali mereka bisa berkumpul dan mengobrol seseru seperti sekarang ini.
"oh adik ipar kau lagi hamil?"tanya sisca
"iya kak,aku hamil lagi"ucap adik gerry
"wah selamat ya"ucap sisca senang
"sama-sama,kalau riyaz apa istrimu sudah isi?"tanya adik gerry penasaran
"aah itu tante masih belum"ucap riyaz
"loh kenapa kalian menunda ya,tidak baik tahu menunda anak"tanya adik gerry lagi
"ah begitu"ucapnya,suasana canggung
"ah adik ipar gimana dengan anakmu yang wanita itu,udah punya pasangan belum"goda sisca mengalihkan suasan
"aduj kakak ipar,diatuh pemalu banget mana mungkin dia pasangan sekarang" ucap adik gerry berhasil dialihkan sisca.
suasana kembali semula,mereka tidak lagi membicarakan tentang raina,asyik sekali mereka mengobrol sampai tidak menyadari ada seseorang yang sedang canggung dan merasa tidak nyaman dengan keberadaannya sekarang ini.
raina menunduk sedih dan malu,riyaz yang tau hal itu diam-diam mengenggam tangan raina,raina menoleh keriyaz yang sedang tersenyum seakan memberinya kekuatan,raina jadi tenang karena riyaz,.
setelah asyik mengobrol,mereka merasa capek dan memutuskan untuk menginap dikediaman cornelius,mereka semua masuk kedalam kamar masing-masing.
riyaz tengah membantu sisca mencuci piring kotor didapur,sisca melirik kearah riyaz yang tengah fokus mencuci,pikiran sisca saat ini sedang tidak karuan,ntah karena hal apa dirinya tidak mengerti.
"riyaz apa bunda boleh bertanya"ucap sisca minta izin,riyaz menoleh kesisca
"ada apa bun?"tanya riyaz menatapnya
"jujurlah pada bunda,apa raina mandul?" tanya sisca hati-hati,riyaz jadi tertegun
"bunda riyaz sudah bilang kalau raina tidak mandul"ucap riyaz merasa frustasi
"jika dia tidak mandul,kenapa dia masih belum hamil,kalian sudah lama menikah tapi dia belum hamil juga"ucap sisca
"itu karena belum waktunya"ucap riyaz
"iyaz tolong jangan menundanya lagi,apa kau tahu betapa frustasinya bunda saat ditanya oleh teman-teman arisan bunda bunda malu yaz"ucap sisca kecewa
"bunda rai..."ucapan riyaz terpotong
"bunda tidak ingin berdebat,pokonya bunda tidak mau kalian menunda punya anak,mengerti"ucap sisca menuntut.
siscapun pergi ketaman belakang begitu saja,riyaz menghela nafas kasar,dirinya memang belum cerita soal penyakit raina riyaz hanya tidak mau keluarganya khawatir dan kecewa,jadi dirahasiakan.
selama mereka berdebat ternyata dari kejauhan ada raina yang tidak sengaja mendengar semuanya,raina sedih saat mendengar semua itu,raina merasa jadi wanita yang gagal,dia pergi lari kekamar.
jujur raina sangat malu,dia menangis dikamar mandi,raina merasa sangat bersalah karna membuat mertuanya malu didepan teman-temannya,raina melampiaskan sedihnya dikamar mandi.
"yatuhan kapan kau akan memberi kami keturunan,tolong percayalah bahwa kami pasti bisa menjaganya"batin raina berdoa
setelah puas melampiaskan sakit hati raina mencuci mukannya,dia tidak ingin riyas atas keluarganya tahu kalau dia habis menangis,raina tidak ingin menyinggung perasaan keluarganya.
malam hari raina dan riyaz memutuskan untuk menginap,selesai makan malam raina dan riyaz langsung pergi kekamar saat ini keduanya berada dikamar yang dulu riyaz tepati,raina bergelayut manja.
"sayang apa kau sangat mencintaiku?" tanya raina tiba-tiba,riyaz melirik raina
"kenapa kau bertanya,bukannya sudah jelas kenapa masih bertanya"ucap riyaz
"iseng saja,kalau aku meminta sesuatu padamu apa akan dikabulkan?"tanya raina lagi,sungguh riyaz kebingungan
"tentu,selagi aku bisa aku akan berikan segalanya untukmu"ucap riyaz serius
"kalau begitu menikahlah lagi dan beri bunda cucu"ucap raina,riyaz tertegun
"apa maksudmu menikah lagi,apa kau tidak mencintaiku lagi"ucap riyaz marah
"haha,bercanda sayang aku hanya iseng mengetesmu"ucap raina berpura ketawa
"aku tidak suka dengan lelucon itu"kesal riyaz,lalu dia baring membelakangi raina.
"sepertinya dia tidak akan setuju untuk menikah lagi,aku harus cari cara lain" batin raina menatap riyaz,sebenarnya raina telah membuat rencana untuk kehidupan masa depan riyaz,entah apa yang rencanakan hanya dia yang tahu.
*
*
*
*
*
SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA
DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA VOTE+KOMEN+LIKE