
10.00 wib kota amerika.
kini raina sedang berada dibutik didalam ruangan pribadinya,raina sedang fokus menggambar desain gaun untuk koleksi terbarunya dibutik,hasil gambaran desain raina memang tidak perlu diragukan lagi.
memiliki ibu yang juga pintar mendesain dan juga kuliah selama 4tahun membuat raina banyak belajar tentang desain gaun dan semacamnya,apalagi raina juga hobi menggambar jadi dia belajar sangat giat.
driiing.....
suara deringan ponsel itu membuyarkan konsentrasi raina,fokus raina terahli pada ponselnya yang berdering,raina meraih ponsel tersebut dan melihat siapa yang telah menghubunginya dijam seperti ini.
"iyaz,knapa dia tiba-tiba menghubungiku" guman raina bertanya-tanya,rainapun mulai mengangkat panggilan tersebut.
raina:"hallo sayang ada apa?"
riyaz:"sayang,apa kau sedang sibuk?"
raina:"tidak terlalu,memang kenapa?"
riyaz:"sayang bisakah kau datang kesini, ada hal penting yang ingin kuberitahu"
raina:"memang hal penting apa yang?"
riyaz:"kau kesinilah dulu,tidak biar aku menjemputmu kesana ya"
raina:"tidak perlu,aku kesana sendiri naik taxi ya,kau tunggulah disana"
riyaz:"baiklah,aku akan menunggumu".
panggilanpun terputus,selesai menelfon raina sangat bingung dengan tingkahnya riyaz yang tiba-tiba menyuruhnya untuk datang kerumah sakit,riyaz bahkan tidak menjelaskan apapun mengenai hal ini.
"sebenarnya hal penting apa yang ingin riyaz sampaikan,aku penasaran"guman raina,karena penasaran rainapun segera bergega bersiap pergi kerumah sakit,dia keluar dari butik menjadi taxi yang lewat.
raina menaiki taxi yang ia dapati dijalan, dalam sekejap taxi itu melaju menelusuri jalanan yang lumayan ramai,tidak lama kemudian raina sudah sampai ketempat tujuannya yaitu kerumah sakit milik riyaz.
raina membayar ongkos taxi terlebih dulu usai itu dia mulai memasuki area rumah sakit,rainapun berjalan dikoridor menuju ruangan pribadi riyaz,raina sampai depan ruangan pribadi disalah satu rumah sakit
"riyaz"panggil raina sambil buka pintu
"oh sayang kau sudah sampai,ayo sini masuk"ucap riyaz melihat raina datang.
raina masuk lalu dia duduk disofa yang memang sudah disediakan,riyaz berdiri mendekati istrinya duduk disofa,riyaz memberikan kertas formulir pada raina tapi raina malah bingung tidak mengerti.
"ini apa yang?"tanya raina tak mengerti
"ini formulir bayi tabung sayang,amanda yang memberikannya padaku"ucap riyaz
"bayi tabung,lalu?"tanya raina bingung
"kitakan belum pernah coba ikut program bayi tabung,bagaimana kalau kita coba program bayi tabung"ucap riyaz ngusul
"tapi yaz proses bayi tabung itu belum tentu jadi dan biayanya sangat mahal kau tidak masalah"ucap raina pendapat
"sayang apa salahnya kita mencoba dulu siapa tahu kita diberi kepercayaan sama tuhan setelah mengikuti program ini dan untuk biaya kau tidak perlu memikirkan itu"ucap riyaz coba memberi pengertian
"sebenarnya sih aku mau,bagaimana kita minta pendapat keluarga dulu"ucap raina
"tadi sih aku sudah bilang bunda ayah dan mereka setuju,tapi tidak tahu dengan papi mami gimana"ucap riyaz beritahu
"yaudah nanti kita coba nelfon mereka dan minta pendapat mereka"usul raina.
riyaz hanya mengikuti saran istrinya saja yang penting raina setuju ikut program bayi tabung itu sudah cukup,masalah keluarganya biar riyaz yang membujuk dan menjelaskannya pada mereka nanti.
selesai berdiskusi tentang masalah bayi tabung merekapun memutuskan untuk sarapan,mereka makan siang bersama dikantin rumah sakit,makanan disana sangat enak dan tentunya sehat bergizi.
*
*
*
sore hari sehabis pulang dan arisan bella berniat ingin mampir keapartemen alex dan tina untuk bertemu dengan cucunya yang tersayang,dia juga sudah membeli beberapa hadian saat mampir dimall tadi
bella pergi dengan diantar supir pribadi keluarga william,bella bepergian sendiri karena suaminya sibuk bekerja dikantor william lainnya,tak butuh lama bellapun sampai,bella memencet bel apartemen.
sedang didalam tina yang mendengar bel berbunyi bergegas pergi menuju pintu untuk membuka dan melihat siapa yang bertamu,tina membuka pintunya dan sedikit terkejut dengan kedatangan bella.
"mama,mama datang dengan siapa kesini?"tanya tina masih sedikit terkejut
"sama supir,tadi mama habis dari arisan jadi sekalian mampir"ucap bella beritahu
"ooh,ayo masuk ma"ucap tina mengajak
"terima kasoh ya"ucap bella tersenyum.
bella dan tina masuk kedalam,mereka berjalan menuju ruang tengah,tinapun mempersilahkan ibu mertuanya duduk, mendapati izin bellapun duduk disofa.
"ma mau minum apa?"tanya tina lembut
"terserah deh,ohya dimana jason kok gak kelihatan?"tanya bella mencari jason
"dia ada dikamar ma,tunggu tina akan memanggilnya"ucap tina mengajukan.
tinapun pergi kekamar jason,tidak lama sijason keluar menghampiri bella,mereka berbincang-bincang asyik disana,sedang tina dia pergi kedapur membuatkan bella minuman serta membawakan cemilan.
selesai membuat minuman tina berjalan menuju ruang tengaj dengan mampan ditangannya,tina menyajikam cemilan dan minumannya dihadapan bella dan jason,lalu dia ikut nimbrung duduk disofa
"ohya nenek bawa sesuatu untuk jason" ucap bella sambil menyerah paper bag
"waah nenek beliin jason mainan,terima kasih ya nenek"ucap jason kegirangan
"yaampun mama beliin jason mainan lagi,seharusnya mama jangan repot repot nanti dia jadi manja ma"ucap tina
"biarkan saja tina,diakan masih kecil asal jason bahagia mama tidak akan masalah dengan itu"ucap bella merasa senang.
jason memang selalu dimanjakan oleh bella,bella selalu membelikan apa yang jason minta,tina sudah melarangnya aga tidak terlalu memanjakan jason,tapi kasih sayang bella kejason membuat bella tidak bisa menolak keinginan jason.
tina melarangnya itu bukan berarti tina tidak menghormati bella,hanya saja tina tidak ingin merepotkan mertuanya dan jason menjadi anak yang manja,tina hanya takut kalau jason nanti jadi manja.
"mainan jason jadi bertambah terus hari" ucap jason sambil memainkan mainan
"itu karena kau selalu memintanya pada nenek,jangan menyulitkan nenek lagi mengerti"ucap tina memperingati jason
"tidak masalah tina,nenek tidak merasa direpotin cucuku"ucap bella membela
"mami dengar itu"ucap jason senang
"kau ini dasar nakal"ucap tina mengejek
ibu dan anak terkadang memang tidak akur,sama halnya dengan tina dan jason yanh selalu berdebat tidak jelas,sedang bella hanya menonton dan tersenyum gemas melihat perdebatan ibu dan anak.
"ma apa kau mau makan disini,tina akan memasak untuk mama nanti"tawar tina
"tidak perlu tina,mama makan dirumah saja sambil menemani papa"tolak bella
"ooh begitu"ucap tina mengerti bella
"yaudah kalau begitu mama pulang dulu, jason nenek pulang ya"ucap bella pamit
"iya,hati-hati nek"ucap jason persilahkan.
setelah berpamitan tina mengantar bella sampai kedepan,setelah melihat mobil bella sudah menjauh tina kembali masuk dalam rumah,hari sudah sore waktunya bagi tina untuk mengerjakan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga dan istri alex.
*
*
*
*
*
SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA
DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA
VOTE+KOMEN+LIKE