
rohit berlari menyelusuri jalanan rumah sakit,tidak peduli dia menabrak orang saat ini yang rohit pikirkan adalah kondisi istrinya karin,entah kenapa perasaan rohit jadi gelisah semenjak mendengar kabar kalau karin masuk rumah sakit.
disisi lain,karin sudah sadar dan sudah ditangani oleh dokter,saat ini karin asyik mengobrol dengan temannya,obrolan mereka terhenti saat mendengar pintu ruangan terbuka dengan sangat keras.
"sayang"panggil rohit,
"rohit,kau datang"ucap karin tersenyum, rohit melangkah mendekat menghampiri karin dan langsung memeluknya erat.
"kau baik-baik saja sayang?"tanya rohit
"tenanglah,aku baik-baik saja"ucap karin membalas pelukan rohit agar tenang.
mendengar hal itu rohit bernafas lega, setelah cukup merasa tenang rohit mulai melepaskan pelukannya,dia baru sadar kalau ada orang lain diruangannya itu.
"karin,karna suamimu sudah datang jadi aku pergi dulu ya"pamit teman karin
"hm hati-hati ya dan terima kasih sudah menolongku"ucap karin tersenyum
"sama-sama"ucap temannya lalu dia pergi keluar dari ruangan kamar inap.
kini hanya tinggal mereka berdua saja dikamar inap,rohit menggenggam erat tangan karin,karin yang mengetahui kekhawatiran rohit hanya bisa senyum.
"apa ada denganmu,kenapa kau bisa tiba-tiba pingsan?"tanya rohit lembut
"tadi aku hanya kelelahan saja,sekarang aku membaik"ucap karin menjelaskan
"lalu apa kata dokter,apa kau memiliki penyakit serius?"tanya rohit lagi
"kata dokter pingsan itu hal normal rohit,jadi tidak perlu khawatir"ucap karin
"apa-apaan itu,mana ada pingsan adalah hal normal,aku akan menemui dokter itu dia tidak becus sama sekali"kesal rohit, dia hendak pergi tapi dicegah karin
"hey dengerin dulu,aku belum selesai bicara"ucap karin,pasrah dan kesal rohit kembali duduk disamping karin.
"dengar,selesai dokter periksa ternyata aku positif rohit"ucap karin,rohit bingung
"positif,positif apa,sakit kamu parah,kita periksa lagi ya"ucap rohit khawatir lagi
"iih bukan,maksudnya,aku positif hamil sayang,aku hamil"ucap karin senang.
rohit diam mematung,dia masih belum mencerna setiap kata-kata karin,karin yang sudah antusias memberitahu rohit tentang kehamilannya malah kesal karna respons rohit tidak sesuai dugaannya.
"rohit"panggil karin menyadari rohit dari lamunannya dengan memukul rohit
"aah iya sayang"ucap rohit terbata-bata
"kok respoms kamj gitu sih,kamu gak senang aku hamil"ucap karin kecewa
"bukan begitu sayang,aku hanya syok aku masih tidak percaya kalau aku akan menjadi ayah"ucap rohit terharu
"aku juga begitu,jujur aku masih syok juga saat aku mengetahui kalau aku hamil,anak yang kita tunggu-tunggu akan segera hadir"ucap karin tersenyum haru
"kau benar,terima kasih sayang,hari ini aku sangat bahagia sekali"ucap rohit.
merekapun berpelukan,sebenarnya rohit ingin sekali menangis,tapi karna gengsi dia berusaha untuk menahannya,rasa khawatir dan gelisah yang ia alami tadi seketika langsung berubah kebahagiaan.
*
*
*
dilain sisi,sepasang kekasih kini berada diapartemen,sekian lama tidak bertemu karna sibuk dengan urusan pekerjaan masing-masing dan kini mereka memiliki kesempatan untuk bermesraan diapart.
sekarang ini raina berada diapartemen riyaz,sekarang dirinya dengan berkutat didapur untuk menyiapkan hot chocolate dan beberapa cemilan untuk menemani mereka nonton film kesukaan mereka.
"sayang"panggil riyaz tiba-tiba muncul dari belakang,riyaz memeluk tubuh raina
"maaf,kau sedang buat apa?"tanya riyaz
"hot chocolate,agar nanti nontonnya bisa lebih santai"ucap raina fokus memasak.
raina masih tetap fokus membuat hot chocolate,riyaz yang merasa diabaikan dengan usil mencium lembut leher raina membuat raina merasa geli sekaligus gugup karna riyaz menyentuh lehernya.
"kak raina lagi sibuk jangan diganggu" ucap raina menyembunyikan rasa gugupnya,riyaz mematikan kompornya dan membalikkan tubuh raina kearahnya.
"sayang kita sudah lama tidak bertemu tapi setelah bertemu kau malah fokus kelainnya"ucap riyaz mengeluh kesal
"aku bukannya mengabaikan kakak,kan aku lagi sibuk kak"ucap raina lembut
"aku sangat merindukanmu"ucap riyaz
"raina juga"ucap raina menatap dalam riyaz begitu juga sebaliknya dengan riyaz
riyaz mengangkat tubuh raina kewastafel dengan begitu posisi mereka sama,riyaz mengelus lembut pipi raina membuat raina gugup,perlahan riyaz menarik tekuk raina hingga bibir mereka menyatu,riyaz dengan lembut ******* bibir cery raina.
terbuai suasana raina mengalungkan tangannya keleher riyaz,ciuman semakin menjadi,setiap riyaz merasakan bibirnya raina dia hilang kendali,ciuman riyaz semakin menuntut,raina kesusahan untuk menyeimbangi ciuman riyaz.
"mmpz stomp"ucapan raina tertahap karna tertutup bibir riyaz,raina tahu kalau riyaz sudah hilang kendali,raina terus memukul bahu riyaz agar dilepaskan.
riyaz yang kembali sadarpun melepas ciumannya,nafas raina terengah-engah, sedangkan riyaz yang masih mengontrol dirinya sedikit menjauh dari raina,lagi dan lagi dia hilang kendali jika bersama raina.
"kak"panggil raina lembut,riyaz melirik kearah raina yang masih duduk diatas
"maaf raina aku hilang kendali tadi"ucap riyaz menunduk merasa menyesal.
raina turun dari wastafel dan mendekat keriyaz,raina mengarahkan tubuh riyaz agar menghadapnya,raina menangkup wajah riyaz lalu dikecupnya bibir riyaz, riyaz terdiam dengan perlakuan raina.
"tenanglah,aku tidak marah pada kakak" ucap raina menenangkan riyaz
"aku tahu kakak tidak akan melakukan itu sebelum kita menikah"ucap raina
"tapi sampai kapan aku harus menahan ini raina aku sangat tersiksa,setiap kali bersamamu aku tidak bisa menahan diriku untuk tidak mengikatmu"ucap riyaz
"kau sangat kejam raina,kau membiarkan aku menahan semua ini sendiri,aku tidak tahu sampai kapan ini"ucap riyaz frustasi
"maaf kak,tapi bersabarlah sebentar lagi aku akan lulus,hanya tunggu sebentar lagi aku mohon"ucap raina memohon.
sepasang kekasih ini tidak bisa bohong kalau keduanya ingin sekali memiliki satu sama lain secara utuh,namun apa daya mereka harus menahannya sebelum waktu baik ditentukan yaitu menikah.
"lebih baik kau siapkan saja apa yang kau lakukan tadi,aku akan menunggumu disana,jika aku tetap disini yang ada aku akan memakanmu nanti"ucap riyaz
"baiklah,kakak tunggulah disana aku akan segera menyusul"ucap raina.
sebelum pergi riyaz mengecup singkat bibir raina lalu meninggalkan raina didapur sendiri,raina kembali membuat hot chocolate yang sempat tertunda.
beberapa menit kemudian semua sudah siap raina melangkah menuju ruang tengah dengan membawa mapan berisi cemilan dan minuman,merekapun mulai menonton film yang mereka sukai.
*
*
*
*
*
SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA
DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA
VOTE+KOMEN+LIKE