
BEBERAPA HARI KEMUDIAN.
hari ini dikediaman keluarga salvatrucha sedang ramai orang-orang berdatangan karena shinta mengadakan acara arisan ibu-ibu dirumahnya,ikut arisan adalah salah satu kebiasaan shinta jika bosan.
pooja juga ada disana ikut membantu mengurus tamu mertuanya,sebenarnya shinta yang meminta pooja untuk ikut bergabung diacaranya,mungkin ingin memamerkan cucu kesayangan,pooja tidak bisa menolak keinginan mertuanya.
kini pooja sedang membantu didapur menyiapkan hidangan untuk para tamu, sedang shinta menemui tamu ditaman belakang dengan mengendong sivanes.
"oh yaampun,cucu ajeng lucu sekali"puji temannya shanti gemas melihat vanes
"cucunya siapa dulu"ucap shanti bangga
"ya kalau keluarga salvatrucha memang beda ya,isinya orang tampan dan cantik semua"ledek temannya shinta bercanda
"jeng bisa aja"ucap shinta tersipu malu.
semua orang terus memuji vanes kecil dan terkadang bercanda membuat vanes tersenyum gemas,tidak lama pooja dan maid datang ketaman belakang dengan membawa beberapa hidangan terenak.
semua orang menikmati hidangan yang telah disajikan,pooja juga ikut bergabung meski dia tidak mengerti apa-apa tapi dia ikut duduk untuk menemani mertuanya, acara arisan memang menyenangkan.
*
*
*
PERUSAHAAN SALVATRUCHA.
disisi lain diperusahaa salvatrucha,kini raj tampak sedang menahan emosinya setelah beberapa hari mendapati kabar buruk mengenai kinerja karyawannya yang semakin hancur lebur berantakan.
akhir-akhir ini raj slalu mendapati berkas laporan yang bermasalah,apalagi bagian laporan keuangan,raj kesal karena karyawannya semakin buruk,hal hasil raj mengadakan rapat dadakan dikantor.
disinilah semua karyawan berkumpul,raj mengumpulkan semua karyawan,hawa didalam ruangan sangat menyeramkan dan menegangkan,raj memasang wajah yang menakutkan karna menahan kesal.
"apa kalian sudah bosan bekerja disini?" tanya raj sambil menahan amarahnya
"maaf tuan,sebenarnya ada apa tuan memanggil kami semua kesini?"tanya salah satu karyawan memberanikan diri
"kau masih berani bertanya,apa kalian tidak sadar kesalahan kalian"kesal raj semua karyawan menunduk kepala takut
"jika kinerja kalian tetap terus seperti ini saya tidak akan segan-segan memecat kalian semua"ucap raj mengancam
"tidak tuan,tolong jangan pecat kami beri kami satu kesempatan memperbaikinya, kami mohon"ucap karyawan memohon
"cih,aku tidak suka memberi kesempatan pada siapun,aku tak akan rugi memecat kalian,banyak orang yang mau bekerja diperusahaan salvatrucha"ucap raj.
raj mengeluarkan segala kekesalannya kepada karyawannya itu,karyawan yang mendengar ancaman raj menjadi gelisah mereka takut kalau raj akan memecat mereka,habis sudah masa depannya.
Driiing.....
deringan ponsel tiba-tiba terdengar,rohit yang sedari tadi diam jadi terkejut karna ponselnyalah yang berbunyi,rohit kini jadi pusat perhatian,rohit mematikan panggilannya,taklama itu berbunyi lagi.
"rohit lebih baik kau segera angkat itu" ucap raj geram dengan suara deringan
"baik tuan,maaf telah mengganggu"ucap rohit tidak enak+merasa telah bersalah.
rohit berpindah tempat kepojokan agar tidak mengganggu orang lain,meeting tertunda sebentar karena rohit,rohitpun mengangkat panggilan tersebut yang ternyata dari sang istri tercinta karin.
rohit:"hallo sayang,ada apa?"
karin:"aah rohit cepat datanglah kesini aku sudah kesakitan"
rohit:"sayang hei ada apa,kau kenapa?"
karin:"rohit aku akan melahirkan"
rohit:"apa melahirkan,sayang kau tenang ya aku akan segera kesana".
panggilanpun terputus,semua orang bingung menatap rohit,rohit melangkah mendekati raj,terlihat jelas rohit sangat panik saat ini,bagaimana tidak panik jika memdengar kabar kalau sang istri akan segera melahirkan,tentu saja akan panik.
"ada apa,kenapa kau panik?"tanya raj
"tuan maaf,bolehkan saya izin hari ini tadi istri saya menelfon dan bilang dia akan melahirkan saya harus pergi tuan" jelas rohit meminta izin untuk pergi
"pergilah,bawa saja mobilku itu"ucap raj
raj tentu saja mengizinkan rohit pergi karena dia pernah ada diposisi rohit,raj mengerti seperti apa paniknya rohit saat ini,karena dirinya dulu juga sangat panik saat pooja akan melahirkan vanes dulu.
*
*
*
tidak butuh waktu lama bagi rohit untuk sampai dirumah sakit,semasa dijalanan rohit terus mengebut dengan kecepatan full,hingga rohit cepat sampai,mobilpun diparkirkan sembarang arah oleh rohit.
rohit berlari menelusuri koridoor rumah sakit,rohit melangkah menuju ruangan persalinan,karin tadi memberitahunya kalau dirinya sudah berada diruangan salin jadi rohit segera menuju kesana.
"suster,apa istriku ada didalam?"tanya rohit pada perawat yang baru keluar
"apa anda suami pasien?"tanya perawat
"iya saya suaminya,bagaimana keadaan istri saya?"tanya rohit panik khawatir
"istri tuan ada didalam sebaiknya tuan masuk,temani istri anda"pinta perawat.
tanpa menjawab lagi rohit langsung pergi masuk kedalam,disana rohit melihat karin yang sedang ditangani oleh dokter sambil menahan rasa sakit,rohit tidak tega melihatnya,diapun mendekati karin.
"sayang,kau baik-baik saja?"tanya rohit cemas melihat karin yang kesakitan
"rohit,ini sakit sekali"keluh karin merintih
"bertahanlah sayang,demi anak kita,aku akan ada disampingmu"ucap rohit tulus.
rohit menggenggam erat tangan karin,dia terus memberi kata-kata semangat buat karin agar karin merasa tidak sendirian waktunya sudah tiba,dokterpun mulai mengarahkan karin untuk melahirkan.
karin terus mengejan dengan sekuat tenaganya,keringat karin sudah mulai membanjiri dirinya,rohit senantiasa menemani karin lahiran,hingga keluarlah sebuah kepala dari selangkang karin.
"sayang anak kita,anak kita sudah mulai keluarlah,ayo sayang kamu pasti bisa" ucap rohit memberi semangat kekarin.
air mata rohit sudah tak terbendung lagi ketika melihat sebuah kepala keluar,karin dengan sekuat tenaga lebih mengejan tak lama suara tangisan bayi bergema diruangan itu,anak mereka sudah lahir.
"selamat tuan,nona anak kalian pria"ucap dokter sambil menggendong bayinya
"sayang anak kita sudah lahir,terima kasih sayang kau sudah berjuang demi anak kita"ucap rohit senang+bahagia.
rohit menghujani karin ciuman,hari ini rasa bahagia rohit tidak bisa dipancarkan lewat kata-kata,karin masih mengantur nafasnya,dia masih lelah pasca lahiran detik berikutnya karinpun jatuh pingsan.
"sayang,sayang hei bangun"cemas rohit
"dokter istriku kenapa?"tanya rohit panik
"istri tuan pingsan karena kelelahan pas lahiran,tuan tenang saja ini sudah biasa terjadi pada ibu-ibu yang habis lahiran" jelas dokter,rohit menatao sendu karin
"kami akan membersihkan bayi tuan dulu, sambil menunggu nona siuman kami akan memindahkannya kekamar inap"ucap dokter,rohit mengangguk.
"terima kasih dokter"lirih rohit sedih
"sama-sama tuan"ucap dokter tersebut.
bingung,itu yang rohit rasakan,disatu sisi dia senang karena anaknya telah lahir disisi lain dia merasa sedih dan bersalah melihat istrinya pingsan,rohit hanya bisa pasrah dan berdoa untuk istri anaknya.
*
*
*
*
*
SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA
DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA
VOTE+KOMEN+LIKE