
pagi ini seperti rencana,raj dan rohit sedang menghadiri rapat khusus disalah satu hotel dan tentunya diruangan privat, raj dan rohit berjalan dikoridor hotel dengan dikawal oleh pengawai hotel untuk mengantarnya ketempat tujuan.
sampailah mereka disalah satu ruangan privat dihotel yang khusus dibuat,saat masuk kedalam sudah ada beberapa orang disana dan tentu semua itu adalah kolega-kolega perusahaan yang khusus.
"tuan raj,anda hadir kesini"sapa salah satu koleganya menjabat tangan raj
"tentu saja saya akan hadir kesini"ucap raj ramah membalas jabatan tangannya
"saya merasa terhormat karna tuan raj rela meluangkan waktunya untuk datang keperjamuan ini"ucap senang koleganya
"tidak perlu sungkan tuan hans"ucap raj.
selesai sedikit berbincang-bincang acara meetingpun dimulai,semua wajah orang orang sangat serius,apalagi rohit yang sangat fokus mencatat setiap inti-intinya meeting yang menurutnya berpentingan.
cukup menghabiskan waktu yang begitu lama untuk acara meeting tersebut,dan akhirnya usai sudah,semua orang mulai berpergian begitu pula dengan raj dan rohit yang ikut pergi dari perjamuan itu.
"tuan raj,tuan raj"langkah raj dan rohit terhenti ketika mendengar seseorang yang memanggil namanya,raj dan rohit menoleh kebelakang ternyata itu adalah koleganya hans dan ada seorang wanita.
"tuan raj,apa anda sudah mau pergi?" tanya hans mencoba berbasa-basi
"iya saya dan sekretaris saya mau pergi kehotel,ada apa tuan hans?"tanya raj
"tidak ada,saya hanya ingin mengajak tuan raj makan siang bersama,jika tuan raj tidak keberatan"ucap hans mengajak.
raj diam sejenak,hans adalah orang yang berpengaruh dilondon,jika raj menolak akan terlihat tidak sopan,tapi raj juga tidak ingin menghabiskan waktu dengan hal-hal yang tidak penting baginya.
"bagaimana tuan raj,apa tuan raj mau makan siang bersama?"tanya hans lagi
"tentu,mari kita makan siang bersama" ucap raj terpaksa menerima ajakannya.
merekapun pergi menuju kerestoran ternama dilondon dengan menaiki dua mobil,sial niatnya raj akan menghubungi pooja karna dari pagi dia tidak memberi kabarnya tapi dirinya malah terjebak.
skip,saat ini mereka sedang menikmati hidangan restoran mewah yang hans pesan khusus,tidak bisa dipungkiri hans menyiapkan hidangan yang begitu baik,tapi tetap saja bagi raj masakan poojalah yang terbaik,tidak terngantikan.
"bagaimana tuan raj,apa hidangannya cocok dengan anda?"tanya hans
"iya,hidangan ini begitu enak,sepertinya saya harus sering-sering datang kemari" ucap sengaja bersendau gurau
"jika tuan raj tidak keberatan,saya akan menyuruh orang untuk membantu tuan menjelajahi kota london ini,contohnya putri saya ini"ucap hans berbasa-basi
"saya lupa memberitahu,ini putri saya namanya windi,dia baru saja lulus S2 dan baru balik dari luar negeri"ucap hans
"salam kenal tuan raj"sapa windi malu raj hanya menjawab dengan anggukan saja
"jika tuan raj tidak keberatan,putri saya ini bisa mengantar tuan menjelajahi kota london ini"ucap hans,raj tersenyum tipis
"tidak perlu tuan hans,saya tidak ingin merepotkan putri anda"tolak raj lembut
"saya rasa putri saya tidak keberatan,ya siapa tahu putri saya dengan tuan memiliki kecocokan tersendiri"ucap hans
"papa apa-apaan sih,malu tahu"ucap windi tersipu malu mendengar semuanya.
raj hanya menanggapi dengan senyuman tipis,raj bukanlah orang bodoh yang tidak mengerti arah pembicaraan hans,bahkan rohit yang dari tadi diam dan mendengar bisa menangkap arah pembicaraan ini.
"apa tuan hans mencoba menjodohkan anaknya dengan tuan,apa dia tidak tahu kalau tuan sudah menikah"batin rohit.
rohit sesekali melihat kearah windi yang juga sering mencuri pandang keraj,tenth saja rohit mengerti arti tatapan windi,ada rasa tersembunyi dibalik tatapannya itu.
*
*
*
akhir-akhir ini perut pooja sering sekali merasa cepat lapar,bahka dirinya bisa 5-6 kali makan dalam sehari,saking fokus makan dirinya kaget karna seseorang menepuk bahunya,dia noleh kebelakang.
"tina"ucap pooja,iya orang itu tina,tina ikut duduk disamping pooja,tatapan tina sendu seakan-akan sedang sedih,pooja merasa bingung dengan tingkah tina.
"tina kau kenapa,kenapa matamu sembab begitu,apa kau sedang ada masalah?"tanya pooja bertubi-tubi
"pooja aku harus bagaimana,aku dan alex bertengkat hebat kemarin"lirih tina
"kenapa,apa masalahnya coba cerita, siapa tahu aku bisa bantu"ucap pooja
"alex menyuruhku berhenti bekerja tapi aku tidak mau menolak,dan dia marah karna dia pikir aku selingkuh"ucap tina
"kenapa kau tidak ingin berhenti?"tanya pooja mencoba mencerna cerita tina
"pooja kau taukan,hidupku penuh dengan kerja,kerja dan kerja,jika aku tidak kerja siapa yang akan membantu ibu"ucap tina
mata tina mulai berkaca-kaca jika kalau mengingat kejadian semalam,alexnya begitu marah besar hanya karna tina tidak ingin berhenti bekerja dan malah menuduh tina berselingkuh disana.
tina memang belum berhenti bekerja,tina berpikir jika dirinya berhenti kerja maka siapa yang akan menafkahi ibunya, sejujurnya semenjak tina hamil alex sudah menyuruhnya tina untuk berhenti bekerja tapi tina terus menolak,alhasil alex berpikir yang tidak-tidak dengan tina.
"tina dengarkan aku,niat alex itu baik tina, dia hanya tidak ingin kau kenapa-kenapa, sekarang kau sedang hamil tentu alex akan merasa khawatir takut terjadi sesuatu kepada kalian"ucap pooja coba memberi pengertian,tina diam sesaat.
"tapikan aku baik-baik saja,terus kalau aku berhenti kerja yang bantu ibu siapa, aku tidak ingin bergantung kepada alex pooja"ucap tina kekeh pada pendiriannya
"waktu itu aku juga berpikir seperti itu saat raj menyuruhku berhenti bekerja,tapi dibalik semua itu ada ketulusan yang raj beri,dan aku yakin alex tidak masalah jika kau bergantung padanya,kau adalah istrinya tina yang artinya ibumu juga ibu baginya"ucap pooja coba menasehati
tina terdiam mendengar perkataan pooja, jika dipikir-pikir dibalik semua itu alex menyimpan niat baik,alex hanya ingin menjaganya agar tidak terjadi sesuatu, tapi dirinya malah menolak perkataan suami dan membuat masalah untuknya.
"terus aku harus apa pooja?"tanya tina
"cobalah bicada baik-baik dengan alex dan cari solusinya,semua masalah pasti terselesaikan jika dibicara baik-baik"usul pooja,tina menunduk malu,mengangguk
"sudah jangan sedih lagi donk,gimana kalau sekarang kita pergi makan,aku sudah laper"ucap pooja merengek
"ayo aku juga lapar,hari ini aku yang akan mentraktirmu sepuasnya"ucap tina
"tentu,rejezi jangan ditolak"ucap pooja.
merekapun pergi kerestoran dekat taman mereka menghabiskan waktu dengan sesekali bercerita,tina juga sudah memutuskan akan bicara baik-baik dengan alex agar hubungan membaik.
*
*
*
*
*
SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA
DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA
VOTE+KOMEN+LIKE