Cold Ceo Fell In Love

Cold Ceo Fell In Love
EPISODE 124



2hari kemudian.


pertengkaran riyaz raina masih berlanjut sampai sekarang,sudah 2hari mereka tidak saling berkomunikasi,mereka tinggal bersama tapi seperti orang asing yang tidak mengenal satu sama lain.


raina sudah berusaha,mencoba segala cara agar riyaz memaafkannya,tapi riyaz selalu cuek dan mengabaikannya,raina bingung ntah harus bagaimana lagi agar raina bisa mendapatkan maaf dari riyaz.


siang ini riyaz dipanggil oleh raj untuk pergi kekantornya,riyaz tak bisa menolak jadi dia mengiyakan ajakan raj,entah apa tujuan raj mengajak ketemu mendadak riyaz tidak tahu,riyaz hanya bisa menurut


riyaz baru saja sampai diperusahaan raj dia langsung melangkah masuk menuju ruangan riyaz,sesampainya diruangan raj riyaz mendapati raj yang tengah fokus bekerja,riyaz berjalan masuk mendekat.


"hai raj"sapa riyaz,raj melirik kearah riyaz sebentar,mengetahui siapa yang datang raj menghentikan kerjanya lalu berdiri mendekat keriyaz yang sedang duduk disofa,raj ikut duduk disofa dekat riyaz.


"hei ada apa kau memang mengajakku ketemu tiba-tiba?"tanya riyaz penasaran


"aku dengar kau lagi ada masalah sama raina,benar?"tanya balik raj to the point.


riyaz terdiam karena pertanyaan raj,raj ternyata sudah tahu mengenai masalah rumah tangganya,tentu raj tahu kalau adeknya sedang ada masalah,itu karena adeknya sering datang keapartemennya dan selalu curhat kepooja,tentu raj tahu.


"hm,aku dan raina memang sedang ada masalah sedikit"lirih riyaz menunduk


"masalah apa,jangan bilang itu karna raina tidak bisa hamil lalu kau ingin menceraikannya"ucap raj menuduh


"omong kosong,mana mungkin aku hal itu aku lakukan raj,kau tahukan kalau sangat mencintai raina"ucap riyaz tegas


"lalu apa masalah kalian?"tanya raj lagi


"raina,dia menyuruhku untuk menikah lagi dengan amanda"ucap riyaz beritahu


"apa raina menyuruhmu menikah lagi bagaimana bisa?"tanya raj tak sangka.


riyazpun menceritakan masalahnya pada raj tentang masalah rumah tangganya, riyaz bercerita tanpa ada yang terlewat sedikitpun,raj fokus mendengarkan riyaz.


"mengetahui itu tentu saja aku marah,dia memikirkan perkataan tapi tidak dengan perasaanku"keluh riyaz sedih+kecewa


"aku tidak bisa bela,kalian sama-sama bersalahan,tapi ingat setiap masalah itu ada jalan keluarnya,kalian harus cepat menyelesaikan masalah kalian"ucap raj mencoba memberi nasehat untuk riyaz.


riyaz hanya mengangguk mengerti,tentu riyaz ingin segera berbaikan dengan raina,dia juga sebenarnya sudah rindu padanya,tapi setiap kali mengingat masalahnya riyaz kembali merasa kesal.


*


*


*


20.00 wib kota amerika.


malam hari riyaz baru pulang kerumah usai menyelesaikan urusannya dirumah sakit,riyaz masuk kedalam dan seperti biasa raina selalu menunggunya diruang tengah untuk menyambutnya pulang.


"sayang kau sudah pulang"ucap raina senang,raina menghampiri riyaz hendak memeluk riyaz tapi riyaz menghindarinya


"bukannya aku sudah bilang tidak usah menunggu pulang,kenapa kau masih menungguku"ucap riyaz bersuara dingin


"akukan menunggu suamiku pulang,apa salah"ucap raina menahan tangisannya


"kau masih menganggapku suamimu" ucap riyaz nyindir,raina diam menunduk.


slalu saja ini terjadi,semenjak bertengkar riyaz jadi sering menyindir itu membuat raina sedih sakit hati,tidak dapat respons dari raina riyaz memilih mengabaikannya dan kakinya kembali melangkah berjalan.


"sampai kapan kau terus mengabaikanku iyaz,tidak bisakah kau memaafkanku dan memberi kesempatan,aku mohon riyaz maafkan aku hiisk"ucap raina berteriak tangisan raina pecah tidak terbendung.


mendengar suara tangisan dan teriakan raina membuat langkahnya terhenti,riyaz membalikan badan untuk melihat raina mata riyaz membulat lihat raina nangis dengan badan yang terkulai dilantai.


"raina"gumannya,riyaz mendekati raina dan langsung mendekap tubuh raina,ini adalah kelemahan riyaz,dia paling tidak bisa melihat wanita yang dicintainya menangis dan juga menderita seperti ini.


"hiiks iyaz aku mohon maafkan aku hiiks" lirih raina trus menangis didekapan riyaz


"sayang aku mohon jangan seperti ini ya jangan menangis,kau tahu paling tidak bisa melihatmu menangis"pinta riyaz.


mendengar permohon riyaz isakan raina pelan-pelan berhenti,raina jadi sedekit tenang,raina mendongak keatas melihat kearah riyaz,mereka saling pandang satu sama lain,mata mereka saling berpesan.


"jangan menangis lagi hm"ucap riyaz lembut sambil mengelap air mata raina


"kau sudah tidak marah lagi padaku?" tanya raina hati-hati sambil masih terisak


"maaf aku egois dan tidak memikirkan perasaanmu"ucap raina menyesal


"tidak masalah,tapi janji jangan seperti itu lagi,kita sudah janji untuk berusaha bersamakan"ucap riyaz mengingatkan


"iya aku janji,kita akan menanganinya bersama"ucap raina,riyaz tersenyum.


riyaz mencium lembut bibir raina,bibir yang selama ini dia rindukan,tentu raina membalaskan dengan suka rela,riyaz menarik tubuh raina agar lebih mendekat ketubuhnya untuk memperdalam ciuman


"sayang aku tidak bisa menahannya lagi" ucap riyaz setelah melepas ciumannya, tentu raina paham maksud suaminya


"uhaa,sayang sepertinya aku ngantuk aku tidur dulu ya"ucap raina lalu dia lari kekamar,riyaz tersenyum melihat raina.


riyaz tidak akan menyia-nyiakan hal itu, riyaz menyusul raina kekamar,sesampai disana riyaz lihat raina sudah berbaring dengan posisi tengkurap,riyaz tersenyum lalu dia berjalan mendekat kearah raina.


"sayang apa kau sudah tidur?"tanya riyaz dengan suara serak,riyaz duduk samping raina,tangan riyaz mulai nakal mengelus paha mulus raina,raina yang pura-pura tidur berusaha nahan suara d*sahnya.


riyaz tahu kalau raina belum tidur,riyaz menyikap drees tidur raina keatas lalu membuang cd raina,satu jari riyaz kini masuk kedalam lubang,riyaz mengocok dengan lihat membuat raina terangsang


"aamp"d*sah raina tertahan karna bantal raina meremas bantal karena aksi liar riyaz,mendengar suara raina semakin membuat riyaz berg*irah,kocokan riyaz semakin menjadi membuat raina gila.


sudah puas bermain dengan jari,riyaz mulai membuka jelananya lalu dia naik keatas tubuh belakang raina,posisi raina yang terkurap tak bisa menghalangi riyaz malah riyaz akan lebih leluasa bergerak.


"aaahamp"d*sah mereka saat miliknya sudah menyatu,riyaz memasukkannya dari belakang,riyaz mulai menggerakan pinggungnya,sensasi baru membuat riyaz semakin berg*irah melakukannya.


kepala raina mendongak keatas,baru kali ini riyaz melakukannya lewat belakang, raina tergila dibuatnya,raina meremas kuat sprei menikmati permainan riyaz, sungguh riyaz sangat lihai melakukan itu.


"aaah riiyaz pelan-pelan sakit"rintih raina


"maaf baby aaku tidak bisa mengontrol diriku,iini terlalu n*kmat aah"d*sah riyaz.


suara d*sahan sudah seperti lagi dalam ruangan yang panas itu,mereka berdua terhanyut dalam permainan,riyaz tidak memberi ampun raina,riyaz lampiaskan rasa kesal dan rindunya lewat tindakan.


tiga jam sudah berlalu tapi mereka belum juga berhenti,semua gaya sudah mereka peraktekan tapi mereka tidak merasa lelah,bahkan keringat sudah membanjiri tubuh mereka,itu permainan yg dahsyat.


"aah riiyaz aaku"d*sah raina taj karuan


"bersama baby"ucap riyaz mengerti.


riyaz semakin mempercepat gerakannya keduanya sama-sama akan mencapai puncaknya,gerakan riyaz yang begitu cepat membuat raina mend*sah gila kedua sudah hampir sampai puncaknya.


"aaajhaah"d*sah mereka ketika sudah klimask,riyaz ambruk disamping raina, keduanya masih mengatur nafas yang masih terengah-engah,riyaz menatap raina lalu menggenggam tangan raina.


"apa kau menikmatinya?"goda riyaz


"hhm,kau semakin pandai melakukannya sampai aku kewalahan"ucap raina lelah


"really,maaf membuatmu lelah"ucap riyaz


"no problem,kau berhak melakukan apa pun padaku,aku milikmu"ucap raina


"terima kasih,tidurlah kau terlihat sangat lelah"ucap riyaz,rainapun mengangguk.


raina masuk kedalam tubuh riyaz,raina sangat erat memeluknya tapi riyaz tidak masalah,riyaz menyelimuti tubuh mereka riyaz memeluk raina dan ikut beristirahat bukan hanya raina,riyaz juga sangat letih.


*


*


*


*


*


SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA


DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA


VOTE+KOMEN+LIKE