
3 hari kemudian.
bahu pooja sudah sembuh total,pooja sudah tidak merasa sakit lagi jika bahunya digerakan 3 hari hanya diam diatas kasur tidak bergerak sama sekali membantu penyembuhan pooja.
sekarang pooja sudah resmi keluar dari pekerjaannya,meksi harus dihadapi dengan pertanyaan bertubi-tubi dari sahabatnya tina tapi pooja berhasil menenangkan sahabatnya dan menjelaskan kenapa dirinya bisa mengundurkan dirinya,akhirnya dengan hati terpaksa tina merelakan pooja.
sekarang mereka sudah jarang bertemu karna pooja sibuk dengan penyembuhannya sedangkan tina disibukkan oleh pekerjaannya baik dicafe ataupun dirumahnya.
saat ini yang pooja lakukan hanya menonton saja sambio menunggu raj pulang kantor karna hari mereka sudah janjian untuk pergi kesebuah tempat mencari cincin pernikahan mereka.
"bosan sekali disini sendirian"guman pooja sudah mulai jenuh
"enaknya ngapain ya?"tanya pooja kepada dirinya sendiri,berpikir sejenak
"pergi jalan-jalan aja kali yaa,oke pergi jalan-jalan"ucap pooja bersemangat.
diapun segera bersiap-siap menganti pakaiannya yang baru raj beli selama dia tinggal diapartemen raj,selesai bersiap pooja berniat ingin meminta izin dari raj,pooja menghubungi raj tapi tidak aktif-aktif meski mencoba berulang kali.
"kenapa ponselnya tidak aktif apa dia sedang sibuk"guman pooja mencoba menghubungi raj lagi tapi tetap tidak bisa
"sepertinya dia sibuk,aku kirim pesan saja"ucap pooja lalu diapun mengirim pesan kepada raj selesai itu baru dia pergi keluar dari apartemen raj.
*
*
*
kini pooja sudah sampai disebuah mall ternama diamerika dia kemall bukan untuk berbelanja melainkan hanya jalan-jalan untuk menghilangkan rasa jenuhnya,setelah membayar ongkos taxi pooja masuk kedalam mall tersebut.
pooja menelusuri lantai dua,berjalan mengikuti langkah kaki,saat tengah asik melihat-lihat pooja sepertinya tidak sengaja menyenggol bahu seseorang pooja melihat orang itu dan segera meminta maaf.
"pooja kau..."ucap orang itu yang ternyata adalah dita,pooja sedikit terkejut serta gugup takut jika terjadi sesuatu padanya.
"sudah lama tidak bertemu,kamu apa kabar?"tanya dita ramah membuat pooja kebingungan dengan perubahan dita
"saya baik-baik saja nona dita,kau sendiri bagaimana?"tanya pooja berbasa-basi
"aku baik,kau sendiri kesini?"tanya dita lagi pooja hanya mengangguk kepala
"ooh,kalau begitu bagaimana temanin aku minum sekalian ngobrol-ngobrol yuk"ajak dita pooja terdiam berpikir.
seperti tidak ingin ditolak dita langsung menarik tangan pooja menuju tempat cafe yang ada dimall tersebut,merrka hanya memesan minuman dan kentang goreng sebagai cemilan ringan.
"oh yaa aku denger krish masuk penjara karna raj apa itu benar?"tanya dita memulai obrolan
"aah,i...iya sepertinya begitu"ucap pooja kikuk terus meminum minumannya
"apa dia berencana ingin membalas dendam untuk kekasihnya krish"batin pooja,pooja takut dita balas dendam
"hee syukur deh dia dipenjara itu bagus"ucap dita santai,pooja tertegun
"kau tidak sedih kekasihmu dipenjara?"tanya pooja takut-takut
"cih untuk apa aku sedih,lagipula dia bukan kekasihku,hubungan kami hanya sebatas patner **** itu saja"jelas dita santai pooja hanya tersenyum kikuk
"sekarang ini aku sudah mempunyai kekasih jadi aku tidak membutuhkan krish lagi"ucap dita menjelaskan
"kekasih baru?"tanya pooja
"iya bisa dibilang dia adalah saingan raj dulu nanti akan aku kenalkan denganmu"ucap dita
"lalu bagaimana sekarang hubunganmu dengan raj?"tanya dita,pooja sedikit takut untuk menjawab pertanyaan dita
"hmm,akhir-akhir ini kami sibuk untuk menyiapkan pernikahan kita"ucap pooja
"oh yaa kalian akan menikah,yah sayang sekali aku tidak bisa hadir dipernikahan kalian"ucap dita
"memangnya kenapa?"tanya pooja
"besok lusa aku dan kekasih akan pergi keluar kota dan kemungkinan akan menetap disana soalnya keluarga kekasih ada disana jadi pasti aku akan ikut"jelas dita panjang lebar
"oh itu dia kekasihku,HONEY"panggil dia kepada seseorang.
seorang priapun menghampiri mereka,pooja melihat dengan intes kekasih dita itu dia berbadan tinggi dan cukup tampan dia adalah jeff
"pooja kenalkan dia adalah kekasihku jeff,dan honey kenalkan dia pooja dia kekasihnya raj"ucap dita memperkenalkan mereka berdua
"raj"ucap jeff melihat kearah dita
"iya raj teman kita"ucap dita kepada jeff
"oh ya saya pooja kekasih raj"ucap pooja sambil menerima jabatan tangan jeff
jeef dan dita memutuskan untuk menjalin hubungan baru,awalnya dita menolak karna fia berpikir tidak pantas untuk jeff tapi jeff berusaha menyakinkan dita meski dia tau siapa dita sebenarnya jeff masih mau menerima dita sehingga dita luluh dengan ketulusan jeff.
"honey pooja dan raj akan menikah bagaimana kalau kita berikan hadian pernikahan untuk mereka"ucap dita
"tentu,apapun untukmu"ucap jeff setuju
"tidak itu tidak perlu kalian tidak akan hadir dipernikahan kami bagaimana bisa kami menerima hadiah begitu saja"tolak pooja merasa tidak enak hati
"justru karna kami tidak bisa hadir ingin memberimu hadian udah jangan menolak ayo"ucap dita memaksa pooja.
mereka pergi kesebush toko perhiasannya dita memilih untuk memberi satu set perhiasan untuk pooja,hadiah itu bukan hanya sekedar hadiah itu juga merupakan perminta maafan dita karna telah menyakiti pooja,setelah selesai membayar merekapun sama-sama keluar dari mall.
"pooja apa kau akan dijemput?"tanya dita saat mereka sampai diparkiran
"iya tadi raj sudah menghubungi aku dia bilang akan menjemputku"ucap pooja
"ah itu dia sudah datang"ucap pooja memberitahu kedatangan mobil raj
"baiklah karna jemputannya sudah datang kami duluan ya"pamit dita
"iya sekali lagi terima kasih atas hadiah ya"ucap pooja dita mengangguk.
mobil yang ditumpangi dita dan jeff sudah melaju,pooja masuk kedalam mobil raj,disana sudah ada raj dan rohit.
"hai raj"sapa pooja memasuki mobil
"bukannya aku sudah bilang jangan dekat dengan dita,kau sudah diapain aja sama dia"ucap raj salah paham
"raj tenanglah kau sudah salah paham,kami tadi hanya mengobrol saja"jelas pooja menenangkan raj
"mengobrol,bagaimana bisa?"tanya raj.
pooja menceritakan tentang pertemuannya yang tidak sengaja dengan dita tanpa ada kirang sedikitpun.
"jadi begitu,dia bahkan membawa kekasihnya tadi"ucap pooja
"kekasih,hee apa masih ada pria yang menyukainya"ucap raj tersenyum remeh
"ada dia adalah sainganmu"ucap pooja
"sainganku?"tanya raj,raj coba mengingat
"aah,ternyata dia masih menyukainya, sudah tidak terduga"ucap raj
"iya namanya jeffkan,dia bahkan memberi kita hadiah pernikahan lihat"ucap pooja menunjukkan hadiahnya
"mereka tidak bisa hadir karna mereka akan perfi keluar negeri jadi mereka hanya memberi kita hadiah"jelas pooja
"itu bagus jadi aku tidak perlu khawatir lagi"ucap raj
"khawatir,memang kenapa?"tanya pooja
"aku khawatir dita akan merusak pernikahan kita setelah krish hanya dia musuhku tapi karna dia telah perfi keluar kota jadi kita bisa melakukan pernikahan dengan aman"ucap raj tersenyum
"itu benar,oh ya kitakan mau membeli cinci pernikahan,kita akan beli dimana?"tanya pooja
"nanti juga kau akan tau"ucap raj.
pooja hanya mengikuti kemana raj akan membawanya pergi,yang pasti dirinya akan pergi membeli cincin pernikahan sungguh tidak terduga hari pernikahannya sudah hampir didepan mata pikir pooja.
*
*
*
*
*
SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA
DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA
VOTE+KOMEN+LIME