Cold Ceo Fell In Love

Cold Ceo Fell In Love
EPISODE 70



07.15 wib kota amerika.


hari ini sepasang suami istri tengah ada dirumah sakit,sekarang alex menemani sang istri periksa kandungan,mereka saat ini tengah mengantri menunggu giliran mereka untuk periksa kandungan.


alex tidaklah sama dengan raj,kalau raj tidak sabaran maka alex orangnya santai dia tidak masalah jika mengantri seperti orang lain,kian menunggu sudah waktu giliran mereka,mereka masuk keruangan.


"selamat pagi tuan,nona"sapa dokter


"pagi dokter"sapa mereka bersamaan


"mari berbaring disana nona,saya akan langsung melakukan pemeriksaan"ucap dokter tina menurutinya perkataannya.


tina berbaring dengan ditemani oleh alex disampingnya,dokter itu mulai mengoles gell diperut rata tina lalu dia memainkan alatnya diatas perut tina dengan mata memandang kearah monitor disamping.


dimonitor terlihat jelas gambar seperti biji kecil dimonitor,tina dan alex menatap intens kearah monitor,mereka tahu kalau yang dilihat sekarang adalah bayi mereka yang masih berumur kecil seperti biji.


"lihatlah tuan nona inilah bayi kalian,bayi kalian sangat sehat hanya saja usia kandungannya masih mudah jadi dia terlihat masih kecil"jelas dokter itu.


"kalau boleh tau dia berjenis apa dok?" tanya alex tiba-tiba,dokter itu tersenyum


"masih belum diketahui tuan,nanti kalau 4-5bulan baru kita tau"jelas dokter lagi.


alex terlalu merasa senang hingga alex asal bertanya,bukan hanya alex bahkan tina tidak lepas dari senyuman dibibirnya melihat anak pertaman mereka yang akan melengkapi kebahagiaan mereka.


selesai kolsuntasi kedokter dan meminta obat vitamin alex dan tina memutuskan untuk pulang,mereka berjalan menuju parkiran tempat mobil mereka disimpan mereka masuk kedalam mobil mereka.


"baiklah ibu hamil,katakan hari ini apa kau menginginkan sesuatu?"tanya alex


"hhm tidak ada,aku hanya ingin menemui ibu aku sudah sangat rindu masakan ibuku"ucap tina sedikit merengek


"baiklah sesuai keinginanmu"ucap alex.


mobilpun melaju ketujuan,alex memang seperti itu,semenjak hamil setiap jam setiap menit setiap detik akan bertanya apa tina membutuhkan sesuatu karna itu mengetahui kalau ibu hamil suka ngidam dan tentu infonya berasal dari mamanya.


*


*


*


PERUSAHAAN SALVATRUCHA.


raj hari ini sudah mulai masuk kerja lagi lebih tepatnya terpaksa karna raj ada meeting yang tidak bisa dilewatkan,baru pertama kali raj merasa terpaksa bekerja mungkin karna dia sudah bosan bekerja.


meeting yang sangat penting tentu akan membutuhkan waktu yang lama,baru raj kembali dari liburan raj sudah dibuat marah oleh hasil kerjaan karyawannya semua yang disana menunduk takut.


"bagaimana bisa hasilnya selalu saja salah,apa kalian mengerjakannya sambil tidur ah"ucap raj penuh amarah,semua karyawan hanya diam menunduk takut.


"saya mengaji kalian untuk bekerja bukan untuk bermain,jika kalian merasa tidak mampu surat pengunduran kalian akan senang hati saya terima"omel panjang raj


"periksa lagi hasil keuangan perusahaan minggu depan saya akan mengeceknya kembali"ucap raj penuh penekanan.


selesai berbicara seperti itu raj langsung keluar rohit menyuruh karyawan untuk balik ketempat mereka masing-masing lalu dia segera mengejar tuannya yang moodnya dalam kondisi tidak senang.


raj memilih masuk kedalam ruangannya dari pada harus melanjutkan meeting yang ada dia akan hilang kesabarannya, raj masuk dan ternyata ada seseorang berada disana,rohitpun ikut menyusul.


"riyaz,kenapa kau datang kemari"ketus raj langsung menyelonong masuk.


"tidak ada aku hanya kebetulan lewat jadi mampir kesini"ucap riyaz santai


"kalau begitu tuan saya pamit keruangan saya dulu,permisi"pamit rohit lalu pergi.


rohit pergi meninggalkan riyaz dan raj didalam satu ruangan,riyaz bisa melihat jelas kalau mood raj saat ini tidak baik seketika ruangan menjadi panas dan mencekram,peluh panas berkeluaran didahi paripurna riyaz gugup dan gelisah.


"sepertinya aku datang diwaktu tidak tepat bagaimana bisa aku berbicara tentang hubunganku dengan raina"batin riyaz berteriak takut didalam hatinya.


riyaz mulai memutar otaknya mencari cara bagaimana mulai bercerita tapi otak riyaz sekarang buntu,raj yang melihat riyaz diam saja tidak berbicara menatap heran dengan tingkah laku asing riyaz.


"tidak,aku hanya gabut jadi aku datang kesini apa salah"ucap riyaz asal-asalan.


"kau tidak memiliki kerjaan dirumah sakit kau sudah jadi dokter bukan"tanya raj


"tidak ada disana sudah ada ayah jadi aku bisa bersantai"ucap riyaz santai.


raj tidak memperdulikan ocehan riyaz dia kembali berkutat dengan komputer dan berkasnya,riyaz yang didiamkan memilih bermain ponselnya untuk menghilangkan rasa canggung yang berkelana dihatinya


hampir 2jam mereka diam-diaman tidak ada yang mau mulai berbicara,sepertinya kedatangan riyaz kali ini sia-sia,dia memutuskan untuk memberitahu raj lain waktu saja jika waktunya sudah tepat.


"raj sepertinya kau sangat sibuk kalau begitu aku pergi saja"ucap riyaz pamitan


"hhm"raj menjawab dengan berdehem karna dirinya sudah fokus bekerja.


riyaz berjalan keluar dari ruangan raj,ini adalah resiko jika berpacaran dengan adik raj,riyaz tahu kalau raj sangat menentang raina pacaran jika raj tahu entah apa yang akan riyaz hadapi.


"bikin pusing saja,lebih baik aku telfon raina saja biar lebih tenang"guman riyaz dia merongoh sakunya menjadi ponsel tapi tidak ditemukan ponselnya dimana.


"hey dimana ponselku,perasaan tadi aku membawanya"gumannya bingung,saat itu mata riyaz membulat,apa ponselnya tertinggal diruangan raj,**** umpatnya.


riyaz berlari kembali menuju keruangan raj,semoga saja dirinya tidak terlambat, jangan sampai raj membuka ponselnya bisa bahaya jika raj melihat wallpaper ponselnya,nyawanya dalam bahaya.


riyaz langsung mendobrak pintu ruangan raj,raj hanya menatap datar riyaz,riyaz langsung mencari keberadaan ponselnya tapi tidak ketemu,riyaz terus menggerutu kelalaiannya yang terjadi tanpa sengaja.


"ada apa,kenapa kau kembali?"tanya raj


"hhm itu sepertinya ada barangku yang tertinggal disini"ucap riyaz sambil terus mencari keberadaan ponselnya itu.


raj melangkah berjalan mendekati riyaz, melihat itu riyaz hanya bisa menelan ludahnya kasar jangan bilang kalau raj sudah menemukan ponselnya pikirnya,raj berhenti tepat didepan riyaz.


"apa benda ini yang sedang kau cari?" tanya raj mengeluarkan sebuah ponsel dari sakunya,bisa ditebak itu ponselnya siapa,tamatlah riwayatmu riyaz.


"apa ini ponselmu?"tanya raj lagi riyaz hanya mengangguk sebagai jawaban


"benarkah,lalu kenapa bisa diponselmu ada foto adekku?"tanya raj mengitrogasi


"raj dengarkan aku dulu aku dan rai..." ucapan riyaz terpotong oleh raj


"kau sedang menjalin hubungan dengan adekku?"tanya raj,riyaz mengangguk


"riyaz dengar,aku memperingatimu jika kau hanya main-main dengan raina lebih baik akhiri hubungan kalian"ucap raj,riyaz langsung menatap intens kearah raj


"raj apa yang kau katakan,raj aku sangat mencintai raina,kita juga sudah kenal begitu lama,apa kau tidak mengenaliku" ucap riyaz penuh permohonan keraj


"justru karna kita teman aku berbaik hati memperingatimu riyaz"ucap raj serius.


dari awal raj sudah curiga dengan riyaz dan raina yang makin hari makin dekat dan dugaan raj ternyata benar setelah tidak sengaja melihat wallpaper diponsel riyaz,bukannya marah atau kesal hanya saja raj takut raina sedih patah hati.


sebagai orang berpengalaman raj tentu tahu bagaimana rasanya sakit hati dan raj tidak mau raina mengalami itu,bukan tidak ada alasan kenapa raj melarang raina pacaran raj hanya tidak ingin adeknya bernasib sama dengannya.


*


*


*


*


*


SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA


DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA


VOTE+KOMEN+LIKE