
06.45 WIB KOTA AMERIKA.
pagi hari sudah menyapa,kini waktunya untuk kembali beraktivitas,usai setelah selesai mengadakan acara kini saatnya untuk kembali bekerja,karena sebesar apapun kekayaan kita,kerja tetap kerja.
selesai sarapan pagi pooja mengantar raj kedepan untuk berangkat kerja dengan membawa sivanes digendongannya,raj dan pooja sampai didepan halaman rumah,disana ternyata sudah ada rohit.
"by aku berangkat kerja dulu,kau jaga diri baik-baik"pamit raj mengelus surai pooja
"hm,kau juga hati-hati ya"ucap pooja
"jagoan daddy,daddy pergi kerja dulu ya kau jaga mommy baik-baik"pamit raj kepada vanes sambil mengelus surainya.
"hati-hati daddy"ucap pooja seperti bayi.
raj tersenyum geli menatap pooja yang menurutnya sangat menggemaskan,raj mencium vanes lalu beralih mencium kening pooja sebelum pergi bekerja,lalu dirinya masuk kedalam mobil begitu juga dengan rohit,mobil rajpun melaju pergi.
melihat mobil raj sudah menjauh,pooja masuk kembali kedalam,diruang tengah pooja melihat kakek fahri sedang duduk santai sendiri,pooja berinisiatif mendekat kakek fahri untuk menemaninya bicara.
"grandad kok sendiri saja"ucap pooja berbasa-basi,duduk disamping fahri
"ah grandad cuma habis minum obat kau dari mana menantu?"tanya kakek fahri
"itu tadi pooja habis dari depan nganterin raj pergi kerja"ucap pooja memberitahu
"ooh,apa vanes sudah menyusu?"tanya fahri menatap vanes digendongan pooja
"sudah grandad"ucap pooja menjawab
"kemarilah,biar aku menggendongnya" pinta fahri merentangkan ke2 tangannya.
pooja memberikan vanes kekakeh fahri dengan senang hati fahri mengambil alih menggendong vanes kecil,terlihat vanes kecil sedang tidur dengan tangan yang bergerak-gerak mengusap wajahnya.
"lihatlah,cucuku sangat menggemaskan persis seperti raj dulu"ucap kakek fahri.
kakek fahri sangat gemas melihat wajah tidur vanes,kenangan masa kecil tentang raj kembali terlintas,dimana fahri selalu bermain bersamanya,dan sekarang saat sudah dewasa mereka malah justru terus berdebat tentang masalah sepele.
pooja dan kakek fahri bermain dengan vanes sikecil,semua kebutuhan vanes seperti mainan,baju,kamar khusus dan sebagainya sudah tersedia dimansion salvatrucha,dan itu berkat kakek fahri.
*
*
*
PERUSAHAAN SALVATRUCHA.
siang hari diperusahaan salvatrucha raj masih berkutat dengan komputer dan berkas yang seperti gunung disamping mejanya,selama pooja melahirkan raj tidak pernah masuk kerja dan akibatnya sekarang pekerjaannya jadi menumpuk.
meski pekerjaan menumpuk raj tidak bisa berbuat apa-apa bahkan jikapun raj mengeluh tidak berguna karena raj tahu resiko menunda pekerjaan akan seperti nasibnya,itu sebabnya raj tidak suka itu.
raj sangat fokus mengerjakan pekerjaan yang menumpuk itu,hingga tidak terasa bahwa raj sudah hampir menyelesaikan semuanya,raj berhenti sejenak untuk beristirahat,raj melihat arah jam dinding.
"sudah pukul 13.45,kira-kira apa yang sedang pooja dan jagoanku lakukan sekarang"gumannya sambil terbayang
"aaah aku sangat merindukan mereka" gumannya raj menghela nafas berat.
membayangkan istri dan anak membuat raj sangat merindukan mereka,padahal belum sehari berpisah dengan mereka tapi raj sudah merindukannya,raj meraih ponsel untuk menghubungi seseorang.
raj. :"rohit datang keruangan sekarang"
rohit:"baik tuan"
panggilpun selesai,singkat dan padat raj menyuruh rohit datang keruangannya,tak lama kemudian pintu ruangan raj diketuk dan pintu terbuka mendapati rohit disana
"tuan,apa anda memelurkan sesuatu?" tanya rohit saat masuk keruangan raj
"apa saja jadwalku hari ini?"tanya raj
"hari ini jadwal tuan tidak terlalu padat" ucap rohit memberitahu,raj mengangguk
"kalau begitu aku ingin pulang dan sisa pekerjaanku dikerjakan dirumah"ucap raj
"baik kalau begitu saya akan menyiapkan mobil tuan"ucap rohit hendak mau pergi
"tidak perlu aku akan pulang sendiri,ohya kalau kau ingin pulang,pulang saja,ingat istrimu lagi hamil kau harus meluangkan waktumu untuknya"ucap raj menasehati
"iya tuan,terima kasih"ucap rohit paham.
*
*
*
KEDIAMAN KELUARGA SALVATRUCHA.
mengemudi dengan kecepatan penuh membuat raj cepat sampai kemansion, usai memarkirkan mobilnya dengan langkah panjang raj memasuki rumah mencari keberadaan poojan dan vanes.
tidak ketemu diruang tengah atau dapur raj langsung mencari keberadaan pooja dan vanes dikamar,saat membuka pintu raj dikejutkan oleh pemandangan yang menurutnya sangat indah,raj melangkah berjalan mendekati ranjang kasur tidur.
"ternyata malaikatku sedang tidur pulas" guman raj memandangi wajah tidur istri dan anaknya,sungguh pemandangan yang indah,raj mengecup mereka gantian
tidak ingin mengganggu raj memutuskan untuk ikut tidur dengan mereka,raj ikut berbaring disamping vanes kecil dengan perlahan agar tidak mereka tidak bangun kini posisi mereka vanes ada ditengah.
malam hari selepas habis makan malam raj langsung menuju ruang kerjanya guna mengerjakan sisa pekerjaan yang belum selesai,raj tipekal orang yang tidak suka menunda pekerjaan apapun alasannya.
sekitar jam 20.15 raj masih saja berkutat dengan pekerjaannya,raj terlalu fokus hingga tidak terasa waktu malam makin larut,tangan dan mata raj sangat lihai bekerja dan otaknya tidak diragukan lagi.
"akhirnya selesai juga"seru raj saat pekerjaannya selesai semua,raj tidak langsung membereskan barangnya melainkan langsung pergi begitu saja.
raj langsung pergi kekamarnya,saat pintu terbuka raj melihat pooja yang sedang meniduri vanes kecil dibox bayinya,pooja yang menyadari kedatangan raj memberi isyarat agar tidak menimbulkan suara.
butuh perjuangan bagi seorang ibu untuk meniduri anaknya,begitu juga pooja yang sedang mengalaminya,setelah berusaha keras akhirnya vanes kecil tertidur,rajpun berjalan dengan perlahan kearah pooja.
"apa dia sudah tidur?"tanya raj berbisik
"iya,akhirnya dia tidur juga"ucap pooja
"sekarang giliranku,kau harus meniduriku juga baby"ucap raj menatap aneh pooja
"apa maksudmu raj?"tanya pooja berbisik
"aku juga ingin menyusu sebelum tidur sama seperti vanes"pinta raj menggoda
"apa,tidak aku tidak mau"tolak pooja
"tapi aku tidak terima penolakan baby jadi ayo susui aku"ucap raj memaksa.
raj menggendong tubuh pooja lalu raj membaringkan tubuh pooja dengan perlahan,pooja hanya bisa pasrah dia tidak bisa menolak atau berteriak,jika dia berteriak yang ada nanti vanes bangun.
raj tersenyum menang melihat poojanya pasrah dibawah kendalinya,rajpun mulai membuka baju pooja hingga tampaklah dua buah kesukaan raj,pooja memang tidak pakai bra saat malam mau tidur.
"aaaha raj"desah pooja saat raj dengan rakus menghisap p*ting pooja persis seperti vanes saat menyusu,raj terus menghisapnya hingga asi pooja keluar.
"aah ternyata seperti ini rasa susu yang langsung dari sumbernya,nikmat sekali pantas saja vanes sangat suka"goda raj
"dimlah dan cepat menyusu sebelum vanes bangun"ucap pooja merasa malu
"no,sepertinya aku akan tidur sambil menyusu malam ini"ucap raj santai
"apa,tidak raj ini bukan milikmu ini milik vanes"ucap pooja menolak keras
"ini punyaku baby,semua yang ada pada diirimu itu milikku termasuk susu ini,susu ini begitu nikmat,aku tidak rela berbagi walau dengan vanes"ucap raj kekeh
"terserah kau saja"ucap pooja pasrah
raj kembali menyusu layaknya seperti bayi,wajah raj yang sedang menyusu sangat menggemaskan bagi pooja,pooja tidur sambil mengelus rambut raj,sedang raj sudah menutup matanya dengan mulut yang masih bergerak menghisap.
*
*
*
*
*
SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA
DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA
VOTE+KOMEN+LIKE