
06.30 WIB KOTA AMERIKA.
matahari sudah menampakkan dirinya disebuah kamar tampak seorang pria sudah terbangun dari tidurnya,pria itu adalah riyaz yang semalam habis mabuk lalu memesan kamar diclub tersebut.
"ish kepalaku sakit sekali,semalam apa yang terjadi?"keluh riyaz kesakitan,riyaz coba untuk mengingat kejadian semalam seketika ingatan itu kembali diotaknya membuat riyaz kembali merasa marah.
riyaz meraih ponselnya disamping meja riyaz membuka layarnya dan ada banyak sekali pesan dan panggilan tak terjawab dari raina,bukan hanya dari raina dari keluarganya begitu banyak tak terjawab.
"bunda pasti khawatir"guman riyaz,riyaz mengabaikan pesan dan panggilan dari raina lalu dia menekan nomer bundanya untuk memberinya kabar supaya sisca tidak merasa khawatir lagi kepadanya.
sisca:"hallo riyaz,ini kaukan?"
riyaz :"hallo bun,iya ini riyaz"
sisca:"yaz kau darimana saja semalam ditelfon gak diangkat-angkat"
riyaz :"semalam aku lembur bun dirumah sakit,ponselnya riyaz ada ditas makanya riyaz gak tahu kalau bunda nelfon tadi"
sisca:"syukurlah kalau begitu,semalam bunda khawatir banget tahu karena kata raina kamu pergi dan gak pulang-pulang"
riyaz :"riyaz juga lupa untuk kabarin hal ini kedia bun,nanti riyaz akan jelaskan"
sisca:"yasudah kalau begitu,kalian baik baik ya dan jelaskan pada raina"
riyaz :"iya bunda riyaz mengerti".
riyaz mematikan panggilan,dilemparnya ponselnya kekasur,riyaz memijat pelipis yang terasa pusing,riyaz terpaksa bicara bohong kepada sisca agar ia tidak perlu tau mengenai masalah rumah tangganya
riyaz keluar dari kamar tersebut lalu dia masuk kedalam mobilnya,mobil riyaz menelusuri jalanan pagi yang masih sepi, tak butuh waktu lama riyaz sudah sampai,riyaz melangkah masuk kerumah
"riyaz"seru raina melihat riyaz kinisudah pulang,raina menghampiri riyaz tapi riyaz hanya diam dengan wajah datarnya,raina menatap heran riyaz,penampilan riyaz berantakan juga bau menyengat alkohol.
"sayang kenapa kau berantakan sekali dan juga ada bauk alkohol dikamu,apa kamu pergi mabuk?"tanya raina khawatir
"ini bukan urusanmu"ucap riyaz dingin.
riyaz pergi nyeleweng begitu saja masuk kekamar mandi,mendapati sikap dingin riyaz membuat raina sakit hati dan sedih ini pertama kalinya riyaz bersikap seperti itu,raina mencoba menahan air matanya.
"ternyata dia masih marah"batin raina sedih,dia bingung harus berbuat apa, raina melangkah kedapur untuk buat sup pereda mabuk untuk riyaz,saat tahu riyaz mabuk raina kaget,biasanya tidak begitu.
raina dengan cepat memasak sup agar riyaz bisa segera meminumnya,disisi lain terlihat riyaz sudah rapi untuk berangkat kerja,merasa sudah siap riyaz mengambi tasnya lalu melangkah keluar dari kamar.
"oh sayang kau sudah selesai bersiap" ucap raina,langkah riyaz jadi terhenti raina melangkah mendekati suaminya
"lihat aku buatkan sup pereda untukmu diminum ya"ucap raina memberitahu
"tidak perlu,aku akan membelinya sendiri nanti,kau jangan sok peduli"tolak riyaz.
setelah berkata seperti itu riyaz pergi keluar meninggalkan raina,sakit hati itulah yang raina rasakan,untuk pertama kalinya riyaz berkata kasar dan menolak kebaikannya,raina jadi tidak kuasa lagi.
"segitunya kau membenciku riyaz,tolong maafkan aku karena telah menyakiti hatimu"batin raina sedih,tangisan raina pecah,tidak salah riyaz membencinya karena disini dirinyalah yang bersalah.
raina jadi merasa bersalah karena telah memaksa kehendaknya pada riyaz,raina tidak tahu lagi harus berbuat apa agar riyaz bisa memaafkannya dan hubungan mereka menjadi baik seperti dulu kala.
*
*
*
siang hari raina pergi keapartemen untuk mampir,sekarang ini raina sangat butuh teman curhat dan raina langsung pergi kepooja karena hanya pooja yang bisa mengerti setidaknya memberi solusinya
"raina tumben kau mampir,biasanya kau sibuk dibutikmu sampai gak ada waktu lihat keponakanmu"ucap pooja bercanda
"maaf kak,raina terlalu fokus sama butik hingga lupa mampir"ucap raina salting
"iya aunty jarang kesini,apa aunty tidak kangen sama vanes"ucap vanes gemas
"bagaimana mungkin aunty tidak kangen sama keponakan kesayangan aunty ini itulah sebabnya aunty mampi kesini sayang"ucap raina gemas sama vanes
"vanes,vanes main dikamar duluya"ucap pooja lembut,vanes nurut langsung pergi
"hm kak,sebenarnya aku kesini tuh ingin curhat kekakak"ucap raina memberitahu
"ada apa raina,ceritalah"ucap pooja tulus.
rainapun menceritakan tentang masalah rumah tangganya,raina bercerita tanpa ada yang terlewat sedikitpun,pooja yang serius mendengar jadi mengerti masalah yang sedang dihadapi rumah tangganya raina,pooja mengelus punggung raina.
"aku bingung kak,harus gimana lagi agar riyaz bisa memaafkanku"lirih raina sedih
"raina aku mengerti perasaanmu,tapi kau juga salah,harusnya kau tidak menyuruh riyaz untuk nikah lagi"ucap pooja serius
"tapi aku melakukan semua itu untuk kebaikannya kak"ucap raina menjelaskan
"memang benar,tapi coba kau pikirkan tentang riyaz,jika kau jadi riyaz apa kau mau menikah lagi hanya gara-gara hal itu?"tanya pooja pelan,raina menggeleng
"itulah tentu riyaz tidak akan mau,riyaz itu sangat mencintaimu raina dan tidak akan meninggalkanmu,dengan kausuruh riyaz nikah lagi,tentu hati riyaz sakit kau sama saja tlah menghinanya"jelas pooja
"lalu aku harus apa?"tanya raina bingung
"cobalah bicara pelan-pelan dengannya selesai masalah dengan kepala dingin hm"ucap pooja mencoba beri pengertian
"hm iya,terima kasih ya kak,sudah mau dengar ceritaku"ucap raina bahagia
"sama-sama,kapanpun kau butuh teman curhat kakak siap untuk mendengarkan ceritamu"ucap pooja tersenyum manis.
mereka saling melempar senyuman dan berpelukan,jujur hati raina jadi lebih baik dan tenang setelah mencurahkan semua isi hatinya pada pooja kakak iparnya itu.
usai bercerita,raina dan pooja putuskan untuk menghabiskan waktunya dengan bermain dengan vanes,meskipun vanes dibilang sangat jarang dekat orang-orang tapi vanes sangat dekat denga keluarga.
saking asyiknya bermain raina sampai lupa waktu,sore hari raina pamit untuk pulang,selepas perginya raina,pooja mulai melakukan kegiatannya sebagai seorang istri yaitu bersih-bersih rumah.
sedang vanes dia pergi mandi,memang pooja dan raj mengajarkan anaknya untuk mandiri sedari dini,raj tidak mau nanti anaknya menjadi manja dan jika dewasa nanti menjadi malas bekerja.
*
*
*
*
*
SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA
DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA
VOTE+KOMEN+LIKE