Cold Ceo Fell In Love

Cold Ceo Fell In Love
EPISODE 111



kehadiran buah hati memang membawa pengaruh besar,setiap orang tua pasti merasa senang jika anak yang mereka nanti-nanti telah lahir didunia dengan selamat,begitupun dengan rohit karin.


setelah 3hari dirawat dirumah sakit kini karin sudah diizinkan untuk pulang,rohit tengah berberes barang-barang bawaan mereka,selesai berberes dan membayar admitrasi merekapun siap untuk pulang.


"sayang semuanya sudah siap,ayo kita pulang"ucap rohit memberitahu karin


"oh sudah selesa ya ayo,kita pulang yaa sayang"ucap karin berbicara pada rahul.


mereka berjalan keluar dari rumah sakit dengan karin menggendong sirahul,kalau rohit jalan dengan membawa tas rasel yang berisi barang-barangnya,mereka masuk kedalam mobil,mobilpun melaju.


tak butuh waktu mereka sudah sampai diapartemen,selesai memarkirkan mobil mereka langsung pergi masuk kedalam apartemen,karin menaruh rahul dibox bayi yang tentu sudah mereka siapkan.


"sayang jika lelah istirahatlah"ucap rohit


"tidak,aku mau mandi saja,kitakan dari rumah sakit pasti banyak kuman yang menempel ditubuh"ucap karin serius


"baiklah kau mandilah dulu,aku akan membereskan barang ini dulu"ucap rohit.


merekapun melakukan tugasnya masing masing,karin tengah mandi sedang rohit membereskan barang yang dibawanya, beberapa menit kemudian karin sudah selesai dan kini giliran rohit yang mandi.


tidak perlu waktu lama bagi seorang pria untuk mandi,kini tubuh rohit sudah bersih dari kuman,melihat istri anaknya tertidur pulas rohit juga ingin ikut tidur bersama karena jujur dirinya juga merasa lelah.


HUUEEK.


suara tangisan bayi itu membangunkan karin dan rohit yang tengah tertidur,karin yang melihat anaknya menangis segera pergi menghampirinya,karin mengambil rahul dan membawa kegendongannya.


"ssth sayang kenapa kau menangis,apa kau haus"ucap karin menenangkan rahul.


karin duduk diatas kasur lalu dia mulai menyusui rahul,dan benar saja rahul langsung ***** dan seketika berhenti menangis,rohit mereka lega rahul sudah tenang,dia melihat kearah jam dinding.


"pantes saja dia menangis,lihat ini sudah jam 1siang,dia pasti kelaparan"ucap rohit


"benarkah,kasian sekali anak mama ini, maafkan mama ya sayang"ucap karin


"kita juga belum makan siang,katakan kau ingin makan apa?"tanya rohit kekarin


"kau pesan aku makanan yang sehat saja agar anak kita baik-baik saja saat menyusu"ucap karin memberitahu rohit


"baik,aku akan memesan makanan sehat untukmu"ucap rohit mengerti akan karin.


rohit mengambil ponselnya dan memulai pesan makanan yang menurutnya sehat tidak lupa dia juga memesan salad sayur untuk karin komsumsi,selesai memesan rohit dan karin bermain dengan sikecil.


30menit kemudian makanan pesanan mereka sudah datang,rohit mengambil pesanannya lalu dia kembali masuk kekamar,rohit menyiapkan segalanya lalu dia pergi kearah kasur mendekati istrinya


"apa dia sudah tidur?"tanya rohit melihat rahul sudah selesai menyusu,karinpun mengangguk kepala sebagai jawaban


"baguslah,kebetulan makanannya sudah sampai,kau makan ya sayang"ucap rohit


"kau duluan saja,nanti jika aku bergerak dia akan bangun nanti"ucap karin nolak


"kalau begitu aku suapi"usul rohit,karin mengangguk setuju karna tak ada pilihan


rohitpun menyuapi karin dengan telatin, sisi rohit yang seperti hanya diketahui oleh karin,bahkan rohit tak menunjukkan sisi lembutnya depan raj,bagi rohit cukup orang tercinta saja yang mengetahuinya


*


*


*


17.00 WIB KOTA AMERIKA.


sore hari raj baru saja pulang dari kantor dia baru sampai diapartemen,raj masuk kedalam diruang tengah raj mendapati pooja tengah bermain dengan sivanes, raj melangkah mendekati mereka disofa.


"baby"panggil raj lembut,merasa ada yang memanggil pooja menoleh keraj.


"eh kau sudah pulang"ucap pooja kaget


"iya,sepertinya kalian sedang bersenang senang tanpaku ya"ucap raj mengeluh


"tadi vanes bosan dikamar,jadi aku bawa dia kesini sekalian bermain"jelas pooja


"really"ucap raj ingin mendekati vanes


"hei kau jangan coba-coba mendekati vanes ya"omel pooja melarang raj


"kenapa by,aku hanya ingin menciumnya saja,masak gak boleh"ucap raj cemberut


"baiklah aku mandi dulu"ucap raj pasrah.


raj pergi melangkah masuk kekamarnya untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket,memang benar tubuh raj kotor jadi dia harus mandi sebelum menyentuh bayinya itu,INGAT CORONA.


pooja menaruh vanes dalam panel pagar mainan membiarkan vanes main sendiri, pooja melangkah menuju kedapur untuk masak makan malam,sambil menunggu raj selesai mandi agar raj bisa makan.


beberapa menit kemudian raj yang sudah selesai mandi melangkah turun menuju keruang tengah,raj dapat melihat vanes yang sedang asyik sendiri bermain,rajpun pergi mendekat dan menggendong vanes


"hey kenapa kau bermain sendiri,dimana mommy hm?"tanya raj kepada vanes


"apa mommy sedang masak iya?"tanya raj lagi tapi vanes hanya tersenyum lucu


"baiklah sambil menunggu mommymu selesai masak,daddy akan menemanimu bermain"ucap raj menggerutu sendiri.


rajpun menemani vanes bermain,begitu banyak mainan yang raj siapkan untuk vanes,sejujurnya tadi raj sangat lelah sehabis bekerja,tapi ketika melihat istri dan anaknya rasa lelah itu seketika sirna.


sedang didapur pooja dengan berkutat dengan masakannya,tak lupa dia juga menyiapkan makanan untuk vanes karna vanes bisa makan nasi dan beberapa sayuran,masakan poojapun sudah siap.


"raj ayo makan,bawa juga sivanes"ucap pooja sedikit berteriak,mendengar teriak pooja raj segera bergegas pergi kedapur dengan membawa sivanes bersamanya.


merekap makan bersama,sesekali pooja menyuapi vanes,makan malam terasa nikmat jika makan bersama,merekapun menikmati sarapan mereka hingga habis tak tersisa sedikitpun,perut dah kenyang.


selesai makan malam,mereka bertiga menghabiskan waktu didalam kamar untuk menemani bocil yang belum juga tidur,raj dan pooja menemani vanes bermain sampai didalam kamar mereka.


didalam kamar pooja memandang anak dan ayah yang tengaj asyik bermain,raj mengajak vanes bermain terbang,setiap raj mengangkat tubuh vanes tinggi-tinggi vanes bakal tersenyum menggemaskan.


"hati-hati raj,jangan tinggi-tinggi nanti dia jatuh"ucap pooja takut memperingati raj


"tenang saja baby,lihat dia begitu senang sampai tersenyum lebar begitu"ucap raj


"anak ini jika tersenyum semakin mirip denganmu"ucap pooja meneliti mereka


"tentu saja,diakan anak daddy,benarkan jagoan daddy?"tanya raj kepada vanes


"ddaaad"ucapan vanes spotan keluar.


mendengar itu pooja dan raj terkejut, mereka saling pandang satu sama lain, pasalnya ini pertama kalinya sivanes mengeluarkan suaranya dan berbicara meski masih kurang jelas omongannya.


"apa kau dengar itu,dia tadi bilang dad dia memanggilmu by"ucap raj girang


"cih,padahal aku yang melahirkan tapi kata pertamanya malah daddy"kesal pooja cemberut,raj tersenyum senang


"kenapa kau kesal by?"tanya raj gemas


"gimana gak kesal,wajahnya itu sudah mirip denganmu,lalu sekarang kata pertamannya daddy bukan mommy akukam kesal"keluh pooja cemberut


"lihatlah mommymu sedang cemburu pada daddy"ledek raj kepada vanes


"sudah jangan cemberut lagi"ucap raj lalu mencium pipi pooja membuatnya kaget


"raj apa yang kau lakukan,kau tidak lihat vanes sedang melihat kita"omel pooja


"biarkan dia belajar lebih awal"ucap raj.


pooja tak bisa berkata-kata,raj kebiasaan kalau mau bermesraan tidak tahu tempat dan sembarangan didepan orang,untung vanes masih tidak mengerti apa,apa jika vanes megerti bisa bahaya jadinya ini.


selesai bermain dengan perdebatan kecil mereka memutuskan untuk tidur karena hari sudah semakin malam,kini mereka tidur bertiga dikasur dengan vanes kecil berada ditengah-tengah orang tuanya.


*


*


*


*


*


SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA


DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA


VOTE+KOMEN+LIKE