Cold Ceo Fell In Love

Cold Ceo Fell In Love
EPISODE 114



06.45 WIB KOTA AMERIKA.


pagi yang cerah harus diawali dengan ceria,seperti biasa pooja kini sedang memasak sarapan untuk mereka,sedang raj membantu mengurus vanes dengan memandikannya,raj vanes mandi bersma


tak butuh waktu lama masakan pooja sudah siap disajikan,poojapun menata makananya dimeja makan dengan sangat rapi,bersamaan dengan itu raj dan vanes juga sudah tiba dimeja makan


"kalian sudah selesai,anak mommy tampan banget sih"puji pooja kevanes


"terima kasih mommyku"ucap vanes


"kau tidak memujiku,apa suamimu ini sudah jelek,iya"keluh raj merasa cemburu


"memang kapan daddy tampan"ucap vanes mengejek membuat raj jengkel


"suamiku dan anakku semuanya tampan, sudah jangan berantem ayo kita makan" ucap pooja mengalihkan suasananya.


merekapun duduk dan makan bersama, masakan rumahan memanglah the best, raj dan vanes sangat lahap memakannya mereka menghabiskan semua makanan hingga ludes tidak tersisa sedikitpun.


"ah aku kenyang sekali"ucap vanes puas memakan,pooja tersenyum melihatnya


"by,aku berangkat kerja dulu,kalian jaga baik-baik diri kalian"ucap raj berpamitan


"iya,kau hati-hati ya"ucap pooja,raj mulai mendekat dan mencium kening pooja.


selesai berpamitan raj keluar pergi untuk kerja,usai raj pergi pooja membersihkan piring kotornya bekas mereka,sedangkan vanes dia berada dikamar sedang baca buku,entah buku apa yang dibacanya itu.


selesai mencuci piring,pooja melanjutkan merapikan tempat tidurnya dan menyapu seluruh rumah,selesai semuannya,pooja pergi kekamar mandi untuk bersih-bersih, usai mandi dia menemani vanes dikamar


*


*


*


disiang hari,raina sedang bersiap-siap untuk pergi keluar,raina punya janjian sama teman sesama desainer,rainapun sudah selesai bersiap,dia mengambil kunci mobil lalu menuju keluar rumah.


raina masuk kedalam mobil dan dalam sekejap raina sudah melajukan mobilnya, raina dan temannya sudah sepakat untuk bertemu dimall,tak lama kemudian raina sudah sampai dimall tempat janjiannya.


selesai memarkirkan mobilnya,rainapun masuk kemall,raina berhenti disalah satu restoran mall itu,raina celingak-celinguk mencari keberadaan temanya,seseorang melambaikan tangan pada raina disana.


"raina sini"panggil orang itu,tentu raina kenal siapa itu karena dia salah satu temannya,raina berjalan mendekatinya, ternyata sudah ada beberapa orang yang sudah datang,raina ikut duduk dikursi.


"kalian sudah lama datangnya?"tanya raina berbasa-basi kepada temannya


"tidak juga,kami juga baru datang kok" ucap salah satu teman wanita raina.


mereka mulai sedikit berbincang-bincang mengenai tentang desain baju mereka, saat sedang asyik mengobrol,tiba-tiba ada seorang wanita mendekati mereka pandangan merekapun jadi terahlikan.


"hai semuanya"sapa wanita itu ramah


"putri,kau sudah datang,sini duduklah" ajak raina kepadanya dipanggil putri


"maafnya aku telat,kalian pasti nungguin aku ya"ucap putri merasa tidak enak


"gak papa kok"ucap salah satu temannya


"wah putri kau sudah hamil lagi?"tanya teman satunya melihat perut buncit putri


"iyanih,aku sudah hamil anak kedua"ucap putri,raina melirik sedih keperut putri


"wah selamat ya"ucap teman-temannya.


semua temannya mengucapkan selamat kepada putri tapi tidak dengan raina,raina hanya diam,jujur saja raina sangat sedih temannya sudah memiliki anak semua hanya dirinya yang belum punya anak.


"raina kenapa kau diam,kau baik-baik saja?"tanya putri khawatir pada raina


"aah tidak,aku baik-baik saja"ucap raina


"ohya raina,bagaimana denganmu,apa kau sudah isi sekarang?"tanya teman yang satunya,raina jadi terdiam sesaat


"belum,aku masih belum isi"ucap raina


"iya raina hati-hati loh,zaman sekarang kalau wanita tidak bisa hamil maka pria akan cepat pergi"ucap teman satunya


"iya,nanti aku akan coba kolsuntasi lagi kedokter"ucap raina senyum canggung.


raina menjadi canggung sendiri karena pembahasan tentang anak,raina minum minumannya untuk menghilangkan rasa canggungnya,tapi sepertinya hanya raina yang merasa canggung yang lain tidak.


mereka terus mengobrol tentang semua hal sambil makan cemilan yang mereka pesan,saking asiknya mengobrol mereka sampai lupa waktu,merekapun pulang disore hari,begitu juga raina juga pulang.


*


*


*


19.30 wib kota amerika.


malam hari raina tengah menyiapkan sarapan malam untuk mereka berdua, meski raina belum sepenuhnya tahu masak tapi raina berusaha memberi makanan yang terbaik untuk suaminya.


dalam sekejap masakan raina sudah siap,raina menaruh semua masakannya dimeja makan,riyaz yang sudah selesai membersihkan diri segera melangkah menuju meja makan mendekati raina.


"hai sayang,kau masak apa?"tanya riyaz


"aku hanya memasak nasi goreng dan telur yang"ucap raina memberitahu


"kelihatannya enak,kau tahu aku sangat beruntung mempunyai istri yang pintar masak sepertimu"puji riyaz,seketika ingatan raina kembali pada kejadian tadi


"ayo kita makan bersama"ajak riyaz,raina hanya mengangguk kepala pelan-pelan.


selera makan raina menjadi hilang karna teringat kejadian tadi siang,perkataan temannya tadi kembali terngiang-ngiang dikepalanya,raina menatap riyaz yang sedang lahap memakan sarapannya itu.


"apa benar kau akan meninggalkanku karena aku tidak bisa memberimu anak sayang"batin raina,ia berguman sedih, raina menatap sendu riyaz,riyaz yang merasa diperhatiin melihat kearah raina.


"sayang ada apa,sedari tadi kau hanya diam sambil menatapku,ada apa hm?" tanya riyaz cemas,raina tersenyum tipis


"sayang ada sesuatu ingin kutanyakan, apa boleh?"tanya raina memastikan


"tentu saja sayang"ucap riyaz menyetujui


"begini,jika suatu saat nanti kau bertemu dengan seorang wanita yang lebih cantik dan bahkan bisa memberimu keturunan, apa kau akan meninggalkan aku?"tanya raina hati-hati,riyaz tertegun mendengar


"apa yang kau katakan raina,kenapa kau bertanya seperti itu"ucap riyaz kesal


"aku hanya bertanya,kau hanya tinggal menjawabnyakan yang"ucap raina kekeh


"raina dengar,aku hanya mencintaimu saja bukan wanita lain,aku tidak mungkin meninggalkanmu hanya karena nafsuku kepada wanita lain rai"ucap riyaz serius


"tapikan aku tidak bisa hamil,apa kau akan tetap mencintaiku?"tanya raina


"hamil bisa kapan sajakan,sudah jangan mikir yang aneh-aneh,kita makan saja ya" ucap riyaz berusaha mengalihkannya.


raina menurut saja,meski nafsu makan raina hilang,raina tetap berusaha untuk menelan makanannya,riyaz menatap raina,riyaz tau kalau raina saat ini sedang kepikiran sesuatu,tapi dia tidak berani bertanya takut menambah raina sedih.


selesai makam malam,mereka langsung pergi tidur,suasannya berubah menjadi canggung karena kejadian tadi,mereka terhanyut dalam pikiran masing-masing.


*


*


*


*


*


SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA


DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA


VOTE+KOMEN+LIKE.