Cold Ceo Fell In Love

Cold Ceo Fell In Love
EPISODE 45



19.12 wib kota amerika.


hari semakin gelap,malam telah datang kini semua tamu raj dan pooja sudah pulang,tina diantar pulang dengan alex sedangkan raina diantar oleh riyaz, sepanjang jalan hanya ada keheningan diantara alex dan tina hanya diam saja.


diantara mereka tidak ada yang ingin mulai berbicara,alex fokus mengemudi sedangkan tina memilih menghadap kejendela melihat jalanan malam, sejujurnya sedari tadi tina merasa asing dia tidak yakin apa ini jalan yang menuju kerumahnya atau mereka salah jalan.


"kak alex,apa jalan ini menuju kerumahku sepertinya kita salah jalan"ucap tina


"tidak,kita dijalan yang benar"ucap alex santai tanpa menoleh kearah tina


"tapi aku tidak pernah merasa melewati jalanan ini"ucap tina mulai rasa takut


"kau tenang saja,duduk dan diam, sebentar lagi kita akan sampai"ucap alex


tina diam kembali tidak membantah lagi rasa gugup dan pikiran kotor berputar diotak tina,tina hanya bisa diam sambil memainkan jarinya berharap apa yang dia pikirkan tidak terjadi,tak lama mobil yang mereka tumpangi memasuki area parkiran,tina melihat sebuah gedung besar persis seperti ditenpat raj tadi.


"kenapa diam,ayo turun"ucap alex karna melihat tina diam saja sedangkan dirinya sudah berada diluar menanti tina


"kenapa kakak membawa kesini,kakak mau macem-macam ya?"tuduh tina


"tidak,aku hanya ingin membawamu keapartemenku"ucap alex menyakini tina


"kenapa harus keapartemen kak,lagian ini sudah malam"ucap tina masih nolak


"tenang saja,aku sudah minta izin ibumu bahkan dia mengizinkanmu menginap" ucap alex,mata tina melebar terkejut


"apa tapi kan..."ucapan tina terpotong


"sudah,ayo masuk"ucap alex sedikit memaksa tina dan menarik tangannya.


mereka masuk kedalam apartemen alex, apartemen alex tidak berbada jauh dari raj begitu luas,apartemen alex juga dua lantai alex mempersilahkan tina duduk disofa,tina dengan ragu duduk disofa.


"kau mau minum apa?"tanya alex


"air putih saja kak"ucap tina,alexpu pergi mengambil minuman untuk tina.


tina melihat sekeliling,tak bisa dipungkiri kalau tina begitu takjub,mungkin rumah tina sangat kalah dengan apartemen itu, alexpun datang membawa minuman tina langsung meminum air itu karna jujur sedari tadi tina begitu gugup dan gelisah.


"kak alex tinggal disini sendirian?"tanya tina berbasa-basi agar tidak canggung


"iya aku sendirian disini"ucap alex.


hanya itu,perbincangan pendek tina dan alex,tina kembali meminum airnya,alex tau kalau saat ini tina merasa tidak nyaman tapi dirinya terpaksa membawa tina karna dirinya ingin memastikan sesuatu terhadap tina dan juga dirinya.


"tina boleh aku bertanya?"tanya alex


"mau nanya apa kak?"tanya balik tina


"kau bilang kau selalu bingung tentang perasaanmu,lalu bagaimana sekarang apa kau juga bingung tentang diriku, apa kau tidak memiliki perasaan dengaku?" tanya alex serius sambil menatap tina


"kenapa kakak tiba-tiba nanya soal itu" ucap tina gugup karna terus ditatap


"apa kau sulit menjawabnya?"tanya alex


"tina juga bingung kak,ini kali pertama tina merasakan perjodohan"ucap tina


"lalu apa kau akan membatalkannya?" tanya alex,tina hanya diam kebingungan.


sebenarnya tina tidak ingin menolaknya dan juga tidak ingin menerimannya,tina bimbang takut alex tidak menyukainya, tidak ada jawaban,alex tiba-tiba mencium bibir tina,tina kaget dengan tindakan alex,alex terus ******* bibir tina,tina yang mendapatkan kelembutan ciuman alex terbawa suasana.


merasa tidak ada penolakan,alex makin memperdalam ciumannya,tubuh tina diangkat oleh alex kepangkuannya agar alex lebih leluasa,tina terus membalas ciuman itu setelah beberapa menit,alex melepaskan ciumannya,jantung mereka berdebar tidak karuan,mereka hanya diam,saling menatap satu sama lain.


"apa sekarang kau masih bingung,apa saat berciuman kau tidak merasakan apapun?"tanya alex menatap tina


"ja...jantung berdetak kencang"ucap tina gugup,alex tersenyum mendengarnya


"kau tidak menolak saat aku menciummu dan jantungmu berdebar saat dekat dengaku bukankah sudah jelas kalau kau menyukaiku"ucap alex,tina diam sesaat


"lalu bagaimana dengan kakak,apa kakak juga menyukaiku?"tanya tina ragu-ragu


"jika aku tidak menyukaimu lalu untuk apa aku menciummu"ucap alex yakin.


debaran mereka semakin kencang saat mengetahui isi hati satu sama lain,alex kembali mengecup singkat bibir tina yang ada dipangkuannya,mereka saling lempar senyum,tina menggerakan kakinya karna merasa gatal,tiba-tiba tina merasakan sesuatu dibawah sana.


"jangan bergerak kau bisa saja membangunkan juniorku"ucap alex


"kalau begitu turunkan aku"pinta tina


"ki...kita tidur sekamar"ucap tina gugup


"tentu saja ayo"ucap alex,alex mengendong tina membawanya kekamar.


alex membaringkan tubuh tina kekasur lalu dirinya juga ikut berbaring disamping tina,tina menghapa kearah lain,alex yang melihat kegugupan tina hanya tersenyum alex memeluk tina dari belakang membuat tina semakin merasa gugup.


"kak alex"panggil tina dengan gugup


"tenanglah,aku hanya ingin memelukmu sambil tidur,sekarang kau tidur saja tidak perlu takut aku tidak akan melakukan apapun"ucap alex menyakinkan tina,tina yang mendengar itu berusaha untuk tidur dan untung saja mereka cepat terlelap.


*


*


*


06.15 wib kota amerika.


tina bangun dari tidurnya,tak sadar kalau posisinya saat ini beehadapan dengan alex,tina memandangi wajah alex,begitu kagum dengan ketampanan yang alex miliki,bagaimana bisa ada manusia sesempurna seperti alex,pikir tina


"apa belum puas melihat wajahku" ucap alex masih dengan mata tertutup,tina yang mengetahui alex sudah bangun dengan cepat menutup matanya kembali alex tersenyum geli melihat tina berpura-pura,alex mengecup bibir tina.


"kenapa kau berpura-pura tidur"ucap alex


"kau sudah bangun"ucap tina kikuk


"hhm,kak aku ingin mandi tapi aku tidak membawa baju ganti"ucap tina


"untuk sementara pakai kemeje aku saja nanti aku akan menyuruh orang untuk membawa pakaian untukmu"ucap alex


tina masuk dengan membawa kemeja putih milik alex,sedangkan alex sedang mengirim pesan keseseorang,beberapa menit kemudian tina sudah keluar dari kamar mandi,alex hampir tidak bisa bernafas melihat penampilan tina


"kak aku sudah selesai,sekarang kakak bisa mandi"ucap tina,


"iya,kau tunggulah disini"ucap alex lalu dia dengan cepat masuk kedalam kamar mandi karna tidak tahan melihat tina.


sedangkan tina berjalan menuju dapur alex,dia melihat apa saja yang bisa dimasak,tidak banyak bahan yang ada jadi tina memasak seadanya saja,saat tina fokus mengambil bahan makanan tiba-tiba ada memeluknya dari belakang membuat tina terkejut,dia adalah alex.


"kak kau membuatku kaget"keluh tina


"apa yang sedang kau lakukan?"tanya alex tidak mengubris ucapan tina


"aku sedang membuat sarapan untuk kita,kakak tunggulah disana jangan menggangguku"ucap tina


"baiklah"ucap alex melepas pelukannya lalu dia duduk dikitchen dapur.


alex terus memperhatikan gerak-gerik tina,setelah mengumpulkan semua bahan tina akan memulai masak,tina mengangkat rambutnya tinggi dan mengikatnya sembarangan,alex yang melihat itu terpaku melihat leher tina.


"apa dia tidak tau kalau leher itu area sensitif bagi pria,dia sengaja melakukan itu didepanku" guman alex kesal.


tak butuh waktu lama masakan tinapun susah jadi,tina menyajikan makanannya kealex alex dengan senang hati menerima,alex menyedok makanannya merasakan rasa makanan tina.


"bagaimana apa enak"tanya tina was-was


"ini sangat enak rupanya kau juga pintar masak"puji alex,tina senang mendengar


"syukurlah kau suka,ayo habiskan makanannya"ucap tina,merekapun makan dengan keheningan.


*


*


*


*


*


D


SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA


DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA


VOTE+KOMEN+LIKE