Cold Ceo Fell In Love

Cold Ceo Fell In Love
EPISODE 86



siang ini tina dibuat frustasi dengan kelakuan sahabatnya,sedari tadi sahabatnya terus mengoceh sambil terus mengeluarkan semua bajunya hingga room closetnya berantakan seperti kapal pecah akibat ulahnya.


tadi pooja menyuruh tina datang untuk membantu memilih baju untuk pesta nanti malam,pooja ingin tampil dengan semenarik mungkin,karna pooja yakin pasti banyak wanita-wanita cantik yang bakal hadir,jadi pooja tidak mau kalah.


"tidak,aku kelihatan gendut memakai ini"gumannya,lalu melempar bajunya kesembarang arah,lalu mencari lagi


"tidak,ini kurang bagus"gumannya,dan dilepar lagi bajunya kesembarang arah


"duuh pakai yang mana ya,jadi bingung" seru pooja frustasi kepada diri sendiri.


tanpa pooja sadari dari tadi tina sudah menahan rasa kesalnya,dia pikir pooja menyuruhnya datang karna sedang menghadapi masalah tapi justru pooja yang membuat masalah untuk dirinya.


"tina bantuin dong,akukan suruh kamu datang kesini buat bantu aku malah cuma liatin doang"gerutu pooja kesal


"yaampun,pooja aku pikir kau suruh aku datang kesini pikir kau sedang ada masalah tapi..."ucap tina frustasi


"iya ini masalahnya,bantuin aku pilih baju yang cocok untukku tina"rengek pooja


"tumben banget kamu kayak gini pooja ada apa memang?"tanya tina keheranan


"raj mengajakku untuk hadir diperjamuan nanti malam,aku ingin tampil sempurna agar tidak memalukan raj"keluh pooja


"bagaimana mungkin kau membuatnya malu dia sangat mencintaimu"ucap tina


"i know,tapi entah kenapa akhir-akhir ini aku sangat sensitif,kemarin ada wanita yang berusaha mencoba menggoda raj itu sebabnya aku begini"ucap pooja


"jadi kau takut raj akan berpaling gitu?" tanya tina,pooja mengangguk malu


"aku mengerti apa yang kau rasakan,aku juga kadang-kadang seperti itu,tapi aku percaya pada alex,kau juga harus percaya pada suamimu pooja"ucap tina


pooja hanya dia menunduk,bukannya dia tidak percaya pada raj,hanya saja raj terlalu sempurna hingga banyak yang mengaguminya,pooja jadi sangat sensitif ketika melihat raj dekat dengan wanita.


tina yang mengerti perasaan sahabatnya itu mengelus punggung pooja,memberi ketenangan pada pooja,tina tahu kalau pooja sedang sensitif karna hormon hamil itu sebabnya dia berusaha sabar.


"sudah jangan dipikirkan,ayo aku akan membantumu memilih baju yang bagus agar tidak berpaling darimu"ucap tina


"terima kasih tina,maaf merepotkanmu" ucap pooja senang+merasa bersalah


"tidak masalah,ayo kita pilih baju"ajak tina,pooja dengan antusias mengangguk.


merekapun mulai mengontak-antik isi lemari pooja,jika wanita sudah mode fokus mencari maka tidak bisa dipungkiri kalau mereka sangat teliti memilih baju yang cocok dan yang pastinya menarik.


berkali-kali pooja gonta-ganti baju tapi dirinya tidak merasa lelah,demi tidak membuat raj malu,pooja rela bolak-balik ganti baju agar penampilannya cocok dengan gelarnya,NONA SALVATRUCHA.


"kalau ini bagaimana?"tanya pooja untuk sekian kalinya,tina memicingkan mata, meyelusuri tampilan pooja dari atas hingga bawah,pooja berputar tubuhnya.


"ini cocok untukmu,drees yang simple tapi elegan cocok untukmu"puji tina


"sungguh,apa aku tidak terlihat gendut kalau memakainya?"tanya pooja ragu


"tidak terlalu,itu sudah cocok untukmu" ucap tina berusaha menyakinkan pooja


"terima kasih,ohya kau juga pasti hadir disanakan,secara alex juga pengusaha terkenal pasti dia diundang?"tanya pooja


"iya,aku dan alex memang akan hadir diperjamuan itu"ucap tina memberitahu


"sungguh,aduh maaf tina gara-gara bantu aku kamu jadi tidak sempat milih baju"ucap pooja merasa bersalah


"santai saja,palingan sudah disiapin sama alex santai saja"ucap tina tenang.


saat mereka mengobrol ponsel tina tiba berbunyi menandakan ada pesan masuk, tina membuka melihat pesan tersebut yang ternyata itu dari supir pribadinya.


"oh pooja supir aku sudah jemput aku balik dulu"pamit tina memeluk pooja


kini tinggal pooja sendiri,pooja menghela nafas berat ketika melihat kekacauan yang dirinya ciptakan,mau tidak mau pooja harus membereskan semuanya karna pooja tipe orang yang tidak suka jika melihat barang yang berantakan.


*


*


*


18.00 WIB KOTA AMERIKA.


"by sudah selesai belum,ayo cepat kita hampir telat loh"teriak raj dari bawah.


"bentar"teriak pooja dari dalam kamar.


raj menghela nafas beratnya,dari sore hingga sekarang pooja belum selesai berias,raj bahkan sudah nunggu hampir 2jam,entah apa yang pooja lakukan raj bingung dengan wanita yang suka rias.


beberapa menit kemudian pooja keluar dari kamar,raj terpana oleh penampilan pooja,dress selutut yang menampakan kaki rampingnya serta make yang natural tapi menggoda dan rambut yang tertata menampakan leher jenjang mulus pooja.


"by kau..."raj tidak bisa berkata-kata lagi


"kenapa,keliatan anehnya,aku gendut ya yaudah kalau gitu aku ganti lagi"ucap pooja hendak pergi masuk kekamar lagi.


"stop,tidak usah kita tidak jadi pergi"ucap raj tegas,pooja mengernyitkan alisnya


"kenapa,kok gak jada pergi?"tanya pooja


"kau masih bertanya,lihat penampilanmu kau ingin aku stres disana,kau dandan terlalu cantik,aku tidak akan membiarkan pria lain melihat kecantikanmu itu,kita tidak jadi pergi masuk kamar sekarang" ucap raj tegas,pooja terdiam mematung.


pipi pooja merah merona mendengar raj berkata seperti itu,sekarang pooja tidak ragu lagi dengan penampilannya,jika respons raj saja seperti ini maka respons orang lain akan sama mungkin lebih baik.


"oh ayolah baby jangan seperti ini,masak kita gak jadi pergi akukan sudah capek dandan kayak gini"ucap pooja merengek


"memang siapa yang menyuruhmu rias seperti itu,tidak adakan"omel raj


"iya sih,tapikan kita mau kepesta,lagipula tidak akan ada yang berani menggodaku raj karna kau sudah memiliki senjata" ucap pooja,raj bingung dengan pooja


"maksudmu?"tanya raj tidak mengerti.


pooja mengarahkan tangan raj keperut buncitnya,memberi isyarat kalau dibayi adalah senjata terbesar raj,raj yang mulai mengerti tersenyum begitu juga pooja.


"jadi kau tidak perlu takut,sekarang ayo kita pergi kasian sektretaris rohit dari tadi menunggu kita dibawah"ajak pooja


"baiklah,tapi ingat kau jangan jauh-jauh dariku mengerti"ucap raj memperingati.


pooja hanya bisa mengangguk,mereka pergi melangkah keluar menuju parkiran dan benar saja disana sudah ada rohit yang menunggu,mereka semua masuk kedalam mobil,dalam sekejap mobil melaju pergi ketempat tujuan mereka.


*


*


*


*


*


SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA


DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA


VOTE+KOMEN+LIKE