Cold Ceo Fell In Love

Cold Ceo Fell In Love
EPISODE 102



pagi hari terlihat dua sepasang suami istri masih saja terlelap tidur,keduanya tampak sangat engan untuk membuka mata mereka,mungkin mereka sedang bermimpi indah jadi engan untuk bangun.


DRIIING.


suara deringan ponsel terus berbunyi,raj yang berada disamping meja dekat kasur merasa terganggu dengan suaranya,raj terbangun lalu mengambil ponsel yang ternyata miliknyalah yang berbunyi itu.


"mami,kenapa mami menelfon pagi-pagi begini"guman raj bingung mendapati telfon dari shinta,raj menerima panggilan


raj. :"hallo mi,ada apa?"


shinta:"raj kau cepatlah datang kesini?"


raj. :"ada apa mi,kenapa mami seperti panik begitu,apa terjadi sesuatu?"


shinta:"raj penyakit grandad kambuh lagi"


raj. :"apa,penyakit grandad kambuh?"


shinta:"iya,kau cepatlah kemari"


raj. :"baik raj akan segera kesana".


panggilan terputus,perasaan raj sudah mulai tidak karuan,takut,gelisah,panik dan cemas bercampur jadi satu,pooja yang tadi mendengar suara teriakan raj terbangun,pooja menatap raj bingung.


"raj ada apa,kenapa kau sangat gelisah?" tanya pooja,raj menatap kearah pooja


"baby grandad dia..."ucapan raj terpotong


"kenapa dengan grandad?"tanya pooja


"tadi mami nelfon,mami bilang penyakit grandad kambuh"lirih raj memberitahu


"apa,lalu bagaimana dengan keadaan grandad sekarang?"tanya pooja panik


"aku tidak tahu,sekarang aku harus pergi untuk melihat keadaan grandad"ucap raj


"kalau begitu aku ikut"ucap pooja,raj mengangguk kepala setuju pooja ikut.


merekapun segera bersiap untuk pergi kemansion,saking terburu-buru pooja belum sempat memandikan vanes karna vanes masih belum bangun,jadi pooja hanya langsung membawanya pergi.


raj dan pooja masuk kedalam mobil,raj mengemudi dengan cepat,dirinya lupa kalau didalam mobil ada orang lain juga pikiran raj sudah tidak mulai jernih yang dia pikirkan hanya ingin segera sampai kemansion dan melihat kondisi fahri.


*


*


*


KEDIAMAN KELUARGA SALVATRUCHA.


usai menempuh perjalanan yang cukup menengangkan akhirnya mereka sampai dimansion,mobil raj diparkir sembarang arah lalu dirinya segera berlari masuk kedalam meninggalkan pooja dibelakang


raj dan pooja langsung menuju kekamar grandad,disana semua orang berkumpul bahkan disana sudah ada dokter gerry yang sedang memeriksa kondisi fahri,raj dan pooja masuk mendekati mereka.


"raj,pooja kalian sudah datang"ucap shinta menyadari kehadiran raj dan pooja


"bagaimana kondisi grandad?"tanya raj


"grandad masih diperiksa raj"ucap daren.


raj terdiam memandangi grandad sedang terbaring lemah,semua orang menunggu dokter gerry selesai memeriksa,tak lama kemudian gerry selesai meriksa dokter gerry mendekati anggota keluarga itu.


"gerry bagaimana,apa ayah baik-baik saja?"tanya daren langsung kepada gerry


"maaf,sepertinya kondisi tuan fahri lebih parah dari sebelumnya"jelas gerry sedih


"lalu bagaimana sekarang?"tanya shinta


"kita hanya menunggu waktu saja"ucap gerry memberitahu,semua orang terdiam


"maaf aku harus memberitahumu,kau yang sabar daren"ucap gerry menepuk bahu daren untuk menenangkan daren


"tidak masalah,terima kasih atas kerja kerasmu"ucap daren berusaha tegar


"sama-sama itu sudah kewajibanku,baik kalau begitu aku pergi dulu"pamit gerry.


gerrypun pergi dari mansion salvatrucha kini anggota keluarga salvatrucha hanya bisa diam dan pasrah,ucapan gerry terus berputar ditelinga mereka tentu mereka mengerti maksud ucapan dokter gerry.


suasana diruang tengah menjadi hening semuanya sibuk dengan pikiran mereka masing-masing,hingga suara tangisan vanes membuyarkan semuanya,vanes kecil tiba-tiba terbangun dari tidurnya.


"ssth sayang jangan menangis ya"ucap pooja berusaha menenangkan sivanes


"iya mi"ucap pooja lalu dia membawa vanes pergi kekamar untuk menyusui.


suasana kembali hening dan canggung, tatapan raj kosong kedepan,pikirannya terus beralih tentang kondisi fahri,raj bingung harus berbuat apa,raj mengusap kasar wajahnya karena merasa frustasi.


siang menjelang sore sekirar pukul 02.10 kakek fahri sudah tersadar,semua orang merasa lega mengetahui kakek fahri sudah siuman,kini semua orang sedang berkumpul didalam kamar kakek fahri.


"ayah bagaimana perasaan ayah?"tanya shinta lembut kepada ayah mertuanya


"aku baik-baik saja tidak perlu khawatir" ucap fahri coba menenangkan mereka


"syukurlah kalau ayah sudah membaik" ucap shinta senang merasa lega.


semuanya kini bisa bernafas lega karena kondisi kakek fahri membaik,meski tidak sepenuhnya yang penting fahri sudah siuman itu sudah lebih dari cukup untuk menghilangkan sedikit rasa gelisahnya.


malam harinya semua orang berkumpul dimeja makan untuk sarapan dan seperti biasa sebagai menantu pooja melayani mertua dan suaminya,selesai melayani mereka pooja memisahkan 1piring lagi.


"pooja itu siapa sayang?"tanya shinta


"ini untuk grandad mi,pooja yang akan menyuapi grandad hari ini"ucap pooja


"terima kasih pooja"ucap shinta terharu


"sama-sama mi,ini sudah tugas pooja" ucap pooja,shinta tersenyum senang


"raj sini biar vanes denganku saja,kau makan saja dengan tenang"ucap pooja.


raj memberikan vanes kepada pooja usai itu pooja melangkah kekamar kakek fahri untuk menyuapinya dengan membawa vanes agar kakek fahri bisa dibujuk makan dengan membawa vanes cicitnya


"grandad"panggil pooja memasuki kamar kakek fahri,pooja bisa melihat kakek fahri duduk diatas kasur,pooja mendekatinya.


"menantu ada apa?"tanya kakek fahri


"grandad ini sudah waktunya makan,ayo grandad makan dulu"pinta pooja


"apa cicitku juga akan melayaniku"ucap fahri menatap vanes digendongan pooja


"tentu,vanes akan menemani grandad makan"ucap pooja,fahripun tersenyum


"berikan,biar aku menggendongnya"pinta fahri,pooja memberikan vanes kefahri


"aku beruntung masih diberi kesempatan untuk melihat cicitku,jadi meski aku pergi aku tidak akan menyesal"lirih fahri terus menatap vanes,pooja terdiam sesaat


"apa yang grandad katakan,jangan bicara seperti itu grandad"ucap pooja sedih.


mendengar perkataan grandad membuat pooja sangat takut,pooja denfan telatin menyuapi grandad hingga habis tidak tersisa,selesai makan pooja membantu grandad meminumkan obat sakitnya.


selesai mengurus segalanya,poojapun berjalan menuju kekamar raj,didalam kamar pooja melihat raj yang sedang melamun,pooja melangkah mendekati raj pooja duduk diatas kasur samping raj.


"raj"panggil pooja menggenggam tangan raj,raj menoleh menatap kearah pooja


"ada apa by hm?"tanya pooja khawatir


"tidak by,dimana vanes?"tanya balik raj


"grandad tadi bilang ingin tidur dengan vanes jadi sekarang dia ada dikamar grandad"ucap pooja memberitahu


"hhm"raj berdehem,raj kembali terdiam


"raj tenanglah,semuanya akan baik-baik saja"ucap pooja mencoba menenang raj.


raj hanya menanggapi dengan senyuman tipis,pooja menaruh kepalanya dibahu raj pooja tahu kalau raj sedang kepikiran dengan kondisi kakek fahri,pooja hanya berusaha mencoba menenangkan raj.


meskipun keluarga salvatrucha bisa segalanya,tapi yang namanya takdir tidak ada yang bisa mencegahnya,walau orang itu sehebat sekaya apapun tidak busa mencegah kehendaknya tuhan.


*


*


*


*


*


SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA


DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA


VOTE+KOMEN+LIKE