
07.00 WIB KOTA AMERIKA.
pagi ini raj dan pooja hendak menjemput vanes dimansion,sudah dua hari vanes menginap disana membuat pooja tidak enak hati takut merepotkan mertuanya, jadi mereka putuskan menjemput vanes.
diparkiran apartemen rohit sudah siaga mengantar majikannya,raj dan poojapun masuk kemobil,dalam sekejap mobilpun melaju pergi,jalanan dipagi hari begitu macet,butuh waktu lama untuk sampai.
setelah kejebak kemacetan yang cukup lama,akhirnya mereka sampai dimansion raj dan pooja melangkah masuk sedang rohit menunggu dimobil,diruang tamu kayaknya semua orang sedang bersantai
"mami,papi"panggil raj berjalan kearah mereka,mendengar ada panggilan,orang orang kini mengalihkan pandangannya,
"loh kalian datang kesini"ucap shinta
"iya mi,kami mau menjemput vanes,gak enak kalau lama-lama ngerepotin mami sama papi"ucap pooja menjelaskannya
"apanya yang repot,justru mami senang kalau vanes main kesini"ucap shinta
"lain kali vanes akan menginap kesini lagi mi"ucap raj coba memberi pengertian
"baiklah,vanes ruh daddy sama mommy jemput vanes"ucap shinta pada vanes
"sayang pulang yuk"ajak pooja,vanespun melangkah kearah raj dan pooja
"eyang vanes pulang dulu ya"pamit vanes
"iya sayang,kapan-kapan main kesini lagi ya"ucap shinta,vanes mengangguk stuju.
setelah berpamitan,pooja,raj dan vanes pergi keluar mansion,mereka masuk kemobil lalu mobilpun melaju pergi,raj berniat membawa istri dan anaknya ikut keperusahaan sekalian menemaninya.
"mom kita mau kemana?"tanya vanes
"kita akan pergi kekantor daddy sayang, menemani daddy kerja"ucap pooja
"kenapa harus ditemani,daddykan sudah besar tidak perlu ditemani"ucap vanes
"kau mana mengerti bocah"kesal raj
"nanti kalau kau sudah besar,kau akan mengerti sayang,mommy yakin kau akan sama.seperti daddymu,kau mirip sekali dengan daddymu"ucap pooja menggoda
"tentu saja,dia putraku"ucap raj bangga
"tidak,aku mirip mommy"tolak vanes
"ais bocah ini menguji kesabaranku saja" guman raj menggerutu,pooja tersenyum
"emang enak,siapa dulu yang ingin punya anak pria"bisik pooja menggoda raj
"jika tahu punya anak pria akan menjadi musuh,lebih baik aku milih anak wanita saja"ucap raj mengeluh,pooja tersenyum
vanes dan raj memang tidak pernah akur, selalu berdebat hanya masalah sepele, terkadang vanes selalu menolak dijika dimiripkan dengan raj,padahal aslinya mereka berdua benar-benar mirip sekali.
menempuh jalanan sambil mengobrol memanglah asyik hingga tidak terasa mereka sudah sampai diperusahaan,raj pooja,vanes dan rohit turun dari mobil dan berjalan menelusuri koridor kantor.
mereka pergi keruangan masing-masing dan tentunya vanes dan pooja ikut raj masuk keruangan,sesampai didalam raj langsung bekerja,sedangkan pooja menemani vanes bermain game diipad.
*
*
*
disiang hari raina tengah bersiap untuk pergi keluar,hari ini mertuanya sisisca mengajak raina untuk menemaninya pergi arisan,raina tidak bisa menolak lagian raina tidak ada kerjaan hari ini.
selesai bersiap raina pergi mengendarai mobilnya untuk menjemput mertuanya, tidak butuh lama bagi raina untuk sampai dirumah mertuanya,ternyata disana sisca sudah menunggu didepan gerbang.
"bun,maaf raina telat"ucap raina merasa tidak enak telah buat sisca menunggu.
"tidak papa,bunda juga baru sebentar berdiri disini,kita langsung berangkat yuk"ucap sisca,raina mengangguk saja.
sisca dan raina masuk kemobil,rainapun melajukan mobilnya ketempat tujuan,tak lama kemudian mereka sudah sampai disalah restoran ternama tempat janjian ibu-ibu arisan,raina,sisca turun dari mobil
raina dan sisca masuk kedalam ruangan privat direstoran tersebut,ternyata sudah ramai yang datang kesana,sisca dan rainapun ikut nimbrung duduk bersama yang lainnya,mereka mulai mengobrol.
"eh jeng kamu datang sama menantumu dimana bisanmu jen?"tanya teman sisca
"ah tadi saya sudah nelfon,katanya dia izin gak ikut dulu,soalnya mau ketemu sama cucunya"ucap sisca memberitahu
"iya,kalau menantu ajeng gimana,udah isi belum?"tanya teman sisca menggoda
"masih belum jeng"ucap sisca tersenyum
"belum,menantu ajeng mandul ya,kok lama nikah belum isi juga?"tanya teman sisca blablas,sisca tersenyum canggung
"enggak jeng,cuma mungkin belum isi aja"ucap sisca memberi pengertian
"ooh gitj,tadi saya dengar kabar kalau anaknya jeng dila udah hamil lagi loh" ucap temannya mulai bergosip-gosip
"benaran jeng,waah udah punya 3cucu aja tuh jeng dila"ucap temannya sisca.
mereka terus bergosip sambil sesekali ketawa lebar,tanpa menyadari keadaan hati sisca yang gundah,raina yang sadar kegundahan mertuanya jadi merasa bersalah,raina juga ikutan sedih jadinya.
meskipun sisca tidak memaksa raina untuk segera hamil,tapi raina merasa bersalah,dia mengetahui sendiri kalau mertuanya diejek oleh teman arisannya, bagaimana mungkin raina tidak sedih.
acaran arisanpun dimulai,meski sudah terasa canggung untuk raina dan sisca tapi mereka tetap berusaha untuk tenang dan tersenyum,hingga acara arisanpun usai,raina sisca putuskan untuk pulang.
selama diperjalanan suasana dimobil hening,raina dan sisca jadi canggung, selesai mengantar mertuanya raina memutuskan langsung pulang,karena moodnya sudah tidak bisa diperbaiki.
malam hari sekitar jam20,raina dan riyaz berada dimeja makan untuk sarapan,tapi sepertinya raina sedang tidak bernafsu makan karena sedang kepirikan sesuatu dan riyaz menyadari perubahaan hal itu.
"sayang,kenapa kau tidak makan,apa ada sesuatu kau pikirkan?"tanya riyaz lembut
"tidak,hanya saja aku merasa bersalah sama bunda"lirih raina menunduk sedih
"bunda,memangnya kenapa?"tanya riyaz.
rainapun menceritakan semuanya pada riyaz tentang masalah tadi siang,riyaz yang mendengar hal itu juga sedikit kesal,sekarang riyaz mengerti masalah apa yang sedang dihadapi oleh raina.
"maafkan aku sayang,karena aku kau jadi bahan omongan orang"ucap riyaz merasa bersalah,raina mengelus riyaz
"kau tidak salah,disini akulah yang salah karena aku wanita yang tidak sempurna" keluh raina,riyaz meraih tangan raina
"jangan katakan itu sayang,aku janji akan lebih berusaha lagi"ucap riyaz serius
"no,kita harus berusaha bersama-sama" ucap raina tersenyum menyakini riyaz.
mereka berdua saling lempar senyum, betapa beruntungnya riyaz mendapatkan istri seperti raina,begitu juga raina yang beruntung mendapatkan suami yang selalu mendukungnya seperti riyaz.
"baiklah kalau begitu,ayo kita berusaha sekarang"ucap riyaz,raina kebingungan
"maksudmu?"tanya raina bingung,riyaz berjalan mendekati raina dan berbisik
"ayo kita buat anak"bisik riyaz menggoda
"yaaz"rengek raina,riyaz tersenyum dia langsung menggendong tubuh raina
"iyaz apa yang kau lakukan"kaget raina
"kau bilang ingin memiliki anak,jadi ayo kita buat malam ini"goda riyaz membawa raina kekamar mereka,hanya berdua
"iyaaaz kau sangat nakal"teriak raina saat riyaz sudah menjalankan aksinya.
akhirnya merekapun melakukan ITU,riyaz melakukannya karena ingin menghibur raina dan tentu karena riyaz juga sedang menginginkannya,merekapun menghabiskan malam yang panjang.
*
*
*
*
*
SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA
DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA
VOTE+KOMEN+LIKE