Cold Ceo Fell In Love

Cold Ceo Fell In Love
EPISODE 119



08.15 WIB KOTA AMERIKA.


hari ini raina dan riyaz telah memutuskan untuk pergi kerumah sakit.mereka ingin melakukan periksaan lagi terhadap janin raina,berharap hasil pemeriksaannya akan sesuai dengan ekspektasi mereka.


riyaz dan raina tengah bersiap-siap,niat mereka akan melakukan pemeriksaan dirumah sakit riyaz,karena riyaz sudah mengenal dokternya jadi akan lebih mudah untuk berkomunikasi dengannya.


"sayang sudah siap,ayo kita harus cepat pergi sayang"ucap riyaz memberitahu


"iya aku sudah siap kok,ayo kita pergi" ucap raina,mereka melangkah keluar.


mereka masuk kedalam mobil,sesaat kemudian riyaz melajukan mobilnya, untung saja jalanan tidak begitu macet jadi mereka bisa cepat sampai kerumah sakit,tak lama kemudian mereka sudah tiba,raina tampak gelisah saat sampai.


"sayang ada apa,kau tidak mau turun?" tanya riyaz menyadari perubahan raina


"sayang aku gugup,bagaimana jika nanti hasilnya negativ lagi?"tanya balik raina


"hei tidak perlu gugup sayang,apapun hasilnya nanti itu urusan belakang yang penting kita usaha dulu"ucap riyaz beri pengertian,raina mengangguk mengerti


"yuk kita turun"ajak riyaz,raina setuju.


merekapun turun dari mobil lalu berjalan menyelusuri koridor rumah sakit,mereka sudah sampai didepan ruangan dokter kandungan,karena sudah membuat janji jadi mereka langsung masuk kedalam.


"selamat pagi dokter ita"sapa riyaz


"dokter riyaz kalian sudah datang,ayo silahkan duduk"ucap dokter ita ramah


"terima kasih dok"ucap raina canggung


"jadi ada masalah apa ini dokter riyaz?" tanya ita.langsung to the point keintinya


riyazpun menceritakan tentang kondisi raina yang susah hamil,dokter itapun mendengarnya denga seksama,sedang raina hanya terdiam menunduk sambil mendengarkan juga obrolan mereka.


"jadi dokter ita bagaimana menurutmu?" tanya riyaz usai selesai menjelaskan


"boleh saya periksa nona raina dulu agar saya bisa lebih memahaminya"ucap ita


"tentu dok,sayang kau maukan diperiksa lagi?"tanya riyaz pada raina,raina setuju.


"kalau begitu mari nona raina,saya akan mulai memeriksa anda"ucap dokter ita.


raina mengikuti langkah dokter ita,raina berbaring dibed kasur,dokter ita mulai melakukan pemeriksaan terhadap raina, beberapa saat kemudian pemeriksaan sudah usai,raina dan ita kembali duduk.


"bagaimana dok hasilnya?"tanya riyaz


"begini dokter riyaz,janin nona raina ini terlalu lemah sehingga akan sulit hamil dan jikapun hamil resikonya akan besar" jelas ita,raina jadi sedih mendengarnya


"apa tidak ada cara dok agar saya bisa hamil?"tanya raina tak nerima kenyataan


"sebenarnya nona bisa hamil,hanya apa nona siap dengan resikonya?"tanya ita


"saya siap dok"ucap raina antusias,riyaz menoleh keraina,hati riyaz jadi gelisah


"sayang apa kau yakin?"tanya riyaz


"riyaz kau tahukan kalau aku ingin sekali punya anak,aku yakin aku siap menerima resikonya"ucap raina menyakinkan riyaz


"baik kalau begitu,saya akan buat jadwal pemeriksaan untuk nona raina"ucap ita


"terima kasih,kalau begitu kami pamit dulu"pamit riyaz dan raina bersamaan.


setelah selesai meriksa dan berpamitan merekapun keluar dari ruangan,mereka berjalan menelusuri koridoor menuju keruangan riyaz,entahlah perasaan riyaz jadi gegana usai dari pemeriksaan tadi.


sesampainya diruangan riyaz langsung menyibukan dirinya,raina yang melihat riyaz hanya diam mengerti apa yang riyaz pikirkan,raina mendekatinya lalu kepalanya bersandar kepundak riyaz.


"iyaz apa kau marah padaku?"tanya raina berusaha membujuknya,riyaz tetap diam


"sayang aku mohon mengertilah,aku ingin memiliki anak yaz dan bukankah bagus jika aku hamil anakmu,kau jadi tidak malu lagi pada orang-orang"ucap raina santai,riyaz menoleh kearah raina


"raina apa kau tak dengar,resikonya akan besar jika kau hamil,aku khawatir terjadi sesuatu denganmu"ucap riyaz cemas


"itu memang konsekuensinya yaz,tapi percayalah semuanya akan baik-baik saja,kau hanya perlu bersamaku saat aku berjuang nanti"ucap raina serius.


mereka saling lempar senyum,untung raina bisa membujuk riyaz,raina merasa lega riyaz menyetujui dan mendukung rencananya,raina melakukan itu semua demi kebaikan riyaz dan keluarganya.


hari ini raina memutuskan untuk tetap dirumah sakit menemani suaminya,ya hitung-hitung sebagau bayaran karena telah membuat riyaz marah,riyazpun senang jika bekerja ditemani oleh raina.


*


*


*


KEDIAMAN KELUARGA SALVATRUCHA.


sore hari sepulang dari kantor raj,pooja dan vanes pergi mampir kemansion,kini semua orang sedang berkumpul diruang keluarga sambil menonton,berkumpul bersama keluarga lebih menyenangkan.


mereka asyik berbincang dan ditambah dengan kehadirannya sivanes semakin memperindah suasana,tapi tidak dengan shinta sedari tadi dia hanya diam seperti sedang memikirkan sesuatu dibenaknya.


"mi,mami kenapa kok diam,apa mami sakit?"tanya pooja menyadari perubahan sikap mertuanya,semua orang menoleh


"eyang sedang sakit ya?"tanya vanes


"tidak sayang,eyang tidak sakit kok"ucap shinta berusaha untuk tersenyum


"ada apa sayang,ada yang kau pikirkan?" tanya daren pada istrinya,shinta terdiam


"aku kepikiran tentang raina sayang"ucap shinta mengungkapkan isi hatinya


"raina,memang kenapa?"tanya raj heran.


shinta menceritakan semua tentang masalah yang dihadapi raina,bukan rahasia lagi dengan kabar kemandulan raina,apalagi tadi riyaz memberitahu semua tentang hasil dan rencana raina.


"mami khawatir karena raina mengambil resiko sebesar itu"ucap shinta cemas


"apa tidak ada cara lain,riyazkan dokter dia pasti punya banyak cara"ucap raj


"raj riyazkan bukan dokter kandungan" ucap pooja memberi pengertian keraj


"pooja benar,papi juga jadi cemas sama raina,apalagi raina selalu diolok-olok tentang kemandulannya"ucap daren


"siapa orang itu yang berani mengolok adikku,aku akan menghajarnya berani sekali dia melakukannya"ucap raj marah


"raj tidak semua masalah diselesaikan dengan amarah,itu sudah biasa bagi orang-orang"ucap daren menjelaskan


"tapi kenapa seperti itu,memang apa salahnya jika raina belum hamil,itu bukan urusan merekakan"ucap raj tak terima


"raj zaman sudah berubah,jika kita ladeni mereka semakin menjadi raj"ucap daren


"iya raj,kau tenanglah dulu"ucap shinta


"kita hanya bisa mendoakan raina agar raina dikasih momongan"ucap pooja.


mereka semua mengangguk setuju,juga dengan sivanes yang hanya ikut-ikutan, tidak tahu apa vanes mengerti dengan obrolan orang tua itu,dia hanya tidak sengaja mendengar obrolan orang tua.


selesai mengobrol ternyata hari sudah gelap,merekalun bubar untuk bersiap makan malam bersama,raj dan pooja memutuskan untuk menginap karena hari sudah malam,vanes mengikuti saja.


*


*


*


*


*


SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA


DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA


VOTE+KOMEN+LIKE