Cold Ceo Fell In Love

Cold Ceo Fell In Love
EPISODE 107



07.15 WIB KOTA AMERIKA.


matahari sudah menyinari bumi,tampak pengantin baru masih tertidur,mungkin mereka masih kelelahan karna rutinitas mereka yang biasa dilakukan pengantin baru yaitu kegiatan malam pertamanya.


tubuh raina menggeliat,matanya mulai terbuka,hal pertama yang raina liat yaitu wajah tidur suaminya riyaz,dipandang wajah riyaz dalam oleh raina,pertama kalinya raina melihat wajah tidur riyaz.


"tampan"guman raina tersenyum manis, raina hendak bangkit dari kasur tidurnya


"aau"ringis raina kesakitan dibagian ITU


"kenapa ini sangat sakit"guman raina kesakitan,riyaz yang mendengar suara raina terbangun dari tidur nyenyaknya.


"sayang ada apa?"tanya riyaz sambil mengumpulkan kesadarannya


"kau bangun,apa aku mengganggumu" ucap raina merasa bersalah pada riyaz


"tidak,kau mau kemana?"tanya riyaz


"aku mau kekamar mandi"ucap raina


"kau tidak bisa berjalan,apa masih terasa sakit?"tanya riyaz,raina mengangguk


"kalau begitu biar aku bantu"tawar riyaz.


riyazpun mengendong tubuh raina,jujur sebenarnya raina malu saat ini tapi dia tidak bisa apa-apa miliknya masih terasa sakit,riyaz menaruh tubuh raina dibathup lalu mengisinya air dengan air hangat.


"berendam dengan air hangat agar rasa sakitnya hilang"ucap riyaz memberitahu raina mengangguk mengerti,setelah itu riyaz keluar membiarkan raina sendiri.


riyaz berbaring sambil menunggu raina selesai mandi,pandangan riyaz tidak sengaja melihat darah yang menempel disprei,senyuman terukir diwajahnya ketika melihat darah,kejadian semalam seketika terlintas kembali diotaknya.


"akhirnya kau menjadi milikku raina"seru riyaz merasa senang karena wanitanya telah menjadi istrinya.


selesai mengurus semuanya riyaz dan raina memutuskan pergi keluar untuk sarapan,mereka melangkah menuju kerestoran yang sudah tersedia dihotel tersebut,mereka memasuki aula restoran


disana raina dan riyaz mendapati kalau keluarga mereka juga sedang berkumpul direstoran tersebut,mereka mendekati kearah keluarga mereka,sisca menyadari kedatangan anaknya tersenyum senang.


"kalian sudah datang"sapa sisca kepada sepasang pengantin baru riyaz dan raina


"bagus kalian sudah datang,kita makan bareng yuk"ajak shinta keraina dan riyaz.


mereka sarapan pagi bersama,hening tidak ada yang berbicara saat makan hanya ada suara dentingan sendok dan garpu yang berpadu,mereka terlalu menikmati hidangan menu dihotel itu.


selesai sarapan mereka memutuskan untuk pulang,merekapun membereskan barang mereka masing-masing,selesai itu mereka kembali berkumpul dikoridor hotel untuk pergi pulang bersama-sama.


"raina ini untukmu"ucap raj memberikan sebuah kunci mobil,raina menerimanya


"kunci mobil,untuk apa?"tanya raina


"itu hadiah pernikahanmu,mobilmu jelek jadi membeli baru untukmu"ucap raj


"tapi aku memiliki mobil raj,untuk apa kau menghadiahkan mobil?"tanya riyaz heran


"tentu saja untuk digunakan,simpan saja siapa tahu itu dibutuhkan"ucap raj santai


"baiklah,terima kasih kakak"ucap raina


"yasudah,ayo kita pulang"ajak daren.


mereka pergi dengan menggunakan tiga mobil,mereka memasuki mobil mereka masing-masing,merasa sudah siap,mobil melaju secara beriringan menyelusuri jalanan yang tidak terlalu ramai mobil.


ditengah perjalanan mereka berpisah arah karena beda tujuan,sama halnya dengan pengantin baru,raina merasa aneh melihat jalanan yang tidak biasanya raina lewati ketika pergi keapartemen.


"sayang inikan bukan jalan keapartemen" ucap raina menatap bingung keriyaz.


"siapa bilang kita pergi keapartemen,aku sudah menyiapkan rumah untuk kita sayang"ucap riyaz memberitahu raina


"rumah,untuk apa kau membeli rumah kan sudah ada apartemen"ucap raina


"apartemen itu sudah aku jual,sekarang kita akan tinggal dirumah baru,kitakan suami istri tentu harus tinggal disuasana baru"ucap riyaz menjelaskan pada raina.


raina hanya bisa mengikuti apa yang riyaz inginkan karena riyaz sekarang adalah suaminya,mobil riyaz berhenti didepan rumah asing yang minimalis raina menatap kagum pada rumah itu.


mereka turun dari mobil dan melangkah masuk kedalam rumah,rumahnya hanya memiliki satu lantai dan hanya memiliki beberapa ruangan seperti,1kamar,ruang tengah,dapur dan satu ruangan kerja.


raina melihat sekeliling sudut rumah itu meski hanya satu lantai tapi sangat luas, setiap ruangan terlihat hanya dengan memasukinya,rumah minimalis yang sederhana tapi terlihat sangat mewah.


"bagaimana,apa kau suka dengan rumah ini?"tanya riyaz keraina memastikannya


"hm,dari mana kamu tahu rumah ini?" tanya balik raina sambil menatap riyaz


"temanku,aku sengaja memilih rumah ini agar kau gampang mengurusnya,kaukan tidak ingin memakai maid,jadi aku pilih rumah sederhana ini"jelas riyaz panjang


"aku suka dengan rumahnya,terima kasih suamiku"ucap raina tersenyum manis


"sama-sama istriku"ucap riyaz senang.


raina memang pernah bilang keriyaz saat mereka menikah raina tidak ingin pakai jasa maid karena ingin mengurus rumah tangganya sendiri,jadi riyaz sengaja beli rumah minimalis agar gampang diurus.


malam hari sekitar jam 19.00 raina baru saja selesai mandi dan berganti pakaian, raina melangkah menuju dapur untuk membuat sarapan malam,ini pertama kali raina masak untuk riyaz suaminya.


raina mengambil bahan yang diperlukan semuanya sudah tersedia dalam rumah dan itu semua berkat riyaz,raina mulai fokus memasak,saat memasak tiba-tiba ada tangan melingkar dipinggang raina.


"iihs kau membuatku kaget"keluh raina


"maaf,kau sedang apa sayang?"tanya pelakunya yang tidak lain adalah riyaz


"aku sedang memasak untuk kita"ucap raina membaritahu,riyaz mengangguk


"sayang lepaskan,aku sedang memasak" pinta raina berusaha untuk melepaskan


"no,kau fokus saja memasak lagian aku tidak mengganggukan"ucap riyaz nolak


"aku jadi kesusahan yang"keluh raina


"baiklah aku lepas,aku akan menunggu dimeja makan saja"ucap riyaz pasrah.


riyaz melepaskan pelukannya lalu pergi meja makan sambil memandangi raina sedang yang ditatap hanya fokus pada masakannya,beberapa menit kemudian raina sudah selesai memasak,rainapun membawa makanannya kemeja makan.


"ini cobalah,maaf aku tidak terlalu pandai memasak jadi aku memasak seadanya" ucap raina sedikit merasa bersalah


"tidak masalah sayang,apapun yang kau masak aku akan memakainya,aku jadi tidak sabar merasakan masakan pertama istriku"ucap riyaz menggoda


"kalau begitu cobalah dan beritahu aku enak atau tidak"ucap raina tidak sabar


"tentu"ucap riyaz,riyaz mulai merasakan masakan pertama raina untuk dirinya


"bagaimana?"tanya raina penuh harap


"enak,kau pandai memasaknya"puji riyaz


"sungguh,baguslah jika kau menyukainya "ucap raina senang dengan pujian riyaz.


merekapun makan makal bersama,usai sarapan dan berberes mereka berdua menghabiskan waktu dikamar dengan bermesraan menunggu waktu tidur, biasa pengantin baru lahi kasmaran.


*


*


*


*


*


SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA


DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA


VOTE+KOMEN+LIKE