Cold Ceo Fell In Love

Cold Ceo Fell In Love
EPISODE 147



hari-hari telah berlalu,diapartemen pooja dan raj menghabiskan waktu dihari libur didalam rumah sambil menemani kedua anak mereka,dihari libur ini raj putuskan meluangkan waktu untuk keluarganya.


kini semuanya tengah sibuk menonton diruang keluarga,mereka nonton sambil ditemani beberapa cemilan dan kue khas buatan pooja,kebahagian dikeluarga kecil raj bertambah setelah kehadiran sivallen.


"mom kapan adik bangun,sedari tadi dia hanya tidur?"tanya vanes melihat vallen


"diam,kau jangan ganggu adikmu yang sedang tidur,dia masih bayi jadi wajar kalau banyak tidur"ucap raj menjelaskan


"iya sayang,biarkan adikmu tidur agar dia tumbuh dengan sehat"ucap pooja lembut


vanes mengangguk kepala seakan dia mengerti,dia terus memperhatikan vallen adiknya bukan malah menonton film ditv pooja yang sedang melirik vanes jadi tersenyum,dia mengelus kepala vanes.


"sayang sekarang kau sudah menjadi seorang kakak,dan sebentar lagi kau juga akan masuk sekolah,jadi katakan kau mau sekolah dimana?"tanya pooja serius


vanes tampak berfikir sejenak,raj yang mendengar jadi ikut menatap vanes,raj tak menduga kalau putranya akan masuk dipersekolah,rasanya baru kemarin dia mengendong vanes kecil kesayangannya


"no mom,aku tidak mau sekolah"ucap vanes menolak,pooja dan raj bingung


"kenapa sayang?"tanya pooja penasaran


"sekolah itu membosankan mom dan lagi disana ramai aku tidak suka"ucap vanes


"tapi vanes disana kau akan dapat teman dan mendapat ilmu,kau harus sekolah" ucap pooja mencoba beri pengertian


"aku sudah punya rohit dan jason dan juga vallen itu sudah cukup mom,kalau ilmu aku cukup pintar"ucap vanes kekeh.


pooja hendak ingin bicara tapi tangannya dicegah oleh raj,pooja melihat kearaj raj yang menggeleng kepala,pooja mengerti maksud raj jadi pooja kembali terdiam.


"vanes mommymu itu berkata benar,kau harus pergi sekolah boy"ucap raj lembut


"dad kau tahu kalau aku ini sudah cukup pintar tanpa sekolah"ucap vanes nolak


"kepintaranmu memang diatas rata-rata tapi meski begitu kau tetap harus skolah karena ilmu itu penting bagimu"ucap raj


"tapi vanes tidak suka bertemu banyak orang dad"ucap vanes terus mengeles.


raj menghela nafas,raj tahu kalau vanes ini sangat mirip dengannya,bukan hanya wajah,karakter dan sifat juga menurun kepada vanes,karena raj dulu juga begitu jika disuruh pergi sekolah,alhasil rajpun dipersekolahkan khusus dimansionnya.


"baiklah bagaimana kalau kau sekolah dipersekolahan khusus"ucap raj usul


"sekolah bagaimana itu?"tanya vanes


"sekolah itu khusus untuk anak-anak sepertimu,daddy dulu sekolah itu juga" ucap raj menjelaskan,vanes berpikir


"jika sekolah itu,kau tidak perlu bertemu dengan banyak orang dan pelajarannya juga berbeda"ucap raj memberitahunya


"baiklah aku akan sekolah khusus seperti daddy"ucap vanes telah memutuskan


"baiklah nanti daddy akan urus,baby tidak masalahkan kalau vanes sekolah khusus disini?"tanya raj meminta izin kepooja


"tidak masalah,asalkan dia mau sekolah itu sudah bagus"ucap pooja mengizini.


perdebatan tentang sekolahpun usai,raj sudah memutuskan bahwa vanes akan bersekolah khusus dirumahnya,itu cukup bagus agar pooja tidak bolak balik untuk menjemput vanes seperti ibu-ibu lainnya.


selesai berdebat mereka kembali fokus menonton,entah sudah adegan berapa yang mereka lewatkan karna tadi mereka sibuk berdebat,alhasil ada beberapa adegan yang terlewat oleh mereka ber3.


*


*


*


jam terus berputar hingga haripun sudah mulai sore,riyaz baru saja tiba dirumah, dia turun dari mobil lalu masuk kedalam rumah,didalam tidak biasanya suasana sepi biasanya raina selalu menunggunya.


"sayang aku pulang,kau dimana?"ucap riyaz sedikit berteriak,tidak ada sautan sama sekali riyazpun melangkah masuk kedalam kamar,dan ternyata raina ada disana sedang tertidur,riyaz mendekat.


"kau ternyata sedang tidur"guman riyaz lega,riyaz duduk disamping raina lalu tangannya mengelus lembut kepala raina,raina yang merasakan sentuhan itu jadi terbangun,dia menatap kearah riyaz.


"sayang wajahmu pucat sekali,apa kau sakit"ucap ritaz cemas melihat raina


"aku tidak papa,hanya tidak enak badan saja"ucap raina menyakinkan riyaz


"kau yakin,lebih baik kita kedokter saja yuk"ucap riyaz begitu khawatir keraina


"tidak perlu,udah lupakan lebih baik kau mandi dulu aku akan menyiapkan makan malammu"ucap raina hendak pergi


"tidak,kau istirahat saja biar aku yang mengerjakan semuanya"ucap riyaz


"tapi ak...."ucapan raina terpotong riyaz


"tidak ada tapi-tapian,sudah kau kembali istirahat yaa"ucap riyaz begitu lembut.


rainapun hanya menurut,riyaz benar dia harus beristirahat,karena jujur tubuh raina sangat lemas dan tidak mungkin dia memasak dengan keadaan sakit untung saja suaminya begitu pengertian.


riyaz pergi membersihkan tubuhnya lebih dulu,dia tidak ingin kuman yang nempel ditubuhnya jadi menyebar dirumahnya, beberapa menit kemudian riyaz sudah selesai mandi,dia berganti baju lalu pergi.


didapur riyaz langsung bekerja,semua bahan dapur riyaz keluarkan,dengan lihai dia mulai memasak,hidup sendiri dimasa mudanya membuat royaz sedikit mengerti tentang masak,karena dia jauh kuliah diluar negeri jadi ia harus mandiri.


tak butuh waktu lama masakan riyazpun selesai,riyaz menatanya diatas nampan lalu membawanya kekamar,raina yang melihat royaz datang segera bangun.


"sayang ayo dimakan,nanti aku akan beri obat untukmu"ucap riyaz,raina menurut diapun mulai memakan masakan riyaz


"hhm ini enak,aku baru tahu kau pintar memasak"ucap raina kagum pada riyaz


"syukurlah kalau kau suka,habiskan itu lalu minum obat"ucap riyaz senang.


rainapun makan dengan lahap,melihat itu riyaz merasa senang dihatinya,masakan yang ia buat disukai oleh raina,memang ini pertama kalinya riyaz memasak untuk raina dan syukurlah itu cocok dilidahnya.


tak lama raina selesai makan,semuanya ludas habis dimakan oleh raina,ternyata meski sakit raina tetap nafsu makan,itu mungkin hormon dari ibu hamil dan bisa jadi sibayi didalam perut juga kelaparan.


riyaz membantu membereskan semua yang kotor,tidak lupa dia juga mencuci semuanya,selesai itu riyaz memberikan obat pada raina,rainapun menerimanya lalu diminum,riyaz lega melihat istrinya.


malampun menyelimuti,hari makin gelap dan hawa semakin dingin,riyaz dan raina menghabiskan malam dikamar saja dan riyaz senang tiasa menemani raina yang sedang sakit,raina bersandar dada riyaz.


"sayang besok aku harus pergi awal,kau tidak apa-apakan"ucap riyaz minta izin


"memang ada apa disana?"tanya raina


"aku harus mengecek kondisi pasienku yang sakit parah,jadi aku harus selalu dirumah sakit"ucap riyaz memberitahu


"hhm tidak papa,kau bekerja saja jangan khawatir tentangku"ucap raina mengizini


"hhm,sebaiknya kita tidur,kau lagi sakit tidak baik bergadang"ucap riyaz lembut.


merekapun membaringkan tubuhnya dikasur,riyaz menyelimuti tubuh raina dan dirinya agar tidak kedinginan,selesai lampu dimatikan merekapun tidur lelap dengan posisi saling berpelukan gitu.


*


*


*


*


*


SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA


DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA


VOTE+KOMEN+LIKE