
masih dengan menahan rasa sakit pooja terus merintih kesakitan,melihat itu raj sungguh sangat frustasi,berkali-kali dia mengumpat kepada dokter dan perawat tapi pooja selalu saja menenangkan raj.
"dok,pembukaannya sudah 10,sudah waktunya"ucap perawat memberitahu.
"baik,nona tolong ikuti instruksi saya,tarik nafas dalam-dalam lalu mengejan nona" ucap dokter memberi instruksi kepooja
"aaahh,iiih,aaaah"ucap pooja mengejan
"terus nona,ayo lagi nona"suruh dokter.
pooja terus mengejan sesuai instruksi yang dokter berikan,raj terus memberi pooja semangat sambil menggenggam tangan pooja,sungguh raj jadi tidak tega melihat perjuangan melahirkan pooja.
nafas pooja sudah terengah-engah karna kelelahan,pooja terus mengejan hingga keluarlah sebuah kepala,raj yang melihat matanya mulai berkaca-kaca,anaknya akan segera lahir sebentar lagi,sungguh ini pertama kalinya raj menangis terharu.
"baby,anak kita sudah lahir bertahanlah baby sebentar lagi baby"ucap raj senang
"ayo nona sedikit lagi,ayo"ucap dokter
"aaaahh"pooja mengejan lebih keras
"huaaa,huaa,huaaa"suara seorang bayi
suara itu bergema seluruh ruangan,bayi raj dan pooja sudah lahir,pooja yang mendengar suara anaknya menangis haru,perjuangannya tidak sia-sia begitu juga dengan raj yang sudah menangis.
"selamat tuan noan,bayi kalian laki-laki" ucap dokter memberitahu mereka
"terima kasih baby,kau sudah berjuang demi anak kita,terima kasih"ucap raj
wajah pooja dihujani dengam ciuman oleh raj,pooja hanya menanggapi dengan senyuman manis karna dirinya merasa lelah setelah melewati persalinan yang panjang,perlahan mata pooja terpejam.
"by hei baby kau kenapa?"tanya raj panik
"dokter istri saya kenapa?"tanya raj
"istri tuan masih syok dan kelelahan karna mengeluarkan tenaga yang banyak jadi nona pingsan,tuan tidak perlu cemas ini sudah biasa terjadi tuan"jelas dokter
"selagi menunggu nona sadar kami akan memindahkannya dan bayi tuan akan kami bersihkan dulu"ucap dokter itu.
raj mencoba untuk tenang usai dengar penjelasan dokter,rajpun keluar dari ruangan salin,diluar daren dan shinta yang masih setia menunggu langsung menghampiri raj mencoba mencari tahu.
"bagaimana raj,apa semuanya lancar?" tanya shinta,raj spontan memeluk shinta
"aku sudah mencari daddy mi,aku sudah punya anak"ucap raj merasa bangga
"selamat untukmu raj"ucap shinta ikut senang sambil membalas pelukan raj
"bagaimana dengan kondisi pooja raj?" tanya daren,raj shinga lepas pelukannya
"pooja pingsan pi,kata dokter karna syok dan lelah pooja jadi pingsan"sendu raj
"tenaglah itu semua sudah biasa raj,yang penting keduanya sudah selamat itu cukup"ucap shinta menenangkan raj.
raj mengangguk mengerti,meski seperti itu raj merasa senang sekaligus gelisah disatu sisi dia gelisah karna pooja masih pingsan disisi lain dia senang karna anak yang selama ini dinanti-nanti telah hadir rasa itu bercampur telah menjadi satu.
*
*
*
sekarang ini pooja sudah dipindahkan dikamar inap vvip,sedangkan bayinya masih dibersihkan oleh perawat,perlahan mata pooja mulai bergerak terbuka,raj yang melihat itu spontan mendekatinya.
"baby kau sudah sadar"ucap raj senang
"dimana bayi kita raj?"tanya pooja pelan
"mami dan papi sedang mengambilnya baby kau tenang ya"ucap raj lembut.
"pooja kau sudah sadar sayang,lihatlah anak kalian"ucap shinta menyerahkan anak pooja,pooja dengan senang hati menggendong anaknya yang masih bayi.
"pooja susuilah anakmu dia pasti sudah lapar"ucap shinta memberitahu pooja
"bagaimana caranya?"tanya pooja.
shinta membantu pooja membuka baju dibagian atasnya hingga satu buahnya keliatan,raj yang melihat itu menelan ludahnya susah,dia segera memaling wajahnya,sedang pooja merasa malu.
"iish"ringis pooja saat dibayi sudah mulai menyusu,pooja terus memandangi wajah damai anaknya yang sedang asyik *****
"mi,pi sebaiknya kalian pulang saja,ini masih malam kasian raina sendirian dirumah,besok datanglah lagi"ucap raj
"yasudah,kalau begitu kita pamit dulu kalian jaga baik-baik anak kalian"ucap shinta,raj hanya mengangguk mengerti.
setelah berpamitan daren dan shinta pergi untuk kembali kemansion,sekarang hanya tinggal mereka berdua,raj jalan melangkah mendekati pooja yang sedang menyusui sikecil,sikecil tampak nyaman berada digendongan pooja.
"lihatlah raj,dia mirip sekali denganmu" ucap pooja mengamati wajah sibayi yang nyaris persis seperti raj,versi keduanya
"kau benar,dia sangat tampan"puji raj
"raj apa kau sudah menyiapkan nama untuk anak kita?"tanya pooja penasaran
"sebenarnya aku ingin grandad yang beri nama untuk anak kita,grandad sangat menantikan momen ini jadi aku ingin dia yang memberinya nama,apa kau merasa keberatan dengan itu baby?"tanya raj
"tidak,anak kita adalah cucunya jadi dia memiliki hak atas bayi kita"ucap pooja
"terima kasih baby"ucap raj senang.
rasa bahagia terlihat jelas diwajahnya mereka,momen yang tidak mungkin terlupakan dimana saat-saat buah hati kecil kita lahir didunia,kebahagian apa lagi kalau bukan kehadiran buah hati.
dikecil sangat aktif menyusu dengan damai dan tenang,merasa sudah cukup pooja menghentikan susunya karena dikecil sudah tidur pulas,raj menaruh sikecil dibox bayi dengan perlahan lalu dia kembali duduk disamping pooja.
"terima kasih baby kau sudah berjuang melahirkan anak kita"ucap raj sambil mengelus lembut puncak kepala pooja
"sama-sama,bukankah sudah menjadi tugasku untuk memberimu keturunan" ucap pooja tersenyum manis pada raj.
raj mendekatkan wajahnya kepada wajah pooja hingga bibir mereka bertemu,raj ******* lembit bibir pooja begitu juga dengan pooja,beberapa detik kemudian mereka melepas tautan bibir mereka.
"tidurlah kau pasti masih lelah setelah melahirkan tadi,"ucap raj
"kau juga istirahatlah,ini masih malam dan kau harus tidur"ucap pooja
"tentu aku akan tidur disampingmu"ucap raj,pooja mengangguk kepala setuju.
poojapun membaringkan tubuhnya dan raj juga membantu memakaikan selimut pada tubuh mereka agar tidak dingin,raj mengecup kening pooja lalu membawa tubuh pooja kedalam dekapan tubuhnya.
untung saja kasur kamar inap vvip cukup luas untuk dua orang jadi mereka bisa tidur sambil berpelukan,selain kamar inap vvip lengkap fasilitasnya,kasurnya juga sesuai dengan keadaan ini yang raj sukai,meski dirumah sakit bermesraan.
*
*
*
*
*
SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA
DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA
VOTE+KOMEN+LIKE