
hari ini raj memutuskan tidak masuk dia ingin menjaga istrinya sampai sembuh, sebenarnya pooja sudah membujuk raj tapi bukan raj namanya kalau tidak keras kepala sudah berbagai cara yang pooja lakukan agar raj mau pergi tapi raj tetap menolak dan pooja hanya pasrah saja.
selesai sarapan tiba-tiba pooja merasa bosan karna berada dikamar terus,pooja membujuk raj agar mau membawanya ketaman rumah sakit,tidaklah mudah untuk membujuk raj karena pooja mengancam akhirnya raj menurutinya.
sekarang mereka tengah duduk dikursi panjang yang berada ditaman rumah sakit,menikmati cuaca segar dengan pemandangan air manjur dan anak-anak kecil yang sedang bermain bersama orang tuanya,membuat hati damai.
"raj lihatlah anak-anak itu,pasti suatu saat jika anak kita lahir akan bermain seperti itu"ucap pooja senang melihatnya
"tidak,aku tidak akan biarkan anakku main seperti itu,bahaya"ucap raj tegas
"lalu apa kau akan mengurung anakmu sendiri raj"ucap raj mengeluh kesal
"tidak baby,aku sudah memiliki rencana untuk anak kita kelak,aku hanya tidak ingin anakku bermain hal-hal yang berbahaya"ucap raj menjelaskan lembut
"oh ya,seperti apa rencanamu untuk anak kita?"tanya pooja sangat penasaran
"nanti juga kau akan tau"ucap raj santai.
pooja mengendus kesal karna raj telah membuatnya penasaran setengah mati, tapi pooja senang jika raj sudah memiliki rencana untuk anak mereka,karna pooja yakin raj telah memikirkan semuanya.
mereka terus mengobrol tentang anak mereka hingga ponselnya raj berbunyi menandakan ada pesan masuk,raj melihat isi pesan tersebut yang ternyata dari rohit sekretaris kepercayaannya.
"by kita kembali kekamar yuk,rohit ada disini"ucap raj mengajak pooja balik
"untuk apa sekretaris rohit kesini,apa terjadi sesuatu?"tanya pooja penasaran
"tidak,dia hanya mengantarkan berkas yang harus aku tandatangani"jelas raj
"apa aku bilang,seharusnya kau masuk saja tadi,lihat sekretaris rohit kesusahan bolak-balik kesini karnamu"omel pooja
"kau lebih kasihan pada orang asing dari pada suamimu sendiri,lagian itu sudah menjadi tugasnya,aku mengajinya untuk bekerja bukan untuk bermalasan"ucap raj tidak terima dimarahin oleh pooja.
pooja hanya memutar matanya malas, kalau berdebat dengan raj tidak akan ada habisnya jadi dia memilih untuk diam,mereka berjalan kembali kekamar inap,raj membantu megang infus pooja.
didalam ruangan terdapat rohit dan karin yang sedang menunggu raj dan pooja,ini kali pertama karin akan bertemu dengan pooja karna dirinya sudah sibuk menjadi psikolog jadi belum sempat bertemu.
pooja raj tiba dikamar inap,rohit dan karin berdiri hormat melihat kehadiran tuannya raj menuntun pooja kekasur agar bisa beristirahat lalu mengalihkan arahnya kerohit,kemudian raj duduk bersantai.
"mana berkasnya?"tanya raj to the poin
"ini tuan,semua berkas ini membutuhkan tandatangan tuan"ucap rohit memberi semua berkas-berkas yang penting.
raj dengan teliti membaca berkasnya itu sebelum ditandatangani supaya tidak terjadi kesalahan,tapi mata pooja terus mengarah pada seorang wanita asing yang sedang berada disamping rohit.
"sekretaris rohit,siapa wanita yang kau bawa ini?"tanya pooja sangat penasaran
"ah saya lupa,nona perkenalkan dia karin istri saya"ucap rohit,karin mengangguk hormat,mata pooja membulat sempurna
"what istri,jadi sekretaris rohit sudah menikah?"tanya pooja tidak percaya
"sudah nona,hanya saja dia baru kembali dari luar negeri jadi anda tidak pernah bertemu dengannya"ucap rohit.
karin dengan sopan mengobrol dengan pooja meski dirinya lebih tua,karin sadar kalau pooja istri dari atasan suaminya jadi dia harus tetap bersikap sopan,para pria sibuk dengan pekerjaan mereka sedangkan para wanita sibuk mengobrol.
berjam-jam sudah berlalu rohit dan karin sudah pulang,usai kepergian mereka pooja tidur ditemani oleh raj,hari makin siang dan kini cocok untuk pergi istirahat agar permulihan pooja cepat berjalan.
tapi tidur nyenyak mereka terganggu oleh suara kaki yang begitu kencang,raj yang mendengar itu langsung bangun,ternyata mereka sedang ada tamu yang tak lain mereka adalah,tina,raina,riyaz dan alex.
"oh sepertinya kita datang diwaktu yang tidak tepat"ucap alex sengaja meledek
"****,bisakah kalian datang diwaktu yang tepat apa kau tidak lihat istriku sekarang lagi istirahat"omel raj tidak jelas.
mereka tidak mengubris omelan raj yang ada mereka tersenyum mengejek,pooja yang mendengar omelan raj terbangun pooja tidak tau kalau saat ini ada tamu yang sedang menjenguk dirinya siang ini.
"raj kenapa kau mengomel"ucap pooja
"loh kalian ada disini"ucap pooja terkejut
"apa maksudmu,kau sedang sakit tentu saja kita akan datang"ucap tina kesal.
mereka mengobrol menanyakan kondisi pooja saat ini,mereka juga tau menyebab pooja bisa masuk rumah sakit,bukan hanya para wanita yang kesal,para pria juga kesal tidak menyangkah kalau sally nekad melakukan hal bodoh seperti itu.
hari sudah mulai sore,tidak terasa kalau mereka juga cukup lama berada dirumah sakit,mereka memutuskan untuk pulang agar tidak terlalu kemalaman pulangnya.
"sudah sore,lebih baik kita pulang"usul riyaz setelah melihat jam ditangannya
"yaudah,kalau begitu kita pamit pulang dulu,semoga cepat sembuh pooja"ucap alex berpamitan dan memberi doanya
"terima kasih karna sudah repot-repot datang kesini"ucap pooja tidak enak
"tunggu raina,kau pulang dengan siapa" tanya raj intens mengintropeksi raina
"aku pulang bareng kak iyaz"ucap raina
"apa iyaz,sejak kapan kau memanggil riyaz sedang sebutan itu?"tanya raj lagi, wajah raina dan riyaz sudah pujat takut
"raj kau ini,hanya nama panggilan saja dipermasalahkan,sudah kalian cepat pulangnya"ucap pooja mengalihkan raj
"kau tenang saja raj,aku akan mengantar adikmu dengan selamat"ucap riyaz tapi raj tidak menjawab hanya menatap tajam
dari pada kena amukan raj mereka lebih memilih cepat pergi,raj memang belum tau tentang hubungan raina dan riyaz karna raina melarang riyaz untuk bilang pada raj karna raina tau kalau raj bakalan marah jika tahu kalau dirinya pacaran.
mereka berpisah arah jalan karna tujuan mereka tidak sama,ditengah perjalanan raina hanya diam,tatapan tajam raj tadi masih terlihat jelas dimatanya,belum tau saja raj sudah marah apalagi kalau sudah tau bakalan semarah apa nantinya
"saya ada apa,kenapa kau sedari tadi melamun?"tanya riyaz menyadari raina
"tidak ada,aku hanya kepikiran gimana caranya memberi tahu kak raj tentang hubungan kita,kakak lihat sendirikan tadi tatapan kak raj bagaimana"ucap raina
"sayang tenang saja kau tidak perlu pikir tentang itu biar aku yang memikirkannya" ucap riyaz berusaha menenangkan raina.
raina hanya mengangguk,sebenarnya riyaz juga bingung bagaimana caranya memberitahu hal ini dengan raj tanpa harus membuat raj marah,kepikiran dengan itu sampai tidak sadar kalau mereka sudah sampai ketujuannya.
"sudah sampai,kalau begitu aku duluan bye kak"ucap raina hendak pergi
"tunggu dulu"royaz mencegah raina pergi
"ada apa kak?"tanya raina kebingungan.
bukannya menjawab justru riyaz malah mencium bibir raina,raina terbuai dengan sikap lembutnya riyaz,raina membalas ciumannya itu hingga beberapa menit kemudian mereka melepas tautannya.
"sampai bertemu lagi,nanti aku akan menghubungimu"ucap riyaz,raina hanya mengangguk tersenyum tersipu malu.
raina keluar dari dalam mobil lalu masuk kedalam,riyaz sudah merasa lega,entah kenapa setiap mencium raian gelisahnya menghilang seketika,dia akan mencari cara untuk memberitahu raj,gimanapun dirinya yang harus bertanggung jawab.
*
*
*
*
*
SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA
DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA
VOTE+KOMEN+LIKE