
3 hari kemudian.
*
*
APARTEMEN.
"hueek,hueek,huuk"seseorang muntah.
pagi hari pooja sudah merasakan mual, isi perutnya terus bergejelola meminta dikeluarkan pooja terus memuntahkan isi perutnya tapi hanya cairan bening yang keluar,raj yang mendengar pooja muntah langsung berlari menghampiri pooja.
"by kau tidak papa?"tanya raj khawatir melihat tubuh pooja yang lemas
"aku tidak papa raj"ucap pooja lemas
"dari kemarin kau terus muntah-muntah apa kau sakit?"tanya raj lagi
"sepertinya aku masuk angin jadi aku merasa mual"ucap pooja
"kita kerumah sakit ya"tawar raj karna raj takut terjadi apa-apa sama pooja
"tidak usah raj,kau bantu aku berdiri saja" pinta pooja,raj hanya menurutinya.
raj terus memapah pooja sampai kasur membantunya membaringkan tubuhnya wajah dan bibir pooja sangat pucat,pooja juga merasakan pusing dibagian kepala hingga dia tidak mampu membuka mata.
"kau yakin tidak ingin kerumah sakit,lihat wajahmu sangat pucat?"tanya raj lagi
"tidak usah raj,aku hanya perlu istirahat saja nanti juga sembuh"ucap pooja
"yasudah kalau begitu istirahatlah,aku akan menemanimu"ucap raj
"tidak perlu,kau harus bekerjakan,sudah lebih baik kau pergi bekerja saja aku bisa menjaga diriku sendiri"ucap pooja berusaha menyakinkan raj
"tapi kau sedang sakit,bagaimana bisa aku meninggalkanmu"ucap raj menolak
"raj aku sungguh tidak papa kau pergilah bekerja,please"ucap pooja memohon.
dengan terpaksa raj menyetujui pooja,raj bersiap-siap untuk pergi kekantor,selesai bersiap raj berpamitan dan pergi keluar apartemen,melihat kepergian raj pooja jadi bisa istirahat,pooja tidur kembali berharap rasa sakit dikepalanya hilang.
siang hari pooja baru bangun dari tidur lelapnya pooja ingin bangun tapi tiba-tiba kepalanya berdenyut kencang hingga pooja kembali berbaring,pooja menutup matanya sambil memijat pelipisnya.
"kenapa kepalaku sangat sakit,biasanya kalau masuk angin tidak sesakit ini" gumannya sambil terus pijat pelipisnya
"apa aku mengidap penyakit lain?"pikir pooja,pooja mengambil ponselnya dan mencari tahu penyakit apa yang sedang dideritanya,saat pooja tengah fokus membaca,pooja membulatkan matanya.
"a..apa hamil"ucap pooja tidak percaya dengan apa yang dia baca diponsel
"aah,jaadi aku sedang hamil,hamil"ucap pooja antara senang dan terkejut
"tidak,tidak,aku harus memastikan kalau aku benar-benar hamil"ucap pooja.
senyum terus terungkir dibibir pooja dia tak menyangkah bahwa dirinya hamil, pooja terus membayangkan bagaimana nanti reaksi raj kalau tahu dia akan mau menjadi seorang ayah,pasti dia terkejut.
*
*
*
dinegara lain sepasang pengantin baru sedang menjalani honeymoon,tentu saja mereka alex&tina,mereka memutuskan honeymoon diparis,negara yang sangat tina impikan,tina sangat ingin melihat disneyland secara langsung diparis.
kini mereka sedang menuju kedisneyland sesuai janji alex pada tina,berapa menit kemudian mereka sudah sampai,tina terpukai melihat disney didepan mata,
"sungguh,apa aku sekarang sedang mimpi aku ada disneyland aku tidak percaya"ucap tina terkagum-kagum
"bagaimana apa kau senang?"tanya alex
"sangat,honey aku cepat kita masuk kedalam"ucap tina antusias,tina menarik tangan alex karna begitu semangat.
wajah tina berseri-seri,istana yang indah berwarna pink persis seperti kerajaan dongeng princess,tina mengambil foto sebanyak mungkin,alex hanya mengikuti tina dia senang melihat tina seperti itu, tujuannya pergi keparis memang tepat.
"honey kau ingin kesana,disana sedang ada parade,kau mau lihat?"tanya alex
"dimana paradenya?"tanya tina antusias
"disana,ayo kita kesana"ucap alex,tina langsung menyetujuinya,mereka pergi.
parade terus berlanjut sampai terakhir princess tinkerbell muncul paradepun selesai,semua orang satu-persatu mulai bubar begitu juga dengan alex dan tina
"bagaimana susah puas melihatnya?" tanya alex memastikan apa tina happy
"hhm puas banget,terima kasih suamiku sudah membawaku kemari"ucap tina sambil memeluk manja kepada alex
"sama-sama istriku,sudah sekarang waktunya kita makan ayo"ajak alex
"iya aku juga sudah lapar,ayo"ucap tina.
merekapun mencari restoran untuk mengisi perut mereka yang lapar,sudah menentukan restoran mereka memesan makanan tak lama pesanan mereka tiba, mereka langsung memakan pesanannya.
*
*
*
20.10 wib kota amerika.
hari sudah larut,malam sudah tiba tapi raj belum juga pulang,pooja sedari tadi menunggu kedatangan raj,entah kenapa saat ini dia sangat meeindukan raj,pintu terbuka pooja langsung mengalihkan pandangannya kearah pintu,itu pasti raj.
"raj kau akhirnya pulang"ucap pooja menghampiri raj dan memeluknya
"by kenapa kau ada disini,kenapa tidak istirahat dikamar,kaukan sedang sakit" ucap raj merasa sangat khawatir
"aku sudah baikan,kenapa kau lama pulangnya?"tanya pooja cemberut
"maaf by,tadi aku mengunjungi grandad dulu dia tadi mogok makan lagi"jelas raj
"oh,terus sekarang gimana?"tanya pooja
"untung saja aku berasil membujuknya meski hanya makan sedikit,setidaknya perutnya sudah isi dan minum obat" ucap raj pooja hanya mengangguk
"syukurlah,apa kau juga sudah makan?" tanya pooja kepada raj
"sudah tadi dirumah mami"ucap raj
"bagus,yasudah kau mandilah dulu baru istirahat"ucap pooja,raj mengangguk.
raj naik terlebih dulu kekamar,pooja menatap punggung raj yang sudah hilang dia tidak ingin memberi tahu hal kalau dirinya sedang hamil sebelum memastikannya karna jujur saja pooja juga belum yakin kalau dirinya hamil.
pooja masuk kedalam kamar,menunggu raj selesai mandi sambil berbaring,tak lama raj sudah selesai,raj lihat pooja yang kini sedang melambaikan tangan kepadanya,raj mendekat kekasur dan ikut berbaring,pooja langsung memeluk dan bersandar didada bidang mulus raj.
"ada apa,kenapa hari ini kau tiba manja kepadaku?"tanya raj ikut memeluk pooja
"apa salah manja dengan suami sendiri akukan hanya ingin memeluk"ucap pooja
"tidak salah,justru aku senang saat kau manja seperti ini"ucap raj gemas
"sekarang aku ngantuk ingin tidur"ucap pooja semakin erat memeluk tubuh raj
"tidurlah,good night"ucap raj mencium kening pooja,pooja memejam matanya.
"besok aku akan mengetesnya langsung apa aku hamil atau tidak,semoga hasilnya sesuai dengan harapan"batinnya pooja
pooja sangat berharap kalau dirinya benar-benar hamil,jika benar maka itu hal yang bagus buat keluarga salvatrucha karna mempunyai calon keturunan dan juga baik buat kakek fahri yang selalu memimpikan mempunyai cicit dari raj.
*
*
*
*
*
SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA
DUKUMG CERITA INI DENGAN CARA
VOTE+KOMEN+LIKE