Cold Ceo Fell In Love

Cold Ceo Fell In Love
EPISODE 60



dikamar lain terlihat kini raina sedang bengong terkadang senyum-senyum sendiri entah apa yang dia lamunkan, kaki raina menendang-nendang udara wajahnya ditutupi bantal karna malu.


"iish,kenapa aku terus membayangkan kejadian itu"gerutu raina,dia memegang bibirnya,kejadian dimobil tadi pagi masih terlintas jelas diingatannya,ciuman riyaz


"bibir kak riyaz sangat lembut,aku jadi pengen lagi"ucap raina tanpa sadar raian kembali membayangkan ciuman riyaz.


"iish raina apa yang kau pikirkan,otakku sudah mulai kotor"ucap raina mengajak rambutnya karna terua kepikiran riyaz


"lebih baik aku tidur saja"ucap raina mencoba berusaha menutup matanya.


badan raina terus bergerak kesana-sini pikirannya traveling kemana-mana usai usaha yang keras akhirnya raina bisa tidur nyenyak meski dengan waktu lama.


matahari sudah menampakan dirinya, saat ini semua orang sedang berkumpul dikamar kakek fahri,raj menyuapi kakek fahri selesai itu dia memberinya obat karna kondisi kakek fahri masih lemah.


"sudah selesai diminum?"tanya raj,fahri mengangguk,semua orang menatapnya


"kenapa kalian semua menatapku?"tanya kakek fahri karna merasa risih


"grandad,raj mau ngomong sesuatu sama grandad"ucap raj serius


"grandad raj sudah memenuhi semua keinginanmu,mengurus perusahaan, menikah bahkan sekarang raj sudah memberikan grandad cicit,sekarang raj ingin meminta ibalannya"ucap raj


"memang kau ingin apa?"tanya fahri


"raj tidak meminta lebih,raj hanya ingin grandad mau dirawat kerumah sakit, disana pengobatannya jauh lebih sempurna dibandingkan dirumah jadi grandad bisa cepat sembuh,grandad mau ya"ucap raj penuh permohonan


"apa yang dikatakan raj benar yah,lebih baik kau dirawat dirumah sakit saja" timpal daren,semua orang menatap fahri dengan tatapan sendu seakan memohon


"baiklah-baiklah jangan menatapku seperti itu aku mau dirawat kesana"ucap fahri,semua orang tersenyum lega


"lagipula aku ingin lebih hidup lama lagi karna aku ingin melihat cicitku"ucap fahri


"baiklah kalau begitu nanti siang kita akan berangkat,nanti aku akan bicara dengan gerry"ucap daren serius


setelah sekian lama membujuk akhirnya kakek fahri setuju dirawat dirumah sakit, mereka melakukan ini demi kesehatan kakek fahri,meski dirumah tersedia akan lebih baik dirumah sakit,disana dokter senantiasa ada sedangkan dirumah waktunya dokternya tidak menentukan.


*


*


*


siang hari raina baru saja selesai kuliah dia sedang berada didepan halte untuk menunggu taxi,supirnya tadi bilang kalau dirinya tidak bisa menjemputnya jadi dia pulang naik taxi,saat sedang menunggu ada sebuah mobil hitam stop didepannya,kaca mobil itu menurun.


"duh kenapa harus ketemu disini sih" batin raina kesal,raina langsung merasa gugup saat tau orang itu adalah riyaz.ia turun dari mobil dan mendekati raina.


"hai raina,kebetulan sekali"sapa riyaz


"ha...i kak riyaz"ucap raina salting


"baru pulang kuliah,kok masih disini?" tanya riyaz masih basa-basi


"iya,ini lagi nunggu taxi"ucap raina kikuk


"oh yaudah kalau begitu bareng aku aja yuk"ajak riyaz,raina terdiam sesaat


"eehm gak perlu kak,raina naik taxi saja" tolak raina dengan senyuman paksa


"kenapa,apa kau takut denganku?"tanya riyaz raina cepat-cepat menggeleng


"bukan a...,yaudah deh raina ikut kakak saja"ucap raina pasrah menerima.


merekapun masuk kedalam mobil,rasa gugup raina menjadi saat memasuki mobil riyaz,kejadian itu secara tiba terlintas kembali, riyaz yang menyadari kalau saat ini raina sedang gelisah.


"raina ada apa,kenapa kau terlihat cemas begitu,kau baik-baik saja?"tanya riyaz,


"aku gak papa kok kak"ucap raina kikuk


"apa kau takut kalau aku menciummu lagi?"tanya riyaz tiba-tiba,raina terdiam


"maaf kemaren aku khilaf menciummu apa kau marah padaku?"tanya riyaz,jujur dia sangat merasa bersalah pada raina


"tidak kak,hanya saja raina masih syok lagian kenapa kakak tiba-tiba,cium raina" omel raina dengan kepala menunduk


"karna aku menyukaimu"ungkap riyaz tiba-tiba,raina terkejut mendengarnya


"iya aku mencintamu sejak dulu"ucap riyaz serius,raina menatap riyaz,dia tidak tau harus berkata,bereaksi seperti apa.


riyaz memang menyukai raina saat raina mulai remaja memasuki sekolah sma, tapi riyaz tidak mempunyai keberanian untuk mengungkapkannya karna takut ditolak dan raina malah menjauhinya.


mereka saling pandang,riyaz mendekati wajahnya,raina refleks menutu matanya tapi belum sempat bibir mereka bertemu ponsel raina berbunyi,raina menjauhkan tubuhnya riyaz lalu mengangkat telfonx.


raina:"baiklah raina langsung kesana kebetulan raina sudah selesai kuliah"


raina:"iya mi bya"


panggilanpun selesai,suasana menjadi canggung,tidak ada yang mau bicara raina sibuk dengan pikirannya sedangkan riyaz menggerutu kesal didalam hatinya.


"tadi mami kamu yang nelfon?"tanya riyaz memulai pembicaraan


"iya,tadi raina disuruh kerumah sakit soalnya grandad ada disana"ucap raina


"bukannya grandad gak mau dirawat kerumah sakit?"tanya riyaz bingung


"iya,tapi kak raj dan kak pooja berhasil membujuknya dengan cicit"ucap raina


"cicit?"tanya riyaz semakin kebingungan


"kak riyaz gak tau kalau kak pooja saat ini sedang hamil"ucap raina


"oh ya,aku tidak tau,yaudah kita kesana saja aku juga mau ketemu grandad dan raj"ucap riyaz raina hanya mengangguk mobilpun berlaju pergi kerumah sakit.


*


*


*


19.17 wib kota amerika.


hari sudah malam,raj,pooja,shinta,daren dan raina berada dirumah sakit,siang tadi kakek fahri sudah dirumah sakit,mereka memakai kamar vvip agar kakek fahri nyaman,mereka juga menyiwa dokter siapa lagi kalau bukan dokter gerry.


"ray lebih baik kau bawa pooja pulang ibu hamil tidak baik terlalu lama dirumah sakit"ucap shinta merasa khawatir


"iya lebih kalian pulang,grandad biar mami dan papi yang jaga"timpal daren.


"lalu raina bagaimana?"tanya raj


"raina disini saja kak nemanin mami sama papi jagain grandad"ucap raina


"baiklah kalau begitu kami pulang dulu besok raj akan kembali"ucap raj.


pooja dan raj berpamit pulang,mereka berjalan kearah mobil mereka dan masuk kedalam,mobilpun melaju pergi,ditengah perjalanan tiba-tiba pooja menyuruh raj berhenti hingga raj rem mendadak.


"ada apa by?"tanya raj khawatir


"lihat ada restoran yang baru buka" ucap pooja,raj menghela nafas beratnya


"by aku pikir ada apa"ucap raj lesu


"kita makan disana yuk raj"ajak pooja


"apa kau sudah mulai ngidam?"tanya raj


"gak tau juga sih tapi aku pengen makan diluar sesekali,yuk"ucap pooja merengek


"baiklah,tapi ingat kau harus makan yang sehat mengerti"ucap raj mengingati.


"iya aku tau"ucap pooja malas berdebat.


merekapun menuju restoran disamping jalanan terlihat jelas restoran itu mewah seperti restoran khusus untuk orang yang berkuasa,mereka duduk dikursi kosong dan memesan makan malam.


tak butuh waktu lama makanan pesanan mereka susah tiba,pooja memesan salad ikan salmon dan jus buah,sedangkan raj memesan steak daging sapi dan orange jus,mereka menikmati makan malam mereka,usai selesai makan dan membayar mereka keluar untuk pulang


*


*


*


*


*


SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA


DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA


VOTE+KOMEN+LIKE