
matahari sudah menampakan diri,pagi yang cerah untuk awal yang cerah,pooja terbangun dari tidurnya,suara tangisan bayi membangunkannya,pooja bangun duduk dan melihat anaknya yang nangis.
"dia pasti lapar"gumannya,pooja hendak bangun berdiri untuk mengambil dikecil
"by,kau mau kemana?"tanya raj tiba-tiba
"itu,dia menangis raj sepertinya dia lapar aku ingin menyusuinya"ucap pooja memberitahu,raj spontan bangun berdiri
"tunggu,biar aku saja yang membawanya kesini baby"ucap raj,pooja mengangguk.
rajpun melangkah mendekati box bayi, dengan hati-hati raj menggendong sikecil yang sedang menangis,raj lalu berjalan mendekati pooja dan memberinya sikecil pooja mengambil ahli menimang sikecil.
pooja membuka kancing bagian atasnya lalu mengeluarkan salah satu buahnya, sikecil dengan sigap langsung menyusu raj tanpa berkedip melihat pemandangan itu,berkali-kali raj menelan ludahnya itu.
"rasanya aku jadi ingin minum susu juga" batin raj terus melihat kearah buah pooja,
"raj apa yang kau lihat?"tanya pooja saat menyadari tingkah aneh raj.
"tidak by,aku hanya melihat sikecil yang sedang menyusu,sepertinya keliatan nikmat,apa aku boleh merasakannya?" tanya raj,pooja membulatkan matanya
"kau gila,kau bicara seperti itu didepan bayi,kau tidak malu"ucap pooja marah
"kenapa harus malu,akukan juga pernah seperti itu bahkan aku yang pertama kali merasakannya apa salah"ucap raj kekeh
"diamlah,jangan bicara yang aneh-aneh didepan anak kita,biarkan dia menyusu dengan tenang"ucap pooja mengomel.
raj terdiam,niatnya ingin bercanda malah diomelin,pooja kembali fokus meyusui sikecil,wajah damainya yang sedang menyusu terlihat menggemaskan,rajpun duduk dikursi samping ranjang tidur inap.
merasa sudah cukup pooja melepaskan susunya,terlihat sikecil sudah kembali tidur terlelap raj dan pooja tersenyum melihatnya,saat fokus mengamati sikecil tiba-tiba pintu kamar terbuka mendapati daren,shinta,raina dan fahri menjenguk.
"loh kalian sudah datang"ucap raj tidak menduga kalau keluarganya datang pagi.
"ini grandad gak sabar pengen ketemu cicit katanya"ucap shinta memberitahu
"grandad,seharusnya grandad menunggu saja sampai pooja pulang dari rumah sakit,grandad tidak perlu datang kesini" ucap raj mengomel karna rasa khawatir
"diamlah,saat mendengar kalau menantu akan melahirkan aku tidak bisa bersabar melihat cicitku,sekarang katakan dimana cicitku?"tanya kakek fahri tidak sabaran
"grandad duduklah dulu,raj yang akan membawanya kegrandad"ucap raj.
kakek fahri menurut dia duduk disofa lalu raj mendekat kepooja untuk mengambil ahli sikecil,pooja yang mengerti segera memberi sikecil keraj,raj menggendong sikecil lalu berjalan kearah kakek fahri.
"grandad lihatlah inilah cicitmu"ucap raj sambil memberi sikecil kefahri,fahri dengan senang hati menggendongnya
"ooh lihatlah cicitku ini,dia persis seperti raj"ucap fahri senang melihat cicitnya
"siapa nama cicitku ini?"tanya kakek fahri
"raj belum menamainya grandad,kita sudah sepekat kalau grandad yang akan memberi nama padanya"ucap raj
"iya grandad,berilah nama untuk anak kita"timpal pooja,fahri menatap mereka
"baiklah,sebenarnya ada satu nama yang selalu ada dibenakku dan aku ingin anak raj yang memakainya"ucap fahri serius
"ohya,nama apa grandad?"tanya raina
"vanes,vanes salvatrucha itulah nama cicitku"ucap kakek fahri dengan lantang
"nama yang bagus,vanes sangat cocok untuk keponakanku"ucap raina setuju.
semua orang setuju dengan nama yang diberi kakek fahri,VANES SALVATRUCHA itulah nama anak raj dan pooja,menerus pewaris keluarga salvatrucha,keluarga salvatrucha terlihat sangat BAHAGIA.
mereka terus-terusan bermain dengan vanes,apalagi raina dan kakek fahri yang berebutan ingin menggendongnya tapi fahri tidak memberinya kesempatan membuat raina cemberut kesal,yang lain justru malam ketawa melihat semua itu.
*
*
*
sekarang bergantilah tamu mereka yaitu tina,alex,riyaz,rohit dan juga karin yang ingin menjenguk sivanes,kabar tentang kelahiran vanws sudah menyebar,bahkan beritanya sudah menyebar keseluruhnya.
"selamat pooja atas kelahiran anakmu" ucap tina senang ikut merasa bahagia
"iya,selamat untukmu pooja"timpal karin
"terima kasih ya"ucap pooja tersenyum
"aah aku ingin sekali menggendongnya tapi mereka tidak mengizinkannya"keluh tina kesal sambil melihat kearah sofa.
bagaimana tidak kesal,biasanya wanita yang selalu antusias melihat anak kecil tapi ini malah kebalikannya,para prianya yang antusias bahkan raj tidak memberi izin kepada temannya untuk menimang.
"dia sangat tampan dan lucu"puji riyaz
"tentu saja,dia putraku tentu dia akan tampan sepertiku"ucap raj percaya diri
"hei biarkan aku menggendongnya raj aku terlalu gemas dengannya"pinta alex
"tidak,nanti kalau jatuh bagaimana,apa kau mau bertanggung jawab"tolak raj
"cih dasar pelit"umpat alex merasa kesal.
para wanita hanya menggeleng kepala melihat perdebatan para pria,hanya rohit yang diam diantara mereka,para wanita juga ingin menggendong vanes tapi para prianya tidak memberinya kesempatan.
para pria terus bermain dengan sivanes yang berada digendongan raj,karena gemas mereka terus-terusan bermain dan sering mencubit pipi chubby vanes dan itu membuat sang empuk menangis.
"yak,apa yang sudah kalian lakukan pada anakku,lihat dia menangis karena kalian" ucap raj marah,mengomeli riyaz dan alex
"bukan aku dia yang mencubitnya terlalu keras"ucap alex membela dirinya
"tidak,kau yang mencubit terlalu keras tadi bukan aku"ucap riyaz tidak terima.
mereka terus saling menuduh satu sama lain,bukannya berusaha menenangkan vanes raj malah terus mengomel kepada teman-temannya,para wanita yang lihat itu menggeleng kepala merasa frustasi.
"sudah hentikan perdebatan kalian"ucap pooja dengan sedikit berteriak dan itu sukses membuat para pria terdiam paku.
"kalian ini,bukannya menenangkan vanes tapi kalian malah berdebat"ucap tina
"raj kemarikanlah,sepertinya dia takut dengan kalian,sini"ucap pooja kesal.
terpaksa raj memberi vanes kepooja,raj masih belum puas bermain dengan putranya tapi karena ulah temannya dia dimarahin oleh pooja,riyaz dan alexpun hanya diam setelah diomeli oleh wanita.
pooja,tina dan karin menenangkan vanes yang masih terisak,sekarang para wanita memiliki waktu bermain dengan sivanes setelah merasa tenang karin dan tina secara bergantian menggendong vanes.
hari semakin gelap,semua teman pooja dan raj berpamitan untuk pulang,malam hari selesai pooja makan dan menyusui vanes,pooja tidur dalam pelukan raj yang selalu setia menemaninya setiap saat.
(SIKECIL VANES SALVATRUCHA )
*
*
*
*
*
SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA
DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA
VOTE+KOMEN+LIKE