Cold Ceo Fell In Love

Cold Ceo Fell In Love
EPISODE 113



08.00 WIB KOTA AMERIKA.


dirumah yang megah,tampak seorang wanita tampah gelisah nunggu sesuatu yang sangat dinanti,raina,dia baru saja mencoba tespek,rasa takut,gelisah dan harap bercampur jadi satu dihatinya.


"semoga hasilnya seperti harapanku kali ini"seru raina berharap penuh,sedetik kemudian raina mengangkag tespek itu dia melihat hasilnya,seketika senyuman yang ada diwajah raina perlahan pudar.


"negatif lagi"guman raina sedih karena hasilnya tidak sesuai harapan,ini sudah sekian kalinya dia mengecek dan selalu hasilnya sama dan sama yaitu negatif.


sejak menikah sampai sekarang raina dan riyaz belum juga dikaruniai seorang bayi,mereka juga mengecek kesehatan mereka kedokter dan hasilnya mereka ber2 subur hanya saja janin raina sedikit bermasalah.itulah masalah mereka kini.


janin raina sangat lemah itu yang bikin raina sulit untuk hamil,dan meski raina hamil resikonya akan sangat besar bagi janin raina dan juga dirinya,bohong kalau raina tidak sedih mendengar semua itu.


raina berusaha menenangkan dirinya,dia keluar dari kamar mandi,didalam kamar ternyata riyaz sedari tadi menunggunya mengetahui raina sudah selesai riyaz langsung melangkah mendekati raina.


"sayang bagaimana hasilnya?"tanya riyaz tidak sabar,raina menunduk kepala sedih


"hasilnya tetap sama"lirih raina sedih riyaz yang mendengar terdiam sesaat


"maaf,kau pasti kecewa padaku"ucap raina merasa bersalah kepada riyaz


"no sayang aku tidak kecewa,sudah kau jangan bersedih,kita bisa coba dan lebih usaha lagi"ucap riyaz menyemangati.


raian menatap sendu riyaz,bingung itu yang raina rasakan,raina senang karena riyaz tidak kecewa padanya dan malah menyemangatinya disatu sisi dia sedih karena tidak bisa memberi keturunan untuk riyaz,sungguh raina sangat malu.


"hei jangan sedih lagi nanti cantiknya hilang loh"ucap riyaz menghibur raina


"apaan sih yang"ucap raina salting


"gitu dong senyum,yaudah sekarang aku berangkat kerumah sakitnya,kamu mau kebutik?"tanya riyaz,raina mengangguk


"kalau gitu sekalian bareng saja,aku akan mengantarmu kebutik"ucap riyaz.


raina mengangguk setuju,merekapun bersiap-siap untuk pergi,beberapa menit kemudian mereka sudah selesai,mereka masuk kedalam mobil,mobilpun melaju.


selama diperjalan raina hanya diam,riyaz tahu kalau raina masih kepikiran soal tadi,jujur saja riyaz juga mengharapkan seorang bayi,tapi riyaz tidak mau maksa karena riyaz tahu gimana kondisi raina.


"aku tahu apa kau rasakan raina,sabarlah sayang pasti tuhan akan memberi kita anak jika sudah waktunya"batin riyaz.


sesampai dibutik raina langsung masuk setelah berpamitan kepada riyaz,riyaz melajukan mobilnya kerumah sakit tempat dia bekerja,lebih tepatnya rumah sakit ayahnya yang kini dipegang olehnya


sedang raina melihat butiknya,2tahun lalu raina membangun butik sendiri,dan baru-baru butik raina menjadi terkenal tentu saja,karena semua desain yang raina buat sangatlah bagus dan indah.


*


*


*


disisi lain,terlihat seorang anak dan ibu tengah berada ditempat game bermain anak-anak dimall,hari ini karin mengajak anaknya kemall untuk bermain,sayang rohit tidak bisa ikut karena masih kerja.


tampak sekali kalau rahul sangat senang bermain game disana,bahkan rahul juga berkomunikasi dengan anak-anak disana melihatnya membuat karin tersenyum senang melihat kebahagiaan putranya.


"mama"paggil rahul menghampiri karin


"ada apa sayang?"tanya karin lembut


"aku haus ma"ucap rahul kehausan


"haus,ini minumlah"ucap karin memberi botol air,rahul meminum dengan rakus


"ini ma terima kasih"ucap rahul sambil mengembalikan botol airnya kekarin


"sama-sama sayang"ucap karin,rahul berlari keaula untuk kembali bermain.


karin menggeleng kepala melihat rahul yang terlalu antusias bermain,memang ini pertama kali bagi rahul pergi keluar bermain seperti ini,karena orang tuanya sibuk bekerja jadi sirahul jarang keluar.


sekian lama bermain akhirnya tenaga rahul terkuras habis,rahul sangat lama bermainnya hingga mereka melewatkan makan siang,karinpun mengajak rahul untuk makan siang direstoran mallnya.


karin mengajak rahul kerestoran yang cocok untuk anak kecil yaitu restoran litter bos,mereka memesan beberapa makanan yang cocok mengunggak selera mereka untuk mengizi perutnya.


"bagaimana tadi mainnya,seru?"tanya karin berbasa-basi kepada rahul


"tentu sayang"ucap karin mengiyakan.


ditengah perbincangan mereka,makanan pesanan mereka sudah tiba,merekapun makan dengan sangat lahap,tentu saja karena perut mereka sudah kelaparan karena ini sudah lewat jam makan siang.


sore menjelang malam,selesai makan mereka memutuskan untuk pulang,rohit berniat untuk menjemput mereka dimall karena kebetulan rohit sudah pulang bekerja jadi sekalian menjemput mereka.


rohit sudah sampai diparkiran mall,rohit mengirim pesan pada karin memberitahu kalau dirinya sudah sampai,beberapa menit kemudian rohit sudah dapat melihat anak dan istrinya keluar dari mall


"papa"teriak rahul berlari kearah rohit, rohit dengan sigap menangkap rahul


"hai anak papa bagaimana mainnya,apa kau senang?"tanya rohit kepada rahul


"tentu saja senang,rohit tadi banyak main game disana,papasih gak ikut"ucap rahul memamerkan,sirohit tersenyum gemas


"maafkan papa,papa sibuk bekerja nak, nanti kalau papa ada waktu,papa akan menemani rahul bermain ya"ucap rohit


"benar ya pa,janji"ucap rahul kegirangan


"janji,yasudah ayo kita pulang,ayo sayang kita pulang"ajak rohit pada karin istrinya, karin mengangguk kepala mengiyakan.


merekapun masuk kedalam mobil,dalam sekejap mobil melaju pergi,diperjalanan rahul tak henti-hentinya bercerita buat rohit gemas dengan tingkah,terkadang rohit sedih karna tidak bisa menemani anaknya bermain,tapi apa boleh buat,


tak butuh waktu lama mereka sampai diapartemen,selesai memarkirkan mobil merekapun bergegas masuk kedalam apartemen karena haripun sudah gelap.


"rahul kau cepat bersihkan tubuhmu ya sayang"pinta karin kepada putranya


"iya ma"ucap rahul polos menurut


"ayo mandi sama papa"ajak rohit.


rohitpun membantu rahul untuk mandi, sedangkan karin dia melangkah menuju kedapur,karin ingin menyiapkan makan malam untuk mereka,bahan-bahan tlah dia keluarkan,dengan lihai karin masak.


dalam sekejap masakan karin sudah siap disajikan,karin menata makanannya dimeja makan lalu menutupnya dengan tudung saji,lalu dia melangkah kekamar untuk melihat rohit dan rahul disana.


didalam kamar ternyata rohit dan rahul sudah selesai mandi,kini rahul tengah membantu rahul memakaikan bajunya melihat kekompakan anak dan papa membuat karin gemas melihatnya.


"kalian sudah selesai yaa?"tanya karin


"iya ma,aku dan papa sudah selesai mandi"ucap rahul menanggapinya


"baiklah kalau begitu mama mandi dulu kalian kalau mau makan,makan saja aku menyiapkannya"ucap karin memberitahu


"tidak,kami akan menunggu kau selesai mandi"ucap rohit,karin mengangguk.


diapun masuk kekamar mandi,sambil menunggu karin selesak mandi,rahul dan rohit bermain game diponsel rohit beberapa menit kemudian karin sudah selesai dengan aktivitas malamnya itu.


mereka bertiga melangkah menuju meja makan untuk sarapan malam,karin membantu rahul mengambil makanan begitu juga karin kepada rohit,mereka bertigapun makan malam bersama.


selesai makan malam dan cuci piringnya mereka menghabiskan waktu diruang tengah,biasa mereka mendengar cerita lanjutan dikecil rahul saat bermain tadi dimall,mereka dengan sabar mendengar.



(RAHUL MALHOTRA-3TAHUN).


*


*


*


*


*


SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA


DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA


VOTE+KOMEN+LIKE