
hari-hari telah berlalu,hari pernikahan raj dan pooja sudah didepan mata,bahkan semua persiapannya sudah selesai karna dibantu oleh keluarga salvatrucha dan tentunya juga rohit yang setia membantu keluarga bosnya.
hari ini pooja sudah janjian fitting baju untuk memcoba gaun pengantinya,tapi bukan raj yang menemaninya melainkan raina,tina dan mami shanti karna raj tidak diperbolehkan untuk ikut oleh shanti.
"by,apa tidak sebaiknya aku saja yang nemanin,aku sangat ingin melihatmu memakai gaun pernikahan kita"regek raj sambil memeluk pooja dari belakang
"raj bukannya mami shanti sudah bilang, kau tidak boleh melihatnya agar menjadi kejutan"ucap pooja menenangkan raj
"tapi aku ingin melihatnya sekarang by,boleh ya aku ikut"ucap raj masih kekeh
"dasar bayi gede,baby kau bahkan sekarang harus pergi bekerja,kalau pekerjaanmu menumpuk yang ada kita tidak jadi menikah,apa kau ingin itu terjadi"ucap pooja pura-pura sedih
"tentu saja tidak,menikah denganmu adalah impian terbesarku"tegas raj
"kalau begitu menurutlah jadi anak baik" ucap pooja mengelus rambut raj lalu mencium pipi raj.
sungguh rasanya raj ingin terbang jauh,hatinya seakan berbunga-bunga mendapatkan perlakuan itu,jika kalian tau wajah raj saat ini sama seperti kepiting rebus,rajpun menurunkan kepalanya agar sejajar dengan wajah pooja,pooja bingun denga tingkah raj.
"ada apa?"tanya pooja kebingungan
"aku mau dicium disini juga"ucap raj sambil menunjukkan bibirnya,tidak ingin berdebat pooja langsung mencium singkat bibir raj,raj tersenyum bahagia
"baiklah apa sekarang aku boleh pergi,kasian mereka sudah menunggu lama dibawah"ucap pooja meminta izin
"sekarang aku tidak bisa lagi mencegahmu,ayo kita turun kebawah"ucap raj mengizinkan pooja
merekapun berjalan menuju area parkir diapartemen raj,dengan mudah raj sudah menemukan mobil adiknya,disana sudah ada raina shanti dan juga tina didalam.
"kakak kenapa lama sekali"ucap raina
"maaf tadi ada sedikit masalah didalam jadinya lama"ucap pooja tidak enak
"apa dia bertingkah lagi"ucap shanti sambil melirik anaknya
"sudahlah kalian berhati-hatilah,dan raina jangan mengebut ada mami yang ikut"ucap raj memperingati
"siapkan kalau begitu kita pergi,bye"ucap raina lalu mobil rainapun pergi melaju.
sedangkan raj dia pergi kearah mobilnya, didalam sudah ada rohit yang setia menunggu kedatangan tuannya,setela raj masuk dan duduk nyaman barulah rohit menjalankan mobilnya menuju kekantor.
*
*
*
disisi lain kini mereka susah sampai dibutik langganan mami shanti,setelah memarkirkan mobilnya dengan tepat mereka berempat keluar dan langsung masuk kedalam butik.
"hai kalian sudah datang"ucap yanti menyambut kedatangan mereka.
"apa kabar shanti?"tanya yanti sambil cepika-cepiki dengan teman lamanya
"aku baik,kami kesini ingin mengambil pesanan gaun raj dan pooja"ucap shanti
"ooh,tenang gaunnya susah selesai,pooja ayo ikut tante,kita coba gaun pengantinmu"ucap yanti
"pergilah sayang"ucap shanti,poojapun mengikuti langkah yanti keruangan salin.
sambil menunggu pooja mencoba gaunnya mereka duduk disofa yang disediakan sambil membuka majalah-majalah yang ada diatas meja,tak lama kemudian tirai ruang salin terbuka menampakan pooja yang begitu anggun dengan menggunakan gaun pengantin.
"wah pooja kau terlihat sangat cantik memakai gaun itu"puji tina kepada pooja
"iya,gaunnya sangat cocok untuk kak pooja"timpal raina ikutan memuji pooja
"tentu saja,gaun ini dipesan khusus oleh raj,aku berusaha keras agar membuatnya cocok untuk dipakai calon menantu salvatrucha"ucap yanti
"menantuku ini sangat cantik"puji shanti
"terima kasih semuanya"ucap pooja dia merasa malu karna terus-terusan dipuji
"ahya yanti ingat kau harus hadir dipernikahan anakku nanti"pinta shanti
"tentu saja,kau mengundangku secara khusus lalu bagaimana mungkin aku tidak datang"ucap yanti menyakinkan.
*
*
*
sore hari raj baru saja sampai diapartemen,raj cepat-cepat pulang karna tadi alex dan riyaz menghubunginya bahwa mereka sedang mampir keapartemen raj,rajpun cepat bergegas pulang keapartemen.
raj masuk kedalam apartemen dari luar raj sudah mendengar suara ketawa yang raj yakin itu suara temannya-disana juga ada pooja,raina dan tina yang sedang menyajikan minuman kepada temannya.
"raj kau sudah pulang"ucap pooja menyadari kedatangan raj
"oh raj,kemarilah raj"ucap riyaz,rajpun duduk diantara teman-temannya
"ada apa kalian datang kesini?"tanya raj
"ini temanmu yang satu ini,dia sedang merasa kesal"ucap riyaz menyindir alex
"memangnya kenapa?"tanya
"semenjak orang tuaku mendengar berita pernikahanmu dia terus saja mendesakku untuk menikah kau tau"kesal alex
"kenapa kau melampiaskan kekesalmu kepadaku ah"ucap raj menatap tajam membuat alex kikuk
"bukan begitu,aku hanya sedang strees dengan nyokap"lirih alex menunduk.
wanita yang sedang ada didapur hanya dapat mendengar obrolan para pria-pria disana,mereka menatap satu sama lain.
"apa kak alex sedang dijodohkan oleh orang tuanya?"tanya raina berbisik
"kurasa begitu,tapi dilihat dari reaksinya sepertinya tidak suka tentang perjodohannya"ucap pooja menatap mereka dari kejauhan
"tentu saja dia tidak menyukainya,zaman sekarang mana ada pemuda-pemudi yang mau dijodohkan,sekarang udah zaman modern perjodohan-perjodohan sekarang tidak berlaku untuk anak muda zaman sekarang"ucap tina berbisik
"kau benar"ucap raina dan pooja kompak
obrolan-obrolan mereka terus berlanjut hingga malam hari,mereka semua bahwa sarapan diapartemen raj dengan masakan para wanita-wanita hebat,selesai sarapan mereka semua pamit untuk pulang.
kini pooja sedang membersihkan meja makan karna piring-piring kotor sudah dicuci oleh tina dibantu eh raina jadi dia hanya membersihkan meja makan saja,raj yang melihat pooja segera menghampiri pooja memeluknya dari belakang membuat pooja terkejut.
"raj kau mengagetiku saja"keluh pooja
"bagaimana tadi dibutik,apa kau sudah mencoba gaunnya?"tanya raj
"iya gaunnya sangat indah dan pas ditubuhku"ucap pooja berbalik badan
"kau tidak selfi saat mencobanya?"tanya raj,pooja menggelengkan kepalanya
"padahal aku sangat ingin melihatnya" keluh raj,pooja menangkup wajah raj
"bersabarlah,nanti juga kau akan tau,sudah sekarang ayo kita tidur ini sudah malam"ucap pooja
"oh apa kau sedang menggodaku"ucap raj menatap pooja dengan tatapan nakal
"tidak,aku hanya mengajakmu tidur, sudah ayo dasar mesum"ucap pooja pergi dengan sedikit berlari ninggalin raj.
"lihat saja,nanti malam pertama aku tidak akan melepaskan jangan harap kau lari gadis nakal"batin raj tidak bersabar.
sungguh raj sudah tidak sabar menjadikan pooja miliknya keutuhnya,raj sangat tersiksa selalu menahan godaan pooja.
*
*
*
*
*
SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA
DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA
VOTE+KOMEN+LIKE