
13.45 WIB KOTA AMERIKA.
siang hari kini pooja sedang diperiksan diapartemen,raj memanggil dokter untuk mengecek kondisi pooja,apalagi mereka tadi sempat bermain,raj khawatir kalau bayi dikandungan pooja terjadi sesuatu.
kebetulan yang memeriksa pooja adalah karin,raj memanggil dokter psikologi agar mengetahui apa pooja memiliki trauma pada kejadian kemarin atau tidak,karin memeriksa pooja dengan sangat teliti.
"bagaimana?"tanya raj kepada karin
"tuan sepertinya nona pooja memiliki sedikit rasa trauma"ucap karin beritahu
"gimana cara ngehilangin rasa trauma istriku?"tanya raj lagi merasa cemas
"tuan tenang saja,trauma yang dialami nona pooja itu sedikit jadi mudah untuk disembuhkan"ucap karin menjelaskan
"apa traumaku bisa hilang?"tanya pooja
"tentu nona,asalkan nona mengalihkan pikiran nona dan hati nona tenag maka nona akan sembuh"ucap karin mengusul
"terima kasih bak karin"ucap pooja lega
"sama-sama nona,kalau begitu saja permisi dulu"ucap karin berpamitan.
selesai berpamitan karinpun melangkah keluar dari apartemen raj,karin pergi untuk kembali kerumah sakitnya,kini didalam hanya tersisa raj dan pooja saja.
pooja senang karna rasa traumanya bisa disembuhkan,karena jujur pooja tak ingin mengingat kejadian yang mengerikan itu pooja ingin melupakannya,begitu juga raj yang merasa lega karna istrinya just fine raj melangkah duduk disamping istrinya.
"by"panggil raj lirih meraih tangan pooja
"kau dengarkan,traumamu bisa sembuh jika kau melupaka kejadian itu,jadi aku mohon lupakan apa yang sudah terjadi" ucap raj memohon,pooja menatap sendu
apa yang raj katakan memang benar,dia tidak boleh berada dizona nyaman yang mengerikan itu,pooja harus melupakan hal itu agar suaminya tidak khawatir lagi, pooja mendekat bersandar didada raj.
"kau benar,aku harus melupakan semua itu,maaf bikin kamu khawatir"ucap pooja merasa bersalah,raj jadi tersenyum lega
"it's oke,sekarang semuanya baik-baik saja,kita jalani hal baru dari sekarang" ucap raj mengeluas lembut surai pooja.
akhirnya semua masalah sudah selesai, sekarang mereka bisa bernafa lega dan menjalani kehidupan normal lagi,moga saja kejadian itu tidak terulang lagi,cukup sekali saja mereka merasa kesedihan itu.
sore hari sekitar jam 15.00 sore,raj dan pooja tengah menghabiskan waktu ber2 dengan menonton bersama,sekarang pooja merasa lebih baik dan tidak lagi melarang raj untuk menyentuhnya lagi.
ding dong...
suara bel apartemen mengganggu acara pacaran mereka,raj langsung berinisiatif untuk membuka pintu,raj berdiri berjalan kearah pintu,pintu dibuka dan mendapati shinta,daren dan juga vanes yang datang
"mami,papi kenapa gak bilang kalau mau datang"ucap raj sedikit lumayan terkejut
"vanes tidak sabar bertemu mommynya jadi kami kesini"ucap daren memberitahu
"iya dad,dimana mommy?"tanya vanes
"didalam,masuklah"ucap raj welcome.
tanpa basa-basi vanes langsung nerobos masuk kedalam,dia sudah tidak sabar ingin bertemu mommynya,daren dan shinta juga menyusul masuk kedalam.
"mommy"panggil vanes melihat pooja, merasa dipanggil poojapun menoleh dan mendapati putra kesayangannya,pooja senang melihat putranya lagi,vanes lalu berlari kearah pooja masuk kepelukanx.
"mom apa mommy baik-baik saja?"tanya vanes sambil melepaskan pelukannya
"mommy baik-baik saja sayang"ucap pooja mencoba menyakinkan vanes.
akhirnya vanes bisa bernafas lega karna bisa mendengar suara mommynya,apa kalian tahu vanes kesulitan tidur saat tahu kalau pooja diculik tapi sekarang semuanya baik-baik saja,tak lama shinta daren dan raj muncul diruang tengah.
"mami,papi kalian disini,silahkan duduk" ucap pooja,shinta dan darenpun duduk
"bagaimana kondisimu,kau baik-baik sajakan?"tanya shinta merasa khawatir
"pooja baik-baik saja kok mi"ucap pooja
"syukurlah kalau begitu"ucap shinta lega.
merekapun berbincang-bincang dengan santai,semua orang merasa lega melihat pooja kesayangan mereka baik-baik saja obrolan itu terus berlanjut cukup lama.
obrolan demi obrolan mereka lontarkan hingga tidak terasa hari sudah sore dan mulai gelap,saking asyiknya mengobrol serius hingga mereka lupa waktu,mereka baru sadar setelah melihat jam dinding.
"sayang ini sudah sore,sebaiknya kita pulang saja"ucap daren kepada shinta
"ah iya benar,kalau begitu mami dan papi pulang dulu ya"ucap shinta berpamitan
"mau raj antar?"tanya raj menawarkan
"tidak perlu kami bawa mobil,yaudah kami pulang dulu"ucap daren berpamit.
shinta dan darenpun melangkah keluar dari apartemen,mereka berjalan kearah parkiran,mereka masuk kedalam mobil dan dalam sejekap mobil melaju pergi.
usai kepergian shinta dan daren mereka melanjutkan aktifitas mereka,merekapun menonton bersama bertiga,mereka ingin menghabiskan waktu sore dengan cara berkumpul bersama keluarga kecil.
malampun tiba dan hari semakin gelap, vanes sedang berada dikamar utama sambil membaca buku,tak lama pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah raj yang habis selesai membersihkan diri.
"boy dimana mommy?"tanya raj kepada vanes karena tidak melihat istrinya
"mommy sedang masak dad"ucap vanes
raj mengangguk mengerti,raj bergegas berganti baju dengan piyama,selesai mandi dan berganti baju,raj dan vanes pervi menyusul pooja didapur,disana kebetulan pooja sudah selesai memasak
"baby untuk apa kau memasak,kaukan masih belum pulih"ucap raj mengomel
"aku baik-baik saja raj,lagian saat ini aku ingin sekali memasak jadi aku buatkan semua ini untuk kalian"ucap pooja pamer
"kelihatannya enak"ucap vanes memuji
"tentu saja sayang,aku kita makan"ucap pooja mengajak mereka makan bareng.
merekapun makan malam bersama,tak ada yang lebih nikmat selain berkumpul dan makan bersama keluarga tercinta, hidangan jauh terasa lebih nikmat jika dimakan bersama orang tersayang kita.
selesai makan dan membereskan semua hidangan,mereka masuk kedalam kamar masing-masing,didalam kamar utama sepasang suami istri dengan mesranya menghabiskan malam panjang yang indah berdua didalam kamar mereka.
*
*
*
*
*
SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA
DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA
VOTE+KOMEN+LIKE