
hari-hari terus berganti,waktu kewaktu sudah tina lalui semasa kehamilannya, kini usia kandungan tina telah memasuki bulan akhir dan dokter mengatakan kalau tina akan melahirkan dalam waktu dekat.
mengetahui kalau tina akan melahirkan sebentar lagi membuat alex makin extra menjaga tina,ditambah tina juga sering mengeluh sakit dibagian perutnya makin membuat alex lebih ketat menjaga tina.
siang ini tina dan alex sedang bermain mampir dirumah utama,ibunya tina sonia juga ada disana,mereka memang sering sesekali mengadakan pertemuan biasa keluarga agar kesannya lebih harmonis.
"alex hari ini kau tidak bekerja lagi?"tanya sonia kepada menantunya prianya alex
"tidak ibu,alex mengambil cuti panjang untuk menjaga tina"ucap alex sopan
"ooh kau begitu mengkhawatirkan tina ya"goda sonia,alex tersenyum malu
"tentu itu harus,menantuku ini sedang hamil dan sudah menjadi tugas alex untuk menjaga tina"ucap bella nasehati
"ibu dan mama tidak perlu khawatir alex sangat baik menjaga tina kok"ucap tina.
mereka terus mengobrol entah itu apa yang mereka obrolin hingga terkadang mereka tertawa terbahak-bahak,obrolan itu berlangsung lama,tetapi sepertinya hanya bella dan sonia yang heboh sendiri
ditengah-tengah asyiknya mengobrol,tina secara tiba-tiba merasakan sesuatu yang aneh dibagian perutnya,awalnya tina mengabaikannya tapi lama-kelamaan itu semakin menyakitkan,tina meringis kecil.
"aaah"ringis tina kesakitan,semua mata orang tertuju pada tina apa lagi sialex
"kau kenapa honey?"tanya alex khawatir
"alex perutku sakit"ucap tina kesakitan
"apa,jangan-jangan tina mau melahirkan sekarang"ucap bella panik sendiri
"aah alex perutku sangat sakit"ringis tina
"kita pergi kerumah sakit sekarang"ucap nathan,semua orang mengangguk setuju
alex segera menggendong tubuh tina dan langsung pergi keluar dengan diikuti oleh bella dan sonia dibelakang,nathan sudah menyiapkan mobilnya,mereka semuanya masuk kedalam,mobilpun melaju pergi.
selama diperjalanan tina terus merintih kesakitan,alex dan sonia yang disamping tina merasa cemas dan panik,keringat dingin tina bercucuran diwajahnya,alex semakin dibuat khawatir dengan tina.
nathan terus mengemudi dengan cukup cepat agar cepat sampai,beberapa lama kemudian mereka akhirnya sampai juga kerumah sakit,alex menggendong tina keluar dari mobil lalu masuk kedalam.
alex berteriak meminta tolong dikoridor rumah sakit,perawat yang mengetahui itu segera menghampiri alex dengan membawa kursi roda,tina duduk dikursi roda lalu dibawah keruang persalinan.
"maaf,anda sumianya?"tanya dokter,alex mengangguk kepala sebagai jawaban
"tuan tolong temanin istri anda,saat ini istri anda sangat membutuhkan anda tuan"pinta dokter memberitahu alex
"baik dokter"ucap alex langsung setuju.
alex dan dokter masuk kedalam ruang persalinan,sedangkan nathan,bella dan sonia menunggu diluar,didalam ruangan alex melihat tina yang sedang kesakitan alex tidak tega melihat kondisi istrinya.
"honey"panggil alex saat berada didekat tina,alex menggenggam erat tangan tina
"alex ini sangat sakit"keluh tina kesakitan
"kamu yang kuat honey,demi anak kita" pinta alex memberi semangat untuk tina.
tina mengambil nafas dalam-dalam guna untuk mengalihkan rasa sakitnya,mata tina sudah mengeluarkan air mata karna kesakitan,alex yang melihat itu segera mengusapnya,alen kasian melihat tina.
"nona apa anda sudah siap,tolong ikuti intruksi dari saya"pinta dokter serius
dokter mulai memberi intruksi kepada tina,tina mengikuti apa yang dokter itu intruksikan,setiap mengejan genggaman tina semakin erat ditangan alex,sedang alex terus memberinya semangat meski sebenarnya alex tidak tega melihat tina.
melihat perjuangan tina yang melahirkan anaknya membuat alex terharu serta cemas entah perasaan apa yang alex rasakan alex tidak tahu,alex tidak bisa membantu tina meski dia ingin yang bisa alex lakukan hanya memberi semangat.
tina terus berjuangan,keringat dingin tina sudah membanjirinya,tina terus-terusan mengejan hingga ada sebuah kepala yang keluar,melihat kepala anaknya telah keluar membuat alex menangis terharu.
"honey anak kita akan segera lahir kamu harua kuat honey ayo"ucap alex memberi semangat,air mata alex sudah tidak bisa terbendung lagi melihat kepala anaknya.
tak lama tangisan bayi sudah terdengar didalam ruangan,bayi tina dan alex kini sudah lahir,alex menangis tersenyum bahagia melihat bayinya telah lahir,bayi yang selama ini dinanti-nantikan olehnya.
"selamat tuan nona,bayi kalian pria,"ucap dokter memberitahu kepada mereka.
"honey anak kita sudah lahir,terima kasih kamu sudah berjuang demi anak kita" ucap alex tersenyum lebar bahagia.
kebahagiaan terpancar jelas diwajahnya mereka,apa lagi tina,air mata tina sudah mengalir,terharu karena buah hatinya telah lahir,meski dirinya tadi kesakitan tapi setelah melihat bayinya yang sudah diperjuangkan sakit itu hilang seketika.
saat ini alex sudah keluar dari ruangan persalinan untuk menemui keluarganya yang masih setia menunggunya diluar sementara tina dan bayinya kini sedang dibersihkan oleh perawat-perawat disana
"alex"seru bella saat melihat alex keluar dari ruang persalinan,merekapun segera menghampiri alex berniat ingin meminta kejelasan mengenai kondisi tina saat ini.
"alex bagaimana,apa semuanya lancar?" tanya bella khawatir+penasaran
"alhamdulillah ma,anak alex sudah lahir dan dia pria"ucap alex memberitahu
"sungguh syukurlah,lalu tina bagaimana apa dia baik-baik saja?"tanya sonia
"tina baik-baik saja bu,sekarang tina dan sibayi masih diurus dokter"jelas alex
"bagusla kalau begitu,selamat untukmu menantu"ucap sonia memberi selamat
"iya sayang selamat kau sudah menjadi orang tua"timpal bella ikut bahagia
"iya,jadilah orang tua yang baik dan patut dicontoh untuk anakmu lex"ucap nathan
"terima kasih pa,ma,bu"ucap alex senang
mereka bertiga ikut merasa bahagia atas lahirnya cucu pertama mereka,wajah seri tampak jelas diwajah mereka,akhirnya sang pewaris keluarga william yang ditunggu-tunggu telah lahir kedunia ini.
sekarang tina dan sibayi sudah dipindah kekamar inap vvip,atas permintaan alex yang ingin memberi yang terbaik bagi tina dan anaknya alex memilih kamar yang fasilitasnya lengkap dan terbaik.
*
*
*
*
*
SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA
DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA
VOTE+KOMEN+LIKE