
siang ini raina ingin bertemu seseorang yang spesial,semalam raina meminta orang itu untuk bertemu dengannya,dia berencana akan berangkat setelah riyaz pergi bekerja,raina tidak beritahu keriyaz.
setelah selesai bersiap raina mengambil tas dan kunci mobilnya,raina membawa mobilnya menuju tempat yang telah dia janjikan,selama diperjalanan pikirannya tidak tenang,entah apa yang dia pikirkan.
tak butuh lama raina sudah sampai,usai memarkirkan mobil raina masuk disalah satu cafe coffe,raina mencari siteman janjiannya hingga ada seseorang yang melambai tangan kearahnya,senyuman raina terukir dia mendekat kursi orang itu
"hai maaf ya man aku telat"ucap raina saat sampai didepan temannya amanda
"gak papa,aku juga gak terlalu lama,ayo duduk rai"ucap amanda mempersilahkan
rainapun duduk dan memesan minuman agar lebih nyaman saat mengobrol nanti, suasana terasa canggung karna ini kali pertamanya mereka ketemuan berdua.
"hm raina sebenarnya ada apa kamu ngajak aku ketemuan?"tanya amanda
"ah itu,sebelumnya aku minta maaf kalau aku ganggu waktu kamu,aku ngajak kau ketemu karna ini menyangkut soal riyaz" ucap raina mulai cerita,amanda bingung
"emang riyaz kenapa rai?"tanya amanda.
raina menceritakan tentang kondisi dia yang sulit hamil,raina menceritakannya tampak ada yang terlewat,amanda yang seorang dokter tentu mengerti dengan cerita raina,jadi dia mendengarkannya.
"jujur aku jadi merasa bersalah dengan keluargaku karna kondisiku"ucap raina
"aku mengerti apa yang kau rasakan raina,kau yang tabah ya"ucap amanda.
"terima kasih man"ucap raina tersenyum
"jadi sekarang apa rencanamu?"tanya amanda penasaran,raina diam sesaat.
"sebelumnya,apa aku boleh bertanya?tanya raina,amanda mengangguk izin
"apa kau mencintai riyaz?"tanya raina hati-hati,amanda kaget mendengarnya.
didunia ini tidak ada yang namanya pria dan wanita berteman,pasti salah satu dari mereka memiliki dan itu terjadi pada amanda yang dulu pernah diam-diam menyukai riyaz sewaktu kuliah dulu.
"wanita mana yang tidak menyukai pria yang hebat seperti suamimu,dulu aku memang menyukainya tapi aku ditolak olehnya,tapi tenang saja sekarang aku tidak menyukainya lagi"ucap amanda
"amanda aku boleh minta tolong?"tanya raina menggenggam tangan amanda
"minta tolong apa?"tanya balik amanda
"menikahlah dengan riyaz"ucap raina.
amanda terkejut mendengar perkataan raina,inilah tujuan raina meminta untuk ketemuan dengan amanda,dia ingin amanda menjadi istri pengganti untuk riyaz dan memberi riyaz seorang bayi.
"raina apa yang kau katakan,bagaimana bisa aku menikahi riyaz"ucap amanda
"amanda aku mohon,mengerti posisiku aku wanita yang tidak sempurna,sedang keluarga riyaz membutuhkan penerus yang tidak bisa aku berikan dan hanya kau yang bisa memberinya"ucap raina
"tapi bagaimana dengan riyaz dia pasti tidak akan mau"ucap amanda pelan
"kau tenang saja,urusan riyaz biar aku yang menangani"ucap raina serius.
amanda terdiam dia tidak bisa berkata apa-apa lagi,jujur amanda masih belum move on pada riyaz,tapi bukan keinganan amanda untuk merusak hubungan riyaz dan raina,amanda bingung harus gimana
selesai mengobrol yang menegangkan merekapun memutuskan untuk pulang karena hari sudah mulai sore,sebelum pulang raina mampir dulu keminimarket untuk belanja bulanan,bahan didapurnya sudah habis jadi dia harus pergi belanja.
selesai membeli beberapa bahan dapur raina pergi membayar,selesainya raina masuk kemobil dan pergi dari toko itu untuk menuju pulang kerumahnya itu.
setelah menempuh perjalanan akhirnya raina sampai dirumah,raina keluar dari mobil tak lupa membawa belanjaannya raina masuk kedalam mobil dan menuju kedapur untuk menata belanjaannya itu.
"sudah pulang"suara itu berhasil sudah mengalih raina yang fokus menyusun bahan-bahan dapur,raina berdiri lalu membalik badannya,ternyata ada riyaz yang sedang berdiri dibelakangnya itu.
"uuh kau bikin aku kaget saja"keluh raina
"habis dari mana?"tanya riyaz introgasi
"lalu setelah itu kemana?"tanya riyaz lagi
"gak kemana-mana habis belanja aku langsung balik"ucap raina tetap bohong.
riyaz menatap tajam raina,mendapatkan tatapan itu raina jadi geri,semoga saja riyaz tidak tahu soal dirinya dan amanda itulah batin raina,raina takut riyaz akan marah jika tahu masalah tadi siang ini.
"kau yakin tidak pergi kemana-mana lagi?"tanya riyaz masih mengintrogasi
"sayang kenapa kamu kayak gak percaya gitu sih aneh"ucap raina keheranan
"bagaimana bisa aku bisa percaya kalau sekarang saja kau berbohong padaku" ucap riyaz sedikit berteriak,raina kaget
"aaku tidak berbohong yaz"ucap raina
"kau pikir aku tidak tahu kalau kau tadi habis ketemu dengan amanda"ucap riyaz
"daari mana kau tahu"ucap raina terkejut.
ya riyaz tahu segala karna amanda telah memberitahu segalanya,amanda berbuat seperti itu karena tidak ingin merusak hubungan riyaz dan raina makanya amanda memberitahu riyaz segalanya.
"katakan kenapa kau bertemu dengan amanda?"tanya riyaz ingin kejujuran
"riyaz a..."ucapan raina terpotong
"kau ingin aku menikahinya,jadi kau masih berpikir seperti itu"kesal riyaz
"riyaz tenanglah,aku melakukan itu demi kebaikan keluargamu"ucap raina pelan
"kau memikirkan orang lain tapi kau tidak memikirkanku"ucap riyaz,raina terdiam
"kau tidak memikirkan perasaanku sama sekali,kenapa kau ingin aku menikah lagi apa kau tidak mencintaiku lagi"ucap riyaz
"riyaz bukan begitu,justru karena aku mencintaimu aka melakukan semua ini"ucap raina mencoba beri pengertian
"omong kosong,itu sama saja kau tidak menghargai cintaku raina,kau telah menghina cintaku"ucap riyah marah.
raina terdiam,apa yang dia takutkan tlah terjadi,riyaz sekarang marah besar pada dirinya,melihat raina diam saja membuat riyaz semakin kesal,riyaz pergi begitu begitu saja meninggalkan raina sendiri.
tidak tahu riyaz akan pergi kemana,riyaz hanya mengemudi mobilnya,telfonnya yang terus berdering dapat panggilan tidak dihiraukan oleh riyaz,meski tadi raina juga berteriak memanggilnya tidak dihiraukan,pikiran riyaz sedang kacau.
hampir tengah malam riyaz juga tidak kunjung pulang,raina yang mrasa cemas dan khawatir terus usaha menghubungi riyaz tapi tidak pernah diangkat olehnya.
"aduh riyaz kau diman,please diangkat telfonnya aku sangat khawatir,maafkan aku jika aku menyakitimu"lirih raina sedih dua merasa sangat bersalah pada riyaz.
disisi lain royaz saat ini tengah berada disalah satu club malam,disana riyaz melampiaskan amarahnya dengan mabuk,ini pertama kalinya riyaz datang keclub dan mabuk,riyaz tidak bisa lagi berpikir jernih karena dia terlalu kesal.
riyaz sudah menghabiskan beberapa botol minuman,tapi dia tidak berhenti meskipun sudah mabuk,kejadian tadi masih terngiang-ngiang diingatan riyaz.
*
*
*
*
*
SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA
DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA
VOTE+KOMEN+LIKE