
siang hari raj berada dijalan pergi menuju kemansion,setelah raj mengetahui siapa pelakunya dia sangat marah hingga tidak bisa mengendalikan dirinya untuk cepat menemui pelakunya ingin menghajarnya.
setelah menempuh perjalanan akhirnya raj sampai kemansion,rohit mengejar langkah tuannya,dia tau kalau amarah raj susah mencapai puncak,terlihat jelas diraut wajahnya yang sedang memerah.
"SALLY"teriakan raj menggema diseluruh ruangan,raina,shinta dan daren yang kini berada diruang tengah terkejut dengan teriakan raj mereka segera mendekati raj.
"raj ada apa,kenapa kau datang berteriak seperti itu?"tanya shinta,sebagai seorang ibu dia mengerti kalau raj sedang marah.
namun didetik kemudian sally datang menghampiri kerumuan diruang tengah, mendengar namanya dipanggil oleh raj sally tidak menahan diri untuk bersolek itu sebabnya sally sedikit telat datang.
"ada apa kak raj?"tanya sally dengan suara seselembut mungkin,dia mengira raj mencarinya karna rindu kepadanya namun sally tidak sadar kalau petaka akan menimpa dirinya sesaat lagi.
plak.
bukan sebuah pelukan atau ucapan rindu yang didapati sally melainkan sebuah tamparan keras yang diberikan oleh raj, dia menatap tajam amarah kepada sally semua orang terkejut apalagi sally yang mampir menangis karna tamparan raj.
"raj apa yang kau lakukan,berani sekali kau main tangan kepada seorang wanita, papi tidak pernah mengajarmu bertindak seperti itu"ucap daren marah melihat putranya menampar seorang wanita.
ini memang kali pertama raj menampar seorang wanita karna dia tidak pernah mau berurusan dengan wanita,tapi kali ini amarahnya sudah diluar kendali,raj mengalihkan pandangan kearah daren.
"papi,apa kau tau alasannya kenapa aku menamparnya"ucap raj sangat geram.
"wanita licik ini melakukan kesalahan yang begitu besar kepada pooja"ucap raj sambil menatap tajam kearah sally.
"pooja,memang apa yang dia lakukan pada pooja raj?"tanya shinta bingung.
menerima isyarat,rohit lalu memberikan ponsel kepada shinta dan daren,didalam terdapat video rekaman cctv yang telah merekam tindakan sally,sedang tubuh sally sudah mulai gemetar,apa raj sudah mengetahuinya semuanya pikirnya sally.
"wanita ini mencampurkan obat pada susu pooja hingga pooja hampir saja mengalami keguguran"ucap raj,semua yang mendengar terkejut tidak percaya, mereka semua menatap marah sally.
sally yang ditatap marah semua orang menunduk,bagaimana bisa dia lupa mengenai cctv diapartemen raj,tubuhnya gemetar hebat,tamat sudah riwayatnya.
"sally apa benar yang dikatakan raj,kau mencelakai pooja?"tanya daren marah.
"bagaimana bisa kau melakukan itu sally tante sudah menganggapmu sebagai putri tante tapi ini balasanmu,kau ingin membunuh cucu tante"lirih shinta sedih.
"kau sangat jahat kak,kau juga seorang wanita coba bayangkan bagaimana kau ada diposisi kak pooja"timpal raina kesal.
"aku sama sekali tidak menduganya kau akan melakukan hal serendah ini sally, memang apa salah pooja sehingga kau ingin mencelakainya ah"ucap raj emosi.
mendengar semua orang membela pooja membuat kuping sally panas,ia menatap raj sendu,matanya merah dan mulai berkaca-kaca,tapi raj tidak simpati sekali.
"kau bertanya apa kesalahannya,pooja sudah bersalah karna telah merebutmu dariku,aku sangat mencintaimu tapi kau lebih memilihnya dari pada aku"ucap sally mengungkapkan semua isi hatinya.
"kau bilang kau mencintaiku,itu bukan cinta tapi obsesi,ingat sampai kapanpun aku tidak akan pernah mencintai wanita jahat sepertimu"ucap raj,ucapan raj tadi begitu pedas dihati sally,sungguh kejam.
"rohit urus wanita ini,aku tidak ingin melihatnya lagi dirumahku"perintah raj.
"apa,tidak kau tidak bisa bersikap seperti ini padaku hanya karna wanita murahan itu,ingatlah aku ini adik sepupumu kak" ucap sally berusaha membela dirinya.
"STOP SALLY,justru karna aku mengingat kau sepupuku aku tidak melaporkanmu pada polisi"ucap raj menatap tajam sally.
"rohit usir dia dari kota ini"perintah raj.
selesai itu raj pergi menuju rumah sakit, sally berusaha memberontak membelas kasihan kepada keluarga salvatrucha tapi tidak ada orang yang membantunya daren shinta memilih ikut raj kerumah sakit sedang raina menemani kakek fahri
*
*
*
17.10 wib kota amerika.
"pooja bagaimana kondisimu sekarang apa lebih baik?"tanya shinta khawatir
"pooja mulai baikan mi"ucap pooja lemas
"syukurlah kau dan bayimu baik-baik saja"ucap shinta mengelus kepala pooja
"mi pi lebih baik kalian pulang saja,biar raj yang menjaga pooja,kasian juga raina sendiri jaga grandad disana"ucap raj
"baiklah kalau begitu kita pulang dulu ya jaga dirimu baik-baik,besok kami akan kembali kesini"ucap shinta berpamitan.
daren dan shinta pergi dari rumah sakit kini hanya tinggal raj dan pooja didalam kamar inap,rasa khawatir,gelisah masih terlintas diwajah raj,pooja menggenggam lembit tangan raj memberi isyarat kalau dirinya sudah merasa baik-baik saja.
tiba-tiba seorang suster masuk kedalam kamar pooja memberi makanan untuk pooja,raj menerima makanan tersebut lalu suster itu keluar selesai melakukan tugasnya,raj duduk disampingnya pooja.
"by makan dulu ya,sedari tadi kau belum makan aku suapi ya"ucap raj,pooja hanya mengangguk kepala,raj dengan telatin menyuapi pooja,pooja dengan lahapnya memakannya saat raj yang menyuapinya
makananpun cepat habis,raj memberi air minum kepada pooja lalu dia meminum obat yang diberi oleh dokter,selesai pooja menatap raj seakan ingin berbicara.
"raj apa aku boleh bertanya sesuatu kepadamu?"tanya pooja ragu-ragu
"ada apa hm?"tanya balik raj lembut
"kau bilang kau sudah menghukum sally apa yang telah kau lakukan padanya?" tanya pooja raj menarik nafasnya kasar
"aku hanya mengirimnya kembali keluar kota by"jelas raj malas membahasnya
"syukurlah aku pikir kau melakukan hal kasar padanya,bagaimanapun dia itu sepupumu"ucap pooja merasa lega
"aku tau,sudahlah jangan membahas itu lagi aku tidak ingin mengingatnya lagi" pinta raj pooja mengangguk mengerti.
pooja memang sudah tau kalau semua itu ulah sally,dia bahkan sudah melihat video cctv diponsel raj,awalnya pooja sangat maraj karna sally telah hampir membuatnya keguguran,karna semua baik-baik saja pooja memaafkan sally.
jam-jam sudah berlalu,haripun semakin gelap,pooja tengah bersandar didada bidang raj,karna kasurnya cukup luas jadi cukup untuk ditiduri 2orang,sebenarnya raj yang meminta kasur yang cukup luas.
"by ini sudah malam sebaiknya kau tidur sekarang agar cepat sembuh"ucap raj
"tapikan aku baru saja bangun raj,gimana bisa aku tidur lagi"ucap pooja mengeluh
"coba saja dulu,kau ini mengeluh terus aku ini suamimu apa kau tidak mau menuruti kata suami hm"ancam raj
"iya,iya aku nurut kata suami"ucap pooja pasrah mengalah berdebat dengan raj.
pooja mulai membaringkan tubuhnya begitupula dengan raj,raj menyelimuti tubuhnya mereka lalu membawa pooja kedalam pelukannya,toh tidak ada orang jadi mereka leluasa tidur sambil pelukan.
*
*
*
*
*
SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA
DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA
VOTE+KOMEN+LIKE