Cold Ceo Fell In Love

Cold Ceo Fell In Love
EPISODE 59



dokter itu mulai mengoles gell diperut pooja lalu memainkan alatnya diperut pooja,dimonitor terlihat jelas ada sesuatu seperti biji kecil dokter itu membesarkan gambarnya agar semakin jelas dilihat.


"apa kalian lihat biji kecil itu,itulah bayi kalian,usia kandungannya 3minggu jadi dia masih sangat kecil"jelas dokter itu


"raj lihat itu bayi kita"ucap pooja terharu.


raj mengalihkan pandangannya,saat lihat gambar dimonitor,senyum raj terukir rasa kesalnya menghilang saat melihat bayix rasa bahagia,terharu menjadi satu,raj memeluk tubuh pooja senyumannya terus terukir saat melihat bayi kecilnya.


"karna usia kandungan nona masih muda saya saranan nona lebih berhati-hati jangan mengangkat yang berat-berat dan jangan kecapean karna usia kandungan muda itu sangat rawan keguguran"jelas dokter panjang lebar


"baik dokter"ucap pooja mendengarkan


selesai periksa dokter memberikan resep vitamin untuk pooja usai itu mereka pergi dari rumah sakit lalu ingin menuju kemansion untuk memberitahu keluarga besar tentang kabar kehamilan pooja.


*


*


*


KEDIAMAN KELUARGA SALVATRUCHA.


pooja dan raj baru saja sampai mansion mereka langsung masuk,raj tidak sabar ingin memberitahu kabar gembira pada keluarga besar,kebetulan daren dan shinta berada diruang tengah,mereka langsung mendekati daren dan shinta.


"pooja,raj kalian datang kesini"ucap shinta menyadari kedatangan mereka


"iya mi,kami kesini ingin memberitahu kanar gembira"ucap raj tidak sabaran


"oh ya apa tuh?"tanya shinta penasaran


"bentar lagi mami dan papi punya cucu pooja sedang hamil mi"ucap raj,shinta dan daren kaget+senang mendengarnya


"sungguh,oh ya ampun akhirnya aku akan punya cucu,selamat untuk kalian semua" ucap shinta terharu+senang


"raj kau harus lebih menjaga istri dan bayinya jangan sampai terjadi sesuatu pada calon cucuku mengerti"ancam daren,raj antusias mengangguk setuju.


mereka semua tersenyum bahagia saat mendengar kabar baik,tapi dibalik itu ada seseorang yang tidak senang melihat kebahagian keluarga besar,dia sally.


"sial,aku harus membuat rencana agar bayi pooja keguguran dan kak raj akan menjadi milikku hanya milikku"batinnya


"oh ya grandad sedang apa?"tanya raj


"tadi dia baru saja selesai minum obat mungkin sekarang sedang baca buku atau sedang istirahat"ucap shinta


"by kita kekamar grandad yuk"ajak raj pooja mengangguk kepala setuju


mereka pergi masuk kekamar kakek fahri disana ternyata kakek fahri sedang tiduran dan sepertinya sedang melamun,raj dan pooja mendekat menyadari ada seseorang kakek fahri menoleh kearah raj dan pooja.


"hai grandad bagaimana kondisi grandad sekarang?"tanya raj basa-basi


"aku lebih baik,ada apa?"tanya balik fahri


"raj ingin memberikan kejutan untuk grandad"ucap raj membuat fahri bingung


"grandad akan segera memiliki cicit pooja sedang grandad"ucap raj,fahri memicingkan matanya menatap raj


"hei bocah nakal apa kau sedang menipu orang tua ini"tuduh fahri kesal pada raj


"tidak grandad raj tidak berbohong,pooja memang hamil tadi kami juga baru saja kerumah sakit untuk periksa lihatlah"ucap pooja sambil memberi gambar hasil USG tadi pada fahri


"sungguh menantu kau sedang hamil,jadi aku akan memiliki cicit"ucap fahri tidak percaya melihat foto USG pooja


"iya,grandad akan punya cicit"ucap raj


"hhh,hebat akhirnya aku memiliki cicit selamat menantu selamat cucuku selamat"ucap fahri bahagia


kakeh fahri memeluk mereka berdua hari ini rasanya kakek fahri terlahir kembali dia merasa tubuhnya sudah tidak lemah lagi setelah mendengar kabar bahagia.


*


*


*


disisi lain raina berada ditoko buku dia sedang membeli buku pelajaran untuk tugasnya,selesai bayar raina berjalan keluar tapi dia tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang,hingga bukunya jatuh.


"oh maaf saya tidak sengaja"ucap orang itu membantu raina mengambil buku


"iya tidak papa"ucap raina menerima bukunya,mereka saling pandang sesaat


"raina kau disini"ucap orang itu


"aku juga habis buku,kau mau pulang ayo aku antar"tawar riyaz,raina diam sesaat


"boleh ayo"ucap raina menerima tawaran


mereka masuk kemobil riyaz,saat raina ingin memakai sabuk pengaman,sabuk itu ternyata macet raina terus mencoba tapi tidak bisa,akhirnya meminta bantuan


"kak ini kenapa macet ya?"tanya raina


"masyak,sini coba aku bantu pasang" ucap riyaz terus mendekat keraina


raina menahan nafas saat ini posisinya begitu dekat,riyaz berusaha menarik sabuk pengaman itu tapi tidak bisa hingga dia mengalihkan pandangan keraina,dia sadar kalau posisi dirinya begitu dekat dengan wajah raina.


mereka saling pandang,lama kelamaan wajah riyaz makin dekat hingga bibirnya bertemu dengan bibir raina,saat merasa tidak ada penolakan riyaz memberanikan ******* bibir raina,sedangkan raina masih diam mematung belum sadar


karna terbawa suasana raina membalas ciuman riyaz,merasa dibalas senyuman riyaz terukir,riyaz memperdalam ******* tapi ponsel raina terus berbunyi mereka berusaha mengabaikannya dan masih berciuman tapi ponsel itu terus berbunyi


"lebih baik diangkat saja dulu"ucap riyaz saat melepas tautan bibir mereka


"raina,raina angkat telfonnya"ucap riyaz menyadarkan raina dari lamunannya


"aah telfon,ah iya iya"ucap raina kikuk


raina langsung menjawab terlfon yang ternyata dari maminya,riyaz yang melihat raina salting tersenyum geli bahkan pipi merona raina terlihat jelas oleh riyaz.


"dari siapa?"tanya royaz saat melihat raina sudah selesai telfonannya


"ah itu dari mami,katanya aku disuruh cepat pulang"ucap raina masih malu


"oh yaudah sekarang kita pulang"ucap riyaz raina hanya mengangguk malu.


*


*


*


raina baru saja sampai dimansion dia segera masuk karna penasaran ada apa dengan maminya,diruang tamu raina melihat semua orang sedang berkumpul raina berjalan mendekati mereka semua.


"raina kau sudah pulang kemari sayang" ucap shinta raina duduk disampingnya.


"mi ada apa,kenapa mami nyuruh raina pulang cepat?"tanya raina penasaran


"begini sayang,kakak iparmu sekarang dia sedang hamil"ucap shinta


"sungguh"ucap raina melihat keraj dan pooja mereka berdua mengangguk


"wow,jadi bentar lagi aku punya ponakan yes selamat yang kakakku"ucap raina senang sambil memeluk pooja


"makasih raina"ucap pooja tersenyum


hari sudah semakin malam semua orang masuk kekamar mereka,hari ini raj dan pooja kembali menginap ata permintaan kakek fahri,saat ini raj sedang mengelus perut pooja sesekali diajak berbicara.


"hais aku sudah tidak sabar melihat dia lahir"ucap raj mengelus perut pooja


"sabarlah raj,lahiranku masih lama itu semua butuh proses"jelas pooja


"aku tau,baiklah sekarang kau harus tidur ibu hamil tidak baik bergadang ayo cepat tidur"ucap raj membantu pooja berbaring


"dan sikecil kau juga harus tidur agar pertumbuhanmu sehat"ucap raj pada perut pooja lalu menciumannya.


pooja tersenyum geli melihat tingkah raj, raj ikut berbaring disamping pooja lalu membawa tubuh pooja kedalam pelukannya dan merekapun tertidur.


*


*


*


*


*


SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA


DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA


VOTE+KOMEN+LIKE