Cold Ceo Fell In Love

Cold Ceo Fell In Love
EPISODE 73



pelayan mulai menyajikan makanan yang telah riyaz pesan dan semua itu adalah makanan favorit raina.selesai itu semua pelayan pergi meninggalkan mereka berdua yang tengah mengadakan acara romantis untuk sesuatu yang romantis.


"ayo makan"ucap riyaz hendak makan tapi tangannya dicegah oleh raina


"bilang dulu alasan kenapa kakak hilang tiba-tiba,apa kakak tidak tahu setakut apa aku saat kakak tidak ada kabar"omel raina,riyaz memilih mengalah hari ini.


dia tahu kalau raina akan kesal padanya karna ulahnya yang mengerjai raina itu demi memberinya sebuah kejutan,riyaz menggenggam lembut tangan raina ditatapnya sang kekasih dengan tulus.


"sebelumnya aku minta maaf telah buat kamu khawatir karna aku menghilang tiba-tiba"ucap tulus riyaz,raina fokus mendengar penjelasan dari riyaz.


"aku melakukannya karena aku ingin memberimu kejutan dihari spesial ini" ucap riyaz,raina kebingungan dibuatnya


"kejutan apa?"tanya raina penasaran.


riyaz tiba-tiba berdiri dan menuntun raina untuk ikut berdiri,raina semakin bingung dengan tingkah riyaz,keduanya terdiam sejenak perlahan riyaz mengambil nafas dalam-dalam sebelum mulai berbicara.


"raina kau tahu kalau aku mencintaimu lebih dari apapun,dan aku bukanlah pria yang suka bermain hubungan yang tidak jelas arahnya kemana"ucap riyaz,raina masih fokus mendengar tuturan riyaz


"untuk itu aku ingin mengatakan kalau aku ingin serius menjalani hubungan ini denganmu,aku ingin hubungan kita lebih dari sepasang kekasih,raina aku ingin melamarmu,apa kau menerima lamaranku"ucap riyaz mencurahkan.


sungguh raina sangat terharu sekaligus terkejut,dia tidak menyangka kalau riyaz seserius itu dengannya,mata raina mulai berkaca-kaca,dia sangat gugup sekarang


"kakak yakin serius itu denganku?"tanya raina memastikan,riyaz mengangguk


"tapi akukan masih kuliah dan aku masih ingin mengejar cita-citaku"ucap raina


"sayang kau masih bisa melanjutkan kuliahmu bahkan menggapai cita-citamu aku hanya ingin mengikatmu agar kau tidak direbut orang sku bisa gila sayang kita akan melakukan pertunangan dulu" ucap riyaz coba memberi pengertian.


"jadi apa kau menerima lamaranku?" tanya riyaz memastikan sekali lagi


"iya aku terima"ucap raina lantang,riyaz yang mendengar itu merasa bahagia.


riyaz memasang cincin yang telah dia siapkan untuk mengikat raina kalau raina telah menjadi miliknya,cincin yang indah terpasang dijari manis raina,mereka berpelukan hangat,sungguh ini adalah hadiah yang sangat spesial bagi raina.


*


*


*


KEDIAMAN KELUARGA SALVATRUCHA.


15.00 wib kota amerika.


sore hari,saat ini raina tengah bimbang semalam riyaz menyuruhnya memberi tahu kekeluarga besar kalau keluarganya riyaz akan datang melamar dan saat ini raina sangat gugup,raina terus mondar mandir tidak jelas dikamarnya dari tadi.


"duh caranya gimana bilang sama semua orang,ini sangat memalukan"gumannya.


akhirnya setelah menimbang-nimbang raina memutuskan untuk memberitahu kesemua orang,setelah mengumpulkan keberanian raina melangkah keluar dan menghampiri orang tua dan kakeknya.


ternyata semua orang tengah berkumpul diruang tengah begitu pula dengan kakek fahri,raina mengambil nafas dalamnya lalu mulai melangkah mendekati mereka.


"mi,pi grandad"panggil raina,semua orang menoleh kearah keberadaan raina


"eh sayang,sini gabung sama kami"ajak shinta,rainapun duduk disamping shinta


"ada apa sayang,apa kau ingin bicara sesuatu?"tanya shinta saat menyadari kegelisahan yang raina rasakan saat ini.


raina terdiam,semua orang menatapnya serius membuat raina semakin gugup, raina terus memainkan jari-jarinya guna menghilangkan rasa gugupnya,shinta membelai lembut surai raina agar tenang


"ada apa raina,are you oke?"tanya daren


"i'm fine pi,ini raina ingin bicara sesuatu kepada kalian"ucap raina mulai tenang


"bicara apa rai?"tanya shinta penasaran


"itu apa,semalam kak iyaz melamar raina dan katanya orang tuanya akan segera datang kesini untuk melamar raina secara langsung pi,mi"ucap raina kikuk.


semua orang saling pandang hanya raina yang menunduk malu,sebagai orang tua tentu saja mereka mengerti hal itu,justru mereka sudah tahu kalau keluarga riyaz akan datang melamar karna semalam mereka berbincang-bincang diponsel.


"lalu apa masalahnya jika riyaz datang melamar sayang bukannya bagus kalau riyaz serius padamu"ucap shinta lembut


"memang ada larangan kalau kuliah tidak boleh tunangan tidakkan,lagian bentar lagi kau akan lulus sayang jadi tidak papa"ucap shinta memberi pengertian.


"apa yang dikatakan mamimu itu benar suruh riyaz cepat-cepat datang kesini" ucap kakek fahri langsung to the point


"iya,lagian papi tidak mau kau menjalin hubungan yang tidak jelas,riyaz serius denganmu itu sudah bagus,setidaknya bertunangan dulu untuk menghindari hal-hal aneh"timpal daren menasehati.


raina hanya diam mendengar pendapat keluarganya,jika pendapat semua orang baik maka raina tidak perlu ragu untuk menjalani pertunangan dengan riyaz sebelum kejenjang yang lebih serius.


*


*


*


malam hari disebuah apartemen dua insan yang sedang kasmaran tengah bermesraan dikamar menikmati waktu berdua,pooja yang tengah bergelayut manja dengan raj dan raj fokus kelaptop.


pooja bersandar didada bidang polos raj setiap malam raj akan bertelanjang dada jari-jari pooja sedari tadi bermain diabs raj tapi raj sama sekali tidak merasa ternganggu dan tetap fokus kelaptop.


"raj"panggil pooja,raj sedikit melirik pooja dan kembali fokus dengan laptopnya


"ada apa by"ucap raj mengelus pipi pooja


"sebentar lagi raina akan bertunangan menurutmu bagaimana?"tanya pooja


"maksudnya kamu?"tanya raj bingung


"kau kan sangat menyayanginya,pasti kau tidak akan rela jika raina dilamar oleh pria lain"ucap pooja menjelaskan


"memang benar,tapi pria itu riyaz teman dekat sekaligus hampir jadi keluarga,aku senang kalau riyaz serius dengan raina, lagian keluarga kita juga saling kenal cukup baik jadi tidak ada alasan bagiku menentangnya"ucap raj panjang lebar


pooja menatap raj yang juga sedang menatapnya saat ini,dibalik sikapnya yang dingin ada begitu banyak kasih sayang dilubuk hati raj untuk orang terdekatnya yang orang lain tidak tahu. secara tiba-tiba pooja tersenyum geli.


"ada apa,kenapa kau tiba-tiba tersenyum seperti itu?"tanya raj merasa aneh


"tidak,tiba-tiba aku kepikiran jika bayi kita wanita akan seposesif apa dirimu"ucap pooja sambil membayangkan ilusinya


"jika aku memiliki putri,aku tidak akan memberikannya pada pria manapun" ucap raj posesif membayangkan hal itu


"apa kau tidak mengizinkannya untuk menikah"ucap pooja tidak habis pikir


"itu lebih baik,dengar bagi anak wanita daddynya adalah cinta pertamanya dan aku tidak rela kalau cinta putriku dibagi dengan siapapun"ucap raj mulai serius.


"aku sudah menduga dia akan seperti ini,kamu yang sabar ya nak,daddymu memang seperti itu"batin pooja sambil mengelus perutnya yang mulai buncit.


"baiklah lupakan itu,sekarang ayo kita tidur sedari tadi kau hanya fokus pada laptopmu,kau mengabaikanku"rengek pooja,raj gemas jika pooja bermanja


"maafkan aku oke,ayo sekarang kita tidur"ucap raj lalu dia matikan laptop.


mereka mulai membaringkan tubuh mereka,pooja langsung masuk kedalam pelukan raj karna dirinya tidak bisa tidur kalau tidak ada raj disampingnya,rajpun dengan senang hati menerima pelukan.


"good night baby"ucap raj lembut


"good night"balas pooja,raj mengecup singkat bibir pooja lalu dalam sekejap mereka langsung berada dialam mimpi.


*


*


*


*


*


SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI YA


DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA


VOTE+KOMEN+LIKE